Tidak ada kata adil didunia ini, semuanya harus didapatkan melalui kerja keras dan usaha mati-matian.
Liu Feng seorang pemuda kesepian yang mati terbunuh, berenkarnasi ketubuh seseorang yang dianggap sampah yang mendapatkan pengkhianatan oleh orang-orang terdekatnya, dan dari situlah ia bersumpah akan membalasnya dengan lebih kejam.
Kekuasaan, Harta kekayaan, dan Jabatan tidak ada artinya dibawah Kekuatan Mutlak yang tak tertandingi.
"Aku Liu Feng akan melenyapkan siapapun yang berani menghalangiku, dan aku akan menghancurkan siapapun yang berani menyingungku. Aku akan membuat namaku terdengar diseluruh alam semesta!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gilang imannuel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34. Kembali pulang
Liu Feng duduk bersila untuk memahami kekuatan barunya yang telah mencapai ranah Kelahiran, dia bisa merasakan kekuatan yang sangat luar biasa didalam tubuhnya, apalagi Laut Pengetahuan milik fungsi yang sangat luar biasa, dan lagi kekuatan Jiwanya jauh lebih kuat dari ranah aslinya.
Selain itu Sumber Naga Berkepala Sembilan didalam tubuhnya terus mengeluarkan aura yang sangat kuat, bahkan Yuan Qi didalam Dantiannya mulai sedikit berubah menjadi Qi Kekacauan, terlebih lagi dia semakin yakin ingin membuat Yuan Qi-nya didalam Dantiannya menjadi Qi Kekacauan.
Karena Qi Kekacauan sendiri memiliki sifat untuk melahap Energi lain karena karakteristiknya yang merusak, selain itu kepadatannya mampu membuatnya ribuan kali lebih kuat dari pada True Esensi ataupun jenis-jenis Energi lainnya, dan alasan inilah yang membuat Ras Naga Berkepala Sembilan sangat kuat walaupun seringkali terjadi konflik.
"Huff...sudah lima hari setelah terobosan aku merasa ada banyak kekuatan yang meningkat, terlebih lagi aku masih merasa gatal untuk berlatih di Ruang Latihan." Pikir Liu Feng sambil tersenyum.
Disaat itu juga suara yang terdengar merdu menyabutnya, "Sepertinya kau sudah selesai, baguslah aku tidak perlu lagi menjagamu."
"Kau...berapa lama kau menunggu?" tanya Liu Feng dengan kaget.
Zhu Yue tersenyum tipis dan memperlihatkan ratusan Cincin Ruang dihadapannya, "Sudah dua hari, dan lihatlah ini aku menemukan seratus Cincin Ruang dari para Dewa Sejati, karena kesepakatan sebelumnya kita akan membaginya setengah-setengah."
Liu Feng yang melihatnya sangat terkejut, sebab tidak ada satupun diantara Cincin Ruang tersebut yang memiliki jejak pemilik aslinya, bisa dikatakan Zhu Yue sendiri yang mampu menghilangkannya.
Dengan sedikit perasaan aneh Liu Feng segera berkata, "Apa kau yakin ingin membaginya setengah-setengah? sebab apa yang kau lakukan cukup sulit untuk menyingkirkan sisa Jiwa dari para Dewa Sejati."
"Tidak apa, lagi pula kontribusi kau dan aku sama jadi tidak ada kesalahan dalam pembagian hasil." Ucap Zhu Yue sambil tersenyum.
Liu Feng tersenyum tipis dan mengambil Cincin Ruang tersebut, setelah itu ia segera berdiri tegak sembari meregangkan tubuhnya.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi sekarang?" Liu Feng tersenyum sembari mengulurkan tangannya.
Zhu Yue tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dengan ringan, "Terserahmu, lagi pula aku sudah menyelesaikan tujuan utamaku kemari."
Mereka berdua tidak terlalu banyak bicara, dengar menggunakan giok yang didapatkan ketika memasuki Kuil Misterius, tanpa perlu kembali ketempat semula mereka berdua mampu keluar dari tempat ini dengan cepat.
"Sekarang apa tujuanmu?" tanya Zhu Yue secara tiba-tiba.
Liu Feng terkejut dengan pertanyaan tersebut, tapi ia segera menjawab dengan senyum tipis diwajahnya, "Aku akan kembali pulang, lagi pula aku memiliki sebuah Sekte yang baru saja aku bangun, dan mereka memerlukan banyak bimbingan dariku sebagai pemimpin mereka."
"Kau sudah membangun Sekte rupanya..." Zhu Yue sedikit merenung dengan ekspresi rumit.
Liu Feng mengangguk, "Um...kalau begitu aku pergi dulu."
Menyadari bahwa Liu Feng akan pergi, Zhu Yue segera bertanya, "T-Tunggu dulu! bisakah aku tau dimana lokasimu berada?"
