NovelToon NovelToon
Penerus Pendekar Naga Putih.

Penerus Pendekar Naga Putih.

Status: tamat
Genre:Perperangan / Penyelamat / Fantasi / Kebangkitan pecundang / Action / Reinkarnasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hendra 31.

Han Zian, seorang pemuda sederhana dari Pulau Askara, terjebak dalam badai kehidupan. Fitnah yang tidak pernah dia lakukan menghantamnya, sampai dia diusir bersama ayahnya dari ibu kota, Shogun!

Qing Shu seorang Pendekar Naga Hitam dan putra Raja Kin, diam-diam membalas dendam kepada Pendekar Naga Putih beserta penerusnya.

Karena dendam yang tak terobati dari zaman ke zaman. Dimana, pendekar Naga Hitam diperintah oleh anak Raja Kin, untuk menghancurkan Pulau Hindi. Untuk mendapatkan putri Raja Tin, yang telah menolak lamaran Putra Raja Kin.

Membuat Raja Tin marah dan mencari bantuan kepada Sekte Bayangan Putih dan kepada Pendekar Naga Putih, untuk mengalahkan Qing Shu dan melawan Naga Hitamnya dengan Naga Putih. Agar telor yang akan menghancurkan Pulau Hindi berakhir.

Han Zian, penerus pendekar Naga Putih yang hidup menempa pedang dari besi bersama ayahnya. Harus menerima serangan bertubi-tubi dari kejahatan dendam Putra Raja Kin bersama Qing Shu pendekar Naga Hitam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendra 31., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 ~ Naga Putih Di lembah Naga.

Naga Putih di lembah Naga, diam-diam ia memperhatikan pergerakan Qing Shu. Ia menggunakan penglihatannya dari kejauhan, memperhatikan pergerakan Qing Shu. Semenjak kematian Gun Yoga, pendekar Naga Putih. Ia sudah memulai penglihatan dari kejauhan, karena Naga Putih yakin Dong Gao Putra Raja Kin, Jing Jia. Masih dendam atas ikut campur tangan Gun Yoga, pendekar Naga Putih.

Padahal pendekar Naga Putih diminta oleh tetua Ling Zhi atas permintaan Raja Tian Chang, Raja Tin. Namun Dong Gao merasa anak sang Raja, ia tidak memperdulikan hal itu. Ia hanya tidak mau ada yang menghalangi rencananya.

Naga Putih tidak mau kehilangan penerus pendekar Naga Putih atas kejahatan Dong Gao.

Di lembah Naga, Naga Putih terus memperhatikan pergerakan Qing Shu. Bola mata Naga Putih berwarna kehijauan, ia memfokuskan pandangannya.

kini terlihat Qing Shu, sedang bersama Dong Gao. Di Paviliun Kerajaan Kin, mereka berdua sedang membicarakan rencana yang akan mereka buat.

Didalam lingkaran pandangan Naga Putih, Qing Shu dan Dong Gao mempersiapkan apa saja yang membuat rencananya berjalan mulus.

"Aku yakin Naga Putih tidak akan tinggal diam dan tidak akan mau kehilangan penerus Naga Putih." kata Qing Shu, memulai pembicaraannya kepada Dong Gao.

Qing Shu membalikan badan dan memandang Dong Gao, dengan pandangan serius agar ucapannya di percaya oleh Dong Gao. Qing Shu menggunakan jubah serba hitam, dengan pedang di pinggangnya berwarna merah. Aura mistisnya selalu ada didalam dirinya.

"Akupun demikian Paman Qing, jadi bagaimana jika rencana kita gagal?" kata Dong Gao, mempertanyakan rencana. Ia kawatir kedepannya akan gagal oleh Naga Putih. "Apakah kau sudah dengar kematian Dong Fai dan Kai Ming, Paman?"

Qing Shu terkejut mendengar pertanyaan Dong Gao, mata membulat menatap Dong Gao. Lalu ia berusaha tenang agar tidak terlihat rasa takutnya kepada Dong Gao.

"Itu hal biasa didalam dunia persilatan." kata Qing Shu, ia kembali membalikan badannya. "bagaimana bisa mereka mati, aku sudah memberikan sebagian kekuatanku kepada mereka berdua."

