NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:152.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Kisah cinta yang terhalang dengan keegoisan orang tua. Namun kembali dipertemukan oleh takdir setelah semuanya berubah.

Cerita hanya fiktif belaka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Setelah menitipkan Alika kepada Budenya. Atas desakan Yoga. Wita akhirnya membujuk Wirda untuk periksa ke rumah sakit.

Ali adalah seorang dokter yang sudah mengetahui riwayat penyakit Wirda. Di ruangan khusus. Wirda tampak sedang melakukan pemeriksaan intensif. Tidak berapa lama sang dokter itu datang-duduk di meja kursinya. Mulai berbincang kepada Yoga dan Wita yang sedari tadi sudah menunggu dan memperhatikan pemeriksaan Wirda.

"Stadium kanker payudara ibunda Wirda Agustina sudah berada di antara level 2 dan 3. Ini cukup memiliki kemajuan yang bertahan untuk pasien kanker payudara ganas tanpa operasi dan kemoterapi. Saya sangat menghargai keputusan pasien penderita kanker yang lebih memilih berobat jalan. Tapi tolong suplay dengan infus khusus sebagai penambah daya tahan tubuh pasien, minimal satu bulan dua kali, dirumah juga boleh."

"Baik dok!" angguk paham Wita. Ia sedikit lega karena proses infus bisa dilakukan di rumah.

"Kanker payudara ganas?" gumam terkejut Yoga yang baru mengetahui apa sebenarnya penyakit ibunda Wita.

"Apakah ada pengobatan yang bisa menyembuhkan kanker dok? Tanya cepat Yoga.

"Untuk penyembuhan penderita kanker ganas kesembuhan bisa terjadi 20-25% saja. Bisa bertahan sudah merupakan keajaiban yang luar biasa. Tapi setidaknya, teruslah berusaha. Usia manusia tetap ada di tangan Tuhan!" Jawab senyum dokter Ali yang ramah.

Sebelum pulang, Ali menyarankan agar Wirda diinfus 1 - 2 jam sebagai penambah daya tahan tubuhnya. Yoga menemani Wita dalam mengurus metode infus di rumah untuk ibunya.

"Mba, metode infus yang dilakukan di rumah harus didampingi oleh perawat dokter dari pihak rumah sakit dan ini mendapat biaya tambahan. Bagaimana?" Tanya staf Administrasi

"Tidak masalah, saya akan membayarnya!" Jawab cepat Yoga langsung mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu debit kepada bagian administrasi rumah sakit.

"Mas nanti Wita ganti yah?"

Yoga hanya tersenyum manis.

Tampak Wirda tertidur tenang setelah mendapatkan amunisi daya tahan tubuh. Dari balik kaca yang tebal. Wita menatap lesu ibunya. Sebuah tatapan nun jauh membawa ingatan keceriaan masa kecil yang bahagia dalam asuhan penuh kasih sayang seorang ibu hingga membawa dua bola matanya berkaca-kaca. Ada jutaan perasaan dari Wanita itu yang tak mampu ia ungkapkan.

"Mas sedikit lapar? Boleh enggak temani Mas cari makanan," pinta lembut Yoga mengembalikan Wita dari dunia lamunannya.

"Oh. Boleh-boleh Mas!" angguk cepat Wita. Ia mengedipkan matanya berkali-kali agar titik airmata itu menghilang.

*

Pelayan meletakkan menu pesanan Yoga dan Wita di atas meja.

"Terima kasih!" ucap ramah Yoga kepada sang pelayan resto.

Yoga merupakan pria yang berwibawa dan sangat matang di usianya yang akan segera genap 40 tahun. Bahkan Bagas pun begitu nyaman menganggap dirinya sebagai kakak Lelaki. Suasana makan Yoga bersama Wita terlihat begitu kaku namun tetap tenang. Belum ada percakapan keduanya masih fokus kepada makanan masing-masing.

Yoga yang tadinya lumayan lapar. Kini tiba-tiba merasa kenyang. Begitu juga dengan Wita. Bahasa tubuh keduanya tidak bisa dibohongi sama-sama sedang merasakan panas dingin gelora asmara yang diam-diam semakin membesar di hati mereka.

"Kenapa Wita enggak cerita kalau ibu sedang mengalami sakit yang cukup serius?" tanya Yoga sebagai awal perbincangan mereka.

