NovelToon NovelToon
LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: NATstory

Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANTARA CINTA YANG DIPERJUANGKAN DAN LUKA YANG DIWARISKAN

Langit Jakarta sore itu tampak redup,seperti ikut menyimpan sesuatu yang tidak selesai di antara dua nama yang terus berulang dalam hidup Alea,Agra dan Aldo.

Di sebuah kafe rooftop yang tidak terlalu ramai,Agra sudah lebih dulu tiba,jasnya masih rapi, tapi wajahnya tidak setenang biasanya,Ada sesuatu yang mengendap di balik matanya,emosi yang ia tahan terlalu lama, kini mulai mencari jalan keluar.

Ketika pintu kaca terbuka, Alea masuk,Alea duduk tanpa banyak kata,Agra menatapnya lama.

“Aku tidak mengerti,” kenapa Aldo harus selalu ada didekatmu?!

suara Agra akhirnya pecah, pelan tapi berat.

Alea menghela napas kecil.

“Agra… kita tidak sedang membicarakan sesuatu yang kamu lihat dari kejauhan saja.”

“Aku melihat cukup jelas,Dia terlalu sering ada di sekitarmu,Terlalu dekat.”potong agra cepat.

Alea menggeleng pelan.

“Dia rekan kerja di rumah sakit. Itu saja kok!

Agra tersenyum kecil.

"Kalau itu saja, kenapa aku merasa seperti sedang kehilangan kamu?"

Hening,Alea menatap Agra lebih lembut kali ini.

“kamu tahu aku tidak pernah mengkhianati kamu.”

tatap Alea.

“Tapi kamu juga tidak pernah benar-benar menenangkanku tentang dia.”

Alea diam sejenak.

"Aku gak bisa mengontrol siapa yang mendekat padaku,Tapi aku juga tidak pernah memberi ruang untuk dia, kamu takut? ”

“Masalahnya bukan itu, Alea."

lea menatapnya.

Agra menarik napas dalam.

"Aku tidak mau hubungan ini berhenti di ‘kita pernah saling mengenal’. Aku mau serius. Aku mau bawa ini ke masa depan.”

Alea mengangguk meyakini kata kata agra, dan memenangkan hatinya.

"gak usah kuatir ya, aku masih kayak dulu🙂

Malam tiba, sementara itu,di dunia yang jauh lebih dingin,di ruang makan besar yang dipenuhi aura bisnis dan kekuasaan,ayah Agra sedang berbicara dengan nada tenang namun penuh kepastian.

“Kerja sama dengan keluarga Erica harus segera disepakati,” ucapnya sambil meletakkan sendok.

Agra yang duduk di seberang hanya diam.

Ayahnya melanjutkan.

“Erica berasal dari keluarga yang tepat. Stabil. Kuat secara bisnis. Ini bukan hanya soal pribadi, Agra. Ini soal masa depan perusahaan.”

Agra menatap ayahnya,ia meletakkan gelasnya perlahan.

“daddy, Dengan hormat, saya tidak bisa menerima perjodohan itu.”

Suasana langsung berubah,Namun Agra tetap tenang.

"daddy tenang aja,saya tidak menolak kerja sama perusahaan. Saya akan tetap mendukung itu sepenuhnya.”

Ayahnya menatapnya lama.

“kamu harus paham, Agra.ujar daddy

"maaf,Saya hanya tidak bisa memaksakan hidup pribadi saya untuk kepentingan bisnis dad! "

Berita itu sampai ke Erica seperti api kecil yang langsung berubah menjadi kebakaran,Erica tidak suka kalah.

Sore berikutnya, Alea baru saja keluar dari rumah sakit ketika sebuah mobil mewah berhenti di depannya,Pintu terbuka,Erica turun,Cantik,dengan aura yang jauh dari hangat.

“Aku perlu bicara,” katanya tanpa basa-basi.

Alea menatapnya tenang.

Mereka berjalan ke sisi taman rumah sakit yang lebih sepi,Erica menatap Alea langsung,

“Kamu itu tidak sadar atau pura-pura tidak tahu?”

Alea mengerutkan kening kecil.

"maksudmu?"

Erica tersenyum miring.

“Kamu jalan sama Aldo. Tapi di sisi lain kamu juga masih memegang Agra. Itu namanya serakah, Alea.”Alea diam.

Erica melanjutkan, suaranya mulai lebih tajam.

“Dan jangan lupa, kamu juga bukan orang yang bersih-bersih amat.”Alea menatapnya.

