NovelToon NovelToon
COME BACK TO BE HAPPY

COME BACK TO BE HAPPY

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:684k
Nilai: 4.8
Nama Author: Stoberi

"Maafkan aku, aku memiliki anak dari wanita lain."

Bagai petir menyambar di siang bolong, Seakan ada pisau tak kasat mata yang menikam hatinya, Semuanya seakan hancur, dunia indahnya terhempas bagai Istana pasir yang hancur terseret ombak, hancur...

Carolline Angelina X Victor Lionard Galelio

***

S2!

Konon ulang tahun ke-17 adalah ulang tahun terindah, namun tampaknya itu tak berlaku pada Clara.

"Gue hamil anak Bagas dan kita bentar lagi nikah. Jadi gue mohon jauhin dia, gue gak mau anak gue lahir tanpa kasih sayang seorang ayah," ucap seorang wanita berambut pendek itu pada Clara.

Clara terdiam, apakah penderitaannya selama ini belum cukup? Apa lagi rencana tuhan kali ini?

Sejak saat itu dan karena itu juga Clara mati. Kini dia hidup dengan Clara yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stoberi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian. 33

Victor juga bergegas saat dirinya menerima kabar dari teman anaknya jika Abimanyu masuk rumah sakit.

Bagas memang tak hanya saja menelpon Carolline tapi juga menelpon Victor selaku ayahnya namun yang lebih dulu sampai adalah Carolline.

Victor sedikit lama karena saat di pertengahan jalan Ban mobilnya tiba tiba saja bocor. Membuatnya harus menelfon supir nya, menunggu jemputan beberapa saat.

Kini Victor tengah berjalan tergesah menghampiri ruang anaknya. Dari kejauhan Victor melihat... Carolline dan Clara.

Victor tertegun melihat nya, dia tak menyangka akan bertemu dengan Carolline dan Clara di sini.

Victor semakin dekat dan berbarengan dengan seorang dokter yang keluar dari dalam ruangan. Carolline dan yang lainnya langsung mengerubuni Dokter itu. Meskipun jaraknya sedikit jauh tapi dia bisa mendengar apa yang dokter itu ucapkan.

"Keluarga pasien?" Tanya sang dokter, Victor pun bergegas lebih cepat.

"Saya..--"

"Saya Daddynya"

Ucapan Carolline langsung terpotong oleh Victor. Sontak Carolline dan yang lainnya langsung menoleh pada Victor yang berdiri tak jauh dari mereka.

"Bagaiman keadaan anak saya?" Tanya Victor lanjut.

"Begini pak, tusukan pada perut anak bapak cukup dalam dan membuat anak bapak kehilangan darah cukup banyak. Kami butuh donor darah untuk anak bapak, Karena stok darah di rumah sakit tidak cukup" Terang Dokter itu.

"Ambil darah saya" Victor langsung mengajukan dirinya sebagai pendonor. Karena dia yakin darahnya sama dengan Abimanyu.

Dokter itu mengangguk, "Baik pak, mari ikut saya" Ujarnya sambil berlenggang menjauh dengan sopan

Victor pun yang mendengar itu langsung mengikuti langkah Dokter itu, Sebenarnya Victor rasanya sangat ingin mendekat ke arah Carolline dan Clara tapi dia sadar ini bukan waktu yang tepat.

Carolline masih memperhatikan punggung Victor yang menjauh pergi.

"Mami, Kak Manyu itu anaknya Om Vic?" Clara menyadarkan Carolline dari lamunannya.

Carolline menoleh ke arah Clara lalu dia pun mengangguk singkat, "Hem, Iya Cla" Balas nya sambil tersenyum kecil.

Clara ingin bertanya lagi namun dia urungkan dia hanya mengangguk, mungkin nanti saat di rumah dia akan bertanya semuanya.

***

Dua jam lebih Abimanyu melakukan operasi, Carolline dan yang lain nya duduk diam menunggu termasuk Victor sambil menyenderkan kepalanya pada bangku tunggu, menahan pusing kepalanya, tubuhnya terasa lemah setelah pengambilan darah tadi.

Sampai dering ponsel Victor memecahkan keheningan. Victor mengambilnya lalu tanpa melihat dia langsung mengkat nya.

"Ya?"

"Kamu di mana Vic?!" Suara menggelegar sang ibu langsung terdengar membuat Victor menjauhkan ponselnya sejenak.

"Di rumah sakit, Mom" Balas nya

"Siapa yang sakit? Kenapa kamu buru buru sekali hah?"