Wita hanya diam, sedikit menundukkan wajahnya.

"Takut Mas!" Jawab singkat Wita.

"Takut? Takut apa?" Dahi Yoga berkerut mendengar ungkapan Wanita itu.

"Takut karena nantinya menambah masalah jika diketahui banyak orang. Ibu juga marah. Dia bilang, percuma dan tidak ada gunanya hanya akan menjadi olok-olokan orang lain. Mas tau sendirikan, kalau saat ini keluarga Heru adalah bahan gunjingan yang paling gurih oleh orang-orang desa!" ucap Wita dalam tatapan sendunya.

Yoga sempat terdiam dan tertegun. Tatapan pria itu bisa memahami apa yang sedang dirasakan oleh sang pujaan hati.

"Apakah itu juga alasan ibu, sehingga tidak ingin melakukan operasi dan kemoterapi.

Wita mengangguk.

"Kami pakai perobatan herbal shinse China yang lumayan mahal pengobatannya. Itu juga alasan Mila terpaksa harus memilih bekerja menjadi pengasuh Emma sedangkan aku menjaga ibu!" jawab Wita tanpa bertele-tele.

Yoga tertegun lagi, hatinya terenyuh tentang sebuah perjuangan hidup. Ia begitu kagum dengan Wita dan Mila tidak merengek kemanapun untuk meminta bantuan orang lain, tidak menjual kehormatan demi jalan keluar. Adik kakak yang kompak berjuang dan tidak lari dari perintah serta keinginan ibunya. Yoga sendiri sudah pernah merasakan ada di level bawah ia sadar betul seperti apa sakitnya.

Kekaguman Yoga terhadap Wita membuat pilihan hati itu semakin mantab dan tak ingin berpaling lagi. Ia sama sekali tidak menyesal jika dirinya belum menemukan tambatan hati sampai detik itu, jika akhirnya dipertemukan lagi kepada Wita. Yoga sendiri pernah sudah mengalami putus asa tentang pencarian pasangan hidup ketika harapannya kepada sang pujaan terputus oleh pinangan orang lain.

"Jika hasil sawit bisa dimiliki keluarga Heru sepenuhnya. Mungkin Wita dan Mila tidak terlalu lelah berpikir!" gumam Yoga, ia mulai berpikir mengajak Bagas untuk kembali merebut aset Heru yang telah dirampas.

Suasana makan siang Wita dan Yoga kembali kaku. Untuk pertama kalinya Yoga bisa menatap puas paras cantik Wita dari dekat tanpa menggunakan teropong. Jantungnya berdesir tipis namun tajam mengusik hati. Lelaki itu berulang kali mengepal tangannya agar mampu menguasai diri sehingga tidak mengeluarkan salah tingkah yang memalukan.

Dua bola mata dua insan sejoli itu sesekali bertabrakan lalu sama-sama membuang dengan senyuman tipis menggemaskan.

Wita terlihat sangat menjaga dirinya sebagai seorang janda.

"Tapi tolong tentang ibu jangan bicara kemana-mana dulu yah Mas, Wita takut Mila sedikit depresi di Jakarta!"

"Baiklah!" Angguk paham Yoga.

Sebenarnya banyak hal yang ingin ditanyakan Yoga kepada Wita. Tapi entah mengapa mulut pria itu terasa berat dan bisu seperti terkena lem setan. Ia takut salah bicara sehingga membuat Wita ilfil kepadanya.

"Wit, jangan khawatir. Mas akan selalu ada buat kamu!" ucap tegang Yoga ingin sekali menyentuh tangan lembut Wita yang terletak memanjang sampai ke tengah meja.

Wita hanya tersenyum manis bersama anggukannya.

Namun Wita bukanlah wanita agresif. Seperti yang dikeluhkan Reno di atas ranjang. Sehingga Wita tidak paham bagaimana memandang sosok pria yang sebenarnya sangat tertarik pada dirinya.

"Kalau ditelpon dan di chat, tolong di respon?" pinta Yoga begitu berhati-hati berbicara kepada pujaan hatinya.

"Maaf yah Mas. Wita cuma enggak enak kalau nanti dibully yang macam-macam!"

Yoga tersenyum dan berkata dengan sangat lembut.

