NovelToon NovelToon
Our Feelings

Our Feelings

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:695.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wulan Jadhoo

Entah sejak kapan perasaan yang disebut Cinta itu hadir ditengah-tengah mereka. Entah sejak kapan pula rasa nyaman yang selalu mereka rasakan saat bersama mulai terasa berbeda. Dan entah sejak kapan rasa sesak yang dinamakan Cemburu itu ada saat salah satu dari keduanya tengah dekat dengan orang lain.
Mereka menyadari ada hal yang beda dari biasanya. Namun, mereka Menolak jika ada Cinta yang mulai bersemi diantara keduanya.

" Jika benar ini adalah Cinta,, mengapa harus merasakan sakit berkali-kali saat mulai mencintaimu?" Kartia Kirana A

" Jika pada akhirnya kita saling jatuh cinta,, semestinya tak perlu merasakan jatuh bangun berkali-kali karena menahan cemburu " Eka Andriawan H

Kisah ini berbeda dari kisah " I Hate You Mr.Police "sebelumnya, namun kisah ini masih saling berkaitan. jadi sebelum membaca kisah ini, baiknya membaca kisah yang pertama dulu agar terhindar dari kebingungan 😊😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar diri

Tia sedang duduk berselonjoran di balkon diatas kursi panjang yang terbuat dari kayu rotan. Malam ini Tia meras kesepian, sebab pagi tadi ia sudah mengantarkan Ibunya keterminal. Tidak terasa waktu seminggu itu sangat singkat, perasaan ia baru saja menikamti kebersamaan kemarin bersama sang Ibu, dan tadi pagi dengan cepatnya ia sudah mengantar kepergian Ibu tentunya bersama Andri.

Ada hal yang membuat Tia tersenyum simpul saat mengingat kejadian tadi pagi didalam mobil, saat ia dan Andri tengah mengantar sang Ibu ke terminal.

" Ingat yah,, waktu kamu sisa 3 minggu Tia,, itu artinya kamu harus menepati janji kamu untuk mengenalkan calon suami pilihan kamu pada Ayah " tutur Ibu.

" Eh,, i- iya Bu' pastinya " lirih Tia, ia melirik Andri yang nampak sibuk menyetir kendaraannya, namun senyum diwajah pria itu nampak terlihat jelas.

" Ibu sih, maunya nggak usah tunggu 3 minggu lagi,, minggu depan juga bisa,, dan kalau memungkinkan kalian bisa ikut Ibu balik kekampung hari ini " ujar Ibu, demi apapun saat ini Tia tak mampu berkata apa-apa. Toh, Ibunya memang sudah punya harapan besar untuk itu.

" Aku sih terserah Tia Bu',, aku ikut saja, karena kapanpun aku akan selalu siap " ujar Andri. Tentu Tia sedang menatap tajam pria disampingnya itu.

Anak ini,, bisa nggak sih jangan bercanda disaat seperti ini . Omel Tia dalan hati.

Andri seakan tau jika Tia sedang merutuknya dalam hati. Namun ia sebisa mungkin menampilkan sikap biasa saha dan tetap tersenyum

" Emm,, Bu' ,, sabar yah... saat ini Andri masih banyak kerjaan, jadi Andri harus menyelesaikan itu dulu, baru setelah itu Aku sama Andri akan ke kampung " jelas Tia.

" Iya kan Sayang ?" lanjut Tia sambil menatap Andri dengan memberi senyum semanis mungkin. Dan ini juga pertama kalinya Tia berkata sayang padanya, namun kata sayang itu sengaja ditekan, untuk menunjukkan ada sebuah protes disana.

" Yah,, apapun katamu sayang " balas Andri, seakan tak mau kalah, ia pun menekan kata sayang yang ia tujukan pada Tia.

Tia masih saja tersenyum, bayangan tadi pagi selalu saja terulang pada barisan memori kecilnya. Entah apa istimewanya, namun tadi pagi adalah saat terakhir ia menunjukkan kepura-puraannya dalam menjalani hubungan dengan Andri. Maka dari itu Tia menikmati dan mengikuti apa yang dilakukan Andri selama berpura-pura jadi kekasihnya.