"Bima"

"Astaga! KENAPA DENGAN CUCUKU VICTOR!"

"Panjang ceritanya, jika Mommy ingin ke sini, minta antar saja pada supir" Victor sebenarnya sudah pusing bukan kepalang, di tambah lagi dengan teriakan teriakan dari Andien.

Tut.

Victor langsung mematikan sebelum mendengar lagi ocehan ibunya itu.

"Keluarga pasien" Dokter keluar dari ruangan operasi sontak semuanya menghampiri juga dengan Victor.

Namun ternyata tubuhnya masih sangat lemah, limbung. Hampir saja tubuhnya tersungkur tapi tubuhnya ada yang menahan, Victor menoleh berapa menghangat hatinya saat melihat siapa yang merangkulnya, Carolline.

"Hati hati" Ucapnya dengan lembut.

Victor diam masih terpesona, berapa lamanya dia tak dengan alunan suara itu. Namun dokter membuat mereka tersadar,

"Syukur, Operasi pasien berjalan dengan lancar. Tinggal menunggu pasien sadar dari obat bius, Kami akan segera memindahkan ruangan pasien agar bisa di besuk" Terang nya membuat mereka semua menghela nafasnya dengan lega.

"Terima kasih dok" Ujar Carolline yang di angguki oleh sang dokter.

"Sama sama, bu. Sudah tugas saya, Mari" Dokter itu pun dengan sopan pergi meninggalkan mereka,

Setelah dokter itu pergi tak lama Abimanyu di pindahkan ke ruang inap jelas Victor pasti menempatkan di ruangan terbaik.

Carolline sudah menyuruh Bagas untuk mengantar wanita yang di tolong Abimanyu untuk pulang. Dan kini tinggal dirinya, Victor dan jelas Clara.

Suasana ruang rawat begitu hening bahkan Clara sudah tertidur nyaman di sofa yang tersedia setidaknya sebelum gebrakan pintu ruang rawat yang di lakukan oleh seorang wanita paruh baya. Andien.

"Bima.. Ya tuhan cucuku" Andien langsung menerobos masuk, bahkan dia tak menghiraukan orang orang yang ada di dalamnya.

Carolline hanya tersenyum tipis melihatnya lalu pandangannya tak sengaja bertabrakan dengan mantan papah mertuanya, Andreas. Carolline tersenyum sopan pada Andreas mencoba bersikap sebiasa mungkin saat bertemu dengan kedua orang tua Victor.

"Astaga.. Astaga... Kenapa bisa sampai seperti ini, Ya tuhan, Bima" Mata Andien melotot terkejut melihat keadaan naas cucunya itu.

"Mom" tegur Victor menyadarkan sang ibu yang menurutnya terlalu berlebihan.

Andien tersadar, niatnya yang memang sudah menyiapkan ribuan umpatan untuk anaknya segera berbalik untuk mengutarakannya namun semua terhenti saat matanya melihat seorang wanita yang sudah lama tak dia jumpai.

"Carolline.." Gumamnya, sesaat mereka hanya diam sampai akhirnya Andien berjalan cepat kearah menantunya itu lalu memeluknya dengan erat.

"Astaga, ini benar dirimu?" Bagaimana pun buruknya sikap Andien dulu, Dia bersumpah bahwa Carolline adalah menantu terbaik untuknya. Dia pun di landa rasa bersalah selama ini karena secara tidak langsung sikapnya juga lah yang membuat menantunya ini menyerah dan pergi meninggalkan anaknya.

Carolline hanya berdiri kaku saat merasakan pelukan itu, dia tak tahu harus berbuat apa.

"Kamu disini? Akhirnya kita bertemu lagi. Maaf kan Mommy, jika dulu sikapku membuatku pergi. Membuat kamu tak merasakan nyaman dan terpojokkan, Maaf Caroll. Maafkan Mommy... Hiks" Andien sudah menangis menumpahkan semua rasa bersalah nya. Awalnya dia pikir keturunan adalah hal pokok dalam keluarga nya namun setelah melihat anaknya yang bahkan sudah seperti orang gila saat di tinggalkan oleh Carolline membuat dirinya sadar bahwa cinta lah yang terpenting. Bahkan ada nya Abimanyu pun tak membuat Victor kembali seperti saat bersama Carolline.

