Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 MAAF DAN RASA BERSALAH
Sepulang dari tempat Psikolog,
pikiran Ardi jauh lebih tenang. Dia tidak merasa gelisah karena marah dan emosi
yang bercampur aduk.
Sesampainya di rumah, Ardi
berbincang dengan Winda sambil bermain dengan Arjuna.
“Aku akan bawa Arjuna ketemu kamu
Jum’at siang sampai Minggu siang Mas” kata Winda.
Menurut Psikolog yang menangani
Ardi, penting bagi Arjuna bertemu dengan Ayahnya. Itulah mengapa Winda
mengambil keputusan akan membawa Arjuna bertemu dengan Ardi setiap hari Jum’at
sampai dengan Minggu.
“Ini semua aku lakukan buat Arjuna,
supaya dia tidak mengalami gangguan Psikologis nantinya. Seperti kata Psikolog
tadi” lanjut Winda.
Ardi hanya mengangguk, Winda terdiam
kemudian berkata,
“Tapi... kalau Mas Ardi keberatan
tidak apa-apa. Peran pengganti Ayah bisa dilakukan Kakeknya” kata Winda lagi.
Ardi melihat Winda kemudian berkata,
“Aku senang Win dengan keputusan
kamu membawa Arjuna menemuiku setiap Jum’at sampai Minggu. Kalau pun tiap hari
aku bisa ketemu Arjuna aku tambah senang” kata Ardi.
“Kalau kamu tidak keberatan, aku akan
bawa Arjuna setiap hari Jum’at sampai Minggu. Aku bawa dia ke sini. Nanti malamnya
aku bisa menginap di hotel dekat sini dengan Arjuna” kata Winda.
“Kenapa tidak tidur di rumah ini
saja? Walau bagaimanapun, rumah ini adalah milik Arjuna. Karena dia
satu-satunya anakku”
“Maaf Mas... aku belum atau tidak
bisa di rumah ini.... ini mengingatkanku akan luka lama. Maaf aku tidak bisa
kalau disuruh menginap di sini” jawab Winda.
Ardi terdiam, kemudian dengan berat
hati menjawab,
“Baiklah kalau itu mau kamu. Aku
akan menuruti semuanya asalkan aku bisa bertemu Arjuna.
“Terimakasih Mas atas pengertiannya.
Jikalau kamu merindukan Arjuna, silahkan datang ke rumahku tidak apa-apa. Ayah
dan Ibu tidak apa-apa” kata Winda.
“Terimakasih atas pengertiannya
Win...”
“Aku berencana memberikan semua aset
termasuk tokoku untuk Arjuna” kata Ardi.
“Dipikir-pikir dulu Mas. Nanti jika
suatu saat kamu menikah bagaimana? Kalau kamu punya anak lagi bagaimana?
Dipikir dulu sebelum bertindak. Lagipula Arjuna tidak kurang satupun karena aku
sudah bisa mencukupi semua kebutuhan Arjuna” jawab Winda.
“Hal ini sudah aku pikirkan dari
lama Win. Lagipula, kemungkinan aku untuk menikah lagi saat ini nol persen”
kata Ardi.
“Dipikir-pikir aja dulu Mas. Kalau
kamu kasih ke Arjuna semua, sedangkan aku adalah Wali Arjuna, kamu tahu kan
semua aset sebelum Arjuna cukup umur aku yang akan handle?”
“Aku tahu Win.... aku sudah
pasrah... itu untuk menebus rasa bersalahku ke Arjuna”
Winda terdiam, tidak tahu harus bicara
apa.
...................................
“Sudah sore Mas, aku akan cari hotel
dekat sini sekalian memandikan Arjuna” kata Winda.
“Nggak mandi di sini aja?” tanya
Ardi.
“Maaf Mas...... Aku belum bisa. Aku belum
bisa menghilangkan ingatan rasa sakitku dahulu” jawab Winda.
Ardi terdiam kemudian mengantarkan
Winda ke depan sambil berpamitan dengan Arjuna.
“Kalau masih ingin ketemu Arjuna,
nanti kita bisa ketemu di luar buat makan malam. Kamu bisa bermain dengan
Arjuna sampai Arjuna tidur, dan akun akan kembali ke hotel” kata Winda
menawarkan kepada Ardi untuk bisa bercengkerama dengan Arjuna lebih lama.
..........................................
Malam itu, Ardi, Winda dan Arjuna
makan malam bersama sambil bermain dengan Arjuna.
“Kenapa kamu mau membawa Arjuna
bertemu denganku Win?” tanya Ardi.
Ardi sudah tidak bisa menyembunyikan
rasa penasarannya tentang alasan Winda mau membantu terapinya sampai membawa
Arjuna bertemu dengannya.
