NovelToon NovelToon
Gardenia

Gardenia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:207.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Citra Susanti

Karena sebuah kesalah pahaman, seorang gadis suci dihancurkan kehormatannya. Tak hanya kehilangan kehormatan, Ia harus kehilangan cinta, karir dan keluarganya. Di tengah upayanya bertahan menghadapi cobaan, Ia terpaksa harus dijatuhkan dengan kenyataan lain. Mengandung benih orang yang "merusak"-nya. mampukah Ia tetap melangkah membawa kemalangan dan merubahnya menjadi kebahagiaan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Citra Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Permohonan dan Penaklukan

Dedi membuang nafas berat, matanya menatap sendu ke arah layar laptop di hadapannya. Sudah separuh waktu kerjanya terbuang dengan lamunan. Pikirannya kali ini sejalan dengan kegundahan hatinya. Ia masih tak percaya dengan semua yang terjadi belakangan ini. Bukan tentang dirinya ataupun tentang keluarganya, namun tentang seseorang yang juga ia anggap penting di hidupnya. Clarissa.

flashback on

Dedi memutuskan membawa Risa ke rumah sakit setelah hampir setengah jam gadis itu tak juga siuman. Erna, yang bekerja sebagai tenaga medis di kantornya mengatakan akan lebih baik jika gadis itu diperiksa dengan benar oleh yang berkompeten. Seolah ada yang ditutupi wanita itu dan Dedi menebak bukanlah sesuatu yang bagus.

Dedi turut didampingi oleh pria yang ribut dengan Indra, dan pria yang menengahi keduanya serta Siska. Mereka larut dalam kebisuan di luar ruang perawatan menanti dokter memeriksa keadaan. Tak berapa lama dokter wanita dan seorang perawat keluar.

"Pasien hanya syok saja ... kondisinya sudah stabil. Mohon dijaga pola makannya supaya kandungannya tetap sehat. Saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk membantu kehamilannya," terang Sang Dokter.

Dedi terkesiap. Ia tak yakin jika pendengarannya bermasalah. "Maksud Dokter Risa hamil?" tanyanya sangsi. Dokter wanita tersenyum lalu mengangguk. "Apa Anda semua belum tahu? Kandungannya sudah menginjak tujuh minggu," jawabnya ramah.

Merasa tugasnya telah selesai, dokter wanita itu undur diri. Dedi memandang Risa dari balik pintu kaca, masih dengan tatapan tak percaya. Risa hamil. Bagaimana bisa? Batinnya hampir meledak dengan berbagai pertanyaan yang muncul dari kepalanya. Pandangannya kini beralih kepada tiga orang yang terdiam di sekitarnya. Dedi yakin, diamnya ketiga orang itu bukan karena tak tahu perkara ini melainkan sebaliknya. Dedi menatap satu persatu pemuda pemudi itu, matanya berhenti di hadapan Siska yang menunduk. Dedi merasa akan tepat jika ia menanyakan semua pada asisten Risa.

"Apa Kamu bisa menjelaskan tentang hal ini kepada Saya Siska?" tanya Dedi sopan namun terdengar memerintah. Siska mengangkat wajah takut-takut, lalu memandang ke arah Akbar dan Fajar bergantian.

Belum sempat Siska membuka suara, rupanya Akbar sudah mencengkeram baju Fajar dengan kedua tangannya.

"Lihat akibat kecerobohanmu!" bentaknya. "Aku sudah bilang, jika Risa tak menginginkannya, maka Kau jangan ikut campur!" raung Akbar.

Siska dan Dedi terkejut dengan kemarahan pria itu, namun mereka tak kuasa melerai keduanya yang sudah terlihat sama-sama marah.

Fajar mencoba melepas cengkeraman Akbar. "Kau pikir Aku akan diam saja hah? Ba**jing*n itu datang kembali seolah tanpa dosa setelah menghancurkan Risa. Aku sudah berjanji akan menyeret pria br*s*k itu ke penjara setelah membuatnya babak belur. Kenapa Kau menghentikanku!" ucap Fajar tak kalah emosi. Matanya melotot menantang Akbar.

Dedi terdiam menahan jeritan tanya yang ingin terucap dari mulutnya. Mendengar kedua pemuda itu bertengkar membuatnya semakin membaca apa yang sebenarnya terjadi dengan Clarissa. Meski Ia tahu sepertinya akan ada kenyataan menyakitkan di balik ini semua.

