NovelToon NovelToon
Budak Setan

Budak Setan

Status: tamat
Genre:Horor / Contest / Balas Dendam / Spiritual / Rumahhantu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:514.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mariah

"Menikah sejatinya menjadi moment yang paling bahagia. Namun, apa jadinya jika seseorang harus menikah dengan iblis demi sebuah pembalasan dendam.

Ini adalah kisah seorang wanita yang memilih jalan sesat demi membalaskan dendam.

Bainah adalah janda 2 kali, wanita yang nyaris mati bunuh diri, akibat kebodohannya meninggalkan seorang suami hanya untuk mendatangi seorang penipu, yang ternyata memanfaatkan nama baiknya, dan pada akhirnya dia harus rela menanggung semua beban hutang yang ditinggalkan oleh suami kedua untuknya.

penasaran, simak kisah berikut ini,

BUDAK SETAN KARYA MARIAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

...Sebelumnya .......

"Aish!" Dia berdesis kesal. "Masalahnya malam ini aku ada janji dengan Bainah!"

Bugg!

Surti mengetuk kepala Raiden yang dia rasa adiknya itu sudah sinting. "Kamu gila, ya! Kita masih dalam masa berkabung, Mas Takur baru aja koit, dan kamu sempat-sempatnya mikirin mojok sama si janda, dasar semprul!" cecarnya memaki kesal.

...BUDAK SETHAN...

...~ Selamat membaca ~...

Bainah sudah pulang ke kediamannya. Dia belum membeli rumah di kawasan Dusun Rongge sehingga masih memilih menyewa sebuah rumah yang dirasa cukup nyaman, belum banyak warga yang mengetahui kepulangannya sejak 2 hari yang lalu, hanya Pak RT dan lurah. Ya, itu karena selama menyewa, Bainah nyaris tak pernah keluar rumah untuk sekadar berbelanja kebutuhan rumah tangga, ke pasar-pasar tradisional maupun tukang sayur yang lewat. Dia memilih menggunakan jasa pembantu rumah tangga untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah.

Sementara dia sendiri, lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar tanpa seorang manusiapun tahu apa yg dia kerjakan.

-Malam, Neng Manisku!

Sebuah chat masuk ke dalam ponsel Bainah, menyentaknya dari lamunan. Dia meraih ponsel pintar yang baru dibeli 2 hari lalu, meski baru memiliki, tapi Bainah bisa mempelajari sistem android itu dengan cepat.

Dia langsung membaca isi chat yang tertera nomor baru di bagian pengirimnya. Bainah langsung tahu kalau pengirim pesan itu tak lain dan tak bukan adalah Raiden. Ya, hanya dia satu-satunya pria yang meminta nomor ponsel pada Bainah.

^^^-Malam juga. Raiden, ya?^^^

Bainah menebak dengan pas, sambil membalas singkat, lalu meredupkan layar meletakkan kembali ke atas nakas. Selang beberapa saat layar ponsel Bainah kembali menyala.

Tring!

Satu buah chat kembali masuk.

-Kok, tahu?

Tanyanya dengan emot malu.

^^^-Ya, tahu lah. Memangnya siapa lagi yang menghubungiku kalau bukan pria pujaanku.^^^

Gombal Bainah dalam sebuah pesan, yang membuat rona wajah Raiden memerah. Dia tak percaya kalau ternyata cintanya berbalas dengan cepat. Segera Raiden mengutarakan niat tulusnya.

-Neng Bainah, jadi ketemuan gak? Di Rawa Jenggor, 'kan?

^^^-Ya, Mas. Aku tunggu sekarang, ya!^^^

Raiden yang tengah bersembunyi di balik kamarnya langsung mengepal tangan seraya berjingkrak girang. "Yess!" serunya, menggantungkan tangan ke udara. Dia kemudian berjalan pelan ke arah pintu, membukanya untuk menelisik keadaan di luar ruangan.

