NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah

Dendam Berdarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Liburan keluarga Pak Gunawan dan Bu Sri yang sedang hamil tua berakhir tragis ketika mereka, bersama dua pelayan dan seorang tukang kebun, ditemukan tewas mengenaskan di vila mereka.

Penyelidikan mengungkap bahwa pembantaian tersebut dipicu oleh aksi perampokan yang berubah menjadi pembunuhan brutal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara yang memanggil!

"Apa kita tersesat?" Tanya Sri.

"Jangan bicara sembarangan dulu, Sri," bisik Bagas, mencoba menenangkan Sri meski tangannya sendiri mulai terasa dingin. Ia mengencangkan pegangannya pada senter, menyorot ke sekeliling untuk mencari tengara jalan.

Pak Basir menarik napas dalam-dalam, berusaha menjaga wibawanya sebagai yang paling tua di antara mereka.

"Tenang, jangan panik. Kalau kita panik, pikiran kita makin buntu. Di dalam hutan seperti ini, memang pandangan kita sering menipu. Semua pohon jadi kelihatan sama."

"Tapi Pak, saya yakin seratus persen tadi kita jalan lurus mengikuti bekas langkah kita sendiri," sela Tedi, suaranya naik satu oktav karena cemas.

Matanya bergerak liar menatap kegelapan di balik barisan pohon.

"Bagaimana bisa kita kembali tepat ke pohon ini lagi?" Kang Tono tidak menjawab. Ia maju, meraba bekas tebasan parang Tedi di batang pohon tersebut untuk memastikan. Setelah yakin, ia berbalik menatap Pak Basir dengan raut wajah yang kian mengeras.

"Kita tidak boleh asal melangkah lagi, Pak. Ini sudah tidak beres," ujar Kang Tono dengan nada rendah penuh kewaspadaan.

"Hutan ini seperti memutar balikkan langkah kita."

Sri semakin merapatkan posisinya ke dekat Bagas, merasakan suasana hutan yang mendadak terasa begitu pekat dan menekan. Suara jangkrik sore yang tadi mengiringi mereka kini seolah-olah lenyap.

"Padahal, kita tidak masuk terlalu jauh kedalam hutan bagaimana mungkin kita sampai tersesat." Kata Sri.

"Benar, Sri. Kita tadi paling baru berjalan sepuluh sampai 30 menit dari pinggir jalan utama," sahut Bagas, otaknya yang rasional mencoba menghitung estimasi waktu dan jarak yang telah mereka tempuh.

"Secara logika, jarak kita dari jalan raya itu dekat sekali."

"Itu dia yang bikin saya bingung, Mas Bagas," timpal Tedi, wajahnya kian tegang di bawah siraman cahaya senter.

"Hutan ini tidak seluas itu sampai bisa bikin orang tersesat berputar-putar. Kita semua tahu batasnya." Kang Tono melirik Pak Basir, lalu berbisik lirih,

"Pak... apa kita ketumpukan sesuatu? Jalurnya seperti ditekuk."

Mendengar ucapan Kang Tono, Bagas merasakan tengkuknya benar-benar merinding. Di daerah asalnya, ia sering mendengar cerita tentang orang yang disesatkan oleh penghuni hutan, dibuat berputar-putar di tempat yang sama meski jarak dari pemukiman hanya sepelemparan batu.

"Sudah, jangan berspekulasi yang aneh-aneh dulu," potong Pak Basir tegas, mencoba memutus aura mistis yang mulai memengaruhi mental rombongan. Beliau mematikan senter besarnya sejenak, memejamkan mata, lalu menghela napas panjang untuk menenangkan diri.

"Mungkin karena penerangan kita terbatas, tanpa sadar langkah kaki kita agak melenceng ke kanan atau ke kiri saat menghindari semak berduri tadi. Di kegelapan begini, belok sedikit saja jalurnya sudah beda," lanjut Pak Basir, berusaha memberikan penjelasan masuk akal demi menenangkan Bagas dan yang lainnya.

