NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10 — Warisan Yang Tertidur

Suara kuno itu kembali terdengar.

Lebih jelas dibanding sebelumnya.

"Seorang pewaris sejati bukanlah seseorang yang tidak memiliki kelemahan."

"Melainkan seseorang yang mampu menghadapi kelemahannya."

"Seorang pewaris sejati bukanlah seseorang yang tidak mengenal kehilangan."

"Melainkan seseorang yang tetap berjalan meskipun telah kehilangan."

Setiap kata menghantam hati Xiao Yun seperti lonceng kuno.

Bukan karena kekuatannya.

Melainkan karena kebenarannya.

Perlahan, sebuah simbol pusaran hitam muncul di depan dadanya.

Simbol itu jauh lebih rumit dibanding simbol yang ada di lehernya.

Dipenuhi pola-pola kuno yang bergerak seperti makhluk hidup.

Kemudian simbol tersebut melesat masuk ke dalam tubuhnya.

BOOM!

Mata Xiao Yun langsung membelalak.

Dalam sekejap, ia merasakan sesuatu berubah di dalam Nadi Kekosongan.

Pusaran hitam yang selama ini berada jauh di kedalaman tubuhnya mulai berputar lebih cepat.

Energi kuno mengalir melalui setiap bagian tubuhnya.

Tulang.

Darah.

Otot.

Bahkan jiwanya.

Semua mengalami perubahan.

Rasa sakit luar biasa menyerang seluruh tubuhnya.

Namun kali ini Xiao Yun tidak berteriak.

Ia menggertakkan gigi dan bertahan.

Karena ia tahu.

Ini adalah hadiah setelah ujian.

Ini adalah langkah pertama menuju jalan yang harus ditempuhnya.

Di tengah pusaran energi yang semakin kuat, suara kuno itu terdengar untuk terakhir kalinya.

"Dengan ini..."

"Altar Pertama mengakui dirimu."

"Pewaris Kesepuluh."

BOOOOOOM!

Kesadaran Xiao Yun langsung tenggelam dalam lautan cahaya tanpa batas.

Dan jauh di luar ruang ujian...

Di dalam aula raksasa tempat Altar Pertama berada...

Mata Luo Hai tiba-tiba membelalak.

Karena simbol-simbol kuno di seluruh altar mulai menyala bersamaan.

Aura yang jauh lebih besar daripada sebelumnya perlahan bangkit dari kedalaman altar.

Sang Dao Master tua menatap pemandangan itu dengan jantung berdebar.

Lalu untuk pertama kalinya sejak bertemu Xiao Yun, sebuah pemikiran muncul dengan sangat jelas di benaknya.

Mungkin...

Murid yang ditemukannya bukan sekadar seorang jenius.

Mungkin...

Bocah itu adalah pusat dari takdir kuno yang telah menunggu selama ribuan tahun untuk kembali bangkit.

Setelah gema getaran altar perlahan mereda, suasana di aula bawah tanah yang luas itu kembali diselimuti kesunyian yang berat. Namun kesunyian tersebut tidak lagi sama seperti sebelumnya. Jika beberapa saat lalu tempat ini terasa seperti makam kuno yang telah tertidur selama ribuan tahun, kini seluruh ruang dipenuhi denyut energi yang samar namun nyata, seolah setiap batu, setiap ukiran, dan setiap simbol yang memenuhi dinding sedang terbangun dari tidur panjangnya. Cahaya hitam lembut mengalir di antara pola-pola kuno yang terukir pada lantai dan pilar-pilar raksasa, memancarkan kilauan misterius yang membuat seluruh aula tampak seperti dunia yang terpisah dari kenyataan.

Xiao Yun berdiri di depan altar dengan napas yang masih sedikit tidak teratur. Meskipun tubuhnya telah kembali ke dunia nyata, pikirannya belum sepenuhnya keluar dari ujian yang baru saja ia lalui. Kenangan tentang Desa Kabut, tentang rumah kecil yang pernah menjadi satu-satunya tempat berlindungnya, dan terutama tentang sosok kakeknya masih terasa begitu jelas. Bahkan sekarang, ketika ia menutup mata sejenak, ia masih bisa mengingat senyum hangat lelaki tua itu seolah semuanya benar-benar terjadi beberapa saat yang lalu.

Namun berbeda dengan sebelumnya, rasa sakit di hatinya tidak lagi terasa seperti luka yang menganga.

Kesedihan itu masih ada.

Kerinduan itu masih ada.

Tetapi kini ia telah menerimanya.

Ia tidak lagi berusaha lari dari kenyataan.

Tidak lagi mencoba berpegang pada bayangan masa lalu.

