NovelToon NovelToon
DETEKTIF & WANITA MALAM

DETEKTIF & WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / Action / Romantis / Dendam Kesumat / PSK / Misteri
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

(PERINGATAN❗❗❗ AREA TERLARANG UNTUK ANAK-ANAK. KARENA DI SINI BANYAK ADEGAN ANEHNYA)

Alex, seorang detektif matrek dan mesum, serta cukup terkenal dengan keahlian membuka tabir kriminal yang belum terungkap masuk dalam lingkaran misteri kematian wanita malam yang bernama Isabella.

Akibat kematian Isabella, dan detektif Alex yang terjun menangani kasus, membuat para kriminal tingkat tinggi harus bermain cantik, dan mengeluarkan cukup banyak uang. Bahkan ingin melenyapkan detektif Alex, agar kasus kematian Isabella tidak terungkap.

Satu per satu tabir kebenaran terungkap. Namun di tengah-tengah ketegangan, detektif Alex menemukan fakta bahwa sebenarnya Isabella belum meninggal dunia.

Jadi, siapa sebenarnya yang meninggal itu? Kenapa arwah Isabella terus menghantui Alex? Dan kenapa para tertinggi Kriminal ketakutan dengan detektif Alex?

.
.
.

Agar aku semakin bersemangat membuka satu per satu kasus kematian Isabella. Aku minta bantuan kalian di setiap komen di bab 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 Tim Detektif Alex Dalam Situasi Gawat!!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Detektif Alex memandang wanita di sampingnya, Isabella. Iya benar, wanita disamping detektif Alex saat ini adalah Isabella. Hatinya terus bertanya-tanya, kenapa Isabella bisa ketahuan? Seberapa besar kekuatan Vito, sehingga semua rencana mereka untuk menyusup, menangkap Vito, berujung pada mereka sendiri yang tersudut saat ini.

Detektif Alex memandang Isabella dengan kebingungan tersembunyi di balik tatapannya. Isabella dan detektif Alex berusaha menyelipkan pembicaraan di antara hiruk-pikuk kekacauan di luar ruangan.

“Isabella, bagaimana kamu bisa tertangkap?” tanya detektif Alex berbisik.

Isabella tetap diam, matanya melihat sekeliling dengan waspada, seolah-olah mencari tanda-tanda bahaya yang mungkin muncul di sekitar mereka. Detektif Alex merasakan ketegangan dalam diamnya, memahami bahwa Isabella sedang mempertimbangkan setiap kata yang akan dia ucapkan.

“Isabella, aku tau ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Apakah hubungannya dengan alasan kamu tertangkap?”

Isabella tetap diam, matanya tampak memikirkan cara terbaik untuk menjelaskan situasi tersebut tanpa memberikan terlalu banyak informasi yang dapat merugikan rencana mereka.

“Ternyata benar, pasti ada seseorang yang mengancamnya,” gerutunya dalam hati.

Detektif Alex merenung sejenak, meliht ekspresi misterius di wajah Isabella. Meskipun penasaran, dia memilih untuk tidak mendorong lebih jauh, memilih untuk mempercayai bahwa Isabella memiliki alasan kuat untuk diam.

Vito melirik detektif Alex yang terus memandang wajah tenang Isabella. Meski, Vito sudah mengetahui status hubungan detektif Alex dan Isabella. Vito tetap diam, menikmati setiap momen yang akan menghancurkan detektif Alex dan timnya.

“Kenapa hanya saling diam? Isabella, aku ingin kau membantu Detektif Alex di sini. Lihatlah, dia tampaknya agak kaku dengan permainan ini,” ucap Vito mengejutkan detektif Alex dan Isabella.

Isabella melirik Vito dengan ekspresi yang samar-samar terkejut, namun dia segera menyembunyikan kebingungannya dengan senyuman ramah saat dia mengangguk.

“Tentu, Bos. Aku akan membantunya dengan senang hati.”