Qing Shu tidak percaya semua itu bisa terjadi, dua pendekar tertua Sekte bisa tumbang dengan mudah.

"Aku dengar penerus Naga Putih sudah mempunyai kekuatan tingkat tinggi?" kata Dong Gao

Seketika raut wajah Qing Shu berubah menjadi muram, rasa takutnya muncul membuat pikirannya tidak karuan. Namun ia terus berusaha tenang agar tetap tidak ketauan oleh Dong Gao.

"Lantas kita harus bagaimana, Paman?" tanya Dong Gao kepada Qing Shu, karena ia pun bimbang harus berbuat apa.

"Lanjutkan saja rencana kita, aku akan menggunakan kekuatan Naga Hitamku." kata Qing Shu.

Rasa takut Qing Shu mendalam, karena ia tahu. Naga Hitam tidak akan menang melawan Naga Putih, dengan cara apapun.

"Paman, Naga Hitam pernah kalah oleh Naga Putih. Apakah yakin bisa mengalahkan Naga Putih jika penerus Naga Putih sudah bisa menggunakan Naga Putih." kata Dong Gao, ia ingin tahu jawaban dari Qing Shu. Apa yang sudah disiapkan oleh Qing Shu untuk mengalahkan Naga Putih.

"Kau meragukan diriku?" Qing Shu kembali membalikan badannya kehadapan Dong Gao. "Aku sudah banyak mempersiapkan untuk kembali menang melawan penerus Naga Putih dan mengalahkan Naga Putih dengan Naga Hitamku."

Dong Gao tidak berani membantah kepada Qing Shu, ia takut Qing Shu akan menggunakan Naga Hitamnya untuk menghancurkan dirinya dan kerajaan ayahnya.

"Aku percaya kepadamu, Paman." kata Dong Gao.

Pembicaraan mereka akhirnya selesai, Qing Shu pergi dengan menggunakan jubahnya untuk terbang meninggalkan Paviliun Kerajaan Kin.

Sementara, di kediamannya Klan Pedang Pusaka. Putri Lin jin bersiap untuk pergi, ia pamitan dengan semua orang yang ada, terutama kepada Han Zian. karena ialah satu-satunya harapannya, yang bisa mengalahkan Qing Shu. Dan menyelamatkan dirinya dari kejaran Dong Gao, serta menyelamatkan dunia dari kejahatan Qing Shu dengan Naga Hitamnya.

"Aku pamit Han Zian, siapkan dirimu untuk melawan Qing Shu. Kaulah satu-satunya harapan kami." kata Putri Lin Jin, sambil menepuk pundak Han Zian.

Semua orang yang ada disana menyetujui ucapan Putri Lin Jin, namun tidak dengan para istri tetua Jiang Lei. Mereka tidak menyetujui ucapan Putri Lin jin, karena mereka masih kecewa dengan Hu Rong.

Akan tetapi tetua Jiang Lei mengikuti Putri Lin Jin, ia menepuk pundak Han Zian.

Para istri tetua Jiang Lei merasa malu kepada Hu Rong, akhirnya mereka mengikuti ucapan Putri Lin jin.

Tetua Ling Zhi tersenyum dan merasa lega Putri Lin Jin mempercayakan Han Zian bisa mengalahkan Qing Shu. Sebab tetua Ling Zhi sudah tidak meragukan lagi kekuatan Han Zian, ditambah Naga Putih sudah turun langsung menemui Han Zian.

Hu Rong merasa bangga memiliki suami yang sangat di harapkan oleh Putri Lin Jin dan banyak orang. Ia pun bertambah semangat akan mempelajari kekuatan penyembuhan untuk membantu orang lain atas petunjuk Naga Putih.

Putri Lin Jin dan pengawalnya mulai beranjak pergi meninggalkan kediaman Klan Pedang Pusaka, dibantu tetua Jiang Lei untuk menembus Formasi perlindungannya. Dirinya merasa lega telah bertemu dengan Han Zian, meski dirinya telah mengutus sebagian prajurit kerajaan untuk memperhatikan Han Zian dari para pendekar suruan Qing Shu yang hendak membunuhnya. Namun rasa ingin bertemu kepada Han Zian begitu besar sampai ia tidak bisa menahannya.

