Novel ini menceritakan tentang seorang gadis dari bumi sakti yang memiliki segudang mimpi. Ia terlahir dari keluarga kaya raya didaerahnya. Ia juga memiliki kecerdasan dengan IQ diatas rata-rata.
Tavisha Mentari Aryaguna, Seorang gadis cantik yang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter yang hebat mengikuti jejak sang kakek. Ia memiliki 4 orang sahabat yang selalu bersama sejak mereka kecil. Namun, setelah lulus dari SMA mereka memilih berpisah untuk mengejar impian mereka masing-masing dikota dan negara yang berbeda.
Kenzie yang selalu bermimpi menjadi seorang TNI AD yang tangguh dan juga hebat untuk membela Negeri tercintanya.
Hanna yang memilih kuliah di London karena cita-citanya menjadi seorang desainer terkenal.
Abel yang bercita-cita menjadi seorang pengacara hebat yang selalu berdiri membela kebenaran.
Dan gilang yang memilih kuliah di Jerman mengejar cita-citanya menjadi Asitekstruk.
Setelah berpisah selama beberapa tahun mereka memutuskan kembali ketanah kelahirannya di Bumi Sakti Alam Kerinci dan bertemu kembali dengan sahabat-sabahatnya.
Namun siapa sangka, salah satu dari mereka ternyata telah dijodohkan oleh orang tuanya sejak kecil dan itupun dengan sahabatnya sendiri.
Siapakah yang akan dijodohkan ? dan dengan siapakah dia akan dijodohkan ? Lalu bagaimana respon mereka setelah mengetahui akan dijodohkan dengan sahabatnya sendiri ?
Penasaran dengan kelanjutannya ? Yuk ikutin terus ceritanya ☺
________________________
Cover By Pinterest
________________________
Follow Akun IG Author : @inrakhairunissajeomi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melukis Senja
...~ Alam merupakan guru terbaik, karena setiap adegan petualangan pasti akan mengajarkan ilmu yang sangat berharga untuk kita ~...
Happy Readers !!!
Kini mereka telah sampai ditepi danau yang memiliki pesona luar biasa itu. Para laki-laki bertugas mendirikan tenda sementara para perempuan hanya tinggal duduk manis sembari menikmati pemandangan.
Perempuan itu makhluk aneh sekaligus istimewa. Ia ingin diperlakukan istimewa layaknya seorang tuan putri. Diperlalukan lembut bahkan selembut sutera. Ingin selalu dimengerti namun kadang tidak ingin mengerti orang lain.
Ada tiga tenda yang telah berdiri disisi danau. Satu tenda akan dipergunakan oleh para cewek dan satu tenda lagi akan digunakan oleh para cowok. Sementara pengantin baru itu memiliki tenda terpisah alias mereka akan tidur berdua dalam satu tenda.
“Kak, gue haus. Tolong ambilin minum dong,” Pinta Mentari dengan maja pada sang kakak.
Arkana melirik sekilas kearah sang adik dengan wajah lelah. “Enak aja suruh-suruh gue. Minta tolong sama your husband, noh,” tolak Arkana yang membuat Mentari mengerucutkan bibirnya.
“Pelit amat,” jawab Mentari. Kenzie yang hanya melihat sang istri sedari tadipun bergerak untuk mengambil sebotol air mineral lalu memberikannya pada Mentari.
Tanpa mengatakan apapun, Kenzie menyodorkan minuman tersebut pada sang istri. Mentari mendongak sebelum mengambil minuman itu. “Aku lapar,” ucap Mentari dengan manja yang membuat Kenzie terkekeh.
“Kalau lapar, makan. Ngapain minta minum coba,” ucap Kenzie yang merasa gemas sendiri melihat sang istri yang begitu manja.
“Tauk, aneh banget sih lo jadi orang,” saut Ara.
“Tapi kan disini ngak ada makanan. Kalau mau makan, berarti kita harus masak dulu,” ujar Abel menimpali.
