NovelToon NovelToon
Remarried

Remarried

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy tree

Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.

Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.

Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?


"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.


"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.


Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Tom cepatlah!" Julia menarik lengan prianya.

Tom pun mau tidak mau mengikuti Julia. Pria itu berpikir untuk secepatnya mengantar Julia periksa, agar urusannya dengan sang mantan kekasih cepat selesai.

Namun langkah kakinya langsung terhenti, saat kedua matanya menatap sosok wanita hamil yang tengah duduk seorang diri di antara banyaknya ibu hamil lainnya. Sosok wanita hamil itu tidak lain dan tidak bukan Tiara, istrinya yang kini tengah menatapnya dengan terkejut.

"Kenapa Tiara periksa jam segini? Kenapa tidak meminta untuk diantar?" Semua pertanyaan itu memenuhi otaknya.

Jika saja Tiara memberitahunya, pasti Tom akan mengantar istrinya itu untuk periksa ke dokter kandungan. Bukannya mengantar Julia, yang sepertinya sengaja memilih tempat yang sama untuk membuat hubungannya dengan Tiara kembali bermasalah.

"Ayo sayang kita duduk!" Julia menarik Tom dengan mengabaikan keterkejutan di wajah sepasang suami istri tersebut.

Ya, Julia sengaja memilih tempat duduk yang berhadapan langsung dengan Tiara. Agar wanita itu bisa melihat dengan jelas, jika suaminya kini tengah bersamanya untuk memeriksa calon anak mereka.

Tom yang masih berdiri di tempatnya mau tidak mau duduk di samping Julia, dengan tatapan mata yang terus tertuju pada Tiara yang terlihat memalingkan wajahnya.

Rasanya ingin sekali Tom menghampiri istrinya itu, yang pastinya tengah terluka melihat keberadaannya dengan Julia. Tapi ia tidak bisa melakukan hal tersebut, karena tidak ingin membuat keributan di tempat itu mengingat bagaimana sifat nekat mantan kekasihnya.

Ya, Tom tidak ingin mengambil resiko karena takut istrinya sampai dilukai oleh Julia. Dia pun tidak ingin kandungan istrinya itu sampai kenapa-kenapa.

"Aku akan membuat perhitungan atas kejadian ini," bisik Tom dengan penuh kemarahan pada Julia.

Julia sendiri lebih memilih mengabaikan kemarahan Tom, dengan bergelayut mesra di lengan pria itu sambil menatap Tiara.

"Oh hai, ternyata kau periksa di sini juga?" sapa Julia yang berpura-pura terkejut melihat keberadaan Tiara.

Tiara yang disapa hanya diam dengan membalas tatapan Julia tajam. Ia tahu betul jika wanita itu tengah memancing keributan dengannya.

Jika kalian berpikir apa yang dilakukan Julia kini tidak membuatnya emosi, maka kalian salah. Karena wanita manapun pasti emosi saat melihat suaminya bersama dengan wanita lain, terlebih wanita itu tengah hamil juga sama seperti dirinya.

"Sayang, kau tidak bilang kalau wanitamu itu periksa di tempat ini juga?" ucap Julia lagi dengan sedikit keras, agar ibu-ibu yang tengah menunggu mendengar apa yang dikatakannya.

Ya, Julia sengaja mengatakan Tiara sebagai wanita prianya agar ibu-ibu hamil di ruangan tersebut berpikir jika Tiara wanita simpanan.

Jika Tiara memilih tidak mempedulikan ucapan Julia, maupun ucapan-ucapan ibu-ibu hamil yang terlihat berbisik-bisik dengan suami mereka. Tapi tidak dengan Tom, yang kini mati-matian menahan kemarahan dengan mengepalkan kedua tangannya.

"Kasihan sekali nasibmu, Tiara. Karena Tom lebih memilih mengantar aku dan calon anak kami," sindir Julia dengan tersenyum sinis.

"Cukup Julia!" bentak Tom dengan sangat keras sampai beranjak dari tempat duduknya.

Hingga membuat semua orang yang ada di tempat tersebut menatapnya, tidak terkecuali Tiara.

"Sayang kau kenapa sih? Tidak cukupkah kau menyakitiku dengan menghamilinya!" ucap Julia dengan menangis demi mendapatkan simpati dari semua orang yang kini menatap mereka.

"Kau....!"

"Nyonya Tiara."

Merasa namanya di panggil, Tiara pun langsung beranjak dari duduknya untuk masuk ke dalam ruangan dokter tanpa mempedulikan semua orang yang kini menatapnya dengan tatapan menghakimi. Terlebih karena Julia yang kini masih menangis.

"Tunggu!" Tom menahan pintu ruangan yang hampir tertutup.

"Maaf Anda siapa?" tanya perawat.

"Aku suami pasien yang ada di dalam," ucap Tom dengan menekan kata suami agar semua orang tahu jika Tiara adalah istrinya.