“Masa lalu ibumu… bukankah tidak jauh dari itu? Dulu juga katanya merebut suami orang, kan?”

Udara terasa berubah.

Namun Alea tidak bereaksi seperti yang diharapkan Erica,Tidak marah,Tidak meledak,Justru lebih tenang,Alea menatapnya lama,Lalu pelan berkata.

“Aku tidak datang dari masa lalu ibuku.”

Erica terdiam,Alea melanjutkan, suaranya tetap stabil.

“Aku hanya tumbuh bersamanya,Kalau kamu ingin menyerangku, silakan. Tapi jangan bawa cerita yang bahkan tidak kamu pahami sepenuhnya.”!

Erica mengatupkan rahangnya,posisinya tidak sepenuhnya dominan,Alea menutup pembicaraan dengan tenang.

“Aku tidak mengambil siapa pun. Dan aku juga tidak akan mundur hanya karena kamu memintanya.”

Lalu ia pergi,Tanpa emosi berlebihan.

Malamnya, di rumah yang hangat namun penuh kenangan, Alea duduk bersama Mama.

Teh hangat terhidang di meja,Tidak ada banyak suara,Hanya ada kami berdua.

“Ada sesuatu yang Mama belum pernah ceritakan sepenuhnya,” ucapnya pelan,Alea menoleh.

Mama Tika menatap cangkirnya.

“Dulu Mama tidak tahu siapa ibu kandung Mama sampai usia 35 tahun.”

Alea diam,Mama Tika melanjutkan.

“Selama hidup,Mama sering dimanfaatkan keluarga sendiri,Disuruh ini itu,tidak pernah benar-benar dianggap,Suaranya sedikit bergetar, tapi ia tetap melanjutkan.

“Sampai akhirnya Mama pergi dari rumah itu.”

Alea mendengarkan tanpa menyela.

“Lalu Mama bertemu Papa Darma… dia orang baik. Dia menolong Mama, mengubah hidup Mama. Dia yang membuat Mama bisa berdiri lagi.”

Alea menatapnya lembut,Mama Tika menarik napas.

"Maaf kalau masa lalu Mama… membuat hidup kamu juga jadi berat.”

Alea langsung menggeleng.

“Ma…”“Kenapa minta maaf?”

Mama Tika menatapnya.

“Kalau Mama tidak sekuat itu, aku tidak akan ada di titik ini,Menjadi seorang diri, bertahan, dan tetap membesarkan aku sampai bisa sekolah tinggi… itu bukan hal kecil.”

“Aku bangga jadi anak Mama,"🙂Suasana menjadi hangat,Lebih jujur dari sebelumnya.

Alea melanjutkan, suaranya pelan.

"papa juga seorang dokter… kata mama, papa selalu bilang aku nanti harus jadi orang yang bisa menolong orang lain.”

Mama Tika tersenyum tipis.

“Dia pasti bangga sama kamu nak🙂.

“Alea hanya ingin hidup ini tidak sia-sia ma🙂,

Mama memeluk erat alea, ia bangga memiliki putri yang baik.

Malam semakin larut,Dan di luar sana, kota tetap berjalan dengan segala rahasianya,Agra yang terjebak antara masa depan dan masa lalu.

Aldo yang semakin dalam obsesi yang tidak sehat,Erica yang mulai kehilangan kendali karena egonya sendiri

Pagi di Jakarta tidak lagi terasa tenang bagi Agra.

percakapan kemarin saat pertemuannya dengan Alea serasa kalimat demi kalimat yang tidak selesai,Hari itu, Agra tidak langsung ke kantor.

Mobilnya berhenti di depan Rumah Sakit Metropolitan Jakarta,Ia duduk diam,Tangannya menggenggam ponsel, tapi tidak membuka apa pun,Seolah sedang memutuskan sesuatu yang lebih besar dari sekadar keputusan bisnis.

Lalu ia turun,Di dalam rumah sakit, Alea sedang berada di IGD,Suasananya seperti biasa, cepat, tegang, dan penuh suara instruksi,di ujung ruangan, Agra berdiri,Ia tidak mengganggu,Hanya melihat,tapi pandangannya tidak ke pekerjaan Alea,Melainkan ke arah Aldo, yang baru saja masuk berdiri disisi alea.

Aldo tidak melewatkan itu,Ia tahu Agra ada di sana,Dan justru itu yang membuatnya tetap bertahan di dekat Alea lebih lama dari biasanya.