Gilang mengangguk setuju dengan ucapan Abel. “Ya udah kalau gitu, kita cari kayu dulu yuk biar para cewek bisa masak,” seru Gilang yang langsung berdiri. Kenzie dan Arkana pun kemudian mengikuti Gilang yang saat ini sudah melangkah.
‘Kak.” Panggil Mentari. Arkana yang dipanggil oleh sang adik pun menoleh kebelakang. “Sini dulu, kak,” ujar Mentari.
“Apaan lagi ?” Tanya Arkana yang melangkah mendekati sang adik. Sementara yang lain hanya menatap bingung pada Mentari.
‘Nunduk dikit dong,” Pinta Mentari. Arkana pun menurut.
Cup…
Sebuah kecupan mendapat tepat dipipi kanannya Arkana. “Hati-hati ya ka, Love you,” ucap Mentari pada Arkana. Sementara si empu yang dicium hanya menganggukkan kepalanya.
Satu kebiasaan Mentari kembali terungkap. Saat Arkana ingin pergi, Mentari selalu mencium pipinya lalu berkata ‘Hati-hati ya kak, Love you’. Gadis itu menganggap tindakannya itu sebagai wujud kasih sayang nya pada sang kakak.
Sementara tanpa mereka sadari banyak orang yang terperangah dengan bola mata yang membesar melihat tindakan Mentari, termasuk Kenzie.
Bagaimana tidak, seharusnya perlakuan itu didapatkan oleh Kenzie yang notaben nya adalah suami Mentari. Lalu kenapa gadis itu melakukannya pada Arkana ? Tapi meskipun begitu, Kenzie sama sekali tidak mempersalahkan semua itu. Mungkin Mentari hanya belum terbiasa melakukan itu pada Kenzie.
‘Heh, Maemunah… Lo itu ngak ngehargain suami banget ya. Harusnya kakak ipar yang dapat perlakuan kayak gitu bukannya mas broo,” semprot Azza.
“Nama gue, Tavisha Mentari Aryaguna, ngak pake Maemunah. Jadi stop panggil gue maemunah,” kesal Mentari.
‘Iya, lo lagian aneh banget deh, Ta. Masa kak Arka lo romantisin kayak gitu, sementara Kenzie ngak,” seru Ara.
“Udah gini aja deh… Lo boleh kayak gitu sama kak Arka tapi lo juga harus kayak gitu sama Kenzie. Kan kasien sahabat gue nahan cemburu,” celetuk Gilang.
“Benar tuh, gue setuju,” timpal Abel.
Arkana tampak menahan tawa melihat sang adik diceramahi oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Sementara Kenzie hanya diam, tak begitu peduli dengan semuanya. Bukan karena ngak sayang, tapi hanya saja ia tau bagaimana kedekatan Mentari dan Arkana.
Mentari yang merasa tersudutkan pun hanya mampu berdengus kesal. “Tapi gue kan malu kalau harus Kenzie,” jawab Mentari sembari menunduk.
“Ck.. Disini malu tapi kalau lagi berduaan di kamar ngak malu-malu kan ?” Celetuk Arkana yang tidak bisa menahan tawanya lagi.
Mentari melototkan matanya pada sang kakak. “Udah lah dek, tinggal cium aja kenapa sih ? Susah banget,” ujar Arkana lagi. Mau tidak mau, Mentaripun harus melakukan pada sang suami dari pada ia terus disudutkan disini.
“Ya udah deh… Tapi sini dulu, Ken,” ujar Mentari meminta agar Kenzie mendekat.
“Ngak usah, gue ngak apa-apa kok,” seru Kenzie tanpa berpindah dari tempatnya. Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya kembali, sebuah suara menghentikannya.
“Kamu marah ? Maaf, tapi itukan udah kebiasaan aku cium kak Arka.” Mata Mentari mulai berkaca-kaca saat Kenzie menolaknya. Bukan niatnya membuat sang suami marah, namun dia hanya merasa malu jika harus melakukan hal yang sama.
