NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vara dipindah tugas?

"Baik pak, nanti saya salinkan" ujar Vara, ia pun kembali duduk di sofa sebelah meja bang Zhafran.

"Sama itu sek, nanti kalo mau keluar makan siang tolong taro berkas itu ke ruangan nya pak Sena ya" Vara mengangguk

Pagi itu Vara diperintah oleh Sena untuk membantu Zhafran dan Candra, sembari ia belajar sedikit lebih dalam mengenai kasus.

Karena saat ia bersama Sena ia hanya di suruh untuk mengamati dan kali ini ia akan sedikit di ajarkan untuk turun langsung kelapangan.

'Sebenarnya aku masih belum siap turun kelapangan gini, aku masih takut salah tapi gimana orang ini suruhan pak sena' batin Vara.

Jam makan siang pun tiba dan beberapa berkas masih berserakan di meja baru beberapa yang Vara selesaikan.

"Dek, engak makan siang dulu? tinggalkan dulu aja, laper nanti kamu" Vara hanya tersenyum saja, sebenarnya ia lapar tapi ia melihat masih begitu banyak pekerjaan nya takut hari ini tidak selesai.

"tidak lapar bang, nanti saja makan nya" jawab Vara, meskipun perut nya udah keroncongan tapi ia tetap bilang kenyang demi cepat selesai semua pekerjaan nya.

Kembali ke cerita awal, jadi pagi itu saat Vara baru saja datang ke kantor ia langsung disuruh menghadap Sena, disana ia malah diperintahkan untuk membantu zhafran hari ini, sembari ia disuruh untuk belajar langsung terjun ke lapangan.

Zhafran yang melihat Vara seperti nya kelaparan ia langsung berinisiatif untuk memesankan makanan online, karena ia juga tidak sempat untuk makan siang hari ini.

Tak berselang lama, ada suara ketukan pintu dari luar dari salah seorang karyawan yang berjaga di depan, ia mengantarkan makanan yang dipesan oleh zhafran.

"Buat saya bang? Makasih ya, brp bang?" Zhafran mengangkat kedua alis nya.

"Maksud saya ini makanan nya berapa" Vara mengira ia harus membayar makanan yang baru saja diterima dari Zhafran.

"Engak usah, kamu makan saja itu dari saya" dengan rasa sedikit tidak enak hati tapi Vara mengangguk, lumayan juga kan makanan gratis wkwk.

Sore hari kemudian, Vara sudah bersiap untuk pulang karena Zhafran sudah menyuruh nya. Saat ia berdiri dan hendak berpamitan zhafran sudah dulu berbicara.

"Kamu pulang naik apa dek?" tanya Zhafran, ia berdiri tepat di depan Vara.

"Naik motor bang" jawab singkat Vara namun sopan

Zhafran mengangguk dan mengajak Vara untuk keluar dari ruangan bersama, namun sebelum pergi Vara berpamitan untuk ke ruangan nya terlebih dahulu karena ada barang yang ia mau ambil, dan Zhafran sudah lebih dulu pergi.

Tak lama saat Vara hendak keluar ia dipanggil oleh Anna.

"Lu udah mau pulang var?" tanya Anna, mereka berjalan bersama untuk keluar dari kantor.

"Iya, ngantuk banget aku pengen cepet-cepet pulang dan tidur" Anna hanya mengangguk saja dan diam.

"Memang nya kenapa?" tanya Vara, karena Anna hanya diam

"Gue kayaknya mau resign deh var bulan depan, soalnya gue mau nemenin nyokap berobat" Vara langsung berhenti ia tidak jadi menggunakan helem nya.

"Nyokap berobat? Ibumu sakit?" tanya Vara penasaran, karena dari raut wajah Anna seperti nya ia sedang sedih.

"Iya, ibuku sakit usus buntu kemarin udah sempet operasi tapi belum berhasil" Vara langsung terenyuh hati nya mendengar cerita Anna.

"Terus sekarang ibu kamu dimana? masih dirumah sakit?" Anna menggeleng

"ibuku sudah dirumah, kondisi nya sudah membaik cuma aku yang masih khawatir dan aku pengen bawa ibu berobat, makan nya aku pengen resign takut nya pengobatan ibu bakal lama dan buat aku terhalang kerja" ujar nya, Vara langsung terdiam ia binggung harus mengatakan apa.

"gini aja deh an, besok lu diskusi dulu sama Bu Sefti siapa tau lu engak harus keluar ann sayang loh. Itung-itung disini kita latihan kerja tapi ya aku serahin semuanya ke kamu cuma saran ku kamu bicara dulu sama Bu Sefti" Anna mengangguk ia menyetujui ucapan Vara.

"coba besok gue menghadap Bu Sefti ya siapa tau dikasih keringanan" Vara tersenyum sembari mengelus lengan teman nya itu.

"Amin, gue doain yang terbaik buat lu. Dan semoga cepet sembuh ya ibu nya kamu harus semangat"

Setelah mereka ngobrol dan Vara pun langsung berpamitan, ia berjalan ke arah motor nya dan segera pergi dari area parkiran kantor untuk menuju ke rumah nya.

..._______________...

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!