“Dokter Alea, setelah ini kamu ada waktu?” tanya Aldo ringan,Alea tetap fokus pada pasien.

“Tidak.”

“Minum kopi sebentar saja.”

Alea menoleh sekilas.

“Aldo, ini IGD.”

“Setelah ini?”

Alea menarik napas pelan,Aldo tersenyum kecil

“Baik.”Agra melihat semuanya.

Setelah keadaan pasien stabil, Alea keluar dari IGD untuk beberapa menit istirahat,di lorong itu, Agra sudah menunggu,Alea berhenti.

“Aku sedang bekerja,” ucapnya pelan.

“Aku tahu,” jawab Agra.

Agra melangkah lebih dekat.

“Aku tidak suka cara dia mendekatimu.”

Alea menatapnya lelah.

“Agra… ini rumah sakit.”

“Aku tahu itu bukan alasan.”

Alea menghela napas.

“Kamu datang ke sini hanya untuk itu?”jawab Alea.

Agra diam sebentar.

“Aku datang karena aku tidak bisa terus berpura-pura tidak terganggu.”

Kalimat itu jujur,Terlalu jujur.

Alea menatapnya lama.

“Aldo tidak seperti yang kamu pikir.”

Agra langsung menjawab.

“Masalahnya adalah… aku mulai merasa aku kehilangan kamu tanpa tahu kapan itu dimulai.”

Sementara itu, di sisi lain rumah sakit…

Aldo berdiri di balik kaca, mengamati mereka.

Erica menghubunginya lewat pesan.

“Jangan terlalu terlihat. Biarkan dia semakin curiga.”

Aldo tersenyum tipis.

“Aku tidak mau kita seperti ini, Alea.”ujar agra.

“Aku juga tidak.”

“Lalu kenapa semuanya terasa menjauh?”

Alea terdiam lama.

“Karena kamu mulai melihat aku dengan kecurigaan, bukan dengan kepercayaan.”

Kalimat itu menghantam lebih keras dari yang ia kira.

Agra terdiam,Dan di saat itu,Aldo muncul.

Langkahnya tenang.

“Dokter Alea🙂senyumnya santai,sambil memberikan segelas kopi yang ia beli dikantin rumah sakit,Alea menoleh.

“Terima kasih.”

Aldo tidak langsung pergi,Ia melirik sekilas ke arah Agra,Hanya sekilas,tapi cukup,Agra menangkap itu,ia melangkah maju.

“dr.Aldo.”?!

Aldo menoleh, sopan,Agra menatapnya lama.

“Jangan terlalu sering berada di dekatnya.”dia calon istri saya! "ujar agra sedikit emosi.

Aldo tersenyum kecil.

Alea langsung menatap Agra.

“Agra, cukup.”

Tapi Agra sudah terlanjur terseret emosinya.

" ini soal batas.”ucap agra memperingatkan.

Aldo tetap tenang.

Alea menatap Agra.“Kamu datang ke tempat kerjaku, lalu membuat suasana seperti ini.”

Lalu menoleh ke Aldo.

“Dan kamu… jangan ikut memperpanjang.”

malam itu, Agra berdiri di balkon apartemennya.

Pikirannya tidak tenang,Teleponnya bergetar.

Nama ayahnya muncul.

“daddy sudah bicara dengan keluarga Erica,Mereka menunggu jawabanmu."

agra menutup mata.

_________________________________________________

sementara Di balik kemewahan rumah megah Erica yang selama ini selalu terlihat sempurna,kepanikan sedang terjadi,seorang pembantu rumah tangga berlari tergesa-gesa menuju ruang keluarga dengan wajah pucat.

"Nyonya!Non Erica mengunci diri di kamar!"

Mama Erica yang sedang duduk membaca majalah langsung berdiri.

"Ada apa?"

Perasaan buruk langsung menghantam dada Mama Erica,Tanpa menunggu lebih lama, mereka memaksa membuka pintu kamar,Erica terbaring di lantai,Pergelangan tangannya berlumuran darah,Tubuhnya lemah.

Mama Erica menjerit histeris.

"ERICAAA!"

Ayah Erica langsung menghubungi dokter pribadi keluarga sementara para pembantu berusaha menghentikan pendarahan.

Untungnya luka itu ditemukan cukup cepat,Nyawa Erica berhasil diselamatkan,Namun rumah itu berubah menjadi lautan kecemasan,Satu jam kemudian,Telepon Agra berdering,Ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya,

"Agra... tolong datang."

Suara Mama Erica terdengar bergetar,"Erica mencoba bunuh diri."Agra membeku.

