NovelToon NovelToon
With You

With You

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Tiwie Sizo

Jangan lupa follow IG Author : tiwie_sizo08

Novel ini adalah sekuel dari novel pertama author, 'Since You Married Me'.

Sama-sama mencintai seseorang sejak kecil dan ditinggal menikah oleh orang itu, Evan dan Carissa di pertemukan saat mereka tengah sama-sama terluka.

Keduanya memutuskan untuk bersama dalam ikatan pernikahan meski tak saling mencintai. Mereka pun berkomitmen untuk tak saling meninggalkan dan menjadi teman hidup selamanya.

Bisakah mereka saling menyembuhkan luka satu sama lain? Lalu akankah cinta hadir diantara keduanya? Dan bagaimana pula mereka mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka yang ternyata tak selalu berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiwie Sizo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemeriksaan Kandungan

Setelah hasil testpack terakhir yang membuat Carissa kecewa, akhirnya Evan memutuskan membawa Carissa memeriksakan kondisi mereka berdua ke Dokter Kandungan.

Mencuri sedikit waktunya, Evan mendatangi bagian obgyn di rumah sakit miliknya bersama sang istri untuk memastikan jika mereka berdua dalam kondisi yang baik.

Sebenarnya Evan tidak terlalu memusingkan kapan akan mendapatkan momongan. Tapi melihat Carissa yang tampak tertekan, Evan akhirnya mengalah dan menuruti keinginan Carissa untuk memeriksakan kondisi mereka berdua. Tujuan Evan tentu saja agar Carissa merasa lebih tenang karena tidak ada yang perlu di khawatirkan dari kondisi mereka.

Setelah Evan dan Carissa selesai di periksa, kini keduanya duduk di hadapan seorang Dokter Spesialis Kandungan yang biasa di sapa Dokter Grace, yang juga merupakan bawahan Evan.

"Kondisi Anda sangat baik, Direktur. Jumlah dan kualitas sp*rma Anda juga sangat bagus. Tidak ada kendala apa-apa pada kesehatan reproduksi Anda."

Dokter Grace menjelaskan kondisi Evan dengan sangat gamblang. Sedangkan Evan sendiri mendengarkan dengan serius. Tampaknya karena Evan dan Dokter Grace sama-sama seorang dokter, tidak canggung bagi keduanya membicarakan hal tersebut. Sangat berbeda dengan Carissa yang tampak menahan malu karena mendengar sesuatu yang agak tabu di telinganya.

"Lalu bagaimana dengan istri saya?" Tanya Evan dengan agak tidak sabar. Dia ingin Dokter Grace segera mengatakan jika Carissa juga baik-baik saja agar istrinya itu berhenti merasa cemas secara berlebihan.

Tapi terlihat Dokter Grace terdiam beberapa saat, seolah sedang mencari kata-kata yang tepat dan baik untuk menyampaikan kondisi Carissa.

"Kendalanya ada pada Nyonya Carissa..." Dokter Grace akhirnya mengeluarkan suara.

Evan tampak menautkan kedua alisnya, sedangkan Carissa terlihat tegang menunggu penjelasan Dokter Grace tentang kondisinya.

"Ada penyumbatan pada tuba falopi Nyonya Carissa, sehingga sp*rma Anda tidak bisa membuahi sel telur. Itulah kenapa Nyonya Carissa tidak bisa hamil sampai saat ini." Ujar Dokter Grace sembari melihat kearah Evan dan Carissa secara bergantian.

Dokter Grace menjelaskan lebih jauh pada Carissa bahwa tuba falopi adalah dua saluran yang memungkinkan sel telur mengalir dari indung telur menuju rahim. Jika saluran tersebut tersumbat maka sel telur tidak akan mencapai rahim dan tidak bisa di buahi oleh ******. Dalam kondisi tersebut, maka bisa di pastikan tidak akan terjadi kehamilan.

Carissa membeku dengan tubuh yang agak tergetar. Dia tak tahu harus menanggapinya seperti apa. Apa yang di takutinya menjadi kenyataan. Dia tidak bisa hamil.

"Tapi bukankah masih ada kemungkinan hamil pada penderita penyumbatan tuba falopi?" Tanya Evan.

Dokter Grace mengangguk.