Isabella kemudian berbalik kepada detektif Alex, memberinya senyuman menghibur. Meskipun hatinya berdebar-debar, dia mencoba menunjukkan bahwa dia siap untuk mengikuti rencana apa pun yang Vito miliki.

“Wah! Rasanya senang sekali bisa dilayani gratis dengan wanita malam yang aku inginkan,” celetuk detektif Alex.

Detektif Alex mengangguk kecil sebagai tanda terima kasih, menyadari bahwa Isabella juga harus berhati-hati dalam situasi ini. Mereka saling berpandangan sebentar, saling menguatkan, sebelum akhirnya memulai peran masing-masing dalam permainan kasino yang dipimpin oleh Vito.

Isabella dan detektif Alex duduk di meja khusus kasino dibawa oleh Maria. Permainan kasino kecil membuat ruangan terasa seperti lingkungan kasino yang sesungguhnya. Lampu-lampu berwarna-warni menyala, menghiasi ruangan dengan kilauan memikat, sementara suara riuh rendah dari permainan judi mengisi ruang dengan kesan semarak.

Isabella, dengan cepat mengocok kartu dan menjaga permainan agar tetap lancar. Isabella dengan lihai menunjukkan kemampuannya dalam bermain, membuat gerakan-gerakan cekatan dan taktik-taktik cerdik untuk memenangkan beberapa putaran. Detektif Alex menyaksikan dengan cermat, menyadari bahwa di balik keahlian Isabella, ada rahasia-rahasia yang masih belum terungkap.

“Kau pandai sekali bermain, Isabella. Di mana kau belajar?”

Isabella tersenyum tipis, tetapi matanya masih menyimpan sesuatu yang tak terungkap. Seakan-akan ada beban tersembunyi di balik senyumnya yang anggun.

“Pelajaran dari jalanan, detektif Alex. Kadang kita harus pandai bermain di mana pun kita berada.”

“Begitu,” detektif Alex mengangguk mengerti, namun dalam hatinya dia merasa semakin penasaran apa yang terjadi saat ini.

Sementara itu, pertarungan sengit antara Diana, Toni, Diego, dan anak buah Vito berlanjut di luar pandangan detektif Alex. Mereka terus bertarung dengan penuh semangat, berusaha bertahan dan menang dalam situasi yang semakin rumit. Tapi dalam kebisingan permainan kasino, suara pertarungan itu seolah terendam, tidak terdengar oleh siapapun kecuali mereka yang terlibat langsung.

Vito terus berusaha mengalihkan perhatian detektif Alex dengan menarik Isabella dan Maria ke meja permainan. Isabella dengan mahir membantu Vito dalam beberapa permainan, menciptakan suasana santai dan menghibur di tengah pertemuan yang semula tegang.

Detektif Alex, kendati tidak sepenuhnya yakin dengan situasi, tetap fokus bermain kasino. Meskipun dalam benaknya masih terlintas kekhawatiran terhadap Diana, Toni, namun dia berusaha untuk tidak menunjukkan kegelisahan tersebut.

Sementara itu, di luar ruangan, pertarungan antara Diana, Toni, dan anak buah Vito masih berlangsung dengan intensitas yang sama. Mereka saling berhadapan, berusaha mencari celah untuk mengalahkan lawan masing-masing. Suara tembakan dan suara benturan tubuh menjadi bagian dari latar belakang yang semakin terabaikan di tengah gemerlapnya kasino dibuat oleh Maria.

Detektif Alex semakin terperangkap dalam permainan Vito, dan setiap kali mencoba mengalihkan pembicaraan ke arah yang lebih serius, Vito dengan lihai membawa pembicaraan kembali ke permainan. Keberhasilan Vito dalam mengontrol situasi membuatnya semakin yakin bahwa rencananya akan berjalan lancar.

❌❌❌

Di sisi lain, kepala kepolisian Martinus dan pasukannya terus berada di luar villa, menunggu dengan cemas. Mereka berdiri tegak, siap untuk bertindak segera begitu mendapat perintah dari detektif Alex. Namun, setiap menit berlalu terasa semakin panjang, tanpa adanya tanda-tanda aktivitas dari dalam villa yang terdengar keluar. Apakah karena bangunan villa memakai alat peredam?