Mendengar pertanyaan itu Winda
terdiam sejenak, setelah menghela nafas panjang, Winda menjawab pertanyaan
Ardi,
“Arjuna adalah anakmu Mas. Dia bukan
anak di luar nikah, yang artinya secara agama pun dia tidak boleh putus
hubungan dengan kamu”.
“Alasan yang lainnya adalah, karena
itu juga demi kebaikan Arjuna. Supaya sosok Ayah masih ada dan dia bisa
mengenalmu. Seperti kata Psikolog tadi, supaya perkembangan Psikologis Arjuna
tidak terganggu” jawab Winda.
“Terimakasih Win, sudah berbesar
hati membawa Arjuna untukku. Aku rasa, beribu-ribu kata maafku pun tidak bisa
menghapus rasa sakit yang aku timbulkan dulu.... terimakasih atas pengertiannya”
kata Ardi.
“Mungkin benar katamu Mas.... sampai
sekarang pun aku belum bisa melupakan sakit hatiku. Tapi aku juga tidak boleh
egois, karena Arjuna juga butuh kamu” jawab Winda.
Mereka terdiam dan Ardi memusatkan
perhatiannya kepada Arjuna. Ardi bermain dengan Arjuna sampai Arjuna tertidur.
Ardi menyerahkan Arjuna yang
digendongnya kepada Winda. Winda membawa Arjuna ke mobil dan meletakknya di
mobil kemudian berpamitan kepada Ardi.
“Aku ke pergi ke hotel dulu ya Mas. Besok kamu bisa bertemu
dengan Arjuna lagi” kata Winda kemudian dia masuk ke mobil.
Ardi bingung karena ada sesuatu yang
ingin dia tanyakan lagi kepada Winda. Akhirnya Ardi berdiri di samping mobil
kemudian dia bertanya kepada Winda,
“Win... ada sesuatu yang mau aku
tanyain sama kamu” kata Ardi terlihat ragu.
Winda yang melihat Ardi ragu untuk
bertanya menjawab,
“Tanya aja Mas. Nggak apa-apa. Akan
aku jawab” kata Winda.
“Begini Win..... apa... apa kamu mau
menikah lagi?” tanya Ardi memberanikan diri.
Winda tersenyum mendengar pertanyaan
Ardi.
“Belum tahu Mas. Tapi mungkin untuk
saat ini belum deh. Soalnya aku mau fokus sama Arjuna. Mungkin trauma juga,
karena sakit hatiku belum sembuh” jawab Winda.
Ardi yang mendengar jawaban Winda
merasa bersalah dan bingung tak tahu harus bagaimana.
“Memangnya belum ada lelaki yang
udah deketin kamu Win?” tanya Ardi lagi.
“Sudah ada Mas. Deketinnya langsung
ke Ayah Ibu.Tapi, sepertinya aku belum siap karena aku sibuk dengan Arjuna dan
kerjaanku banyak. Aku nggak mau dipusingkan masalah lelaki dan lain hal. Aku
ingin bahagia dulu Mas” jawab Winda.
“Maaf ya Win, gara-gara aku kamu
jadi belum mau menikah lagi” jawab Ardi.
Ardi merasa senang karena Winda
belum menikah lagi atau menjalin hubungan dengan siapapun. Ardi merasa belum siap
jika Winda menikah dengan orang lain.
Winda tersenyum mendengar permintaan
maaf dari Ardi.
“Sudah cukup kali Mas minta maafnya”
kata Winda.
“Kita menjalin silaturahmi yang baik
demi Arjuna” kata Winda.
“Maafnya disimpan saja dalam hati,
supaya Arjuna tidak mendengar Ayahnya meminta maaf berkali-kali” kata Winda
sambil tersenyum.
“Aku pamit dulu ya Mas”
......................................
Di rumah Mina, Mina tidak mau makan.
Dia hanya menangis meratapi kesdihannya.
Orangtua Mina bingung harus berbuat
apa. Segala cara sudah mereka coba untuk membujuk Jaya supaya mau menikah
dengan Mina, tetapi Jaya tetap tidak mau menikahi Mina.
Pernikahan Jaya batal karena Rara,
tunangannya membatalkan pernikahannya dengan Jaya karena belum bisa menerima
Jaya yang sudah mempunyai anak dengan Mina.
Merasa sakit hati, Jaya menemui
orangtua Mina dan menyetujui untuk menikah dengan Mina dengan syarat dia akan
mendapatkan modal dari Ayah Mina.
Mina yang mendengar bahwa Jaya mau
menikah dengannya menjadi bahagia dan mulai menata emosinya dan mau mengasuh Bimo
lagi.
mending bobo...
bikin kesel/eneg dehhh..