___________________
•[CH 1-30]•
SEDANG DIREVISI !!
___________________
*FISRT NOVEL*
___________________
Suport author dengan:
Like
Komen
Dan jika berkenan Berikan Vote
_________________________________
[SINOPSIS]
Mati lalu berinkarnasi menjadi anak dari seorang raja?.
Nama ku Mal, Aku hidup dengan damai semua yang ku inginkan semuanya terpenuhi. Dan aku seorang pelajar SMA yang Mempunyai Hobi Bermain Game Dan membaca novel
Tapi hidup ku yang damai berakhir karena terjatuh dari lantai 2 sekolah dan akhirnya dikirim ke dunia Fantasi.
Dewa mengatakan Dunia dimana tempat ku tinggal nanti terdapat sihir dan dunia yang penuh dengan Monster.
Aku dikrim ke dunia Fantasi oleh dewa untuk menghentikan perang antar Ras yang akan terjadi, dalang dari perang tersebut tak lain adalah adalah Bangsa iblis.
Dewa memberi ku berkah dan mentransfer sedikit kekuatannya agar aku bisa menjalankan tugas tersebut.
Bisakah Mal mengentikan perang Antar Ras yang akan terjadi dengan kekuatan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mal M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POHON KEHIDUPAN & KABAR BURUK
"Echidna aku ingin tau kenapa kau memilih tinggal disini dibanding di benua Elf," tanya Mal.
Echidna hanya diam, sebenarnya dia tidak ingin menceritakan tapi karena Mal adalah tuannya, dia memberitahukan alasan yang tidak ingin dia katakan .
"Kami adalah mantan prajurit kerajaan , tapi karena sebuah misi yang gagal kami lakukan kami dianggap tidak berguna oleh kerajaan dan di usir di benua Elf," Jawab Echidna.
"Hanya karena sebuah misi kalian sampai dibuang?," ucap Mal dengan kesal.
"Benar pangeran, saya tidak bisa memberitahukan misi apa yang kami lakukan tapi karena kegagalan kami kerajaan mendapatkan kerugiian yang besar," ucap Echidna.
Mal kembali berjalan mencari lokasi untuk menanam pohon kehidupan.
Mal berhenti berjalan, lokasi yang Mal pilih masih sedikit dekat dengan pemukiman
para Elf.
"Disini bagus," ucap Mal.
"Lfya apa kau tau cara menanam pohon ini?," ucap Mal sambil menoleh ke belakang.
"Biarkan saya saja yang menanam nya pangeran," ucap Lfya.
"Baiklah," Ucap Mal.
Mal memberikan Pohon kehidupan ke Lfya, dan sekarang Lyfa sedang menggali tanah untuk menanam pohon kehidupan.
"Ternyata tidak ada bedanya dengan menanam pohon seperti biasa," ucap Mal.
Mal Berjalan mendekati Lyfa yang sedang menggali tanah.
"Apa sudah selesai," ucap Mal.
"Belum pangeran, pohon kehidupan tidak akan tumbuh jika tidak di alirkan mana, semakin banyak mana semakin cepat pertumbuhan pohon kehidupan," ucap Lyfa
"Begitu ya, ngomong ngomong seberapa banyak mana untuk menumbuhkan pohon ini," ucap Mal.
"Sekitar 40juta mana untuk menumbuhkan pohon ini," ucap Lyfa.
"Sedikit sekali aku kira perlu ratusan," ucap Mal.
Mal memegang batang pohon kehidupan.
"Lfya mundurlah sedikit jauh aku akan sedikit serius," ucap Mal dengan wajah dinginya.
Lfya dan Echidna berjalan menjauh sekitar 200meter dari Mal.
Sebenarnya itu terlalu jauh, Mal hanya tertawa dalam hati ketika melihat mereka berdua mundur sangat jauh.
"Sistem apa yang terjadi jika aku mengalirkan semua mana ku ke pohon ini," gumam Mal .
*Ding..
(Jawab:Tuan akan tak sadarkan diri jika mana yang tuan punya mencapai angka 0, dan yang akan terjadi pada pohon kehidupan adalah akan tumbuh dan langsung berbuah karena tuan mengalirkan lebih dari 100juta mana)
"Baiklah,, semuanya memang harus ada pengorbanannya," gumam Mal.
Tubuh Mal mengeluarkan Aura keemasan yang sangat besar dan juga tinggi.
Para burung burung yang ada sekitar berterbangan para monster berlarian karena ketakutan.
Sedangkan Para Servant Mal semua ada bersama Lyfa dan Echidna setelah Mal mengeluarkan begitu banyak mana dalam sekali jalan.
"Alpha jangan lupa memberikan ku banyak mana potion nanti," ucap Mal lewat telepati.
Fwoooosh
Angin sangat kencang membuat pohon pohon yang tumbuh di hutan seperti akan tercabut.
Mal terus menambah mana yang Mal keluarkan dalam jumlah yang banyak.
Satu menit telah berlalu tapi pohon kehidupan masih tak kunjung menunjukan ada pertumbuhan.
"Sistem bantu aku mengeluarkan mana," ucap Mal.
*Ding..
(Apa tuan ingin mentransfer semua mana yang tuan miliki)
"Ya," jawab Mal
SWOOOSH
Sekali lagi angin kencang keluar dari mana yang mal keluarkan tapi sekarang angin itu lebih kencang sampai sampai pohon pohon yang tumbuh berterbangan dilangit dan rumah rumah para Efl juga terkana dampak dari angin kencang.
Brukk
Mal terjatuh tak sadarkan diri ke tanah.
>Ke esokan harinya.
Mal terbangun dan dia melihat para Servant nya sedang berdiri memasang wajah yang kwatir.