"Ayo, kita coba sekali lagi. Kali ini, Tono jalannya paling depan. Senter kita semua fokuskan ke punggung Tono. Kita jalan pelan-pelan, jangan terburu-buru."

Langkah kaki mereka yang memijak dedaunan kering kembali menimbulkan bunyi berkersek. Semua fokus mengikuti punggung Kang Tono di depan, memastikan tidak ada yang melenceng barang satu jengkal pun.

Sorot lampu senter menyatu, membentuk satu koridor cahaya di tengah kepekatan hutan.

Namun, baru sekitar lima menit mereka berjalan, telinga Sri menangkap sesuatu.

Di antara deru angin di dalam hutan yang berembus pelan, ada sebuah suara rendah yang mengalun. Suara itu begitu tipis, lirih, namun terdengar sangat jelas di indra pendengarannya.

"Sri......"

Sri seketika mematung. Langkah kakinya berhenti mendadak.

Cengkeraman tangannya pada senter mengencang, dan seluruh tubuhnya mendadak kaku.

Karena Sri berhenti tiba-tiba, Bagas yang berjalan tepat di belakangnya hampir saja menabrak punggung gadis itu.

"Sri? Kenapa berhenti?" tanya Bagas, menyadari perubahan sikap Sri yang mendadak tegang.

Tiga warga desa di depan mereka ikut menghentikan langkah dan membalikkan badan.

"Ada apa, Nduk Sri?" tanya Pak Basir dengan nada penuh kewaspadaan.

Sri tidak langsung menjawab. Ia mengangkat satu tangannya, memberi isyarat agar semua orang diam.

Matanya bergerak liar, menatap ke arah kegelapan di sisi kiri mereka, mencoba menembus barisan pohon yang hitam legam.

"Kalian... mendengarnya tidak?" Tanya Sri.

"Mendengar apa, Sri?" Bagas ikut memasang telinga, mengedarkan pandangan ke arah yang sama dengan Sri.

"Ada yang memanggil namaku, Gas..." lirih Sri, nyaris tak terdengar.

1
Maure Nia
🌸bagus banget ceritanya...aku suka cepet lanjut ya Thor untuk selanjutnya...karya" baru👌💪juga tetap semangat
Siti Yatmi
bantaiiii....jatmiko....aetujuuuuuu
Riska Salahudin
bagus banget
Yulia Lia
ikut nangis thoor
Yulia Lia
kapan giliran Jatmiko yhoor
Yulia Lia
balaslah Sumi sama persis seperti yg kau rasakan
Maple latte
Terima kasih banyak ya🙏🥰🥰
Mega Arum
terimakasih kak... novel yg sangat bagus, selalu menunggu karya kaka selanjutnya...terutama kisah2 horor,, sukses selalu kak
Yulia Lia
baru tahu kau rasa takut mana yang sok hebat tadi yg katanya mau menghajar sri
Yulia Lia
mampus kau jatmiko
Maure Nia
pak RT tunggu giliran mu...tapi Sri gimana ibu nolongin gak....lanjut thor
Maure Nia
wah rupanya gitu kejadian malam itu...apa Sri juga denger semuanya
sekarang Sri tau hal yg sebenarnya...mudah"an Sumi bisa menghabisi Jatmiko brengsek😡
Mega Arum
lanjut kak..
Mega Arum
sdkt sekali kak, dr kmrn nggu2 up nya..
Yulia Lia
belum tahu Jatmiko itu klu ibunya sudah keluar baru kau tahu rasa,,kedatanganmu itu hanya mengantar nyawa ke desa
Maure Nia
yah sikit amat....lagi Thor...😱 ayo Bu Sri muncul anakmu mau disiksa Jatmiko wedang...ayo aji munculah...didepan Mulya pak RT...
Siti Yatmi
yah ..thor gantung...baru tegang baca..eh udahan...🤣
Yulia Lia
bener2 cari mati si Jatmiko ini
Yulia Lia
menantang maut sendiri si Jatmiko itu,,sok hebat
Siti Yatmi
wah..jatmiko secara tak sadar membuka masa lalu nih..wk2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!