Kenzie berbalik mendekat pada sang istri, kemudian berjongkok dihadapannya. Dengan isyarat tangan, Mentari langsung mencium kedua pipi sang suami. Kenzie tersenyum setelah mendapat kecupan dari wanita yang telah menjadi teman hidupnya.
“Love you nya ngak ?” Goda Kenzie. Mentari langsung memukul lengan Kenzie karena telah menggoda nya. Tawa Kenzie pun pecah saat melihat rona merah diwajah Mentari.
‘Gue pengen cepat-cepat nikah kalau lihat adegan kayak gini,” celetuk Azza yang membuat semua orang tertawa.
***
Senja kemerahan telah tampak di langit sana. Ketujuh anak cucu adam itu tampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Saat ini para wanita tengah memasak untuk makan malam mereka nanti sementara para laki-laki kembali mencari kayu untuk membuat api unggun nanti malam.
‘Guys, kita buat apa untuk makan malam nanti ?” Tanya Mentari.
“Memangnya bahan makanan yang ada apa saja ?” Bukannya menjawab, Abel kembali bertanya dengan pertanyaan lain.
Azza segera memeriksa tas yang menyimpan bahan makanan mereka selama berada disini. “Mie instan, telur, dan beberapa ikan siap saji terus makanan-makana ringan deh,” sahut Azza menyebutkan satu-persatu.
‘Eh za, lo itu b*** atau gimana sih. Makanan ringan ngak usah disebut, itu ngak bisa dimasak,” ucap Ara. Sementara Azza hanya tertawa mendengar ucapan Ara. Gadis itu memang sengaja membuat orang-orang kesal padanya. Karena ia akan merasa terhibur jika ada yang mengomelinya.
‘Hhaha… Ngak usah marah juga kali yat, gua kan cuma iseng doing,” jawab Azza.
“Yat ? Yat apa emangnya ?” Tanya Ara bingung.
“Hayati.” Azza langsung ngakak setelah menyebutkan itu. Sementara Ara melototkan matanya karena mendapat gelar baru dari Azza.
***
Tak terasa malam pun telah tiba. Dengan desiran angin yang membawa hawa dingin hingga ketulang belulang.
“Dingin banget ya ?” Tanya Kenzie yang melihat Mentari memeluk kedua lututnya.
Mentari mengangguk, sembari menatap sang suami. “Ini minum dulu dek, nanti masuk angina loh,” ujar Arkana menyodorkan segelas the hangat pada sang adik.
“Kita ngapain gitu, gue bosan kalau Cuma diam-diaman kayak gini,” seru Ara.
“Iya, kita buat acara apa gitu, biar seru,” timpal Azza.
“Gimana kalau kita adain game truth or dare aja,” usul Abel memberikan sarannya.
“Iya, ide bagus tu,” timpal Gilang. “Nanti siapa yang kena kita suruh milih mau truth atau dare,” tambah laki-laki itu.
Setelah semuanya menyetujui, permainan pun dimulai. Sebuah botol minuman pun diputar dan untuk pertama kalinya mulut botol itu mengarah pada seorang laki-laki yang tak lain adalah Gilang.
‘Hhaha… Kena lo bro… Sekarang pilih truth atau dare ?” Tanya Ara dengan semangat pada Gilang.
“Seneng banget lo ra, kalau gue yang kena,” jawab Gilang. “Gue pilih Truth deh.” sambung Gilang.
“Biar gue yang kasih pertanyaannya,” ujar Ara. “Kita berlima kan udah lama banget nih sahabatan dan kata orang ngak ada yang namanya benar-benar sahabat antara laki-laki dan perempuan. Nah pertanyaannya, lo pernah nyimpan perasaan ngak sama kita bertiga ?” Tanya Ara.
“Ya ngak lah, gue sama kalian tu murni sahabatan. Gue emang sayang sama kalian tapi hanya sebagai sahabat dan ngak lebih,” jawab Gilang dengan nada suara yang menyakinkan.
