Gimana jadinya kalau harus menikah dengan seseorang yang bahkan tidak dikenal sama sekali?
Inilah yang terjadi kepada Alvaro dan Kiara, Pernikahan yang sudah diatur membuat mereka tidak bisa untuk menolaknya.
Disatu sisi Ara sangat mencintai kekasihnya dan tidak rela bila harus kehilangannya, dan satu sisi lagi, Ara tidak bisa menolak keinginan Sang Papa.
Dan dengan terpaksa Ara memutuskan untuk menikah akan tetapi dirinya tetap berhubungan dengan pacarnya dibelakang Alvaro.
Suatu ketika Al mengetahui kenyataan yang sangat pahit bahwa Sang Istri berselingkuh!
Bagaimanakah nasib pernikahan mereka? Akankah Al menceraikan Ara? Bagaimanakah takdir mempermainkan mereka berdua? Akankah mereka mampu untuk menghadapinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Apriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 35
Keesokan harinya, ara mulai sadar karena merasa ada yang sedang memeluk erat dirinya dari posisi belakang, ara secara perlahan membuka matanya, kemudian ara memegangi kepalanya yang terasa sangat berat dan pusing.
'apa yang telah terjadi? kenapa aku tidak mengingatnya?' batin ara.
"awww....." kelu ara.
'kenapa kepalaku sangat pusing seperti ini? jangan bilang, kalau.....tidak! tidak! itu tidak akan pernah terjadi lagi.'
ara langsung melihat kearah perutnya yang telah dililit oleh tangan kekar seorang pria dari arah belakang, ara berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan dari pria itu yang tidak lain adalah al, suaminya sendiri.
ara kemudian melihat tubuhnya yang tidak menggunakan pakaiannya lagi, ara saat ini sudah berbalut selimut yang menutupi dirinya. ara melihat kesekitar ruangan, pakaiannya sudah berserakan dilantai begitu juga dengan pakaian yang digunakan oleh al. 'aku harus segera pergi sebelum dia terbangun, ara berusaha untuk mengingat ingat peristiwa yang terjadi tadi malam, dia hanya bisa mengingat ketika al dan dirinya sedang minum saja, kemudian kepala ara kembali merasa sangat pusing.
ketika ara berhasil untuk melepaskan lilitan dari tangan al, ara mengutipi pakaiannya satu persatu, lalu ara langsung berlari ke arah kamar mandi, dengan buru buru ara langsung merapikan dirinya lalu memutuskan untuk meninggalkan al yang masih tertidur dengan pulas.
ara langsung keluar dari villa, dan masuk kedalam mobilnya dengan langkah yang tergesa gesa. ketika sudah berada didalam mobil, ara mengatur nafasnya yang masih terasa terengah engah. "apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? sepertinya kami berdua terlalu mabuk! kenapa juga dengan bodohnya aku mau untuk menemani al untuk minum, huftt! apa kami berhubungan lagi tadi malam? entahlah, untung saja aku dengan cepat kabur dari sana. aku harus segera pergi dari sini." lalu ara langsung menghidupkan mesin mobilnya dan bergegas menjalankan mobilnya untuk pergi dari villa.
setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh itu, ara akhirnya sampai juga di kediamannya. dengan langkah yang sangat berat ara masuk kedalam rumah.
ara memutuskan untuk sarapan lalu segera meminum obat untuk menghilangkan pusingnya. setelah itu ara naik ke atas, ara berjalan menuju kamarnya.
sesampainya didalam kamar, ara memutuskan untuk tidur sebentar supaya rasa pusingnya hilang.
*****
Di villa.....
al mulai sadar dari tidurnya yang begitu lama, al membuka matanya dan memegangi kepalanya yang terasa sangat berat itu, "aww....."
kemudian al melihat kearah sekitar, "kenapa aku bisa tertidur disini? dan dimana ara?!" al berusaha untuk mengingat ingat kejadian tadi malam. tapi semakin al mengingatnya semakin berat terasa kepalanya.
dengan perlahan al mulai bangkit dari tidurnya, tapi al terus menerus untuk memegangi kepalanya yang terasa begitu berat itu. "Sial! apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? apa aku terlalu banyak minum ya? sehingga aku tidak mengingat segalanya! aku harus cepat kembali." ucap al lalu melangkah ke kamar mandi.
