Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.
sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.
Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.
Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia
yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35
...Maaf banget ya readers saya baru bisa up sekarang apalagi up-nya cuman 1 episode saja, saya terlalu sibuk jadi belum sempat ngelanjutin novel saya ini jadi terbengkalai, tapi saya usahakan buat up lagi.·´¯`(>▂<)´¯`·.....
...Maaf lagi kalau alurnya nggak sesuai dengan keinginan kalian tapi jujur aja saya udah bikin susunan perepisodennya. menurut kalian mau sad ending atau happy ending nih?...
...Udah ya guys sekali lagi saya minta maaf karna keterlambatan up-nya•́ ‿ ,•̀...
...HAPPY READING!...
...Jangan lupa vote dan juga dukung author!...
Deg......
Claudia mulai membuka matanya perlahan, sinar matahari menerobos jendela kamarnya langsung menyorot daerah wajahnya.
Namun ia terlihat bingung dengan suasana ruangan tersebut, semuanya serba putih lalu udaranya tercium seperti bau obat-obatan dan suara mesin EKG terdengar berirama dengan detak jantungnya.
Tunggu! apa dia kembali ke dunia nya? namun itu mustahil karena sebelum itu ibunya menjelaskan jika itu bukan dunia novel namun dunia asli! asli loh!
"tunggu ini gw dimana?" monolognya belum sadar dengan keadaan.
*Satu detik...
Dua detik....
satu menit kemudian*....
"hah?! cara bicara gw jadi anak gaul?! bukan aku lagi?!!" tersadarnya. "kenapa bisa?!!" frustasinya sambil menjambak rambutnya sendiri.
Didimensi yang berbeda terjadi kekacauan didaerah barat membuat dunia itu hampir hancur karena seseorang yang dicintainya menghilang secara tiba-tiba.
"akan ku kejar kamu walau aku harus melawan raja neraka!" monolognya.
Kita kembali lagi ke tokoh utama kita, dia masih kebingungan dengan apa yang ia alami. Ia berada di rumah sakit tepat diabad 21 tempat tinggalnya dulu.
Ia melepas alat medis yang yang menempel pada tubuhnya, ia penasaran apakah ia bertransmigrasi lagi atau ia balik ke tubuhnya dulu yaitu Rosenta Amalia, Masih ingat? jika sudah lupa kalian bisa cek di episode 1 bagian atas sendiri.
Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi kebetulan ia dirawat diruang VVIP jadi didalam kamar rawatnya fasilitas nya lengkap bahkan ruang tamu, dan dapur pun ada?! sepertinya yang merawatnya pasti holkay.
Gadis itu membasuh wajahnya lalu menatap kearah cermin didepannya. ia sedikit terkejut karena wajahnya tak berubah sama seperti Claudia didunia sebelumnya.
Terjadi keanehan menurutnya, kenapa bisa terjadi? kenapa tidak kembali ketubuh Rosenta? gadis ini siapa? cukup sudah! dia lelah menjalani hidup yang tak jelas ini! apa tuhan sedang mempermainkan nya!
Ia masih termangu dalam lamunannya hingga tak menyadari ada keributan diruang rawatnya.
"dimana anak saya?!" teriak seorang wanita paruh baya menggema di luar kamar VVIP itu.
"cepat cari putriku!!" tambahnya.
Berbeda dengan pria paruh baya yang berstatus suami wanita paruh baya itu, ia sibuk membuka setiap inci ruangan tersebut dan.....
Ceklek.....
Pintu terakhir yang ia buka adalah kamar mandi, matanya membola kala melihat seorang gadis sedang menatap kosong dirinya dipantulan cermin.
Hap...
Pria paruh baya itu menepuk pundak gadis didepannya perlahan membuat gadis itu melonjak kaget tersadar dari lamunannya.
Gadis itu tak lain Claudia/Rosenta membalikkan kepalanya perlahan pada seseorang yang menepuk pundak nya.
Matanya memburam dan dunia terasa sedang bergoyang membuatnya tak bisa berdiri seimbang.
Bruk....
Gadis itu kehilangan kesadarannya dengan sigap pria paruh baya itu menangkap Claudia dengan cepat membawanya ke kamarnya dan membaringkan pada brankar.
Ia menekan tombol darurat guna memanggil dokter dengan panik. "DOKTER!!! CEPAT ATAU KALIAN SAYA PECAT!!" Teriaknya.
Tak menunggu lama para dokter masuk kedalam ruangan tersebut. Pria paruh baya tadi keluar guna memberi akses dokter untuk mengecek keadaan putrinya.
"mas gimana? putri kita ketemu dimana?" khawatir wanita paruh baya disampingnya.
"mamah tenang ya? putri kita sudah sadar tadi papah nemuin dia di kamar mandi terus pas....(ia menceritakan semuanya pada istrinya) jadi begitu mah" jelasnya.
Wanita paruh baya itu adalah Velin Putri Atmaja ibu dari raga yang ditempati oleh Claudia atau Rosenta (jika kalian bingun maka tunggu dichapter selanjutnya nanti ada penjelasannya lagi).
Dan pria paruh baya tadi adalah Kendrick Demian Abraham ayah dari Claudia.
