NovelToon NovelToon
Dipilih Menjadi Penyelamat

Dipilih Menjadi Penyelamat

Status: tamat
Genre:Time Travel / Konflik etika / Perperangan / Romansa / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Ini cerita antara Nick, Moza, dan sebuah kesepakatan.
Kesepakatan yang lahir di antara mereka mengikat satu sama lain. Moza dengan sakitnya jika menjauhi Nick secara sengaja dan tidak mau membantunya, juga dengan Nick yang memberi syarat pada Moza isinya:

Saat kau sedang membantuku, kau tidak boleh jatuh cinta.

Siapa sangka, kesepakatan tersebut membuat hidup Moza--

Nyok, kita baca saja cerita ini biar tahu hidup Moza berakhir menangis di atas kebahagiaan atau tertawa pilu di atas kesedihan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Moza terlampau lelah

Selamat malam. Ini aku, Moza, yang hanya bisa menyapa kalian dari lubuk hati karena mulutku sedang sibuk bertukar saliva dengan Hugo.

"Hhhhh," Moza meraup oksigen sebanyak yang ia bisa saat Hugo melepaskan pagutan. Lelaki itu membuka simpul, menariknya hingga gaun yang dikenakan Moza mengendur. Usapan lembut di kedua pundak Moza, praktis membuat pakaian gadis tersebut jatuh melorot menampakkan pemandangan indah.

Dalam kondisi seperti, tiba-tiba Moza kepikiran satu hal.

"Sa-yang hh, emh, aku.." nafas Moza terputus-putus karena ulah Hugo. Lelaki itu mengulum puncak kecemasan Moza yang dari tadi menantang Hugo saat terlepasnya pakaian sang istri. Moza rasanya mau tenggelam dalam lautan nikmat. Dia menjambak rambut Hugo dengan keduanya tangan, lalu menekan kepala putra mahkota semakin dalam.

"Kamu mau bicara apa sayang?" Hugo melepas kegiatan yang telah membuat Moza merintih. Sekilas perempuan itu melenguh kecewa dalam hati, kenapa lagi enak-enaknya pakai segala berhenti?

"Aku kepikiran soal, akh.. shh.. " lelaki itu melanjutkan kembali ketika Moza mulai berbicara. Kali ini lebih keras, lebih menonjok ulu hati sampai Moza dibuatnya seperti cacing kepanasan. Moza melintir sana-sini.

"Aku hngg..ssh pernah deng.. ar, sayang ooh. Itu, soal putri Auroraaaaaa.. aaaaah mama.. " Moza memukul-mukul Hugo karena sakit yang di deritanya. Yang di pukul lagi-lagi berhenti bergerak, memeriksa raut wajah Moza dengan tampang khawatir. Lelaki itu mengusap-usap rambut Moza penuh sayang.

Ada yang jebol tapi bukan tanggul.

"Kenapa dengan Aurora anggh.. sh.. " kalimat Hugo ikut-ikutan kacau. Dia memacu tempo selambat mungkin.

"Maksudku, akh.. aku sedang berada di tubuh orang lain."

"Aku tidak peduli selagi shh... dia bukan keturunan Gunzo. Aku sudah memeriksa keturunan tuan Oris, dan sama sekali tidak ada hubungan keluarga dengan bandot itu. Istriku sayang, aku juga kepikiran satu hal."

"Apa itu hnggh?"

"Aku merasa tidak bisa mengendalikan diriku sekarang. Aku ingin terus dan terus."

Malam semakin malam. Tetapi dua manusia ini masih bergelora memanaskan suhu badan. Keringat sudah bercucuran dimana-mana, dan Moza sudah tidak lagi berdaya meskipun hanya untuk berucap lirih.

Hugo melepaskan penyatuannya ketika Moza pura-pura pingsan. Dia panik, merengkuh tubuh polos istrinya lalu memeriksa apa yang telah terjadi. Tetapi Hugo tidak bisa di tipu, dia tahu kalau Moza tidak benar-benar sungguhan tak sadarkan diri. Lelaki itu menunggu si wanita membuka mata, mengusap-usap pipi Moza dan tidak akan pernah melepaskan istrinya untuk sekedar mengenakan pakaian. Dia bertopang kepala, memandangi Moza yang tampangnya seperti habis kuli panggul.

Apakah gara-gara hal seperti ini, Nick memiliki tujuh istri? astaga, aku ingin sekali berbincang dengan ratu Ellona. Gumam Moza di bawah perhatian Hugo yang sedang senyam-senyum sendiri melihat ekspresi wajah gadis tersebut. Mana ada pingsan wajahnya serupa emak-emak ngegosip.

"Kau lelah ya? baiklah selamat tidur sayang. Aku juga akan pergi tidur." Ditambahi kecup kening biar tambah meyakinkan. Moza tidak menjawab karena dia memang ceritanya sedang pingsan. Dia membuka mata perlahan, mengintip keadaan sekitar mencari-cari keberadaan suaminya. Hugo tidak ada dimana-mana.

Moza membalut tubuhnya, memeriksa apakah ada Hugo di setiap sudut kamar yang luasnya seperti lapangan.

"Suamiku?"

Slereep..

Aaaaa...

Moza jatuh ke pelukan sang suami yang sepertinya ada aroma balas dendam darinya. Hugo tetaplah Hugo. Dia akan berperilaku bagaimana orang memperlakukannya. Minimal orang tersebut harus merasakan apa yang telah dia rasakan.