“Okee gue percaya sama lo. Sekarang lo putar botolnya.” Gilang langsung memutar botolnya dan kali ini botol itu mengarah pada Azza.
“Nah sekarang giliran lo. Pilih Truth atau dare ?” Tanya Gilang.
Azza tampak bingung dalam memilih. Ia terdiam cukup lama hingga membuat Arkana kesal. “Cepetan Lea, lama amat milih nya,” kesal Arkana.
“Iya-iya, ah… Gue pilih Truth aja deh karena takut nanti kalau pilih dare disuruh jalan tengah hutan lagi,” seru Azza.
“Okee… Hal apa yang pernah membuat lo malu seumur hidup ?” Tanya Gilang.
“Apa ya.” Azza berfikir sejenak mengingat hal apa yang pernah membuatnya malu. “Ah iya gue ingat, waktu itu gue pernah ketahuan ngupil terus upilnya itu gue jilat dan itu dilihat sama teman cowok gue dikampus. Sumpah gue benar-benar malu,” jawab Azza.
“Ih, lo jorok banget sih Lea. Masa upil lo jilatin sih,” sembur Arkana yang merasa geli dengan adik sepupunya itu.
“Hhaha… Ya gue pengen tau aja, gimana rasanya gitu,” ucap Azza dengan polosnya. “Udah ah, mending lanjut aja mainnya.” Azza langsung memutar botol itu kembali dan kebetulan botolnya mengarah pada Arkana.
Azza langsung tertawa melihat arah botol itu. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengerjai kakak sepupu yang sering membuatnya kesal itu. “Ahay… Kena juga lo mas broo. Kesempatan gue untuk balas dendam.” Arkana hanya menghela nafasnya mendengar ucapan adik sepupunya itu. “Do you choose Truth or Dare ?” Tanya Azza dengan semangat.
“Dare aja deh,” jawab Arkana.
“Okee… Sekarang kakak harus nyebur didanau,” ucap Azza yang membuat semua orang menahan tawa. Sepertinya Azza memang punya dendam kusumat pada Arkana. Bagaimana mungkin ia meminta Arkana nyebur di danau malam-malam begini. Disiang hari saja airnya sangat dingin apalagi malam.
“Lo gila ya, Lea !! Ini udah malam dan lo nyuruh gue nyebur didanau,” gerutu Arkana merasa kesal.
“Gue ngak mau tau, pokoknya lo harus nyebur sekarang juga,” ucap Azza tidak terima bantahan. Dengan terpaksa dan kesal Arkana menuruti apa yang diinginkan oleh Azza.
Namun Azza merasa tidak tega melihat Arkana menyebur didanau malam-malam begini. “Tunggu deh kak, gue ganti aja deh.” Arkana yang hampir saja memasuki danaupun menghentikan langkahnya. “Pijitin gue aja. Ngak tega gue suruh lo nyebur malam-malam gini,” Tambah Azza.
Arkana pun memijat kaki adik sepupunya itu tanpa banyak bicara. “Udah, sekarang gue putar ya botolnya.” Kali ini botol mengarah pada Abel.
Mata abel membola saat melihat mulut botol mengarah kepadanya. Dan yang lebih parahnya lagi yang akan memberikan pertanyaan ataupun tantangan adalah laki-laki yang ia sukai. Debaran jantung Abelpun melai tak seirama lagi. “Giliran lo bel, pilih Truth atau dare ?” Tanya Arkana memandang Abel.
“Truth,” jawab Abel singkat.
Arkana memutar otaknya apa yang akan ia tanya pada sahabat adiknya yang satu ini. “Apa impian terbesar lo yang pengen lo wujudkan diwaktu dekat ini ?” Tanya Arkana.
“Menikah dengan orang yang selama ini gue cintai dan hidup bahagia bersamanya,” jawab Abel sembari sekali-kali mencuri pandang pada Arkana.
“Uhuy.. Memangnya siapa cowok yang lo cintai bel ?” Tanya Gilang penasaran.