setelah selesai mandi, al yang masih belum menggunakan pakaian atasnya hanya menatap dirinya didepan cermin kamar mandinya. al melihat begitu banyak tanda tanda merah dibagian dada dan lehernya. "apa kami melakukannya tadi malam? Aaaggrrhh, kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri seperti itu! aku harus segera pulang dan mengkonfirmasinya langsung!"
ucap al lalu melangkah keluar dari kamar mandinya, al dengan cepat memakai pakaiannya, al melihat kamar yang dia tiduri tadi malam, al melihat pakaiannya yang berserakan dikamar itu. 'sepertinya tebakanku benar! kami benar benar bercinta lagi tadi malam.'
al langsung berjalan keluar villa, lalu segera masuk kedalam mobilnya dengan kecepatan penuh akhirnya al telah sampai dikediamannya bersama ara, al langsung masuk dan meneriaki nama ara. "ARA!! DIMANA KAMU? KITA HARUS BICARA....!" Teriak al berkali kali, sambil terus berjalan keatas, kemudian al berjalan menuju kamar mereka berdua, al langsung membuka pintu kamar.
"ARA...! KITA...." Ucapan al terhenti ketika mendapati ara yang sedang tertidur sangat pulas itu.
perlahan al mendekat melihat ara, 'sepertinya dugaanku benar, dia bahkan masih menggunakan pakaian yang sama seperti tadi malam,' yang membuat al yakin itu dileher ara juga memiliki tanda merah yang sama dengan yang dimilikinya saat ini.
'sepertinya aku harus melupakan apa yang telah terjadi tadi malam, toh itu hanya sebuah kecelakaan semata. aku juga tidak ingin kembali menjadi pria yang cukup lemah! aku tidak akan tertipu lagi dengan permainanmu, ra! aku akan membuat kamu terus menerus memohon mohon kepadaku seumur hidupmu! dan aku tidak akan pernah melepaskanmu!' batin al lalu segera keluar dari kamar.
al berjalan kearah ruangannya lalu membaringkan tubuhnya dan kembali memejamkan matanya, al memutuskan untuk beristirahat sebentar karena siang ini dia akan masuk kerja kembali.
setelah 2 jam tertidur, al akhirnya terbangun kemudian langsung beranjak berdiri dan bergegas pergi mandi, setelah selesai mandi al langsung keluar dari kamar mandi, dan pada saat al sedang memilih milih pakaian yang akan di kenakannya. ara terbangun dan langsung menatap al tepat dihadapannya yang saat ini sedang bertelanjang dada.
'al? kapan dia kembali? aku harus pura pura tidur lagi sebelum al menyadarinya.' kemudian ara kembali untuk memejamkan matanya.
al sebenarnya telah menyadari kalau ara sudah terbangun, tapi al sengaja berpura pura untuk tidak mengetahui jika ara sudah bangun dari tidurnya. al dengan cepat mengenakan pakaiannya lalu berjalan cepat keluar kamar.
begitu ara mendengar pintu kamar telah ditutup oleh al, ara kembali membuka matanya. ara menghembuskan nafas dengan berat. "akhirnya dia pergi juga! aku berharap, semoga al melupakan kejadian tadi malam." ucap ara pada dirinya sendiri.
benar saja setelah itu, ara memutuskan untuk mndi dan pergi bekerja, sesampainya dikantor ara langsung duduk di kursinya. kemudian baru sebentar ara duduk, telepon diatas mejanya berdering. ara langsung mendengus kesal, 'ini pasti al!' dengan berat hati ara mengangkat panggilan teleponnya.
"hmm.. ya ada apa?" tanya ara dengan malas.
"datang keruanganku sekarang!" pinta al lalu segera mengakhiri panggilannya.
ara langsung meletakkan teleponnya dengan kasar. 'apa dia ingin bertanya tentang apa yang terjadi tadi malam ya? hmm.. tidak tidak! sepertinya aku harus tenang, ara ingat kamu harus bisa dengan tenang menghadapi pria seperti al! aku akan berpura pura tidak tau menahu saja!' batin ara sambil berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
ara dengan langkah yang sangnat berat menuju keruangan al, sekarang ara sudah berdiri didepan pintu ruangan al. tapi entah mengapa ara selalu saja merasa ragu ragu untuk mengetuk pintu ruangannya. ara hanya mondar mandir tidak jelas didepan ruangan al.
