Seorang wanita pekerja kantoran yang memiliki hidup penuh akan pekerjaan. Setiap hari dia selalu bekerja dan bekerja, waktu liburan dia hanya tidur dan tak melakukan kegiatan seperti orang lain pada umumnya.
Pola hidup yang tak pernah berubah membuat dirinya stress, hingga akhirnya ia mencapai titik dimana dia tak berpikir untuk hidup.
Namun, takdir membuatnya berpindah ke tubuh seorang bocah berusia 10 tahun. Mulai dari sana ia mengalami begitu banyak peristiwa yang membuatnya memiliki alasan untuk hidup.
Kisah kebangkitan seseorang pada kehidupan keduanya dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Yang Mulai Terkuak
Lantai delapan puluh satu, area aman di hutan rimbun yang teduh. Altea —sekarang menjadi Laylie tertidur lelap karena kelelahan.
"Hei, Scorpio bukankah kau terlalu berlebihan?!" seru seorang wanita tampak tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Scorpio terhadap Laylie.
"Jika tak seperti itu, kekuatannya tak akan bangkit," balas Scorpio, "Kau tahu sendirikan, seperti apa keluarga Maniola, Virgo."
Wanita itu dipanggil Virgo, memiliki rambut berwarna cokelat sepanjang dada, lurus namun ujungnya keriting. Matanya berwarna hijau dengan wajah yang cantik, mengenakan sebuah gaun khas kelompok Zodiak, pakaian berwarna putih dengan rumbai biru langit malam yang penuh bintang.
"Aku tahu soal itu..." ucap Virgo, tak bisa membalas perkataan Scorpio karena itu benar apa adanya.
"Eemm... apa yang terjadi...?" Laylie terbangun dan melihat Rudolph yang tertidur dengan posisi duduk bersandar ke dahan pohon di sampingnya. "Kak Rudolph?" ucapnya lirih penuh kebingungan.
Laylie mencoba bangun, mengambil posisi duduk dan melihay semua orang baik-baik saja. "Apa yang sebenarnya terjadi? Aku ingat betul dengan apa yang sebelumnya terjadi..." gumamnya penuh kebingungan, "Ah, benar juga pasti aku sudah ada di akhirat."
"Tidak, kau masih hidup, Altea," sela Anne yang duduk di atas dahan pohon. Dia meloncat turun dan berjalan mendekati Laylie, lalu mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.
Laylie menerima uluran tangan tersebut, lalu berdiri secara perlahan. “Apa yang tengah terjadi? Aku ingat betul kalian semua sudah...”
“Yang Anda lihat sebelumnya hanyalah ilusi Tuan Putri Laylie Maniola Anggresia,” sela Virgo yang tiba-tiba berjalan mendekat.
“Kau... ugh!” saat melihat Virgo Laylie mengalami sakit kepala, tangan kanannya memegang sisi kanan keningnya.
.
.
.
Di perpustakaan yang dipenuhi oleh banyaknya rak buku, di salah satu meja terdapat gadis kecil yang tengah duduk membaca buku cerita. Rambutnya berwarna silver dengan mata berwarna langit senja, siapa lagi kalau bukan Laylie Maniola Anggresia, putri pertama kerajaan Anggresia.
-Sreett!
Suara pintu terbuka terdengar, hingga Laylie menoleh ke arahnya melihat sosok wanita berambut cokelat dengan mata hijau. “Ah, akhirnya ketemu juga,” ucap Wanita itu.
Laylie hanya diam melihat wanita itu mendekat ke arahnya. Wanita itu duduk di kursi yang ada di samping Laylie, “Apa yang sedang Tuan Putri baca?” tanyanya dengan lembut.
Laylie mengambil buku itu dan menunjukkan halaman yang tengah ia baca pada wanita itu. “Buku cerita!” jawab Laylie antusias.
“Wah, apa Tuan Putri sudah lancar membacanya?” Wanita itu kembali bertanya.
Laylie menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku cuma lihat gambarnya dan membayangkan apa yang mereka bicarakan,” jawabnya dengan senyum polos sambil menunjuk gambar yang ada di dalam buku.
Wanita itu tersenyum, “Mau saya bacakan, Tuan Putri?”
“Apa boleh?!” jawab Laylie dengan riang.
“Tentu, lagi pula saya sedang luang,” jawab Wanita itu dengan senyum hangat.
“Terima kasih Virgo!” ucap Laylie dengan senyum lebar yang terlihat begitu senang.
.
.
.
Kembali ke dungeon...
“Virgo...” ucap Laylie saat melihat sosok yang mendekatinya.
“Ya!” Virgo berlutut, “Senang bertemu dengan Anda Yang Mulia Putri Laylie,” ucapnya penuh rasa syukur dan hormat.
“Kekeke! Saya juga senang melihat Anda berhasil membangkitkan kekuatan Anda,” Scorpio tiba-tiba berada di samping Virgo dan ikut berlutut.