“Ada deh, yang jelas bukan lo,” jawab Abel. Ia langsung memutar kembali botol itu hingga menghadap pada Kenzie.
Kenzie yang sedari tadi hanya diam pun menghela nafasnya. “Gue pilih dare aja deh,” potong Kenzie sebelum Abel bertanya padanya.
“Okee… Suara lo kan paling bagus diantara kita-kita dan gue udah lama banget ngak dengar lo nyanyi. Jadi gue mau sekarang lo nyanyi sambil mainin gitar,” Pinta Abel. Kenzie tersenyum karena ia yakin bahwa sahabatnya yang satu ini pasti tidak akan memberikan tantangan yang tidak masuk akal.
Kenzie langsung mengambil gital, lalu dengan lihai tangannya memetik gitar tersebut hingga menghasilkan bunyi yang sangat indah. Ditambah dengan suara yang merdu membuat suasana berubah seketika. Semua orang hanyut dalam buaian lagu yang dinyanyikan oleh suami dari Mentari itu.
...[The Song From Doremi – Melukis Senja]...
...Aku mengerti...
...Perjalanan hidup yang kini kau lalui...
...ku berharap...
...Meski berat, kau tak merasa sendiri...
...Kau telah berjuang...
...Manaklukan hari-harimu yang tak mudah...
...Biar ku menemanimu...
...Membasuh lelah mu...
...Izinkan ku lukis senja...
...Mengukir namamu disana...
...Mendengar kamu bercerita...
...Menangis tertawa...
...Biar ku lukis malam...
...Bawa kamu bintang-bintang...
...Tuk temani mu yang terluka...
...Hingga kau bahagia...
...Aku disini...
...Walau letih, coba lagi, jangan berhenti...
...Ku berharap...
...Meski berat kau tak merasa sendiri...
...Kau telah berjuang...
...Menaklukan hari-hari mu yang tak indah...
...Biar ku menemanimu...
...Membasuh lelahmu....
...Izinkan ku lukis senja...
...Mengukir namamu disana...
...Mendengar kamu bercerita...
...Menangis tertawa...
...Biar kulukis malam...
...Bawa kamu bintang-bintang...
...Tuk temani mu yang terluka...
...Hingga kau bahagia,...
...Izinkan ku lukis senja...
...Mengukir namamu disana...
...Mendengar kamu bercerita...
...Menangis tertawa...
...Biar kulukis malam...
...Bawa kamu bintang-bintang...
...Tuk temani mu yang terluka...
...Hingga kau bahagia,...
Kenzie pun menatap Mentari pada petikan terakhir dan itu membuat para cewek meleleh.
...Tuk temani mu yang terluka...
...Hingga… Kau… Bahagia...
Suara tepukan tangan pun terdengar diakhir lagu. Semua orang tersenyum bahagia, namun tidak dengan Mentari. Matanya mulai berkaca-kaca mengingat apa yang telah dilewatinya akhir-akhir ini.
Dimulai dari perjodohan nya dengan sahabatnya, merenggang nya hubungannya dengan Kenzie, Bundanya yang koma hingga kekasihnya yang harus pergi dengan tragis.
Kenzie yang menyadari sang istri mulai sedih pun langsung memeluknya dengan erat. “Kok nangis sih ? Maafin aku ya, karena udah buat kamu kembali ingat dengan apa yang udah terjadi,” ucap Kenzie merasa bersalah. Sungguh ia tidak menyangka bahwa lagu yang ia bawakan membuat sang istri menjadi sedih.
Mentari tak bisa lagi menahan tangisnya. Ia membenamkan wajahnya didada bidang sang suami lalu sedetik kemudian tangisnya pun pecah. “Sayang aku minta maaf, jangan nangis dong,” ucap Kenzie mengelus lembut punggung sang istri.
Yang lain pun ikut sedih melihat tangis Mentari yang pecah. Sebagai orang terdekat, mereka pasti paham betul apa yang telah dilewati oleh Mentari.