"Hoamm, Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri Alpha?," ucap Ma.
"Syukurlah pangeran sudah sadarkan diri, pangeran pingsan selama 30Jam," ucap Alpha.
"Lama sekali, dan apa itu yang sudah kuhabiskan?," ucap Mal sambil menunjuk sebuah botol-botol kosong yang berserakan di lantai.
"Benar pangeran, saya meminumkan lebih dari 400 mana potion kepada pangeran tapi tetap saja pangeran masih tak sadarkan diri waktu itu," ucap Alpha.
"Sebanyak itu?," ucap Mal.
Mal berdiri dari kasur nya.
"Dan bagaimana pohon kehidupan yang kutanam," ucap Mal.
"Pohon yang pangeran tanam tumbuh sangat besar bahkan kata Echidna itu lebih besar daripada pohon kehidupan yang ada dibenua Elf, dan juga pohon nya sudah berbuah begitu banyak," ucap Sambil tersenyum.
"Bagus tidak sia sia aku berkorban," ucap Mal.
"Ada berapa para Elf yang bisa bertarung Echidna?," ucap Mal sambil menoleh ke arah Echidna
"Ada 100 Elf pangeran," jawab Echidna.
Mal hanya mengangguk sebagai balasan.
"Yoshihiro latihlah orang orang yang ada di mansion lebih keras dan suruhlah mereka untuk memburu monster," ucap Mal.
"Kau besok boleh kembali setelah aku selesai membuatkan Senjata untuk mereka," ucap Mal.
"Baik pangeran," Jawab Yoshihiro.
"Dan untuk Staz kau bisa melakukan rencana ku sekarang, jika sudah mengetahui ada campur tangan bangsa iblis kembalilah," ucap Mal.
"Baik pangeran," Ucap Staz.
Staz berbuah menjadi kelelawar dan dia terbang keluar.
"Kalian keluar lah dan makan secukup nya buah pohon kehidupan," ucap Mal.
"Baik pangeran," ucap serentak Para Servant.
Para Servant dan Echidna sudah keluar dari ruangan Mal dan sekarang Mal sedang membuat equipment dengan skill Blacksmith nya.
Mal mengelurkan besi besi yang mal punya,
"Di dunia ini pedang rare sudah langka, sebaik nya aku tidak terlalu memberikan perlengkapan yang bagus pada pasukan ku nanti," ucap Mal.
Mal menyetuh besi besi yang mal jadikan untuk bahan membuat pedang armor dan perisai.
Dengan skill penciptaan Mal hanya perlu membayangkan nya saja dan dengan skill Blacksmith Equipment yang Mal buat akan mendapatkan tingkatan.
Sekitar 30 menit Mal habiskan untuk membuat equipment.
Mal sekarang sudah sangat kelelahan karena membuat begitu banyak Equipment berbagai tingkat.
Semua besi yang mal keluarkan sudah habis dan memasukan semua equipment ke cincin penyimpanan tapi ada juga yang Mal simpan ke inventori nya. Yang Mal simpan adalah Equipment tingkat Epic dan Super Epic yang terbuat dari Mithril dan Orichalcum, Sedangkan yang ada di cincin penyimpanan adalah Equipment tingkat Rare dan Super Rare.
Mal membaringkan badan nya ke kasur, dan dia tertidur karena kelelahan.
"Pangeran..Pangeran"
Mal terbangun kaget karena mendengar suara tersebut.
"Siapa," ucap Mal.
"Ini saya Fenrir Panngeran ," ucap Fenrir yang menghubungi Mal lewat telepati.
"Ohh Fenrir, kenapa nada bicara terdengar seperti sedang kelelahan," ucap Mal.
"Saya berperang melawan pasukan kerajaan," ucap Fenrir.
"Apa kau bilang!! bisa bisanya kau menyerang kerajaan lain tanpa perintah ku," bentak Mal.
Mal sangat marah karena mendengar beast nya menyerang sebuah kerajaan.
"Saya tidak pernah menyerang kerajaan pangeran," ucap Fenrir dengan nada lemas takut.
"Jelaskan dan kerajaan mana yang sedang berperang dengan mu," ucap Mal.
Fenrir bercerita bahwa selama 7 tahun dia sudah mendapatkan 15.000 bangsa serigala di banyak kerajaan.
Tapi sebuah musibah menimpa dirinya dan 15.000 kawanan nya yang membuat 8.000 Monster serigala mati. Musibah itu adalah karena kerajaan Artemia menyerang mereka dan sudah membunuh 8.000 Serigala.
Kerajaan Artemia berpikir bahwa para monster serigala berniat menyerang kerajaan mereka oleh karena itu mereka mengerahkan banyak pasukan untuk melawan Pasukan monster serigala yang dibawa oleh Fenrir.
"Kau bilang meraka mulai menyerang mu 7hari lalu, lalu kenapa kau baru menghubungi ku," ucap Mal.
"Maafkan saya pangeran saya pikir saya bisa menanganinya," ucap Fenrir.
"Kau ini sangat menyusahkan ku, kau bertahan aku akan datang secepat nya untuk membantu mu," ucap Mal.
"Maafkan saya pangeran," Ucap Fenrir dengan nada bersalah.
Mal mematikan telepati nya dengan Fenrir dalam hati Mal sebenarnya dia sangat ingin menangis karena rencananya selalu saja tidak sesuai dengan yang Mal harapkan.
"Sekali lagi rencana yang sudah ku buat terganggu," gumam Mal.
karna dari beberapa novel yang gua baca hampir seluruh penguasa mati bukan karna perang melainkan krn teman atau keluarga yang dia percaya.