Puluhan pelayat tampak duduk rapi berjejer di sepanjang sisi-sisi ruangan utama. Lantunan ayat suci Al-qur'an dari surah yasin menggema dalam ruangan itu.

"Ah, kapan sih acara tahlilan ini selesai." Raiden menggerutu. "Kalau begini, bisa-bisa malam ini aku gagal ketemuan sama Neng Bainah kesayanganku."

Kembali Raiden mengintai, dia tak menemukan bayangan Surti saudaranya itu, maupun Endang si kakak ipar.

"Gak ada tanda-tanda kehadiran mereka di ruang utama. Sepertinya aman kalau aku keluar diam-diam." Raiden mulai mengendap keluar dari kamarnya, dia sedikit berjinjit agar tidak menimbulkan suara. Setelah dirasa cukup jauh dari ruang utama, segera Raiden mempercepat langkahnya sebelum ada yang menemukannya pergi dari rumah karena sekarang acara berkabung sedang berlangsung.

Dia sengaja tak menggunakan motor legend kesayangan, lebih memilih mengayuh sepeda, dengan begitu tak ada yang akan mencurigai kepergiannya.

Tring!

Sebuah pesan menyentaknya, cepat dia meraih ponsel itu dari dalam saku.

^^^-Udah di mana, kok lama?^^^

Nama Neng Bainah tertera sebagai pengirim pesan, cepat Raiden membalasnya.

-Iya, Neng. Ini udah mau berangkat. Maaf kalau lama, sabar menunggu Abang, ya.

Dia mengimbuhkan emot kiss pada bagian akhir kalimat. Lalu tanpa menunggu balasan, dia langsung menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku, seraya mengayuh cepat sepeda yang ia kendarai di atas lajur.

...*...

...*...

...*...

Bainah bersandar di bawah pohon rindang, menunggu kedatangan Raiden yang berjanji ingin bertemu dengannya. Wanita itu sibuk memainkan ponselnya, sementara hawa mistik sejak tadi terus mengusik.

Rasa takut sudah nyaris punah dari benak Bainah. Ya, semenjak dia menikah dengan makhluk gaib, hal seperti itu bukan lagi menjadi landasan utama untuk membuatnya takut. Kini, hanya rasa haus untuk selalu memuaskan hasrat dan keinginan yang dia rasakan.

Setengah jam Bainah menunggu, akhirnya penantian yang ditunggu datang jua. Ya, Bainah dapat melihat bayangan Raiden yang melambai dari jarak 500 km.

Bainah membalas lambaian itu, hanya dalam waktu 1 menit, pria itu berhasil menepikan kendaraan tak bermesin miliknya di dekat Bainah.

"Kok lama, Bang?" tanya Bainah dengan nada manja.

"Iya, maaf, Neng. Neng kan tahu sendiri kalau di rumah Abang tadi lagi dilangsungkan acara berkabung," jawabnya tersipu, sambil menyeka keringat yang berhasil membahasi dahinya.

"Ya ampun, Bang. Sampai keringatan gitu, pasti karena buru-buru mengayuh sepedanya, ya, demi nemuin Eneng?" Bainah membantu menyeka keringat di dahi Raiden, membuat pria itu tercekat untuk bicara, dia bahkan tak sanggup untuk sekadar menelan saliva. Sedang matanya sudah membulat.

"Ya udah, Bang. Sekarang mau jalan ke mana?" tanya Bainah basa-basi.

"Ke mana aja deh, yang Eneng mau!" Dia menahan senyumnya yang sedari tadi terus terpancar.

Wah, kalau setiap mencari tumbal segampang ini, aku akan sangat beruntung. Batin Bainah bicara.

"Kalau gitu, ke rumah Bainah, mau? Hanya kita berdua loh," tawarnya segera sebelum Raiden memutuskan untuk pacaran di tempat lain.