"Aku masih tinggal dibenua Tianwu, jika kau mencariku, aku akan berada disebuah Desa yang bernama Desa Bambu, nama Sekte-ku adalah Sekte Kaisar Agung." Liu Feng segera melayang diudara sembari melambaikan tangannya.
"Sekte Kaisar Agung...nama yang bagus, lagi pula aku merasa tertarik dengannya, yah...jika memang takdir maka aku akan bertemu dengannya lagi." Zhu Yue tersenyum sebelum pergi kearah jalan yang berbeda.
Dengan perasaan yang aneh muncul dihati masing-masing, ada perasaan enggan untuk berpisah, tapi mereka masih memiliki jalan dan ambisi yang belum terselesaikan.
-
-
Butuh waktu yang cukup lama untuk Liu Feng kembali pulang ke Desa Bambu, tapi setidaknya dengan kekuatannya yang sekarang, ia hanya perlu setengah dari waktu yang telah ia lalui sebelumnya.
Disaat Liu Feng tiba di Desa Bambu, ia sangat terkejut dengan beberapa perubahan yang cukup besar didalamnya, bahkan tempat tersebut sudah bisa dikatakan sebagai sebuah tempat Sekte peringkat rendah.
"Master Sekte Liu kembali!!" seseorang secara tiba-tiba berteriak keras dengan ekspresi gembira.
Segera keributan terjadi di seluruh Desa Bambu, bahkan membuat orang-orang yang sedang berlatih berhenti hanya untuk menyambut kedatangannya, dan ini membuat Liu Feng kelabakan dengan ekspresi tak berdaya.
"Ehem! apa yang kalian semua lakukan! kenapa malah menunda latihan kalian! cepat kembali dan fokus pada latihan kalian!" Ucap Liu Feng dengan ekspresi tegas disertai oleh karisma yang tinggi.
Mereka semua sontak terdiam dengan ekspresi tak berdaya, tapi karisma Liu Feng membuat mereka semua patuh mendengar perintahnya, namun mereka sangat senang dengan kehadirannya kembali memimpin.
Setelah mereka semua kembali kedalam kegiatan mereka masing-masing, Liu Feng segera ditunggu oleh seorang gadis kecil yang seusia dengan Dong Li, walaupun dia berusia 12 atau 13 tahun sikapnya sangat dewasa, ia memiliki rambut coklat panjang dengan kondisi terikat, matanya berwarna hijau memancarkan kehidupan yang bersih, dan ia berpenampilan cantik dan menawan.
Liu Feng tersenyum sambil mengelus kepala gadis kecil itu dan bertanya, "Siapa namamu? aku sepertinya sedikit familiar denganmu."
Dengan perasaan gugup gadis kecil itu segera menjawab, "N-Namaku Yun Qiu..."
"Nama yang indah, kalau begitu bisakah kau jelaskan apa terjadi belakangan ini selama aku tidak ada?" Liu Feng tersenyum tipis dengan sikap kekanak-kanakannya.
"K-kalau begitu, silahkan ikuti saya Master Sekte Liu, aku akan mengantarmu kedalam kekediaman anda." Ucap Yun Qiu dengan ekspresi sopan.
"Kediaman? aku tidak meminta kalian untuk membangun kediaman untukku?" Liu Feng hanya mengikuti Yun Qiu dengan ekspresi bingung.
Yun Qiu mengangguk dengan bangga ia segera berkata, "Karena pekerjaan yang Master Sekte telah selesai, para Tetua dan Murid-murid Sekte setuju untuk membangun sebuah kediaman khusus untuk Master Sekte, dan kami membuatnya disebuah puncak tertinggi diwilayah Desa Bambu, segera menamakannya sebagai Puncak Kaisar."
Setelah mereka sampai, Liu Feng segera tercengang melihat sebuah kediaman kelas atas disebuah puncak gunung, tidak hanya itu ada berbagai ornamen mahal yang menghiasi setiap sudut tempat tinggalnya, dan ini bisa dikatakan sebagai pemborosan hanya untuk membuatkannya tinggal.
"Hah...karena ini mereka sudah membuatnya susah payah, aku tidak menolaknya sama sekali." Pikir Liu Feng sambil menggelengkan kepalanya.
"Yun Qiu, cepat kumpulkan semua data dan informasi tentang kegiatan yang terjadi didalam Sekte, aku akan memeriksa segera untuk melihat hal apa yang diperlukan, dan jangan sampai ada kesalahan fatal." Perintah Liu Feng sebelum masuk kedalam kediamannya yang diberikan nama Puncak Kaisar.
"Baiklah akan aku laksanakan Master Sekte!" Yun Qiu segera bertindak cepat untuk melaksanakan perintah Liu Feng.