Saat melihat Scorpio emosi Laylie kembali naik dan hendak menyerangnya, namun Rudolph menahan tangan Laylien. “Tunggu!” serunya.
“Kenapa kau menghentikanku!” balas Laylie ketus.
“Mereka bukanlah musuh, yang kau lihat di lantai bos sebelumnya hanyalah ilusi yang dibuat oleh Tuan Scorpio dengan perpaduan sihir dari Nona Virgo,” jelas Anne.
“Sudah kubilangkan, rencanamu itu terlalu berlebihan Scorpio,” ujar Virgo.
“Kekeke! Saya mohon maaf atas kejadian sebelumnya Tuan Putri, saya hanya melakukan tugas yang telah dititipkan oleh ayah Anda. Kekuatan keluarga Anda cukup unik karena untuk membangkitkannya kalian harus mengalami yang namanya putus asa, kebencian, kesedihan, dan kemarahan, itulah mengapa saya memerankan peran jahat untuk memicu bangkitnya kekuatan Anda,” kata Scorpio menjelaskan alasan kenapa dia melakukan hal itu.
“Sekarang Anda pasti merasakan energi sihir yang meluap dalam diri Anda, bukan?” tambah Scorpio.
Laylie diam sejenak, mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya kembali, menenangkan dirinya dan mencoba merasakan apa yang saat ini terjadi di dalam tubuhnya. Matanya mulai bersinar membentuk lambang kupu-kupu di pupil matanya, “Kau benar, aku merasakan kekuatan bertambah.”
Laylie melihat ke segala arah, “ Apa ini..? Apa ada cahaya biru yang mengalir dan menyelimuti kalian.”
“Itu karena kekuatan mata sihir Anda,” jelas Virgo. “Keluarga Maniola identik dengan kupu-kupu, sama halmya dengan mata sihir Anda yang memiliki bentu kupu-kupu.”
“Jadi, apa cahaya biru itu?” Laylie kembali bertanya.
“Itu aliran sihir, energi sihir. Kekuatan mata Anda bisa melihat aliran tersebut, bukan hanya itu kecepatan untuk melihat serangan musuh hingga dapat membaca serangan serta refleks yang tajam, Anda juga mampu menciptakan dimensi lain ‘Flames Butterfly Field : Twilight Flowers Garden’ seperti yang Anda gunakan saat bertarung melawan Scorpio,” jelas Virgo.
“Tapi ada yang aneh,” sela Scorpio.
“Apa yang aneh?” tanya Virgo.
“Aku tak mengerti, tapi seharusnya kekuatan Tuan Putri lebih dari ini, entah kenapa seperti ada kekuatan lain yang menekan atau menghalanginya,” jelas Scorpio.
“Kurasa kau ada benarnya, aku juga merasa ada yang menekan kekuatanku,” tambah Laylie. “Kurasa bukan waktunya untuk membahas ini, cepat pulangkan kami,” kata Laylie menatap tajam ke Scorpio.
Scorpio hanya menyeringai, “Bukan saya pelaku sihir teleportasi itu, Tuan Putri,” balas Scorpio melirik ke arah Virgo, “Lagi pula saya ini Assasin bukan Penyihir.”
Virgo mengalihkan wajahnya, melihat hal itu Laylie menghela nafas pendek, “Jadi kau pelakunya...”
“Ehe!” Virgo tersenyum bodoh, lalu ia mulai merapalkan sihir teleportasi menuju ke lantai satu dungeon. Setelah itu semua orang bernafas lega, akhirnya mereka bisa beristirahat dan keluar dari dungeon.
“Tuan Putri, tolong izinkan kami untuk ikut bersama Anda,” Virgo dan Scorpio berlutut.
Laylie diam sejenak, “Baiklah, lagipula aku tahu kalian tak berbohong, aku juga sedikit mengingat tentang kalian berdua,” jawab Laylie lalu menggunakan sihir untuk mewarnai rambutnya menjadi hitam kembali.
“Saat ini namaku Altea, seorang alkemis,” ujar Laylie-sekarang menjadi Altea.
"Ya!" jawab Virgo dan Scorpio dengan begitu gembira.
Mereka keluar dari dungeon dan berpisah dengan para petualang, kembali menuju toko potion miliknya.
Di halaman depan Arthur dan Sebastian melihat Altea yang berjalan dengan dua orang di belakangnya, mengenakan pakaian yang begitu familiar.
"Hei, Sebastian... mereka berdua..." ucap Arthur dengan ragu.
"Ya, mereka pasukan khusus kerajaan Anggresia, Zodiak!" saut Sebastian.
"Jika mereka ada disini, berarti Nona sudah ingat dengan masa lalunya?" Arthur tampak sedih jika Altea akan mengingat kejadian sepuluh tahun yang lalu.
Emang sih jiwanya udah mbak-mbak kantoran tapi rasanya usia tubuh kadang perlu agak diperhatikan🗿