Kehidupan baru Kenzo dan Delima berubah setelah hadirnya buah hati mereka, dan jangan lupakan jika Delima kini berubah menjadi Mahasisiwi cantik yang siap dilirik oleh kaum laki laki.
Selain Kenzo dan Delima, disini juga mengisahkan orang orang yang belum move on dari masa lalunya, kecuali satu orang sang Duteng alias Duda Ganteng.
"Satu ditambah satu dua, kamu tau kan yank kalau aku tak akan menduakan mu"
"Cintaku bukan seperti es teh plastikan, jika habis langsung dibuang"
Yuk, yang penasaran kisah Kenzo sang mantan Casanova, Mario yang katanya Mafia tapi juga gagal move on, dan si Tata Surya yang sudah beristri tapi juga belum move on, atau si Duteng pendatang baru yang akan meramaikan kisah mereka.
Mengandung adegan 18+ dan 21+ , dibawah umur jangan coba coba baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Kantor Surya
"Elu mau kemana? tanya Dimas yang melihat Kenzo sudah berdiri di depan pintu.
"Nemuin kucing garong" jawab Kenzo dengan tersenyum licik
Dimas melongo "Kucing garong? ada ada aja tuh orang"
Kenzo keluar kantor dan langsung menuju ke kantor Surya, tetapi sebelumnya Kenzo sudah mengirimkan pesan ke Surya, dan mau gak mau, bisa gak bisa Surya harus mau dan bisa.
Kenzo sudah berada di Kantor Surya, dan langsung menuju ke ruangannya
Ceklek
Surya dengan wajah tenangnya, menyambut Kenzo "Selamat datang bro" sapa Surya dengan sedikit basa basi
"Hem....elu tau kan maksud kedatangan gue kesini?" tanya Kenzo yang tidak suka dengan basa basi nya Surya
"Tenang Bro, santai" Surya mengucapkan dengan senyuman penuh kelicikan
"Gimana gue tenang jika elu gangguin istri gue!" bentak Kenzo yang aslinya sudah muak dengan tingkah Surya apalagi wajah nya.
Surya tersenyum "Gue gak gangguin bini elu, pesona bini elu aja yang buat gue gak bisa lupa"
Kenzo semakin meradang, tangannya reflek mencengkeram kerah Surya "Elu jangan kurang ajar! Jaga sikap elu, Delima istri gue"
"Istri elu!!!!"
"Gak salah yang gue denger" Surya melepaskan kerah Kenzo lalu merapikan lagi kemejanya
"Istri keberapa?" bisik Surya
"Kedua, Ketiga atau....." lanjut Surya lagi
"Sial......" seketika tangan Kenzo memukul muka Surya, namun dengan segera ditepis nya
"Oh.....tenang bro! kalem, jangan pake emosi" Surya menepis tangan Kenzo.
"Elu......!!" Tunjuk Surya
Surya tersenyum sinis "Gue udah tau semuanya....SEMUANYA" Surya menekankan kata kata terakhirnya.
"Brengs*k" umpat Kenzo
Surya mendekati Kenzo "Gue gak tau ya, gimana nanti jika Delima mengetahui kebenaran, kebenaran tentang suaminya yang......."
Ucapan Surya djeda oleh kenzo "Gue gak akan biarin Delima tau semuanya, karena semuanya telah berakhir dan itu hanya masa lalu"
"Berakhir katamu!" Surya mengeraskan kalimatnya itu
"Bahkan elu sendiri baru akan memulainya, inget baru akan, AKAN" ucap Surya menegaskan omongannya
"Dan apa? elu bilang masa lalu?? masa lalu yang indah dan ingin elu ulangin lagi, sampai sampai begitu kerasnya elu sembunyiin" Surya sudah geram, sedari tadi dirinya memberondong dengan berbagai macak pernyataan dan pertanyaan yang Kenzo sendiri tidak mampu untuk menjawabnya
"Haaaaaa.....sangat lucu, dan yang kamu bilang itu masa lalu akan jadi masa kehancuran Delima sekarang"
Bugh
Kenzo membogem wajah Surya dengan tangannya. Niatan dia kesini untuk memperingati Surya, malahan dia tertekan
Surya tersenyum dengan memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan darah "Elu....bisa pukul gue sepuasnya, tetapi tidak bisa elu lupain kesalahan yang fatal kepada Delima, gue yakin setelah dia tau kebusukanmu, Delima akan meninggalkanmu, dan gue....."
"Gue dengan senang hati akan membawa Delima kepelukanku, dan akan membawa Delima jauh dari bayang bayangan seorang baji ngan Kenzo Mahendra."
"Dan gue akan menunggu sampai waktu itu tiba"
"Camkan itu!"
Kenzo diam mematung, rasanya ingin segera menghabisi orang dihadapannya ini, terlebih Surya sudah tau tentang masa lalu Kenzo yang akan menjadi bumerang bagi dirinya.
"Tapi elu tenang aja, gue masih punya hati, gue akan pake cara yang halus"
"Gue gak mau gegabah, karena nyawa Delima taruhannya, mengandung diusia muda itu sangat rentan.apalagi ada dua janin dikandungannya"
"Breng*ek....." lagi lagi tangan Kenzo terkepal, benar benar laki laki yang ada didepannya begitu licik
Surya tersenyum penuh kemenangan "Elu datang kesini untuk meminta supaya gue jauhin Delima kan?"
Kenzo tidak menjawab, tetapi tatapan yang tajam bisa mengartikan semuanya.
"Gue akan jauhin Delima...."
Surya sengaja menjeda omongannya
"Bagus, akhirnya elu sadar juga, kalau Delima hanya milik gue"
"Gue akan jauhin Delima dari laki laki seperti elu, dan gue tidak akan merayunya lagi apalagi mengancam, tapi itu hanya siasat gue, supaya gue bisa masuk dalam kehidupannya secara perlahan lahan" ucap Surya dengan senyum penuh kemenangan
Kenzo yang kesal akhirnya memutuskan untuk kelaur dari ruangan Surya
"Tunggu!" ucap Surya menahan langkah kaki Kenzo
Kenzo berhenti tetapi tidak berbalik
"Kutunggu Delima meninggalkanmu, dan berakhir dipelukanku"