'kenapa aku jadi sepengecut ini? bahkan aku tidak melakukan sebuah kesalahn besar?! ayoo ara kamu pasti bisa, tenang ara... tenang..!'
kemudian setelah merasa jauh lebih tenang ara memutuskan untuk mengetuk pintu ruangan al.
"TOK TOK TOK!"
"Masuk!" ucap al singkat.
"kenapa lama sekali? kenapa kamu masuk kerja siang? bukan berarti kamu istri dari pemilik perusahaan ini, jadi kamu bisa seenaknya saja ya!" bentak al.
"tapi...aku..." ucap ara mulai terbata bata.
"tapi apa? kamu mau mencari cari alasan ya? dengar, aku tidak ingin hal ini terulang kembali, mengerti!" ucap al dengan tegas.
ara sudah sangat emosi mendengar ucapan dari al. "bukannya ini semua karena kamu ya!" ucap ara dengan lantang.
"karena aku? emangnya apa yang telah aku lakukan?!" ucap al dengan langsung menatap ara dengan tegas.
'kok jadi aku yang bahas ya? bahkan dia tidak mengingatnya sama sekali.' batin ara.
"tidak, aku hanya asal bicara saja. baik, kedepannya aku tidak akan pernah terlambat lagi!" ucap ara dengan tegas.
"bagus! sepertinya kamu cepat mengerti posisi kamu sekarang ini ya. karena kamu telat hari ini, kamu harus ikut lembur lagi. dan sekarang kamu bisa kembali ke meja kerjamu." ucap al sambil mempersilahkan ara untuk keluar.
'dasar brengsek! pria berhati dingin! siapa juga yang ingin berlama lama untuk berada diruangannya ini. tahan ara...tahan..ingat tujuan kamu, ini semua untuk perusahaan papa kamu.' umpat ara dalam hati.
"baik, permisi!" ucap ara dan berjalan pergi dari ruangan al.
dengan perasaan yang sangat kesal ara memutuskan untuk kembali keruangannya. ara terus mengutuki al, 'kalau saja tidak demi papa, aku tidak akan pernah merendahkan diri seperti ini! lihat saja, suatu saat nanti aku akan segera membalas perbuatanmu ini.'
ara sampai tidak sadar ketika namanya terus menerus disebut oleh seseorang dihadapnnya. "ara...? hei...!"
"vio...! kamu sedang apa berada disini?" tanya ara yang sangat terkejut dengan kehadiran vio yang secara mendadak dikantor suaminya.
"apa pak al ada diruangannya? aku sedang ada urusan dengan dia." jawab vio dengan jujur.
"urusan? urusan apa?" tanya ara lagi sambil terus menatap vio dengan tatapan selidik.
"sejak kapan kamu menjadi sekretarisnya? kamu tidak tau ya, aku adalah model perusahaan suamimu ini?!" tegas vio sambil tersenyum.
'hah? sejak kapan? bahkan al tidak pernah mengatakan apapun juga kepadaku?' batin ara dengan sangat kaget dan masih terus menerus memandangi vio.
"kamu kenapa diam saja? pak al ada didalam tidak?" tanya vio kembali.
"ada.. ada, mari biar aku antar kamu masuk." ucap ara sambil mengarahkan vio untuk menuju ruangan al.
ara masih tidak bisa mengerti, ara terus memikirkan alasan kedatangan vio ke kantornya al. 'ada keperluaan apa vio kemari ya? apa benar hanya karena urusan kerja? ngomong ngomong tentang vio, kenapa aku baru mengingat tentang rey sekarang ya? bukankah aku ke villa untuk menyelamatkan karier rey? kok aku bisa melupakan hal itu! tapi syarat dari al terlalu sulit, aku tidak akan mungkin meninggalkan rey! apa yang bisa aku katakan dan aku lakukan untuk membantumu, rey?bagaimana aku menghadapi rey?' pikiran ara menjadi sangat kacau saat ini. ara terus menerus berusaha untuk mencari cara untuk menyelamatkan karier rey, tapi sekeras apapun ara berpikir, ara sebenarnya sudah mengetahui jawaban atas semua masalah rey.
sedangkan ara masih terus sibuk dengan pemikirannya sendiri itu, didalam ruangan al, al sedang berbicara dengan sangat serius dengan vio saat ini, dengan muka ketat dan tajam al menatap vio.
