Bukankah memang sudah takdirnya protagonist pria akan berpasangan dengan protagonist wanita , begitu juga dengan takdir antagonist wanita yang akan selalu berusaha memisahkan keduanya , untuk bisa memiliki protagonist pria , namun bagaimana jadinya jika tokoh figuran juga ikut berusaha untuk mendapatkan hati protagonist pria .
Balia yang memasuki raga tokoh figuran Gu An Ran , untuk tetap bertahan hidup , Belia harus melakukan misi untuk menaklukkan hati protagonist pria pangeran Li Xuan adik kandung kaisar , sekaligus Jendral besar Negara Yan .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Semua anggota militer dan murid akademi membelalakkan kedua matanya , ketika melihat Gu An Ran dan Lu Jia Yi sama sama membawa pedang dan berdiri di tengah lapangan , apa yang akan mereka lakukan pikir mereka , karna tadi hanya Jendral Li Xuan , Mu Feng dan Chuze saja yang mendengar jika Lu Jia Yi menantang Gu An Ran untuk duel tehnik pedang .
'' Nona Gu , meskipun pedang yang anda bawa milik Jendral Li Xuan , tapi anda tidak akan bisa mengalahkan saya '' . Tukas Lu Jia Yi dengan sombong .
'' Hem,, kita lihat saja nanti '' . Sahut Gu An Ran .
Gu An Ran dan Lu Jia Yi saling membungkuk satu sama lain , lalu mereka mulai bersiap mengayunkan pedangnya .
Lu Jia Yi langsung menyerang Gu An Ran , dengan pedang milik salah satu anggota militer , karna pedang miliknya sudah di patahkan oleh jari lentik Gu An Ran .
Semua penonton di buat tegang ketika melihat Lu Jia Yi yang terlihat tidak memberi celah Gu An Ran untuk menyerang balik , begitu juga dengan Jendral Li Xuan , dia juga hawatir jika Gu An Ran sampai terluka oleh tehnik pedang Lu Jia Yi .
" Hem.. Sepertinya wanita ini memang ingin aku kalah dan terluka " . Batin Gu An Ran , yang menyadari jika target Lu Jia Yi bukan hanya sekedar bertanding tapi juga ingin membuatnya terluka , terlihat jika Lu Jia Yi yang terus mencari celah untuk pedangnya agar bisa menggores kulitnya , dan nanti jika dirinya sampai terluka Lu Jia Yi akan mengatakan jika dirinya terlalu lemah , membuatnya tidak bisa menghindar dari serangan Lu Jia Yi .
Gu An Ran menyunggingkan senyumnya saat bisa menebak isi pikiran Lu Jia Yi , lalu dia sengaja memberi celah pedang Lu Jia Yi untuk menggores lengannya .
Srettt
Akhhhhh...
Semua orang terkejut saat melihat lengan Gu An Ran terluka , begitu juga dengan Jendral Li Xuan , dia sampai beranjak berdiri karna terkejut mendengar Gu An Ran yang mengaduh .
'' Ck, Nona Gu , ternyata tehnik beladiri anda tak sehebat jari anda yang bisa mematahkan pedang saya '' . Cibir Lu Jia Yi .
'' Nona Lu , bukankah bertanding pedang itu hanya untuk menjatuhkan pedang lawan , tapi kenapa anda melukai saya '' . Ujar Gu An Ran yang mana membuat semua orang mulai mengecam Lu Jia Yi , yang menurut mereka tak profesional sebagai senior , hanya karna cemburu dengan Gu An Ran yang dekat dengan Jendral Li Xuan , membuat Lu Jia Yi bukan hanya ingin membuat Gu An Ran kalah tapi juga melukai Gu An Ran , apa lagi mereka juga tahu jika Li Jia Yi menyukai Jendral Li Xuan .
'' Nona Gu , saya tidak ada niatan untuk melukai anda , anda saja yang lemah '' . Cetus Li Jia Yi , dia masih tidak sadar jika apa yang di lakukannya membuat orang oran mulai mengecamnya .
Jendrla Li Xuan yang akan menghampiri Gu An Ran ia urungkan , ketika melihat Gu An Ran beranjak berdiri , sembari menekan lengannya yang terluka .
'' Baik , kalau begitu sekarang giliran saya yang menantang anda untuk berduel '' . Ujar Gu An Ran , semua orang terkejut ketika Gu An Ran mengatakan jika kini gilirannya untuk menantang Lu Jia Yi , jadi tadi duel yang mereka lakukan itu permintaan Lu Jia Yi bukan perintah dari Chuze ataupun Jendral Li Xuan .
'' Karna anda tidak mau mengaku kalah , jadi baiklah kita duel sekali lagi '' . Sahut Lu Jia Yi dengan angkuh .
Gu An Ran menancapkan pedang milik Jendral Li Xuan ke atas tanah , lalu dia melangkah mendekati kerumunan anggota militer yang berada di sebelah kanannya , membuat mereka berfikir apa yang ingin di lakukan oleh Gu An Ran sebenanrany .