Untuk pertama kalinya sejak kematian kakeknya, Xiao Yun merasa bahwa dirinya benar-benar telah melangkah maju.

Di samping altar, Luo Hai memperhatikan muridnya dalam diam.

Sebagai seorang Dao Master yang pernah berdiri di puncak dunia kultivasi, ia jauh lebih memahami arti perubahan yang baru saja terjadi dibanding Xiao Yun sendiri.

Kekuatan bisa diperoleh melalui latihan.

Teknik dapat dipelajari melalui waktu.

Namun hati seorang kultivator adalah sesuatu yang jauh lebih sulit ditempa.

Banyak jenius luar biasa gagal mencapai puncak bukan karena kurang berbakat, melainkan karena hati mereka runtuh ketika menghadapi kehilangan, ketakutan, atau godaan.

Dan barusan, seorang bocah yang baru berusia lima tahun telah berhasil melewati ujian yang bahkan mungkin mampu menjebak banyak kultivator dewasa.

Tatapan Luo Hai tanpa sadar menjadi sedikit lebih lembut.

Mungkin...

Pikirnya dalam hati.

Murid yang ia temukan benar-benar berbeda dari yang lain.

Pada saat yang sama, roh penjaga yang melayang di atas altar memandang Xiao Yun dengan sorot mata yang jauh berbeda dibanding saat pertama kali mereka bertemu.

Sebelumnya ia melihat bocah itu sebagai calon pewaris.

Sekarang ia melihatnya sebagai pewaris yang telah diakui.

Perbedaan itu sangat besar.

Selama ribuan tahun keberadaannya menjaga Altar Pertama, ia telah menyaksikan banyak orang datang dan gagal. Sebagian tidak mampu membuka gerbang. Sebagian berhasil mencapai altar namun tidak sanggup menghadapi ujian hati. Sebagian lagi menyerah ketika dihadapkan pada kehidupan yang mereka dambakan.

Tidak ada satu pun yang berhasil memperoleh pengakuan penuh.

Sampai hari ini.

Roh kuno itu perlahan mengangkat tangannya.

Tepat pada saat itu, seluruh altar kembali bergetar.

BOOOOM!

Getaran kali ini jauh lebih dalam dibanding sebelumnya.

Bukan ledakan kekuatan yang liar, melainkan denyut kuno yang berasal dari inti bangunan tersebut.

Simbol-simbol pusaran yang memenuhi permukaan altar mulai menyala satu demi satu.

Cahaya hitam mengalir melalui setiap ukiran seperti sungai energi yang telah lama mengering dan kini kembali menemukan alirannya.

Xiao Yun segera mengangkat kepala.

Matanya membelalak melihat perubahan yang terjadi.

Di hadapannya, energi hitam yang memenuhi altar bergerak perlahan menuju bagian belakang aula.

Semua cahaya itu berkumpul pada sebuah dinding batu raksasa yang sejak awal tampak tidak berbeda dengan bagian ruangan lainnya.

Namun kini permukaannya mulai bergetar.

Krrrrkkk...

Krrrrrrkkk...

Suara gesekan batu kuno menggema ke seluruh ruangan.

Debu yang telah menumpuk selama ribuan tahun berjatuhan dari celah-celah dinding.

Retakan cahaya muncul di sepanjang permukaannya.

Kemudian perlahan-lahan, sangat perlahan, dinding itu mulai bergerak.

Mata Xiao Yun membesar.

Ia bahkan bisa merasakan tanah di bawah kakinya ikut bergetar setiap kali dinding tersebut bergeser sedikit.

Potongan-potongan batu kuno sebesar tubuh manusia runtuh dari bagian atas.

Suara berat terus bergema tanpa henti.

Seolah sebuah rahasia yang telah terkubur selama ribuan tahun akhirnya membuka dirinya kepada dunia.

Tidak lama kemudian, sebuah celah gelap mulai terlihat.

Awalnya hanya selebar satu lengan.

Kemudian semakin lebar.

Semakin besar.

Hingga akhirnya membentuk sebuah lorong batu yang tersembunyi di balik dinding altar.

Udara dingin segera mengalir keluar dari dalam lorong tersebut.

Udara itu membawa aroma yang sangat tua.

Aroma debu.

Aroma batu.

Dan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

Seolah waktu itu sendiri telah terkunci di dalam sana.

Xiao Yun menatap lorong itu dengan penuh rasa ingin tahu.

"Ada tempat lain di balik altar ini?"

gumamnya tanpa sadar.

Roh penjaga mengangguk perlahan.

"Semenjak Altar Pertama dibangun, tempat itu tidak pernah dibuka untuk siapa pun."

