NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Natal

Liburan natal ini, kami memutuskan untuk natal di ruamh kami di Wellington Selandia Baru. Karena ini natal pertama bagi kami disini dan pertama setelah kami menikah lagi dan memiliki tiga anak hebat. Kaka Melany akan bergabung bersama kami. Rencana selesai tahun baru kami akan ke Amerika bersama sekalian melihat makan suami dan anak kak Melany.

Memasuki bulan desember suhu di kota kami pada siang hari tujuh belas derajat celcius sedangkan malam hari sembilan derajat. Namun angin yang bertiup sangat nyaman. Hari ini, Tian dan anak - anak akan pergi berbelanja pohon natal. Namun sebelumnya mereka akan mampir ke rumah sakit menjemput mami mereka yang baru selesai berdinas malam.

Di mall dan toko - toko sudah mulai di dekorasi dengan hiasan natal. Pada bulan desember disini musim panas. tidak ada salju, tetapi tidak panas, anginnya sejuk dan nyaman. Anak - anak sangat gembira sekali. Kami pergi berbelaja dekorasi natal. Setelah selesai kami membeli dekorasi natal kami ke swalayan membeli beberapa cemilan dan sayuran serta buah - buahan. Karena anak - anak sudah libur.

Sebenarnya Daniel di tawarkan oleh temannya untuk kerja part time di airport, namun oleh papinya tidak di ijinkan bukan karena mereka punya banyak uang. Tetapi karena Tian ingin libur kali ini, berkumpul dengan anak - anaknya. Tian mau dari bangun sampai tidur lagi bersama dengan anak - anaknya. Melakukan aktivitas di rumah mereka. Apalagi rumah mereka langsung berhadapan di bagian belakang dengan pantai.

Tradisi di sini selama liburan musin panas, mereka akan berkemping, menikmati musim panas.

"Mami, apakah ini cantik?"

"Ya, sangat cantik sweet." Daniel memuji hasil kerja adik bungsunya. Calista mami mereka hanya tersenyum melihat kebersamaan anak - anaknya. Sementara Liam sedang membantu papinya menyiapkan alat bakaran untuk sebentar malam mereka akan makan malam. Rencananya akan ada makan barbekyu, atau bakar - bakar istilah orang di Indonesia.

Calista meneteskan air matanya. Tian datang memberi ciuman di keningnya. Calista kaget dan langsung memeluk Tian suaminya.

"Ini tidak akan mengubah fakta, bahwa aku adalah papinya sekarang sayang. Tama pasti tersenyum di surga melihat kita bahagia."

"Iya, kamu papi yang baik buat anak - anakku sayang. I love you."

"I love you more Calista Gunawan. Jam tujuh masih masuk kerja malam kan sayang."

"Iya."

"Berarti kita makan malam jam enam. Biar kamu bisa ada bersama kami."

"Apa ngak kecepatan."

"Ngak dong mami, oma dan opa juga setuju."

"Terima kasih kesayanganku. Aku bangun tidur suasana natal sudah terasa di rumah kita. Mami bahagia." Ketiga anak dan suaminya langsung memeluk mami mereka. Opa dan oma langsung meneteskan air mata melihat kebahagiaan anak dan menantu serta cucu mereka.

"Ma, aku bahagia melihat mereka bahagia. Untung aku sadar cepat."

"Terima kasih suamiku, terima kasih karena kau mau menurunkan egomu demi kebahagiaan anak kita."

Daniel Caleb Wijaya, Liam Imanuel Wijaya serta Eliana Pratama Wijaya langsung berlari memeluk oma dan opa mereka.

"Maafkan opa sayang, maafkan opa. Hampir saja opa merebut kebahagiaan kalian."

Meskipun satu minggu ini Calista dinas malam, namun persiapan natal tetap ada. Dia tetap membuat kue kering seperti tradisi di Indonesia dan untungnya kak Melany sudah bergabung bersama kami.

"Mas, katanya hari natal, toko - toko akan tutup jadi kita harus punya stok daging dan sayur juga beras, susu dan jus buat anak - anak."