"Maaf, seharusnya aku tidak memaksa jika kau tidak menginginkan diriku." begitu katanya. Terdengar mengalah tapi bukan itu tujuannya.

"Sayang, aku yang harusnya minta maaf. Aku benar-benar payah. Aku tidak mampu mengimbangi permainan mu yang sangat energik. Suamiku, apakah tadi saat melakukannya kau memakai tenaga dalam?"

Hugo ingin tertawa, tapi dia tahan.

"Aku terlahir sudah di tinggalkan oleh kedua orang tuaku, jadi aku tumbuh tanpa arahan yang tepat. Aku begitu kasar, meskipun tidak memakai tenaga dalam sedikitpun. Aku akan memperbaikinya, barulah nanti aku akan menemui mu kembali." Hugo berbalik badan dan melangkah pergi.

"Tidak! jangan pergi Hugo. Tolong jangan pergi. Aku mau kamu, aku menginginkannya."

"Tapi Moza, aku tidak mau menyakiti mu."

"Tidak ada tapi-tapian. Berikan aku pil dage yang kau punya, aku ingin meminumnya. Bukankah itu obat anti remuk?"

"Aku tidak mau menyakitimu."

"Tapi aku mau kau menyakiti ku!" nah kan, Moza sudah masuk perangkap Hugo. Tinggal laki-laki itu setujui, maka Moza tidak bisa lari dari malam ini. Karena teknisnya, dia yang telah memohonnya.

"Baiklah jika dirimu memaksa." Hugo menarik senyum miring. Dia meruntuhkan pakaian Moza juga pakaian miliknya.

Tempat tidur tidak lagi bertuan. Benda itu terabaikan, karena mereka melakukannya di berbagai tempat. Sudah berapa posisi mereka telah coba. Sudah beberapa waktu mereka lewatkan dengan gerah. Menuju pagi, Hugo baru mengalami pelepasan. Jangan tanya bagaimana keadaan Moza, jika dia tidak meminum pil dage milik suaminya, Moza sudah menjadi bubur sum-sum.

Akhirnya, Moza berhasil membuat Hugo tidur.

...*****...

Pagi yang cukup cerah mengantarkan langkah Nick bersama Oris berkeliling istana. Rencana siang ini, dia akan melepaskan secara simbolis lalu menyerahkan posisi kaisar pada anak semata wayangnya, Hugo.

"Yang mulia,"

"Sebentar lagi aku akan menjadi rakyat biasa. Panggil aku nama saja."

Oris yang tidak berani memanggil Nick hanya nama saja, memilih untuk diam.

"Kau mau bicara apa?"

"Saya ingin memberi tahu anda, bahwa di sebelah sana," Oris menunjuk pada bagian istana untuk para wanita. "kamar istri putra mahkota hancur lebur."

Mereka mendekat setelah Oris membicarakannya. Nick geleng-geleng kepala melihat puing-puing yang berserak. Ia berdecak, mengomentari kelakuan Hugo yang lebih bar-bar daripada dirinya.

Dari tampilan kehancurannya saja, Nick dan Oris sudah menemukan pelaku penghancuran yang tak lain adalah Hugo. Nick menertawai kelakuan anaknya. Disini, meskipun suami istri kamar mereka selalu terpisah. Bersatu apabila hanya sedang terjadi gencatan senjata. Hugo tidak mau seperti itu, maka ia menghancurkan kamar milik Moza agar gadis tersebut tidak bisa kembali ke kamarnya.

Di sela-sela Nick tertawa, ia tiba-tiba tercubit melihat Oris yang turut tertawa bersamanya. Ada sesuatu yang mengganjal berkenaan dengan lelaki itu.

"Oris, ada yang ingin aku sampaikan."

"Apa itu yang mulia?"

.

.

.

Bersambung.

1
Nurul Komaria
lucu cerita akhirnya aq suka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zenun: terimakasih kak
total 1 replies
Bilqies
aku mampir nih kak, salam kenal yaa
dewidewie
🌹🌹🌹 untuk kak author 😉
dewidewie
wahhh Nick adalah kaisar tertinggi
Zenun: betuuuul
total 1 replies
dewidewie
wah serasa membaca komik jepang nihhh
Zenun: hehehehe
total 1 replies
dewidewie
aku mampir kakak , salam kenal🙏
〈⎳ FT. Zira
5iklan buat author
〈⎳ FT. Zira
semua berakhir bahagia...
moza dan aurora mendapatka jodohnya..

aahh aku padamu thorr🫰
〈⎳ FT. Zira
menolak kenyataan..😏
〈⎳ FT. Zira
semoga tidak.. kalo sampe iya, aku bakal demo sama authornya🙈
〈⎳ FT. Zira
mantu mertua kelakuannya sama 😅😅
〈⎳ FT. Zira
ini baru pertama kali bertemukah??😅😅😅
Zenun: setelah terpisah 20an rahun😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
otakku gagal traveling gegara moza😅😅
〈⎳ FT. Zira: 😅😅😅😅😅
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
yah... jangan gitu dong.. terdengar terlalu kejam
〈⎳ FT. Zira
pemikiran tersimpel ya😅😅
Zenun: yoo man
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
akhir dari Ellona kok gini sihh😢😢
〈⎳ FT. Zira: iya sih... nick nya bucin
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
jawaban nick di anggap gak penting🤭
Zenun: sungguh kasihan😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ada penguntit🫣
Zenun: ada pengentut
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung jujur😅
Zenun: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
benda apaan sihh.. kepo nih
Zenun: semvak mungkin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!