"Benar, Direktur. Untuk penyumbatan pada satu saluran saja, kemungkinan hamil masih ada, meskipun jauh lebih rendah dari kondisi normal. Tapi untuk Nyonya Carissa, kondisinya agak berbeda."

Evan semakin menautkan kedua alisnya.

"Berbeda bagaimana?" Tanyanya dengan semakin tidak sabar.

"Pada tuba falopi Nyonya Carissa, penyumbatannya terdapat di kedua saluran, sehingga kemungkinan hamil benar-benar tidak ada."

"Apa?" Evan tampak tidak percaya.

"Benar, Direktur. Secara normal, sel telur Nyonya Carissa tidak akan bisa di buahi." Ujar Dokter Grace lagi.

Dada Carissa semakin bergemuruh. Seluruh tubuhnya bergetar dan mengeluarkan keringat dingin. Rasanya seperti mendengar suara petir menggelegar, Carissa benar-benar syok di buatnya. Tiba-tiba saja airmatanya jatuh tanpa bisa dia cegah. Carissa sungguh terpukul mendengar kenyataan jika dirinya tidak bisa hamil.

"Bagaimana bisa seperti ini? Saya tidak pernah merasakan sakit atau rasa tidak nyaman di bagian perut sebelumnya. semuanya baik-baik saja. Jika memang ada yang bermasalah, kenapa saya tidak pernah merasakan apapun?" Tanya Carissa dengan suara tergetar. Entah kata apa yang tepat untuk menggambarkan perasaannya saat ini.

"Biasanya memang ada gejala yang di rasakan, tapi pada beberapa kasus ada juga yang tidak mengalami gejala seperti Nyonya." Jawab Dokter Grace lagi.

Carissa kembali terdiam. Airmatanya kembali jatuh. Benarkah semua ini? Benarkah jika dia perempuan tidak sempurna yang tidak bisa memberikan keturunan untuk suaminya?

Evan meraih Carissa ke dalam pelukannya dan mengusap punggung Carissa lembut.

"Tenanglah. Kita dengarkan dulu penjelasan dari Dokter Grace. Pasti ada cara untuk menangani kondisimu saat ini." Ujar Evan lembut sembari terus mengusap punggung istrinya itu.

Carissa berusaha menahan tangisnya dan menenangkan dirinya sebisa mungkin. Benar kata Evan, Dokter Grace pasti tahu cara menangani kondisinya.

"Untuk penanganannya, kita bisa melakukan prosedur pembersihan penyumbatan. Tapi untuk penyumbatan di kedua saluran seperti pada Nyonya Carissa, prosedur yang lebih di sarankan adalah melakukan IVF (In Vitro Fertilization), atau yang lebih di kenal dengan program bayi tabung." Terang Dokter Grace lagi.

Evan tampak menyimak dengan sangat serius. Sedangkan Carissa yang masih berada dalam dekapan Evan sudah tidak bisa menyerap dengan benar lagi apa yang di ucapkan oleh Dokter Grace. Kenyataan jika dirinya tidak bisa hamil dengan cara normal seperti perempuan pada umumnya benar-benar membuat Carissa merasa down.

Airmata Carissa kembali luruh dengan sendirinya. Kenyataan ini benar-benar membuatnya terpukul.

☆☆☆

"Carissa." Evan memanggil Carissa yang terlihat sedang melamun di balkon apartemen mereka.

Evan memeluk istrinya itu dari belakang. Di ciumnya tengkuk dan bahu Carissa secara bergantian.

"Sedang memikirkan apa?" Tanya Evan lembut.

Carissa tidak menjawab. Hanya helaan nafas panjang yang bisa Carissa berikan untuk menjawab pertanyaan Evan.

"Carissa..." Panggil Evan lagi dengan nada lebih lembut.

Carissa yang tetap bergeming membuat Evan memutar tubuh istrinya itu untuk menghadap kearahnya. Dan tampaklah wajah sendu Carissa yang beruraian airmata.

Evan menatap sedih wajah istrinya itu. Dia menghela nafasnya, lalu meraih Carissa ke dalam pelukannya. Evan memeluk erat tubuh Carissa tanpa mengatakan apa-apa. Dia sangat tahu apa yang Carissa rasakan saat ini. Istrinya ini pasti merasa sangat sedih dengan keadaannya sekarang.

