Bagaimana tiba tiba nama mereka tidak terdaftar di asrama ?
Sebuah kampus memiliki asrama . Setiap Maba . Sebagai anak Rantau wajib tinggal Asrama
Tetapi harus mendaftar lebih dulu . Karena setiap kamar sudah di perhitungkan
" Atas nama Zero Alfa Pratama "
" Saya atas nama Soraya Arawinda "
Keduanya saling tatapan satu sama lain ketika nama yang di sebutkan tidak ada di daftar tempat tinggal asrama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pegal tapi Nikmat
Keesokan harinya . Soraya lebih dulu bangun . Melihat tangan Zero melingkar di dadanya sekaligus jari jempol nya itu menekan buah dadanya itu
Soraya tersenyum . Ia membalikan tubuh nya dan memeluk Zero
" Hem... Sayang udah bangun ? " Tanya Zero
" Udah mas " jawab nya
Zero kembali tidur lagi tangan nya dengan posesif merangkul pinggang Soraya . Tak lama kemudian tangan itu mengangkat dan bertindih di tubuh Zero
Walaupun matanya tertutup. Zero mengarahkan bibir nya mencium bibir Soraya
Mereka semalam hampir main sampai subuh karena jamu itu terus menerus belum hilang dalam tubuh Zero
Senang sekaligus kesel karena Soraya menahan ngantuk nya
Cup
Cup
Hmppp...muah
Zero tersenyum ketika ia menggigit kecil bibir Soraya sebelum istrinya kesel karena kesakitan
" Mas. Aku mau masak buat sarapan kita . Lepasin tangan nya "
" Gak mau " tolak nya
" Mas Zero !!! " Geram nya
" Yaudah iya " pasrah nya
Soraya langsung mencuci muka nya kemudian ia pergi ke dapur untuk merasakan sarapan untuk mereka berdua . Di dapur itu sesekali Soraya tersenyum
Rasanya segar sekali pagi pagi setelah aktivitas semalam tadi . Walaupun seluruh tubuh nya terasa sakit saat ini . Tidak berbanding dengan rasa bahagia setelah 2 bulan tidak seperti ini
Nasi goreng buatan nya telah jadi . Soraya membangunkan Zero untuk mandi tapi malah melanjutkan tidur nya lagi
Pada akhirnya soraya lebih dulu mandi kemudian Zero baru saja bangun
" Aku udah buatin nasi goreng mas . Mandi dulu sana "
" Makasih sayang udah di buatin sarapan " jawab nya
" Sama sama . Aku tunggu depan ya . Mau aku buatin minuman biar nanti kamu bawa "
" Aku mau jus dong sayang " katanya
" Oke mas . Nanti aku buatin jus . Mandi dulu ih . Bau acem keringatan semalam " jawabnya
Di pertengahan makan . Zero terdiam memikirkan keganasan semalam . Kapan terakhir mereka berhubungan? Zero merasa lama sekali
Tapi kenapa semalam bisa seperti itu ? Em... apa karena jiwa keinginan nya itu tiba tiba muncul ? Entah lah
Padahal di balik itu semua karena jamu yang Soraya berikan . Zero tidak memikirkan tentang jamu negatif itu
Sama sama habis di piring itu . Tiba tiba Soraya megenggam tangan Zero
" Nanti malam kita makan di luar yuk mas ? Mas jam berapa pulang ? " Tanya Soraya
" Nanti malam mas mau basket sayang " tolak nya
Soraya mengerti . Kali ini ia tidak marah seperti kemarin . Kan keinginan nya sudah di kabulkan
" Jangan marah ya . Besok aja kita makan di luar sayang"
Soraya menganggukan kepalanya
" Iya mas . Aku gak marah kok . Paling nanti malam aku mau kerumah mama papa aja . Makan malam disana "
" Yaudah sayang " jawab Zero
Zero langsung berdiri bersantai sebentar membakar rokok nya . Melihat Soraya sudah bersiap siap berangkat kerja . Barulah Zero mematikan rokok nya siap siap ganti baju kerja juga
Zero memberikan bukti transfer kepada Soraya nafkah dan jajan serta kebutuhan mereka bulan ini
" Makasih mas " ucap nya
" Sama sama sayang " jawab nya
Lanjut memakai bedak kemudian memasukan barang yang harus di bawa ke kantor nya
Tiba tiba banget Zero memeluknya tangan kekarnya itu memainkan dua gundulan yang saat ini masih sakit akibat ulah nya sendiri
" Makasih ya untuk semalam . Kalo uang jajan nya kurang bilang aja " katanya
Soraya menganggukan kepalanya
" sama sama sayang "
Cup
" Tunggu di depan dulu sana . Sebentar lagi aku selesai "
" Ok sayang, jangan lama ah . Jam 9 aku harus sampai di kantor " jawab Zero
~
Cup
Cup
Cup
Harusnya suami kan yang cium istri ketika di antar berangkat kerja ? Ini kenapa Soraya yang mencium suaminya ? Terlibat jelas kecintaan istrinya itu
Puas mencium pipi nya . Soraya memeluknya
" Udah sana masuk. Ga enak di lihat lama lama di mobil "
Soraya melepaskan pelukan nya ia rapikan tas dan pakaian kerja nya sebelum keluar dari mobil
" Kamu tuh cuek banget sih sama istri . Gak ada mesra nya . Istrinya di cuekin terus " protes Soraya
Zero menghela nafas . Ia buka kunci mobil itu Setelah Soraya turun. Zero langsung tancap gas berangkat ke kantor nya
Memasuki gedung perkantoran yang cukup besar . Soraya berdiri di depan lift menunggu lift itu akan turun kebawah
Melihat jam pukul 8.30 . Soraya tepat waktu sampai kantor nya . Saat lift yang telah ia tunggu terbuka . Soraya segera masuk dan berdiri di paling belakang
Beberapa lantai di lewati dan di lantai 9 ada salah satu pria tinggi dengan kacamata hitam nya serta hidung mancung nya itu masuk di saat lift sudah penuh
Tet...tet...
Semua orang yang ada di lift itu menatap nya . Menatap pria yang baru saja datang
" Keluarlah " ucap salah satu orang wanita di sana
Pria yang baru saja masuk itu tidak mau keluar pada akhirnya ada satu laki laki dengan tubuh ke samping keluar
Lift tidak bunyi lagi tapi tetap saja orang yang berada d dalam lift itu kesal dengan pria yang baru saja masuk
Tepat lantai 12 . Beberapa orang di dalam nya keluar termasuk pria yang menyebalkan itu juga disana
Soraya menekan id card nya sebelum memasuki ruang kerja nya itu
Memasuki jam makan siang . Soraya pergi ke kedai coffe samping kantor. Ia sendiri karena teman teman nya makan siang dengan yang lain
" Mau americano 1 sama sandwich yang ini satu " ucap Soraya kepada karyawan kedai coffe itu
Menunggu coffe itu sedang di buat . Tak di sangka pria yang di lift tadi berada di belakang Soraya
" Mbak nya udah pesan? Boleh saya maju ? Pengambilan pesanan disana mbak " ucap nya dengan sopan
Soraya menggeser ke samping yang dimana ia menunggu pesanan nya di tempat yang sudah di siakan. Sesekali ia melihat priayang di lift tadi sedang mencari menu
Di taman belakang kantor. Saat ini Soraya menikmati waktunya sendiri dengan Sandwich dan juga kopi
Rasa tenang sekali ketika punya waktu sendiri . Tapi siapa sangka tiba tiba ia di ganggu dengan uluran tangan
" Boleh kita kenalan ? Sepertinya kita satu kantor ? " katanya