Tegar adalah seorang ayah dari dua anak lelakinya, Anam si sulung yang berusia 10 tahun dan Zayan 6 tahun.
Mereka hidup di tengah kota tapi minim solidaritas antar sekitarnya. Hidup dengan kesederhanaan karena mereka juga bukan dari kalangan berada.
Namun, sebuah peristiwa pilu membawa Tegar terjerat masuk ke dalam masalah besar. Membuat dirinya berubah jadi seorang pesakitan! Hidup terpisah dengan kedua anaknya.
Apakah yang sebenarnya terjadi? Bisakah Anam dan Zayan melalui jalan hidup yang penuh liku ini? Jawabannya ada di 'Surat Terakhir Ayah'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bergerak dalam diam
NB: Saya tidak bermaksud menggantung cerita ini. Sampai tamat, cerita ini akan tetap di sini. Hanya saja karena kesibukan saya di RL dan ada novel lain yang juga on going, membuat karya ini seperti anak tiri.
.
.
.
Sejak saat itu, Celine tinggal bersama Anam dan Zayan di rumah Abut. Ini adalah tahun ke dua Anam dan Zayan ada di sana. Yang artinya, Anam telah berusia sebelas tahun dan Zayan tujuh tahun.
Karena memang sering bersama, Celine jadi akrab dengan kedua anak lelaki tersebut. Bahkan Celine ikut memanggil Anam dengan sebutan Abang, sama seperti Zayan memanggil saudaranya itu.
Atas program akselerasi yang berhasil dia tempuh, Anam sekarang sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama. Abut mengakui kejeniusan Anam, dia mampu menyelesaikan pendidikan yang membuat anak-anak seusia Anam keteteran.
"Abang, kenapa belajar terus? Kan Abang udah pinter.. Ayo main sama aku sama bang Za yok bang." Celine menarik tangan Anam yang sedang memegang buku.
"Sama bang Za aja ya. Abang masih banyak tugas sekolah." Tolak Anam.
Zayan bergegas menghampiri Celine, dia mengajak Celine bermain boneka seperti yang dia mau. Zayan tau Anam tak begitu suka bermain, entah kenapa.. Sejak kepindahan mereka ke rumah engkong Abut, Anam jadi pribadi yang berbeda. Dia jadi makin pendiam dan jarang bermain. Tapi ada kalanya Anam akan menjadi sosok kakak yang menyenangkan, menemani Zayan belajar, mendengar cerita Zayan tentang apapun, atau hal kecil seperti tidur di kamar yang sama. Karena setelah Zayan masuk ke sekolah dasar, Abut membuat kamar pribadi untuk masing-masing cucunya.
Tidak ada yang tahu jika Anam benar-benar berubah. Kesibukan yang dia lakukan saat ini adalah menyempurnakan aplikasi yang sedang dia buat agar lebih banyak orang-orang yang mendownload aplikasi ciptaannya. Ya, Anam sudah sepandai itu sekarang!
Buku yang dia pegang ditaruh lagi, tangannya mengutak-atik laptop, matanya menatap fokus pada benda di depannya. Dia membaca ulasan dari para user yang menikmati berjelajah online melalui Skliros, nama aplikasi yang Anam ciptakan. Bocah itu bisa sedikit menaikkan sudut bibirnya karena rata-rata user Skliros memberi tanggapan positif dan bintang sempurna.
Sebenarnya apa yang sedang Anam kerjakan? Anam sedang membuat aplikasi pertemanan global mirip seperti Facebook. Namun yang membedakan, Skliros miliknya bisa mengakses semua data pribadi si pengunduh tanpa si pengunduh tahu jika datanya sudah diretas. User hanya tau jika mereka sedang berselancar dengan aman di jejaring sosial. Memanfaatkan kemudahan berbagi gambar, pesan chat juga, juga pesan suara melalui aplikasi menyenangkan tersebut.
"Aku akan memperlihatkan cara balas dendam tanpa menyentuh lawan yang sebenarnya itu seperti apa.. Jika dunia tidak memberi bapak keadilan. Aku dengan caraku yang akan memberikan keadilan untuk mereka." Ucap Anam dalam keheningan.