Carissa semakin terisak di pelukan Evan. Entah Evan merasa keberatan atau tidak dengan keadaannya, Carissa tetap merasa tidak berguna. Evan sudah memperlakukannya dengan sangat baik, tapi dia justru tidak bisa memberikan apa yang sangat Evan inginkan. Tidak ada yang bisa Carissa banggakan, dia sungguh merasa dirinya tidak berarti.

"Jangan sedih, Carissa. Jika tidak bisa mendapatkan anak secara normal, kita masih bisa menjalani program bayi tabung, seperti yang di sarankan Dokter Grace tadi. Sekarang teknologi kesehatan sudah sangat canggih. Semuanya masih bisa di usahakan." Hibur Evan sambil membelai lembut pucuk kepala dan rambut Carissa.

Airmata Carissa justru semakin deras setelah mendengar apa yang di ucapkan Evan. Suaminya ini begitu pengertian, baik dan lembut. Semakin besar saja rasa bersalah Carissa pada Evan. Di balasnya pelukan dengan sangat erat, seakan Carissa tidak ingin melepasnya lagi.

"Maafkan aku, Evan. Aku istri buruk yang tidak bisa membahagiakan suaminya. Maafkan ketidaksempurnaanku..."

Bersambung...

Tetep like, koment dan vote

Happy reading❤❤❤

1
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik aku mampir outhour, salam kenal
NFC
wkwkwkkkwwk
NFC
Luar biasa
Kinanda Husnancandra
ngajak so hard,,berasa kek ngaca sama adegan nya Carissa🤣.
zc❖Erti 🇮🇩
bagus yang ajak nikah evan dulu coba kalau carisa dulu yang ajak nikah kan malu carisa.
jodoh pasti yakin aku evan anak yang ditolong papa arga sewaktu kecil
zc❖Erti 🇮🇩
nugraha itu seorang paman yang menolong evan waktu kecil bukan sih🤔
waktu ayah dan ibu evan meninggal dan ngantar evan ke panti marganya nugraha
zc❖Erti 🇮🇩
untunglah gak jadi sama tania. bagaimana kalau jadi malang bener dia
Annie Soe..
Karya yg tidak bertele-tele, mengalir manis kisahnya, thanks thor...
Annie Soe..
Thoorrrr,, so sweet bangettss..
Niswa
Sialaan, ga expect bgt. Aku malah berpikiran lain😭
LENY
TERHARU LIHAT MAMA ALYA YG BEGITU TULUS MENYAYANGI CARISSA SPT ANAK KANDUNG. MM ALYA PUNYA HATI SEPERTI MALAIKAT 😭
LENY
KEREN AUTHOR 👍😂
LENY
Cie YONATHAN SDH JATUH CINTA SAMA GERALDYN
LENY
TERHARU GERALDYN KERJA KERAS UNTUK KELUARGANYA SMG YONATHAN SERIUS DAN BISA MEMBAHAGIAKAN GERALDYN DAN ORANG TUANYA 😥
LENY
DUH EVAN DAN ORANG TUA NYA BENAR2 SUAMI DAN MERTUA TELADAN. ADAKAH ORANG SEPERTI INI YA THOR DI DUNIA NYATA😊😊SUSAH CARINYA🙏
LENY
KASIHAN ALBERN JD DIMARAHI WAJAR SIH CIUM BAYI PIPINYA KOK DIANGGAP BERLEBIHAN. MUNGKIN ADA RASA SAYANG DAN GEMES LAGIAN MSH KECIL INI ALBERN KOK DIANGGAP GAK SOPAN LANCANG.🙏
LENY
KALAU BEGITU CARISSA KAMU CUKUP PUNYA ANAK 1 AJA KRN GAK TAHAN SAKITNYA SAMPE TERIAK2 DAN MENANGIS . MEMANG SAKIT MELAHIRKAN NORMAL TAPI GAK HRS TERIAK2 BEGITU.
CUKUP 1 AJA ANAK MU CARISSA🙏
LENY
SEMANGAT THOR CERITAMU BAGUS👍👍
LENY
GERALDYN TEMAN SEJATI❤👍
LENY
GOOD JOB AARON MANTAP 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!