Carolline dengan perlahan membalas pelukan Andien, mengusap ngusap lembut punggung wanita paruh baya itu, "Semuanya sudah terjadi, M-- Mom. Tak apa" Balas Carolline dengan legowo.

Bukannya menghentikan tangisannya, Andien malah semakin meraung menangis, "Maafkan Mommy, Maaf.." Kata Maaf terus keluar dari mulut Andien.

Andreas yang merasa bahwa menantunya itu merasa sedikit tak nyaman mencoba menarik istrinya.

"Sudah, Mom. Jangan terlalu lama memeluk Carolline" Ucapnya setelah berhasil memisahkan istrinya itu.

"Tapi, Dad..--"

"Mami.." Clara yang merasa terusik dari tidurnya terbangun, memanggil ibunya.

Carolline menoleh, mendekat pada anaknya itu, "Cla sudah bangun?"

Clara mengganggu, dia bangun dari tidurnya, duduk. Menatap orang orang di sekitar, "Mami, itu siapa?" Tanya pelan.

"Hem, itu orang tua Om Vic. Grandpa Andreas dan Grandma Andien. Ayo bersalam dulu"

Clara yang mendengar itu pun lekas mendekat pada pasangan paruh baya itu, menyodorkan tangannya dengan sopan,

"Perkenalkan, Clara. Anaknya Mami Carolline. Salam kenal Grandpa, Grandma.."

Bergantian Clara menyalami keduanya sambil mengecup punggung tangan Andien dan Andreas dengan sopan.

Andien yang tadinya sudah berhenti menangis, matanya kembali berkaca kaca.

"Ini anak kamu?" Tanya pada Carolline,

Carolline mengangguk kaku, "Iya mom"

"Benarkah? Apa dia..--"

"Sudah larut, Aku antar pulang" Victor langsung memotong ucapan Andien.

"Tapi Vic..--"

"Sudahlah, Mom. Bisa bertemu besok lagi" Ucap Andreas membuat Andien menghela nafasnya kasar.

"Ayo, Aku antar"

Carolline menggeleng, menolak ajakan Victor, "Tidak perlu, aku bawa mobil. Kami bisa pulang sendiri" Ujarnya dengan sopan.

Victor jelas tak terima, mana mungkin dia membiarkan Carolline dan Clara pulang sendiri di tengah malam seperti ini.

"Biarkan, Victor yang mengantarmu. Mommy tak akan tenang jika kalian pulang sendiri"

"Tapi, Mom..-"

"Sudah ayo, Semakin larut" Ujar Victor tanpa bantahan. Dia mengcekal tangan Carolline,

Carolline menghela nafasnya pelan lalu dia pun mengangguk, "Baiklah, Cla pamit dulu pada Grandma dan Grandpa"

Clara mengangguk, "Cla pamit dulu, Grandma, Grandpa"

Andien mengangguk, lalu dia pun bergegas memeluk tubuh Clara dengan lembut,

"Hati hati yaa" Ucapnya dengan tulus,

"Ehh.. Iya Grandma" Bagaimana pun Clara sedikit tersentak kaget karena pelukan Andien.

"Kami pamit dulu, Dad.. Mom.." Ucap Carolline sebelum di tarik oleh Victor keluar dari ruangan.

1
Strawberry🍓
ini gk lanjut kh?
Anutti Anutti
Luar biasa
Ulfayanty Syamsu Rajalia
Clara terlalu lemah
DA
menggantung
Lucia Rini Sulistyowati
lanjut
NANIKAMI KHOFIYANAH
alur ceritanya bgs skli
dzakir dzaka
Lumayan
Fay
happy ending 👏👏 q kasi vote thor
Fay
Baru bab 1 sdh ikut sedih 😢😢
Anni Saleh
ska ceritanya
Fatimah_Fay
ini kenapa author nya gk update lagi?
Neng Aulia
Karina or Kirana🤔
aisyahleila
pliss, dwnld apk ini gara² cerita ini😭
Leo Xavier
ini ceritanya lompat berapa bab yaak
Leo Xavier
laaah... kok isinya sama dgn seblumnya????
Leo Xavier
ya ampoooon Bimaaa.... kalo sukak tuh ngomong jangan nyosor.... ckckck
via tingting
missing link 😄
Asahi No ana
gak di lanjut ini cerita Thor
maknyak
jika ortu carol kurang begitu penting, seharusnya diceritakan mati aja dua duanya, kan jadi penasaran ngelihat di awal si ayah "kurang akhlak "giti
maknyak
belum ada penjelasan ayah carol😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!