Setelah kepergian Putri Lin Jin, Han Zian dan Hu Rong kembali membicarakan petunjuk Putri Lin Jin untuk menemui Sekte Tabib Ilahi di taman bung mawar.

Hu Rong menarik napas panjang sambil mengingat pertemuan sang Ayah dengan Sekte Tabib Ilahi.

"Bagaimana caranya agar aku bisa menemui Sekte Tabib Ilahi, sedangkan mereka diranah yang tinggi." kata Hu Rong.

"Apakah kau perna melihat ayahmu menemu meraka?" tanya Han Zian kepada Hu Rong.

"Aku tidak pernah melihatnya, tetapi aku hanya melihat ayahku mempersiapkan perlengkapannya untuk pergi menemui meraka." kata Hu Rong yang sambil melangkah menyentuh bunga mawar.

"Apa saja perlengkapan ayahmu sebelum ia pergi." tanya kembali Han Zian kepada Hu Rong.

Hu Rong kembali menarik napas panjang sambil mengingat ingatnya, lalu akhirnya ia mengingat persiapan sang Ayah saat hendak pergi menemui Sekte Tabib Ilahi.

"Aku ingat ayahku sebelum pergi meninggalkan rumah, ia menyebut nama kakekmu. Lalu seketika ia pergi

Namun ketika Hu Rong sedang berusaha mengingat ingatnya. Dirinya merasakan sesuatu yang aneh, seperti ada yang menggangu pikirannya. Daya ingatnya pudar, dan kini ia susah mengingat sesuatu.

Han Zian melihat Hu Rong merasa ada yang aneh, ia langsung menghampiri Hu Rong. "Ada apa dengan dirimu?"

"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku tidak mengingat sesuatu." kata Hu Rong, sambil memegang kepalanya.

Han Zian merasa bimbang dengan kejadian ini, mengapa tiba-tiba saja sang Istri seperti ini?

1
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Naro kopi dulu ya, Een. Bacanya ntar kalo udah bisa nyender 😁
Mr.Gendo!: ok kk. nyender ja dulu, biar baca nya ngerepi😄
total 1 replies
𝕬𝖉𝖊 𝕾𝖚𝖑𝖙𝖆𝖓
kenapa ayah dan akan beda marga ?
Mr.Gendo!: Karena dia sebenarnya keturunan dari eropa, mangkanya penerusnya bermata hijau. ikuti aja trus ceritanya, jangan lupa klik dan kasih pote.🙏
total 1 replies
Lanjutkan
Semoga Mcnya tdk mudah terjebak oleh wanita
Hadir....
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
imajinasi nya keren bgt sih thor. bisa buat cerita kek gni /Casual/
Mr.Gendo!: Alhamdulillah dengan bantuan kakak mensuport cerita ini, saya jadi Tamba semangat membuatnya dan mendapatkan ide serta imajinasi yang kreatif. Dan saya ucapkan terima kasih banyak atas dukungan yang kakak berikan 🙏
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
menghadapi orang licik emang harus hati² thor. lanjut/Joyful//Determined/
Mr.Gendo!: Betul Thor, apalagi orang liciknya kuat. Kita harus banyak berdoa 😁😄
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
lanjut thor jgn lp mampir karyaku "DICINTAI OLEH RAJA MAFIA"/Rose//Ok/
Mr.Gendo!: ok siap Thor.
total 1 replies
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
Ini babnya diapus banyak yak?
Perasaan kemaren uda banyak/Smile/
Mr.Gendo!: iya kak.
total 3 replies
Mita Maharani
Keren ya masih kecil udah pintar seperti itu . Kaisar nya aja akan jadikan mereka bagian di kekaisarannya kalo sudah besar .!!
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ: Permisi Kaka, aku mau promosi novel baru ku judulnya TERLANJUR MENIKAH. boleh ka sekalian mampir😁✌️
total 1 replies
Mita Maharani
"Wah seperti nya keren nih cerita nya. Lanjutkan thor.!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!