Sontak semua orang kini menatap pada Julia yang tengah menangis, karena bingung dengan apa yang didengar mereka.

"Tunggu Tom!" Julia menahan lengan prianya. "Kau datang kesini untuk menemani aku, bukan dia!" ucapnya dengan penuh emosi.

Tidak ada lagi air mata buaya yang sempat dikeluarkannya, yang ada kini hanya kemarahan karena Tom dengan jelas menyebut jika pria itu suami Tiara.

Tom menggelengkan kepalanya. "Aku lebih memilih menemani istriku, dari pada menemani wanita jahat sepertimu!"

"Tom!" teriak Julia semakin emosi.

Perawat yang sejak tadi mendengar perdebatan dua orang itu mencoba menengahi.

"Maaf Tuan, Nyonya, ini rumah sakit. Jangan membuat keributan di sini."

Setelah mengucapkan hal tersebut, perawatan pun menutup pintu ruangan.

"Tidak Tom, kau tidak boleh masuk! Atau aku akan—"

Tanpa menunggu Julia menyelesaikan ucapannya, Tom sudah lebih dulu menarik wanita itu menjauh dari ruangan dokter.

"Dengar Julia, kau sudah kelewatan. Aku akan benar-benar membunuhmu!"

Julia pun langsung terdiam karena takut dengan ancaman pria itu. Apalagi ia masih mengingat dengan jelas rasa tercekat di tenggorokannya saat Tom mencekiknya dengan kasar.

Setelah mengeluarkan ancamannya, Tom pun pergi begitu saja meninggalkan Julia. Karena ia tidak ingin ketinggalan momen berharga melihat perkembangan janin yang ada di dalam kandungan istrinya.

"Awas kau, Tom! Kau pikir aku akan mengalah begitu saja? Kau salah jika berpikir seperti itu."

Julia pun memilih meninggalkan tempat tersebut, karena merasa sudah cukup membuat masalah di dalam hubungan Tom dan Tiara. Lain kali dia akan menjalankan rencana yang berbeda, sampai pasangan suami-istri itu berpisah dan anak mereka mati.

Karena harga yang harus di bayar oleh Tom adalah kehilangan orang-orang yang dicintai pria itu. Sama seperti dirinya yang harus kehilangan Tom, setelah bertahun-tahun menemani pria itu dalam kehangatan.

*

*

"Tom aku ini baik-baik saja!" Tiara menepis tangan Tom dari pundaknya.

Ya, setelah melakukan pemeriksaan rutin pada kandungannya. Tom sejak tadi merangkulnya seolah dia sedang sakit keras.

"Aku tahu kau baik-baik saja, tapi tidak dengan hatimu."

Tiara yang tengah melangkahkan kakinya, terdiam dengan menatap wajah suaminya.

"Tahu apa kau tentang hatiku?" tanyanya dengan ketus.

"Cukup tahu, kalau saat ini kau marah dan kecewa lagi terhadapku."

Tiara menghela napasnya dengan kasar. "Di mana Julia? Apa kau tidak jadi mengantarnya periksa kandungan?"

Tom mengangkat kedua bahunya dengan acuh. "Tidak perlu memikirkan wanita itu, karena bagiku kau dan anak kita yang paling penting."

Tiara pun memutar bola matanya dengan malas mendengar gombalan suaminya. Tadinya ia ingin marah pada Tom, bahkan memaki pria itu karena sempat diam saja melihat Julia mengatainya. Tapi entah mengapa rasa marah itu hilang begitu saja, setelah melihat kondisi kandungan yang baik. Dan melihat bagaimana Tom yang ikut mendampinginya di dalam ruangan dokter dengan meninggalkan Julia.

1
Abizar Alfarizki
😭😭😭😭
wiwin winarti
pasti itu si wanita ular
wiwin winarti
makanya jadi laki tu yang bener
wiwin winarti
kadang ayah juga tidak cocok
wiwin winarti
Tom gak sadar dulu dia yg abai
wiwin winarti
laki laki emang egois
wiwin winarti
demi anak harus menyingkirkan ego
wiwin winarti
tidak usah sampai berlutut klo tom punya hati tidak akan berbuat seperti yg di perkirakan
wiwin winarti
tisu mana tisu
wiwin winarti
kasihan Gio
wiwin winarti
tuh kan bener anaknya kembar
wiwin winarti
kayanya kembar anaknya
wiwin winarti
aku mampir mom
Khanza Safira
Momy gina aku balik lagi nih baca baca karyamu soalnya kangeen bangeet ❤️
ᵈᵉᵉ🌸🍒⃞⃟🦅
begoooo ga punya pendirian amat
Efa Ernawati
thank you author....
Siti Sumarni
selalu suka dg ceritamu momy..
Nur Anna
bagus 2x baca
Gabriel Orlando
sesak dadaku 😭😭😭😭😭😭😭😭
Gabriel Orlando
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!