“Dek, udah dong jangan nangis lagi. Ngak baik nangis malam-malam gini dihutan,” ujar Arkana mencoba menenangkan sang adik.
“Udah jangan nangis-nangis lagi dong, mending sekarang kita lanjutin aja gamenya. Kan gue belum kena dan gue juga pengen ditanya atau dihukum kayak kalian,” ujar Ara sembari menghapus air matanya. Semua orang tertawa mendengar Ara yang meminta ditanya dan dihukum.
Mentaripun tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu. Dengan segera Kenzie langsung menghapus air mata istri tercintanya. “Maafin aku ya,” ucap Kenzie sekali lagi. Mentari mengangguk sebagai jawaban.
Kini giliran Kenzie yang memutar botol tersebut. Entah suatu kebetulan atau memang sudah direncanakan oleh sang kuasa, botol itupun menghadap tepat pada Mentari. “Do you choose Truth or Dare, my wife ?” Tanya Kenzie menatap Mentari.
Mentari sendiri bingung ingin memilih apa, namun ia memutuskan untuk memilih, “Dare,” jawab Mentari yakin.
Kenzie tersenyum sejenak, “Cium aku,” ucap Kenzie dengan entengnya yang membuat para wanita histeris sendiri dengan keromantisan pasangan baru menikah itu.
Mata Mentari membola mendengar ucapan suaminya itu. Wajahnya pun langsung merona namun untungnya tempat itu gelap hingga membuat wajahnya tidak terlalu terlihat. “Udah cium aja, gue udah ngantuk nih,” desak Gilang.
Mentari menghela nafasnya sebelum mendaratkan kecupan diwajah laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut. Sementara si empu yang dicium sudah pasti sangat senang saat ini. “Udah, sekarang giliran lo, Ra. Langsung aja pilih truth atau dare,” seru Abel.
“Ah, ngak seru banget deh. Masa gue dapatnya terakhir sih,” gerutu Ara. “Gue pilih Truth aja deh,” sambung Ara.
Mentari berfikir sejenak, pertanyaan apa yang harus dia berikan. “Siapa mantan terindah lo ?” Tanya Mentari asal.
“Ngak ada,” jawab Ara apa adanya. “Nih ya, yang namanya mantan itu ngak ada yang terindah karena jika masih menjadi yang terindah kenapa harus jadi mantan,” jelas Ara.
Kini game Truth dan Dare pun telah usai. Para cewek dan para cowok telah masuk kedalam tenda mereka masing-masing. Begitupun dengan Kenzie dan Mentari yang juag masuk kedalam tenda yang telah disiapkan untuk mereka berdua.
To Be Continue ...
Hallo Guys !!!
Maaf ya, telat lagi updatenya. Tadi siang author ada jadwal kuliah online soalnya jadi ngak sempat nulis.
Nah, hari ini author memang kasih satu part tapi lebih panjang dengan 2.531 Words. Jadi jangan lupa untuk tinggalin jejak dengan cara Vote, Like dan Koment ya. Terima kasih.
Azizah Love Note juga update hari ini ya, jangan lupa baca.
05.11.2020
KEBUN TEH ITU ADA DI KAYU ARO,DI KERINCI BANYAK TEMPAT WISATANYA,ADA AIR TERJUN TELUN BERASAP,GUNUNG TUJUH,GUNUNG KERINCI,AROMA PECO,DANAU KACO,DANAU KERINCI, DAN BANYAK LAGI...
WAAHH DI NOVEL MU YG INI BIKIN AKU RINDU DGN KAMPUNG HALAMAN YG SUDAH LAMA KU TINGGALKAN..😍😍😍🥹🥹🥹
DIRALAT YA author..maaf
pantasnya melihat KENZIE ITU PINTER DAN ORKAY ..ceritanya LULUS SMA..DIA MASUK PENDIDIKAN TARUNA AMN
LANJUT THOR
semangat terusssss💪🏻💪🏻