Ceklek....
Pintu yang ditunggu-tunggu sejak tadi untuk terbuka akhirnya terbuka menampilkan seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.
Seolah tau pertanyaan yang akan dilontarkan oleh kudua paruh baya dihadapannya dokter itu langsung menjelaskan keadaan putri mereka.
"nona muda sudah kembali stabil setelah koma satu tahun ini, dan ajaibnya ia langsung sembuh total dari sakitnya selama ini namun kami masih memantau keadaannya karena sebelumnya kepalanya terbentur keras ada kemungkinan nona muda akan mengalami amnesia sementara"
Kedua paruh baya itu sedikit terkejut diakhir kata yang dokter itu ucapkan namun mereka berdua bersyukur jika putrinya siuman.
"Terimakasih dokter, apa kami boleh masuk kedalam?" tanya Velin langsung diberi anggukan oleh dokter.
Mereka berdua pun masuk kedalam ruangan sang putri yang terlihat gadis itu tengah berbaring diatas brankar.
Ia mengusap kepala putrinya dengan lembut dan tatapan sendu. Matanya perlahan terbuka memperlihatkan kedua bola mata yang indah berwarna Coklat.
"a..air.." lirihnya dengan sigap Velin memberikan segelas air pada sang putri yang langsung diterima olehnya. Claudia mengedarkan matanya kepenjuru ruangan dan menatap aneh pada kedua paruh baya yang asing baginya. "kalian siapa?"
Wanita paruh baya disampingnya hanya tersenyum lembut padanya, "kami orang tuamu Claudia, kau tak mengingat kami?" tanyanya dibalas dengan gelengan.
Dia butuh waktu untuk beradaptasi kembali, selama kurang lebih dua tahun ia tinggal di jaman kerajaan dan kini ia harus terdampar pada jaman modern.
"bagaimana bisa? bahkan masalahku yang disana belum selesai, dan sekarang aku harus hidup meninggalkan masalahku disana? bagaimana dengan keadaan anak kembar ku?" batinnya yang terus bergejolak diotaknya.
Melihat putrinya yang terus bengong ia segera menyadarkan putrinya, "hei.. jangan kau pikirkan lagi jangan memaksa untuk mengingatnya" ucapnya.
"sayang..." suara bariton terdengar disamping wanita yang mengaku sebagai ibunya, ia melihat kearah sumber suara memperhatikan pria paruh baya tadi.
Kendrick menghela nafasnya gusar melihat respon putrinya yang terlihat waspada padanya, "tenang sayang, kami orang tua kandungmu, saya Kendrick Demian Abraham papah kamu dan ini Velin Putri Atmaja mamah kamu dan kamu Claudia Rosell Queenzy Abraham putri tunggal kami" jelasnya.
Claudia yang masih linglung akibat perubahan suasana secara mendadak hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Rasanya seperti ada yang sengaja mengirimnya kesini lalu apa untungnya buat orang yang mengirimnya kesini?
Lebih anehnya lagi wajahnya terlihat sama seperti Claudia dimasa lalu, tapi orang yang mengaku sebagai orang tuanya itu seperti seperti orang asing tetapi tak bisa dipungkiri ada rasa yang mengalir pada hatinya, hangat.... itulah yang ia rasakan.
"jadi? apa yang terjadi padaku m...mah.... pa...pah?" tanyanya sedikit ragu.
Terlihat jelas mata berbinar pada raut wajah milik Velin mamah Claudia. "Satu tahun yang lalu kamu kecelakaan beruntun dan setelah itu kamu koma selama kurang lebih satu tahun dan baru sekarang kamu bangun"
Claudia menganggukkan kepalanya mengerti atas tuturan Velin ibunya dimasa ini. "maaf ya pah mah Claudia tidak bisa mengingat kalian"
Kendrick mengusap kepala Claudia dengan lembut lalu mengecup singkat keningnya, "tidak apa sayang, yang penting kamu percaya kalau kami itu orang tuamu"
"sekarang kamu makan ya? ini bubur udah diantar sama perawat" ucap mamah Velin dengan lembut dibalas dengan anggukan, jujur saja sebenarnya Claudia sudah sangat lapar sejak tadi.
Velin pun dengan telaten menyuapi Claudia sampai sendok terakhir lalu memberikan minum pada Claudia yang langsung diambil oleh Claudia tak lupa mengucapkan terimakasih.
"Sekarang kamu tidur, lusa kamu sudah boleh pulang sayang" ucapnya lalu mengecup kening Claudia.
Claudia menutup matanya perlahan, sebentar saja ia ingin melupakan semua kejadian yang menimpanya, apakah mimpi? jika mimpi tolong bangunkan ia sangat rindu pada si kembar Aidan dan Keianna.
Tubuh saat ini memang mirip dengan tubuhnya dahulu namun yang membedakannya adalah rambutnya hitam bukan blonde keemasan, matanya coklat bukan biru, sungguh tampilan saat ini adalah tampilannya versi orang Asia bukan Eropa.
.........
Sampai disini dulu ya!!! See you next time!!
Bonus wajah Claudia sekarang.
Claudia Rosell Queenzy Abraham as Karina Aespa.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!