"Dibully bagaimana? Mas ini masih single!"

"Iya tapikan sudah punya calon istri," jawab polos Wita.

"Duh! kamu gemes banget sih baby pengen gua makan rasanya!" Batin Yoga membuat dirinya tersenyum-senyum.

"Wit, kalau hidup itu, jangan terlalu fokus pada bullyan, fokus saja kepada orang sayang dan perduli sama kamu. Pelakor saja tidak takut dibully. Mereka sudah jelas-jelas menggoda suami orang. kenapa kamu justru down hanya ngobrol sama pria single!" ucap Yoga berusaha menyakinkan Wita. Namun Pria itu bisa merasakan jika Wita sedang terserang penyakit insecure berlebihan akibat banyak menelan ejekan dan cacian orang lain.

Percakapan-percakapan manis keduanya akhirnya berakhir begitu singkat karena tanpa terasa dua jam telah berlalu.

*

Saat Wita ingin memasuki ruangan ibunya. Yoga menyentuh lembut pergelangan tangan Wita dari belakang.

"Wit, apapun yang kamu butuhkan, kamu tinggal ambil ponsel dan call aku!" ucap Yoga meyakinkan Wita. Dua bola mata mereka kembali bertabrakan dan kali ini terlihat cukup lama hingga menimbulkan desiran-desiran jantung yang begitu cepat memompa aliran darah mereka.

1
Aisyah Suyuti
menarik
falea sezi
np g ketularan
falea sezi
mati aja lah buk nyusain aja
ρυтяσ kang'typo✨
Alhamdulillah🤲🤲🤲🤲 walaupun q terlat baca ini😭😭😭😭😭
trimakasih banyak kaaaaa🙏🙏🙏🙏 akhir'y pecah telor

bikin karya baru yoook
ρυтяσ kang'typo✨
dih ko bisa q g tau ini up🤔🤔🤔dan sudah END pula😭😭😭😭😭
Muzie✰͜͡v᭄
Seneng akhirnya happy ending,,, semuanya bahagia dengan pasangan nya masing²,,, bahagia kumpul bersama keluarga,,, akhirnya cinta sejati tau kepada siapa hati ini berlabuh,,,cinta bisa mengalahkan rasa dendam dan rasa cinta yang besar bisa melewati segala rintangan dan masalah,,,
Doa Bu Wirda tembus ke langit sehingga anak² beliau bisa mendapatkan kebahagiaan,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pecat saja penghianat aparat yang tidak bertanggung,,,ini yang bikin negara kita rusak karena oknum aparat yang tidak bertanggung jawab
Muzie✰͜͡v᭄
Panik dong kak Wita masa kagak sih,,wong Bagas terluka parah banget
Muzie✰͜͡v᭄
mulai deh Bagas manja manja sama Mila,, semua di bilang pada sakit,, kesempatan baik ya Bagas jangan di sia² kan
Muzie✰͜͡v᭄
Alfin beraninya keroyokan bukan lelaki, dasar licik si Alfin,,,
Very cepat datang dong tolong bos Bagas jangan sampai terlambat,,,
Mila jangan keluar nurut apa kata Bagas tetap di dalam mobil saja
Muzie✰͜͡v᭄
Aku bacanya kok deg deg kan semoga Mila dan Bagas baik² saja,,, baru juga bahagia sebentar sekarang datang masalah lagi
Muzie✰͜͡v᭄
sederhana sekali Mila,,, keinginan yang sederhana itu akhirnya bisa terwujud,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pohon rambutan salah sasaran tersambar petir gara² selingkuh 😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gak bakalan bosen Mila sama kamu
Muzie✰͜͡v᭄
Sabar ya Mila,,,
Emang paling susah ngurusin anak mertua di lawan takut dosa, sudah bawel ya apalagi monster biawak😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gercep juga Bu Hartati membawa Emma untuk tidur sama Bu Hartati, biar Jhon nya Bagas bisa bekerja 😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah siapa yang nikah ini,,,masa yang malam pengantin duluan si Yoga sama Wita😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah Bagas nyaa maunya sama Mila bukan sama ponakan situ😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Alhamdulillah semoga sakinah mawadah warohmah,,, aamiin
Muzie✰͜͡v᭄
Sah akhirnya Sah lagi mereka menjadi suami istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!