" Huftt, setelah seminggu dan pagi tadi, adalah hari terakhir aku dan Andri berpura-pura jadi pasangan kekasih,, apakah setelah hari ini, kamu akan kembali seperti dulu?" Tia berbicara pada dirinya sendiri. Sejujurnya ada sedikit rasa tidak rela jika kebohongan hubungannya sudah berakhir. Namun perlahan bayangan Lita gadis cantik yang menjadi incaran sahabatnya itu terlintas jelas diingatannya.

" Ck, apa sih aku ini,,, aku nggak mungkin ada diantara mereka kan,, dan setelah ini Andri pasti akan kembali pada kekasihnya yang sebenarnya" Tia mencoba menekan egonya, apapun yang ia rasakan saat ini harus terkendalikan, bagaimanapun juga ia bukanlah gadis yang jahat, yang akan rela bahagia dan merenggut kebahagiaan gadis lain.

" Baik lah Tia,, jangan pikirkan apapun yang berlebihan tentang Andri,, ingatlah bahwa Andri adalah sahabatmu,, dia punya wanita lain,, okee,, Andri hanya sekedar sahabatmu " ucap Tia yang memberi sugesti pada dirinya agar tidak terlalu larut dalam perasaannya.

-

Andri melonggarkan sedikit dasinya setelah menyelasaikan banyak tugas kantor siang ini. Rasanya ia begitu gerah setelah berkutat dengan banyak berkas-berkas penting yang harus ia kerjakan.

Dan dari semalam ia sama sekali belum mengabari Tia, dan tentunya Tia juga tidak mengabarinya. Yah, mungkin karena Ibu sudah kembali, dan sudah tidak ada alasan lagi untuk saling berpura-pura menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Tunggu, apakah setelah ini, jatah makan siang nya juga akan hilang? lah, bukannya sebelum ada Ibu Tia sudah sering mengiriminya makan siang? Andri melirik jam di pergelangan tangannya, dan seharusnya Tia sudah mengirim makan siang untuknya, bahkan jika gadis itu tidak sedang sibuk maka ia sendiri yang akan mengantarnya. Tapi ini sudah lambat. Artinya Tia tidak akan mengiriminya makan siang untuk hari ini, Atau bahkan untuk hari-hari seterusnya. Entah mengapa Andri merasa resah jika memikirkan hal itu, bukan karena takut karena ia tak lagi mendapat jatah makan siang dari sahabatnya. Ia merasa sudah nyaman atas segala perhatian yang Tia berikan, termasuk makan siang yang dibuat sendiri oleh gadis itu dan sudah merasa cocok dengan lidah Andri sendiri. Andri mendesah, ia berharap apa yang ada dibenaknya tidak akan pernah terjadi.

Andri berniat menghubungi Tia saat itu juga. Namun tertunda saat ada suara ketukan pintu dari luar.

Andri berharap yang datang itu adalah Tia yang datang dengan makan siang ditangannya. Namun ia harus merasa sedikit kecewa saat yang muncul dibalik pintu adalah seseorang yang bukan dari dalam pikirannya.

Gadis itu tersenyum lebar, ia begitu cantik dan ceria, ia menenteng lunch box ditangannya.

" Udah makan siang?" tanyanya yang kemudian melangkahkan kaki menuju kesofa. Andri tersenyum dan beranjak dari kursi kebesarannya. Ia juga ikut mendudukkan tubuhnya kesofa.

" Lita, kamu kok nggak kasi kabar kalau mau datang ?" tanya Andri

" Aku sengaja ingin memberi kejutan untukmu " jawab Lita, gadis itu sibuk menata makanan diatas meja seakan tau bahwa Andri saat ini pasti belum mengisi kampung tengah.

" Makasih yah, kamu sudah mau repot membawa makan siang untukku " ucap Andri

" Nggak masalah, hitung-hitung aku belajar menjadi istri yang baik " balas Lita, dan itu membuat Andri tertawa.