Akbar melepas cengkeraman kedua tangannya. Sorot amarah sudah tak ada di matanya, berganti menjadi sorot mata dingin. "Aku tak peduli apapun yang Kamu lakukan, tapi jika Risa tidak menginginkannya maka aku akan menghentikanmu," tegasnya. Akbar kemudian berlalu meninggalkan lorong rumah sakit.

Fajar bertingkah frustasi. Ia benar-benar tak mengerti dengan pikiran Akbar yang terus menentang dirinya. Meskipun saat ini di sudut hatinya Ia merasa bersalah

dengan yang terjadi pada Risa.

Siska berjalan lunglai menuju salah satu kursi yang ada di lorong. Ia ingin menenangkan hatinya dengan menjauh dari Fajar. Entah kemana perginya pria humoris yang dulu dikaguminya karena sekarang sosok itu selalu membuat jiwa penakutnya kalang kabut.

Dedi menatap ke arah pria tinggi besar yang saat ini tampak frustasi. Ia yakin jika pria itu tahu lebih banyak dari apa yang dibayangkannya. "Kenapa Kamu menuduh Indra dan memukulinya?" tanya Dedi. Ia mencoba memancing Fajar agar mau buka suara, dan sepertinya berhasil.

Fajar menatap pria berusia yang ia tebak hampir separuh abad itu lekat. Dadanya bergemuruh saat mendengar ucapan pria itu. "Saya bukan orang yang asal memukul dan menuduh tanpa bukti,"ucapnya kesal. "Bahkan saya punya bukti kuat untuk langsung menjebloskan ba**ngan itu ke penjara."

Dedi menatap pemuda itu seksama. Tak ada raut kebohongan di sana. "Apa Kau yakin?" tanyanya lagi. Fajar rampak gusar merasa diragukan kejujurannya.

"Saya memiliki bukti DNA lelaki itu yang menempel pada tubuh Risa, pria itu yang sudah memp*rkos* Risa" ujar Fajar dingin.

Dedi mengusap wajahnya frustasi. Dadanya menjadi sesak seolah ada beban tak kasat mata masuk ke paru-parunya. Dedi merasa hancur. Fajar hanya terdiam memandang pria paruh baya itu yang sedikit limbung. Fajar benar-benar tak menyangka akan reaksi pria itu. Bahkan Fajar dapat melihat genangan air di mata pria berkacamata itu.

Ya, Dedi tak mampu mengendalikan kesedihannya lalu menangis. Ia merasa seperti ayah yang gagal untuk melindungi putrinya. Clarissa, gadis itu sudah ia anggap seperti putrinya sendiri. Bahkan jika Risa belum bertunangan, ia berniat menjodohkan Risa dengan Fahmi, putra sulungnya. Namun sekarang masa depan gadis itu sudah dihancurkan oleh pemuda tak bertanggung jawab. Dan parahnya, pemuda itu yang selama ini dalam lindungan dan pengawasannya.

Dedi menahan geram. Ia tak menyangka jika pemuda yang selama ini ia yakini baik ternyata perbuatanmu sangat rendah. Dalam hati ia berjanji akan mencari keadilan bagi Risa. Ia akan melaporkan perbuatan bejat Indra pada Pak Awan, atasannya, yang juga paman Indra. Dedi tak peduli jika mungkin hal ini mempertaruhkan jabatannya.

flashback off

Dedi tersadar dari lamunan saat mendengar suara ketukan. Setelah mempersilahkan masuk, muncullah sosok Faris dari balik pintu ruangannya.

Dedi memandang pria yang dikenal dingin itu seksama. Akhir-akhir ini pria itu tampak semakin jarang tersenyum. Beberapa kali Dedi melihat perubahan sikap Faris kepada Risa, membuatnya semakin yakin jika pemuda itu sudah tahu apa yang terjadi dengan tunangannya. Dedi menjadi sangsi jika Faris akan tetap melanjutkan pernikahan dengan Risa yang seharusnya digelar satu bulan lagi.

Dalam hati Dedi tersenyum miris. Ia teringat saat pria itu dengan jantan meminta restu padanya untuk berhubungan dengan Risa. Dedi memang tak tahu banyak tentang Faris, namun melihat hubungan serius keduanya ia merasa senang. Ia yakin Faris akan mencintai Risa dengan tulus dan menjadi keluarga yang akan selalu di sisi gadis itu. Tetapi sepertinya pemuda itu sudah mulai lupa tentang kesungguhan hatinya pada Risa. Dedi melihat sinar cinta itu tak lagi ada di mata Faris.