"maaf pak al sebelumnya, bukannya saya lancang untuk mengancam bapak, saya sudah tau kalau bapaklah yang menyebabkan karier rey ditengah kehancuran, yang saya ingin tau, apa alasan bapak melakukan semua ini? apa bapak begini karena dendam bapak kepada ara dan rey? tapi kenapa harus rey yang menanggung ini semua, kenapa pak!" tegas vio dengan emosi.
"kamu mau tau kenapa? karena dia memang pantas untuk mendapatkannya! bukankah dia yang menyebabkan kehancurkan hidup saya? itu karena dia!" ucap al dengan tegas.
"tapi kenapa hanya rey yang menanggung ini semua, kenapa pak? kenapa ara tidak mendapatkan hal yang sama? kalau bapak sebegitu benci dan kecewanya kenapa bapak tidak menceraikan ara! kenapa? karena bapak mencintai ara kan?" ucap vio dengan suara yang mulai meninggi.
al hanya terdiam, tidak menanggapi ucapan dari vio tersebut, al hanya terus menatap tajam kearah vio saat ini yang berada dihadapannya.
"kenapa bapak diam saja? ucapan saya benar kan!" tegas vio dengan lantang.
"kamu tau apa tentang perasaan saya? sebenarnya apa tujuan kamu datang kesini?" ucap al.
"saya ingin bapak mengembalikan karier rey! bapak tidak bisa melakukan hal itu karena dendam pribadi kepadanya. kalo tidak saya akan mengundurkan diri dari perusahaan bapak ini!" ancam vio.
"berani sekali kamu memerintahku! kmu sedang mengancam saya?" ucap al dengan tetap menatap tajam vio.
"iya bisa dibilang saya sedang mengancam bapak saat ini. saya sangat serius dengan ucapan saya barusan, sebaiknya bapak pikirkan ini semua baik baik." ucp vio lalu berjalan pergi.
"tunggu.." ucap al.
vio langsung membalikkan badannya kembali dan menatap al kembali. "kenapa? apa bapak sudah sepakat dengan saya?" tanya vio lalu tersenyum licik.
al tersenyum. "kamu salah! saya setuju untuk membatalkan kontrak kamu di perusahaan saya, kamu pikir kamu itu siapa? bahkan saya bisa dengan mudah untuk mencari pengganti kamu. silahkan pergi." tegas al sambil menunjuk kearah pintu keluar.
vio dengan sangat emosi mendengar ucapan dari al barusan, "kamu...! oke, saya akan segera keluar, jangan pernah menyesali keputusan bapak ini, selamat siang!" ucap vio lalu dengan cepat keluar dari kantor al dengan sangat kesal.
'dia pikir dia itu siapa? lihat saja apa yang bisa aku lakukan!' umpat vio dengan kesal.
kemudian vio menatap ara dengan emosi. 'ini semua gara gara wanita sialan ini, dasar wanita ja**ng! aku akan membuat perhitungan denganmu!'
"ini semua karena kamu! dasar wanita murahan!" ucap vio lalu menampar keras pipi ara, ara kaget dan sangat syok mendapat perlakukan mendadak dari vio itu.
ara meringis kesakitan sambil memegangi pipinya. "apa kamu bilang! beraninya kamu menamparku! dasar sialan." ucap ara lalu menjambak rambut vio, dan vio pun melakukan hal yang sama. terjadilah perkelahian itu, tidak ada yang bisa menghentikan mereka, hingga al yang mendengar keributan diluar ruangannya lalu segera keluar dan melihat apa yang telah terjadi.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN DI KANTOR INI?!" teriak al dengan keras lalu berjalan menghampiri mereka, al langsung memisahkan ara dan vio.
*****
Apa yang kalian rasakan?! komentar dibawah ini ya? kalian di kubu siapa? Ara atau Vio?!
>> Like, comment, Favorite And Rating! <<
Happy Reading Guys! 🤗🤗
like
favorit👍❤
gw syuka sama alurnya,....tata bahasanya meski pjg,tpi runut annya bagus,...teratue...bahkan menurut gw "sempurna".......
capcus....lnjut.....💪💪thor🙏
kapan tpada tobatnya biar terbungkar