Martinus mengalihkan pandangannya ke arlojinya, gelisahnya semakin memuncak saat menyadari bahwa sudah berjam-jam mereka menunggu tanpa mendapatkan perintah apapun. Dia berbicara dengan pasukannya, mencoba menenangkan mereka, namun kegelisahan dalam suaranya tidak dapat disembunyikan.

“Apakah detektif Alex memberikan kabar atau sinyal apapun?” tanya Martinus berbisik kepada salah seorang anggotanya.

“Belum, Pak Kepala Martinus. Kami belum menerima apa-apa sejak tadi,” sahut anggota pasukan Martinus cepat.

“Sesuai rencana, seharusnya kami sudah mendapatkan sinyal untuk melancarkan serangan,” gumamnya gelisah.

“Sabar, rekan-rekan,” ujar Martinus dengan suara bergetar sedikit. “Detektif Alex pasti memiliki rencana. Kita hanya perlu bersabar dan terus siaga.”

“Mungkin ada sesuatu yang tidak beres di dalam sana, Pak Kepala Martinus. Apakah kita harus masuk saja?”

“Detektif Alex yang bertanggung jawab di dalam sana. Dia tahu apa yang dia lakukan. Kita hanya perlu bersabar dan tetap siap siaga,” sahut Martinus berpikir keras untuk menenangkan pasukannya.

Pasukannya mengangguk, meskipun ketegangan terbaca jelas di wajah mereka. Mereka tahu bahwa situasi di dalam villa bisa berubah sewaktu-waktu, dan mereka harus siap untuk bertindak dengan cepat.

“Aku harap tidak ada hal buruk yang terjadi di sana. Aku sangat berharap detektif Alex, dan lainnya bisa segera menangkap ketua kriminal, Vito. Agar bisa menangkap bawahan-bawahan lainnya yang bernaung padanya,” batin Martinus.

Sementara itu, Martinus sendiri merasa semakin gelisah. Dia berharap detektif Alex segera memberikan instruksi, agar mereka dapat bergerak dengan cepat dan mengakhiri kebuntuan yang terjadi. Tapi sampai saat itu, mereka terpaksa hanya bisa menunggu dengan penuh ketegangan dan kekhawatiran.

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwaaaa like plus iklan 👍🥰
Rini Antika
nah lho s Isabella datang 😁
Rini Antika
semangat terus untuk karya" nya, sudah aku like dan subscribe ya, nanti bacanya nyicil
Dewi Payang
5 iklan buat kak author
Dewi Payang
kasian Toni😁
Dewi Payang
Selain dunia gelapnya, kehidupan pribadi Richard jg penuh ketegangan.🤭
〈⎳ FT. Zira
lho... udah habis ajaj....
lanjut kaka... 🌹 untukmu biar cepet up
〈⎳ FT. Zira
kudaratkan 🌹 untukmu kak thor
〈⎳ FT. Zira
pakai banget..
〈⎳ FT. Zira
vito ini belut ya? mau di tangkap aja licin amat
〈⎳ FT. Zira
aku juga ikut tegang setelah kemarin kemarin gak bisa mampir😳😳
Teteh Lia
🌹 buat Kaka authornya
Teteh Lia
Kaka author, sangat mendetail dalam memberi penjelasan 👍
Teteh Lia
Sombongnya,,,,,
Dela putri
izin mampir. salam kenal
sari. trg: Salam kenal kembali
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🌹 mendarat untuk ka author
〈⎳ FT. Zira
ni mulutnya di bikin penyet aja kali ya🤬
〈⎳ FT. Zira
mereka bisa salng mengerti hanya dengan saling lhat ya..???😌
〈⎳ FT. Zira
🌹mendarat manis
〈⎳ FT. Zira
kelemahanmu di manfaatin juga jdinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!