"Duduklah," perintah Dedi halus. Faris duduk di sofa, berseberangan dengan posisi duduk Dedi.

"Asisten saya mengatakan Pak Dedi mencari saya? Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Faris dengan wajah tenang.

Dedi tersenyum. Faris memang bukan orang yang suka berbasa-basi, Untuk itulah Dedi tak ingin berbasa-basi lagi.

"Aku ingin bertanya padamu sebagai seorang ayah. Bagaimana hubunganmu dengan Risa sekarang Faris?" tanya Dedi. Ia merasa tak perlu memanggil Faris dengan embel-embel seperti biasa karena memang tujuan utamanya memanggil pria itu untuk urusan pribadi.

Faris terlihat tenang. Ia diam sesaat mencoba berhati-hati menjawab pertanyaan atasannya yang Ia ketahui sangat dekat dengan Risa.

"Aku yakin Kau sudah tahu kenyataan yang terjadi pada Risa bukan? Sikapmu yang kini menjaga jarak dari Risa adalah bukti Kau tahu hal itu," ujar Dedi.

Faris tersenyum sinis. "Apakah sangat terlihat sekali jika Saya menghindari Risa?" tanya Faris. Ia kemudian memandang Dedi lekat. "Sepertinya Bapak pun sudah tahu semua yang terjadi dengan Risa. Lalu apakah Saya salah jika saat ini menjaga jarak dan mencoba memikirkan kembali nasib hubungan kami ke depannya?" tanyanya datar.

"Menjaga jarak dan memikirkan nasib kalian ke depannya,"-Dedi tersenyum mengolok jawaban Faris-"Apakah salah satu caranya dengan mendekati anak magang itu dan meyakinkan seluruh karyawan hatimu sudah berpaling dari Risa?" tanya Dedi sedikit meninggikan suaranya.

"Aku benar-benar kecewa padamu Faris. Apa kau lupa bagaimana dulu kau memperjuangkan cintamu untuk Risa? Apakah hanya seperti itu arti perjuanganmu padanya? Hanya seorang pengkhianat yang berhak kau perlakukan seperti itu dan Risa tidak mengkhianati dirimu. Kau tahu itu!" ucap Dedi tegas. Faris hanya terdiam.

"Apa kau melupakan janji yang Kau ucapkan pada ayah Risa dulu. Kau bilang akan menjaga dan melindungi gadis itu. Kau akan menjadi satu-satunya orang yang berdiri di sisi Risa saat semua orang meninggalkannya. Apa Kau lupa kalimat yang Kau ucapkan di hadapan jenazah ayah Risa, Faris?" tanya Dedi kali ini dengan suara yang bergetar.

Faris memejamkan mata dan tetap diam.

"Risa membutuhkanmu Faris," ucap Dedi. Kali ini suaranya pelan dan bergetar. "Di saat seperti ini seharusnya Kau berada di sisinya. Apa Kau tahu jika gadis itu kemarin pingsan?" tanyanya lagi.

Faris terlihat kaget namun sikapnya tetap dingin. "Apa Kau tahu kenapa dia pingsan? Saat ini dia sedang hamil Faris ...," ucap Dedi. Suaranya terdengar putus asa.

Sontak ucapan Dedi membuat Faris membelalakkan mata tak percaya. Ia mencari kebohongan di wajah pria berkacamata di hadapannya, tetapi tak nampak di sana.

Dedi mendekati Faris. Mengabaikan siapa dirinya, ataupun kedudukannya pria itu memohon pada Faris. Hal yang tak pernah ia lakukan seumur hidupnya kini tengah ia perjuangkan demi sosok gadis yang ia anggap seperti putrinya.

"Tolonglah Faris. Apapun yang terjadi, tepati janjimu pada Risa. Nikahi dia. Berikan perlindungan kepada gadis itu seperti yang Kau janjikan dulu padanya. Ini adalah permintaan seorang ayah demi anak gadisnya," ucap Dedi pelan dan penuh permohonan.

Faris hanya diam dan tak lama pria itu pun pergi meninggalkan ruangan Dedi.

**

Lusi memperhatikan Faris yang sudah kembali dari ruangan Pak Dedi. Dari raut wajahnya, gadis itu yakin sesuatu telah terjadi dan pasti berhubungan dengan Clarissa.

Tanpa sadar Lusi meremas kertas yang saat ini tengah ia fotokopi. Hatinya panas memikirkan Faris masih belum bisa menjauh dari sepupunya itu.

"Kakak tidak apa-apa?" tanya Lusi. Raut wajahnya ia tunjukkan dengan simpatik. Ia ingin menegaskan bahwa dirinya mengkhawatirkan pria itu.