'' Kakak , bolehkah aku pinjam pedangmu ?'' . Tanya Gu An Ran sembari tersenyum .
'' Oh , ini Nona Gu , pakailah '' . Jawab si anggota militer itu memberikan pedangnya pada Gu An Ran .
Sedangkan di tempatnya Jendral Li Xuan menatap kesal pada Gu An Ran yang menancapkan pedang miliknya ke atas tanah , dan meminjam pedang milik salah satu anggota militer .
'' Kenapa anda mengganti pedangnya, apa karna pedang milik Jendral terlalu berat , membuat anda tidak bisa leluasa bergerak ?'' . Tanya Lu Jia Yi mencibir , ketika melihat Gu An Ran kembali ke tempat semula dengan membawa pedang milik anggota militer .
'' Aku tidak ingin pedang Jendral Li Xuan membuat Nona Lu terluka parah '' . Jawab Gu An Ran .
'' Ck, itu tidak akan pernah terjadi , jika yang menggunakan pedang phoenix Jendral Li Xuan itu anda '' . Decak Lu Jia Yi .
'' Hem,, Nona Lu benar , yang hebat bukan pedangnya tapi dari si pengguna pedangnya , sudahlah sekarang lebih baik kita mulai bertanding '' . Ucap Gu An Ran .
Kedua wanita berbeda usia itu kini mulai kembali bertanding , di tengah tengah lapangan , dan kini mereka bisa melihat jelas cara tehnik pedang Gu An Ran yang begitu hebat .
Lu Jia Yi mulai kualahan dia tidak menyangka jika Gu An Ran ternyata sangat gesit , hingga saat dia akan menghunuskan pedangnya pada Gu An Ran , dia terkejut saat Gu An Ran menendang pedangnya sehingga membuat pedang itu terlempar ke atas , dan sialnya Lu Jia Yi yang mendongak ke atas tak menyadari jika Gu An Ran kembali mengangkat kakinya untuk menendang tepat di perutnya begitu kuat , yang membuat tubuh Lu Jia Yi melayang dan terhempas menabrak pohon yang berada di sejauh sepuluh meter .
Wusshhh
Brukkk
Semua orang di buat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Gu An Ran , mereka tidak menyangka jika Gu An Ran bisa mengalahkan Lu Jia Yi .
Gu An Ran tersenyum lalu dia mengambil pedang Lu Jia Yi yang tergeletak di atas tanah , lalu dia melemparkan pedang Lu Jia Yi dan pedang yang di beawanya ke arah Lu Jia Yi , yang mana membuat semua orang membulatkan kedua matanya, sedangkan Lu Jia Yi yang masih menahan sakit di punggungnya dia hanya segera menutup matanya , saat melihat dua pedang yang terbang ke arahnya.
Wusshhh
Jlebbbbb
Semua orang berteriak namun sedetik kemudian mereka bernafas lega , saat dua pedang itu ternyata menancap tepat di atas tanah samping kiri dan kanan Lu Jia Yi .
Gu An Ran lalu menarik pedang milik Jendral Li Xuan dari atas tanah , dan di bawanya kembali pada Jendral Li Xuan .
'' Sudah puas main mainnya ?'' . Tanya Jendral Li Xuan , karna hanya Jendral Li Xuan yang tidak terkejut dengan tehnik pedang dan cara Gu An Ran melawan Lu Jia Yi , karna Jendral pernah melihatnya saat di atas atap asrama Gu An Ran di akademi .
'' Hem , sudah , ini aku kembalikan '' . Jawab Gu An Ran tersenyum sembari menyerahkan pedang pada pemiliknya .
'' Ayo ikut aku , aku akan mengobati lukamu '' . Tukas Jendral Li Xuan mengambil pedangnya kembali , sembari menarik pergelangan tangan Gu An Ran dengan pelan .
'' Baik sayangku '' . Sahut Gu An Ran dengan manja , bahkan dia juga melingkarkan tangannya di lengan kekar Jendral Li Xuan , yang mana membuat Jendral Li Xuan hanya bisa menggelengkan kepalanya tersenyum .
Semua orang semakin yakin dengan gosip Jendral Li Xuan yang mau di ajak menari oleh Gu An Ran , karna sekarang mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri Jendral Li Xuan yang tak menolak ketika Gu An Ran bergelayut di lengannya , bahkan mereka juga melihat jika Jendral Li Xuan yang lebih dulu berinisiatif menarik pergelangan tangan Gu An Ran , sedangkan di bawah pohon Lu Jia Yi yang melihat itu hanya bisa mengepalkan tangannya , karna cemburu yang di rasakannya .
Saya hope 1 day Nanti ada s2nya 😁
Saya baru Saja read novel ini. sampai last itu cuma Nak Tanya Saja ini tak ada s2 ke😁👈👉🤭 , storynya best tahu Saya suka 🙆