Malam semakin larut ketika mobil Agra memasuki halaman rumah keluarga Erica,Begitu memasuki ruang utama, ia melihat kedua orang tuanya sudah berada di sana,Ayahnya,bunya,Keluarga besar Erica,Semuanya tampak muram,Tak ada lagi pembicaraan bisnis malam itu,Yang tersisa hanya kekhawatiran.

Saat Agra memasuki kamar Erica, gadis itu,sedang berbaring lemah di atas ranjang,Tangannya dibalut perban putih,Wajahnya tampak rapuh,Begitu melihat Agra masuk, air mata Erica langsung jatuh.

"Agra..."

Suara itu nyaris berbisik,Erica mengulurkan tangan,Agra mendekat.

Dan tanpa menunggu, Erica langsung memeluknya Erat,Seolah takut kehilangan.

"Agra..."Pria itu menoleh.

"Erica akhir-akhir ini sering mengurung diri di kamar,Dia tidak mau makan,Dia terus membicarakan kamu."

Suasana kamar menjadi sunyi,Di dalam kepalanya muncul wajah,Alea,Masa-masa SMA,janji-janji yang pernah ia simpan,Semua berputar menjadi satu,Namun di hadapannya sekarang ada seorang perempuan yang baru saja mencoba mengakhiri hidupnya.

Akhirnya Agra berkata pelan.

."Saya akan bertanggung jawab."

Sang Mama menangis lega,Erica memejamkan mata,Tersenyum,Hanya Agra yang tidak saat kalimat itu keluar...Ia merasa sesuatu di dalam dirinya ikut mati,Kabar pertunangan itu menyebar sangat cepat.

Lebih cepat dari yang dibayangkan siapa pun.

Dan orang pertama yang memastikan Alea mengetahuinya...adalah Erica,ponsel Alea berbunyi,Sebuah pesan masuk,Dari Erica,Satu foto Agra dan Erica,Berdiri berdampingan,Tersenyum di depan keluarga besar.

Di bawah foto itu hanya ada satu kalimat.

"Terima kasih sudah melepaskan Agra untukku."

Tangannya gemetar,Ia membaca pesan itu berkali-kali,berharap dirinya salah melihat,tapi ,itu nyata,Air mata mulai jatuh Perlahan.

Kemudian semakin deras.

Bukan karena Agra memilih perempuan lain,Tetapi karena semuanya berakhir begitu mudah.

suara Alea pecah.

"Apa artinya kita menunggu selama ini?"

di sebuah ballroom hotel termewah di Jakarta.

Pertunangan Agra dan Erica berlangsung megah.

Lampu kristal berkilauan,Rangkaian bunga impor memenuhi ruangan.Para pengusaha,Tokoh-tokoh penting,Semua hadir

Erica tampil cantik bak putri,Gaun putih berkilauan membalut tubuhnya,Senyumnya tidak pernah hilang,Di hadapan seluruh tamu,Agra mengambil cincin,Erica melakukan hal yang sama,Mereka saling menyematkan cincin di jari masing-masing,Tepuk tangan bergemuruh,Semua orang tersenyum bahagia,Kecuali Agra,Senyumnya ada,Tapi matanya kosong,Seolah tubuhnya hadir,Namun hatinya tidak,Di dalam benaknya hanya ada satu pertanyaan.

Apa yang baru saja aku lakukan...?

Di waktu yang sama,Di rumahnya,Alea duduk sendirian di depan foto almarhum papanya.

Foto seorang Dokter yang selalu ia banggakan.

Pria yang menjadi alasan ia memilih profesi yang sama,Air matanya jatuh satu per satu.

"Papa..."

Suaranya bergetar.

"Malam ini Agra bertunangan."

"Aku kalah, Pa."

Mama Tika yang mendengar suara itu segera datang.

Begitu melihat putrinya menangis di depan foto ayahnya, hati Mama Tika ikut hancur,Wanita itu langsung memeluk Alea.

"Aku capek, Ma..."

Suara Alea nyaris tak terdengar.

"Sayang..."

"Kita tidak pernah bisa memaksa seseorang memilih kita,Kalau cinta kalian memang ditakdirkan bersama, tidak ada siapa pun yang bisa mengambilnya,tugasmu bukan mengejar."

Tangis Alea perlahan mereda.

"Kamu tidak kehilangan harga dirimu cuma karena seseorang memilih jalan lain."

"Kamu tetap Alea." ujar mama menenangkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!