Faris mengangguk. Wajahnya kembali dingin mengisyaratkan agar tak ada yang mengganggu dirinya. Namun bukan Lusi namanya jika akan mundur hanya karena raut muka Faris. Gadis itu memiliki beragam rencana licik di kepalanya melebihi apa yang terlihat dari penampilannya. Obsesinya pada Faris membuat gadis itu melakukan berbagai cara untuk sekedar mendapat perhatian Faris. Dan beberapa minggu ini Lusi merasa dirinya berhasil membuat Faris dekat dengannya. Bahkan rencana besar yang mempertaruhkan kesuciannya kemarin sudah dilakukan meskipun Faris tetap menjadi sosok yang jauh dari harapannya.

Lusi tersenyum memikirkan rencana yang akan ia gunakan untuk membuat Faris bicara. Dan rencana itu adalah rencana yang ia gunakan kemarin saat dirinya menjebak Faris agar mau tidur dengannya.

Dan malamnya, entah bagaimana caranya agar Faris mau menerima Lusi ke apartemennya. Bahkan gadis itu bisa langsung membuat Faris mabuk dan mulai meracau. Di situlah Lusi menjadi tahu bahwa akibat per**saan yang dialami Risa, saat ini sepupunya itu sedang hamil.

Rupanya gosip yang ia sebarkan tentang kehamilan Risa bukan kabar Bohong semata. Lusi tak menyangka jika Tuhan menjadikan cerita karangannya menjadi nyata. Lusi tersenyum mendengar penuturan Faris yang putus asa tentang Clarissa. Ia merasa Tuhan berpihak padanya dengan membuat gadis itu kini hamil akibat perbuatan orang lain. Lusi tak perduli saat Faris dalam mabuknya berungkali menegaskan jika ia tak akan meninggalkan Risa. Karena Lusi sudah menyiapkan rencana yang luar biasa untuk membuat pasangan kekasih itu pada akhirnya berpisah.

1
strawberry
😭😭😭😭
artika artika
bonusnya mana thor....sdh lama tdk update
artika artika
akhirnya mewek..😭😭😭
Embun Pramista
Akbar kali, bukan Faris
Endah Purworini
semangat thor. aq suka ceritanya
oyen
ini si othor kemana ya!!
lama gak muncul "!!
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
bonus chapternya kon thor.... dh lamaaaaa bgt ditunggu ga ada updatenya jg 😓😓
Delvia
akbar gantengnya laki banget.. emang turki tuh cowoknya laki banget
◦•●◉✿miamustofa✿◉●•◦
well done thor 👌👍

setelah aku stop baca di part 82, krn d rasa alur nya ga maju2.
akhirnya, hr ini tuntas baca 29 part dalam sehari, abis sampe tamat.

Terima kasih sdh berkarya, memberi hiburan buat kami.
tetap semangat melahirkan karya2 lg ya thor.
jangan kecil & patah semangat dengan kritik & saran.

aku kasih hadiah vote & bunga ya thor, biar terus semangat berkarya..
☕Wirasena☕®®f❣️
gak rela kalau udah end....cerita yg selalu aku tunggu up nya...bikin S2 nya kak cerita tentang jani,bian akbar 🥺🥺🥺aku tunggu bonchap nya😉 semangat kak😉
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
ahhh... sebenarnya ga rela kl dh end aja 😅 apalagi sebln hiatus, sekalinya update tau2 dh end aja.... salah satu novel favorit aku...smbil nunggu up kmrn, ngulang lg baca dr awal...ditunggu bonus chapter nya ya thor.... ❤❤❤
10 like
Wina Nengsih
ditunggu extra part-nya kalau bisa bikin cerita Jani dan Siska juga ya
Reny Angryani
sebulan menanti dikasih END
author tegaaaa...
꧁ッѕυℓιѕ༺૨૨Բ💙Ϙяƒ༻ッ꧂
apa ada S2 nya kak🙄
💜☕ѕυℓιѕ☕💙
kok rasanya gak tega ya kalau udah end.. selamat ya indrasa udah dapat restu dari semua pihak... ikut senang 🥺🥺 ku tunggu extra partnya kak😉
Lady Noni
ini novel terrr...pavorite..selalu di tunggu..🥰
Dila
di tunggu bonchap nya thor... ❤❤🤗
Elina
yah udahan😭
Rina
kapan ni ya lnjutnya ko d lama bngt, pnasarn ni up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!