"Rumah Eneng, bedua aja?" Pikiran Raiden langsung travelling jauh. Dia membayangkan meniknati durian nomplok gratisan. Pria mana yang akan menolak saat wanita janda mengajaknya mojok di rumah berduaan. "Oke, Neng. Sekarang?" tanyanya cepat.

"Boleh, lebih cepat lebih baik, keburu ada yang melihat kita."

Raiden yang terlanjur panas dingin membayangkan menikmati durian rasa mangga itu pun langsung mengajak Bainah naik ke atas sepeda legend miliknya.

"Ayo, Neng, naik kendaraan butut Abang dulu, ya. Maaf tadi gak bawa motor, takut di cegah sama Mbak Sur."

"Oh," jawab Bainah tertawa kecil. "Iya, gak apa-apa. Eneng paham sikonnya kok."

"Aduh, ya ampun. Mimpi apa semalam, kalau hari ini bakal ketemu Eneng, langsung mojok lagi," tawanya tersipu malu.

"Mimpi dapat rezeki itu namanya, Bang!" sahut Bainah. "Boleh Eneng naik sekarang?"

"Oh, iya, Neng!"

Bainah duduk di bagian belakang, tangannya langsung melingkar di pinggul Raiden. Membuat pria itu menarik napas dalam, hampir saja dia tak dapat bernapas dengan stabil.

"Udah nih, Bang. Ayo jalan. Oh iya, maaf Eneng pegangan, habis takut jatuh sih."

"Ehehe, gak apa-apa Neng, sumpah gak apa-apa, pegang sampai nyawa Abang habis pun gak apa-apa," jawab Raiden gugup, mengimbuhkan sedikit candaan.

"Serius nih Bang rela mati demi Eneng?" tanya Bainah dengan tawa kecilnya.

"Ya, serius dong, Neng. Masa sih Abang bohon, kalau buat Eneng mah apa aja Abang rela."

"Serius? Ahh .. sip lah Bang."

Makasih ya, Bang Raiden kamu udah rela mati demi aku, aku serius akan mengabulkannya kali ini. Batin Bainah tertawa licik.

...Bersambung .......

...{LIKE, KOMEN, FAV JIKA SUKA ☺️✌️}...

1
Mega Arum
walah kecewaaa.... end kok gantung, aneh.. tiwas ngulang baca lagi, ternyata oh ternyata ga berlanjut
Mega Arum
tokoh utamanya Baniah atau endang, kok mlah bnyak alur tntg Endang.. bkn budak setanya si baniah
Mega Arum
ternyata prnh baca novel ini, tp dah agak lupa... , suka sih cb baca lagi
Mega Arum
baru nemu.. suka sg kisah sprti ini,
nixie norbert
mampir kesini karna iseng ... ehhh ternyata diksinya bagus
Edi Pete
Sayang seribu kali sayang.Ceritanya gak ada gambarnya.Jadinya kurang pas buat bacanya.
Naida Iko
500 km?
Naida Iko
ini naik bus apa kerete?
2021 last update author. Kemn pergi.. Setahun lebih berlalu
Else Widiawati
sekian purnama blm ip juga kk..sehat2 yah kk
Adinda
dukun versus dukun🤣
Anonim
malah end. belum juga selesai ceritain.
hadueh
Adinda
makany kalo mau ghibah orang tengok kanan kiri dulu😅
Adinda
mantap bainah👍😁
Sri Mesna
bagus skli kisahnya 😻
Felinfirhad fefir lovers
Seru banget bru epsode 1 ,brsa lgi ikut ngegibh ,yg bca jg asik
Felinfirhad fefir lovers
Seru banget bru epsode 1 ,brsa lgi ikut ngegibh ,yg bca jg asik
Felinfirhad fefir lovers
Seru banget bru epsode 1 ,brsa lgi ikut ngegibh ,yg bca jg asik
Mak Uda
kpnla cerita ini dilnjutin , ayo dong dilanjutin bikin penasaran ,,lg seru" nya nih
Mak Uda
Trharu SM anaknya yg mau nasehatin ibunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!