Kabar tentang kasus Zambo dulu seperti raib di telan bumi. Tidak ada lagi pemberitaan yang membahas kejahatan Zambo ataupun bagaimana kelanjutan status hukum lelaki itu setelah dinyatakan bebas bersyarat setahun yang lalu.
Tentu hal itu memancing kekecewaan dan kemarahan Anam karena mereka tidak ada yang benar-benar peduli akan nasib bapaknya. Hal itulah yang menjadi motivasi utama Anam berubah menjadi seperti ini.
Dengan melejitnya Skliros, sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh beberapa bulan belakangan, terkumpul juga penghasilan Anam bernilai fantastis yang sengaja dia simpan tanpa diketahui siapapun. Pundi-pundi uang bisa dia dapatkan dengan menjual aplikasi per kali unduh. Potensi menghasilkan uang sangat besar karena jumlah pengguna aktif Android yang terus bertambah setiap waktu.
Ada tiga user yang menarik perhatian Anam saat ini. Percakapan mereka beberapa hari belakangan mampu dijadikan bukti jika Zambo masih hidup dan baik-baik saja sampai sekarang. Meraka adalah rekan kerja Zambo dulunya yang merupakan aparat kepolisian berstatus aktif.
@Wiro_bukan sableng : Aku punya barang bagus. Masih ada di tangan bang Zam, tau sendiri dia lagi ngumpet. Jadi sengaja aku titipin sama dia. Biar nggak ada yang curiga.
@Gus_Lintah : Bagaimana kalo dijual sendiri sama bang Zam. Dia kan nggak punya penghasilan sekarang. Harusnya jangan percaya sama dia. Bukan apa-apa, takutnya dia nikung kita nantinya.
@Kelunturan_Kolor ijo : Dasar goblok! Bang Zam aja rela mengorbankan istri dan teman-teman sejawatnya agar dia bisa lolos dari jeratan hukum, kenapa malah nitipin barang mu ke dia?? Bagaimana kalo dia memanipulasi semuanya?? Mengundang media agar meliput berita jika dia menemukan barang itu dan membuat namanya bersinar lagi? Dan yang harus diwaspadai, bagaimana kalau dia menunjuk kita yang memiliki semua barang-barang yang akan kamu edarkan?? Bodoh!! Kamu harus mengambil barang itu sekarang juga. Bukan malah menunggu bang Zam menghubungimu.
Dengan seksama, Anam mengamati obrolan mereka. Dia tidak ingin melewatkan bukti sekecil apapun. Semua chat disertai tangkapan gambar yang Anam klaim sebagai bukti keberadaan bang Zam atau Zambo sudah dia salin dan simpan dengan sangat apik. Akan tiba saatnya membeberkan semuanya ke publik, tapi bukan sekarang. Dia masih ingin mengumpulkan banyak bukti lain tentang kebobrokan Zambo dan orang-orang yang mengaku sebagai penegak hukum lainnya.
Anam tidak bekerja seorang diri. Semua skill yang dia dapatkan sekarang ini tak lepas dari bimbingan seseorang. Dia adalah orang yang sama, yang dulu membantu membersihkan nama Tegar kala difitnah habis-habisan, bahkan setelah Tegar sudah meninggal dunia. Ya, orang itu adalah Tirta Nugraha.
Mengenai kasus Zambo, Tirta tidak bisa bertindak jauh di luar batas kewenangannya karena dia terikat sumpah setianya sebagai penegak hukum. Kasus Zambo sudah ditutup. Dan dia tahu pasti ada pihak yang lebih kuat yang mampu membungkam hukum. Maka dari itu dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, Tirta juga tidak ingin ketidakadilan merajalela hingga merenggut norma yang ada. Oleh sebab itu Tirta membekali Anam dengan kemampuan terbaiknya agar bisa mengusut tuntas kasus Zambo.
bagus thor semangat trus berkarya
satu lagi novel yg banyak mengandung bawang selain BB🥺
sukses terus ya..
smoga sehat sllu dan diberi kelancaran buat nulis😁
di upgrade gitu lho ke spek yg lebih bagus lagi😌
salah sendiri fitnah anak yatim, kurma lgsg kontan kan dtengnya😏
smoga dg perkataanmu itu, bisa merubah hati Anam yg dipenuhi dendam agar bisa sedikit lebih ikhlas lagi