Aska dan Carla 2 pewaris Geng saling bermusuhan yang yang tanpa sengaja bertemu dan saling jatuh Cinta. dibawah tekanan Para Tetua Geng yang tidak ingin mereka bersama, mereka berdua tetap nekat untuk bersama.
Carla juga di buru karena di anggap mengandung anak kutukan yang bisa menghancurkan keberlangsungan kedua geng.
Kisah kelam masa lalu membuat kedua geng saling menahan diri untuk tidak berperang semakin membuat semuanya menjadi tegang.
Novel ini benar-benar novel baru dengan ide dan gagasan baru, di luar dari 4 novel sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fonzo manek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Air Mata Burhan
Selama 27 tahun hidup bersama, ini pertama kalinya Dia melihat Burhan serius bahkan sampai menangis. Itu cukup menyentuh hatinya berbeda dengan Rudy yang sudah terbiasa melihat Burhan menangis.
Sedikit menyedihkan, Burhan menangis di depan banyak orang. Seketika itu juga Rudy langsung mengingat pesan Burhan “ Rudy, aku hanyalah anak polos saat pertama kali berada di tempat ini, hingga aku jatu cinta dan kehilangan. Apa kau tau, semua tidak ada arti saat tidak ada cinta dalam dirimu. Ini ada foto putriku, harta terbesar di hidupku. Jika dia jadi istrimu, jagalah dia seperti ratumu, jika tidak jagalah di seperti saudarimu” membuat Rudy memutuskan untuk menjaga Carla layaknya saudarinya sendiri.
Rudy juga mengingat kejadian dimana Burhan mengangkatnya dari jalanan saat dia berani mencopet dompet Burhan hingga ketahuan dan intograsi oleh Burhan.
Derajatnya cukup di angkat saat mengenal Burhan, dia memberikan segalanya pada Rudy asalkan Rudy setia padanya. Rudy juga kini berjanji dalam hati untuk setia pada putri bosnya.
"Ini jam gantung siapa" Tanya Aska sedikit tertegun melihat jam gantung yang tidak asing baginya
"punyaku lah" sahut Carla langsung mengambilnya seakan takut kehilangan jam itu
"kamu menemukannya dimana ?" selidik Aska
"pemberian teman masa kecilku sewaktu di desa. Teman yang aku harap bisa menikah denganku kelak. Andai aku tidak terlibat kecelakaan itu dan berkenalan denganmu" Sahut Carla sengaja mengompori Aska karena masih kesal
"Apa kamu ingat namanya ?" tanya Aska dengan gelisah bercampur bahagia juga haru
"Namanya Aska, tapi aku lupa nama belakangnya. Waktu itu aku masih cukup kecil untuk mengingat nama belakangnya" Sahut Carla
"Coba kamu ingat wajahnya" Ucap Aska sambil menatap ke arah Carla
"ko mirip sama kamu ya, mas" kaget Carla sambil lebih jelas melihat Aska
"Aku memberi jam gantung itu saat aku menemani kamu ke warung" Ucap Aska sambil mengingat kejadian itu
"Mas Aska..... Aku bertemu denganmu mas. Apa ini takdir atau apa?" Ucap Carla seakan tidak percaya dan langsung berhamburan memeluk Aska dan melupakan kekesalannya.
"Kamu tidak perlu cemas, aku akan berusaha melakukan yang terbaik agar kita bisa bersama" hibur Aska sambil mengecup kepala Carla berulang kali
"sudah lama aku mencarimu, aku tidak ingin berpisah lagi mas" sahut Carla mengeratkan pelukannya
"Bersabarlah sebentar lagi. Kita berdua berada dalam situasi yang cukup sulit saat ini. Semua pasti Akan berlalu" hibur Aska
Momen kemesraan itu membuat semua yang ada disana hanya bisa diam sambil melihat ke arah mereka berdua.
Keadaan itu tidak berlangsung lama, tiba-tiba ada yang menyerobot masuk dan meminta Melisa untuk kembali ke Mansion. Situasi genting di Markas Black Angel.
Mendengar hal itu, Melisa langsung pergi dari rumah Burhan bersama anggota Black Angel yang menjemput mereka.
Niatnya hendak membawa Carla juga namun Burhan yang kekeh membuat mereka hanya bisa membawa Melisa.
Mereka semua membubarkan diri dari sana dan kembali ke Mansion masing - masing ke rumah mereka.
Melisa kaget, saat tiba di mansion di suguhi dengan pemandangan mayat-mayat penjaga yang tergelak kaku di depan Mansion.
Selang beberapa saat kemudian, para tetua Black Angel sudah berkumpul di Mansion.
Mereka sangat Gusar dengan penyerangan yang terjadi di Mansion Black Angel hingga menewaskan beberapa anggota Black Angel.
Arga yang terbawa emosi langsung mengumpulkan anak buah tersisa dan menyerang markas Eagle Eyes.
Rudy yang mendapat kabar itu segera memberi tahu Ardi untuk melarang Aska keluar karena akan ada serangan dari Black Angel.
Happy Reading, Guys
tetap semangat yah thor