"Iya sebentar aku belanja sayang."

"Nanti adek temani papi. Kan kakak lagi menyelam."

Christian dan Calista mendatangkan instruktur selam buat kedua anak bujangnya. Agar mereka mahir menyelam dan tidak jauh - jauh mereka berlatih. Pantai di belakang rumah mereka sebagai tempatnya. Dan instrukturnya senang katanya bawah laut di pantai ini bagus.

Pulang gereja kami kami berdoa dan menikmati makan malam natal bersama. Anak - anak sangat bahagia menerima hadiah dari mami, papi, opa, oma dan anty mereka. Besok paginya kami kumpul di kedutan besar Indonesia akan ada perayaan natal di sana sesama orang Indonesia di perantauan. Kami membawa makanan khas Indonesia yang kami masak juga kue.

Tanggal dua puluh tujuh kami semua berangkat ke New York perjalanan dua puluh satu jam karena kami transit dua bandara pertama di Sydney dan terakhir di San Fransisco baru New York. Meskipun lama perjalanannya anak - anak sangat menikmatinya.

Berbeda dengan Wellington Selandia Baru, suhu di kota New York sangat dingin mines lina derajat. Bahkan waktu mereka tiba, kota ini sedang di guyur salju meskipun volume turunya salju akan banyak di bukan Januari sampai Februari. Kami menempati apartemen kak Melany. Cukup luas untuk kami berdelapan.

"Papi kita jalan - jalan ke mana??"

"Keliling kota New York."

"Adek suka papi. Tidak ada disney disini??"

"Tidak ada sayang. Tetapi papi janji akan membawa adek ke disney."

"Jauh papi."

"Iya. Kita akan naik peswat lagi."

Eliana langsung memeluk dan mencium papinya. Kebahagian adiknya tidak menjadi kecemburuan bagi kedua kakaknya. Mereka tersenyum dan ikut bahagia.

Kota ini tidak asing bagi seorang Christian Wijaya karena dia perna kuliah disini. Aset keluarga wijaya juga ada disini. Tian sendiri yang mengemudi mobil bagi kami. Dan Daniel putra pertamanya di beri keberanian untuk menyetir. Karena akan ada dua kendaraan yang digunakan.

Suasana di kota New York di malam hari sangat sangat ramai. Banyak pengunjung yang datang di time square, pusat kota ini. Ada restoran dan toko- toko. Disini Tian membelanjakan kebutuhan anak - anaknya. Juga istrinya. Beberapa hari disini selain menemani anty Melany siarah ke makam suami dan anaknya kami juga ke patung liberty dan perpusatakaan terbesar. Biasa kaka mencari buku - buku arsiteknya. Sampai malam tahun baru kami di kota ini. Banyak sekali kembang api yang di tembakkan ke udara.

Bulan Januari di tahun yang baru, tanggal tiga kami semua ke Orlando di Florida dengan menggunakan pesawat hanya untuk ke disney. Tiga jam penerbangan. Anty Melany sudah mengatur akomodasi disana.

"Anty i love you. Terima kasih. Elina bahagia sekali."

"Sama - sama anak manisnya antie."

Di disney anak - anak menikmati wahana dan berbelanja tokoh - tokoh disney yang mereka sukai. Daniel dan Liam juga. Mereka sudah sering ke disney bersama papi mereka waktu itu. Sedangkan Eliana baru sekali ini di wujudkan oleh papinya Christian Wijaya. Padahal almarhum Ezra Pratama sudah berencana akan membawa anak gadisnya ke Jepang atau China namun Tuhan berencana lain. Tian lah yang mewujudkan impian Eliana. Melihat Eliana bahagia menikmati wahana bersama Tian. Air mata Calista menetes.

"Terima kasih Tama, kamu sudah memberi kami putri yang manis. Kami bahagia disini. Kamu menitipkan kami pada orang yang tepat." Calista berguman dalam hati. Dia adalah wanita yang sangat bahagia.

TAMAT

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!