Didalam ruangan mereka menikmati makan siang dengan canda tawa. Sesekali saling balas untuk meluncurkan kalimat-kalimat menggoda. Sehingga mereka tak sadar bahwa pintu ruangan tidak tertutup rapat, sehingga suara dan canda tawa mereka sangat terdengar jelas dari luar.

Seseorang dari luar mendengar semua apa yang mereka bicarakan. Bahkan sedari tadi ia mematung ditempatnya dari setengah jam lalu. Saat ia baru datang, ia mendengar suara obrolan dari dalam, karena merasa tidak enak maka ia akan menunggu tamu si empunya ruangan keluar barulah ia akan masuk untuk memberi makan siang. Tapi harapan pupus saat ia tau bahwa suara wanita itu adalah orang yang ia kenal, dan lebih miris lagi, wanita itu juga datang dengan tujuan yang sama, yaitu membawa makan siang untuk lelaki yang sama.

Tia menyentuh dadanya yang terasa begitu sesak, saat pertama mendengar candaan kedua makhluk didalam ruangan yang terdengar begitu mesra, apa lagi saat ia tau bahwa si wanita itu telah belajar menjadi istri yang baik. Ah, bagai ditusuk ribuan jarum, sungguh dada Tia merasa begitu nyeri. Terlebih lagi saat Pria itu memuji masakan si wanita.

Tia menatap hampa kotal bekal yang ada ditangannya. Ia tersenyum miris meratapi dirinya yang begitu menyedihkan. Bukankah semalam ia sudah memberi sugesti pada dirinya untuk tetap pada batasan. Lalu, untuk apa ia merasa seperih ini.

Tia memilih pergi dari tempat itu, sebelum Andri tau tentang keberadaannya, bukankah itu sangat memalukan. Dengan langkah seribu Tia menuju lift. Beruntung lift dalam keadaan kosong, jadi tak seorangpun yang bisa melihat kesedihan diwajahnya.

Tia terduduk lesu didalam lift sendiri, Ia benar-benar merasa sesak didadanya. Padahal Ia dan Andri tidak menjalin hubungan sespesial itu, lalu kenapa rasanya begitu sakit saat ia menyaksikan Andri dengan wanita lain dengan begitu akrab.

" Harusnya aku sudah tau,,, bahwa Cinta akan pulang pada tempat diamana seharusnya ia berada,, dan aku bukanlah tempat itu, melainkan orang lain " lirihnya, dan tanpa ia sadari kristal bening sudah jatuh dikedua sudut matanya.

-

Bersambunggg....

Maaf yah, mengandung irisan cabe, sebab saatnyalah klimaks dari sebuak konflik dalam cerita ini.

Baca 👉like👉komen and vote...

1
Yuli Purwa
the end 🥰🥰🥰
Yuli Purwa
bener bang hrs sering ditengokin 🤭🤭🤣
Yuli Purwa
dasar bumil jahil 🤣
Yuli Purwa
extra part Thor 😂🤣
Yuli Purwa
setiap manusia punya jalan cerita masing-masing 😔😔
Yuli Purwa
jangan somplak Tia,,, 😬😬😬
Yuli Purwa
sabar ya Tia sayang 🥰🥰🥰
Yuli Purwa
😢😢😢 keturunan kan Allah yang kasih
Yuli Purwa
biar puas mesra-mesraan nya Tia sm bang Andri 😁😁 sabar sayang
Yuli Purwa
🤭🤭🤭🤭
Yuli Purwa
gooollllll 💪💪🤣🤣
Yuli Purwa
gagal maning belah duren 🤣🤣
Yuli Purwa
bhahaha 🤣🤣 selamat menunggu ya bang Andri 😜
Yuli Purwa
1/2 halal 😁😁😁
Yuli Purwa
lebay nya bang Andri 😜😜
Yuli Purwa
mode ngambek bang 🤭🤣
Yuli Purwa
yes lah 🤣🤣😜
Yuli Purwa
girang banget bang Andri 😜😜
Yuli Purwa
hahaha Gatot deh bang 🤣🤣🤣
Yuli Purwa
wkwkwk kok aquh bahagia jg ya 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!