Tatapan tuanya tertuju pada Xiao Yun.

"Sampai hari ini."

Jantung Xiao Yun langsung berdegup lebih cepat.

Ia bukan orang bodoh.

Ia tahu apa arti kalimat tersebut.

Jika tempat itu baru terbuka setelah dirinya menyelesaikan ujian, maka kemungkinan besar apa pun yang berada di balik lorong tersebut berkaitan langsung dengan warisan para pewaris Nadi Kekosongan.

Luo Hai juga memperhatikan lorong itu dengan seksama.

Namun berbeda dengan Xiao Yun yang dipenuhi rasa penasaran, hati Luo Hai justru dipenuhi kewaspadaan.

Semakin banyak rahasia yang terungkap, semakin jelas baginya bahwa warisan Nadi Kekosongan jauh melampaui dugaan awalnya.

Altar kuno.

Roh penjaga yang bertahan ribuan tahun.

Ujian pewaris.

Jejak Jiwa Kekosongan.

Semua itu bukan sesuatu yang seharusnya muncul di tempat terpencil seperti Lembah Iblis.

Dan yang paling membuatnya gelisah adalah fakta bahwa dirinya, seorang Dao Master, hampir tidak mengetahui apa pun tentang semua ini.

Itu berarti asal-usul warisan tersebut kemungkinan berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang pernah ia bayangkan.

Roh penjaga kembali berbicara.

"Perjalanan baru saja dimulai."

Suaranya bergema pelan di seluruh aula.

"Ujian yang kau lalui hanyalah syarat untuk memperoleh pengakuan Altar Pertama."

"Warisan yang sebenarnya masih menunggumu."

Xiao Yun berkedip.

"Masih ada lagi?"

Roh penjaga menatapnya beberapa saat.

Kemudian senyum samar muncul di wajah tuanya.

"Menurutmu para Pewaris Kekosongan dipilih hanya dengan satu ujian?"

Wajah Xiao Yun langsung berubah sedikit pucat.

Ia baru saja melewati pengalaman yang hampir menghancurkan hatinya.

Dan sekarang ternyata itu baru permulaan.

Melihat ekspresi muridnya, Luo Hai tidak bisa menahan tawa kecil.

Untuk pertama kalinya sejak memasuki tempat ini, suasana terasa sedikit lebih ringan.

Namun senyum itu tidak bertahan lama.

Karena bahkan dirinya bisa merasakan sesuatu yang luar biasa sedang menunggu di balik lorong tersebut.

Roh penjaga perlahan berbalik.

Jubah hitamnya bergerak tanpa angin.

Kemudian ia melayang menuju pintu rahasia yang baru terbuka.

Saat mencapai ambang lorong, ia berhenti sejenak.

Tatapan kunonya kembali tertuju kepada Xiao Yun.

"Pewaris Kesepuluh."

Suara tua itu terdengar lebih serius dibanding sebelumnya.

"Di balik lorong ini terdapat warisan pertama yang ditinggalkan oleh para pendahulumu."

"Mungkin kau akan memperoleh jawaban."

"Mungkin kau justru menemukan lebih banyak pertanyaan."

"Namun apa pun yang terjadi..."

Tatapannya menjadi sangat dalam.

"Jalanmu tidak akan pernah sama lagi setelah kau melangkah masuk."

Kesunyian kembali memenuhi aula.

Xiao Yun menatap lorong gelap itu.

Kemudian ia menunduk sebentar.

Tangannya perlahan mengepal.

Jika beberapa hari yang lalu seseorang mengatakan bahwa dirinya akan memasuki tempat seperti ini, ia pasti tidak akan mempercayainya.

Ia hanyalah anak desa yang bahkan tidak mampu menyerap Qi.

Anak yang dianggap sampah oleh semua orang.

Namun sekarang...

Ia adalah Pewaris Kesepuluh.

Pemilik Nadi Kekosongan.

Murid Luo Hai.

Dan mungkin juga bagian dari rahasia kuno yang telah tersembunyi selama ribuan tahun.

Perlahan Xiao Yun mengangkat kepalanya.

Tatapannya kembali dipenuhi tekad.

Kemudian, tanpa ragu sedikit pun, ia melangkah menuju lorong rahasia yang terbuka di balik Altar Pertama.

Di belakangnya, Luo Hai ikut bergerak.

Sementara roh penjaga melayang di depan sebagai penuntun jalan.

Dan jauh di kedalaman lorong yang gelap itu, sesuatu yang telah menunggu selama ribuan tahun perlahan mulai merasakan kedatangan pewaris baru.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!