NovelToon NovelToon
Pawang Terakhir

Pawang Terakhir

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:147.8k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Patah hati melihat gadis yang di cintai lebih memilih pria lain membuatnya bertemu dengan seorang gadis keturunan kerajaan luar Jawa, gadis yang berbeda dari trah garis darahnya.

Perbedaan di antara mereka dalam segi apapun membuat mereka sering berselisih pendapat dan tidak akur namun siapa sangka waktu telah membuat mereka sering berjumpa.

Seiring berjalannya waktu, ada benih rasa yang sedang bermekaran namun hati yang masih tertambat pada sang mantan kekasih membuatnya melukai hati sang putri. Mampukah mereka bersatu dalam perbedaan dan keadaan atau mereka menyerah begitu saja?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Pak Kapten.

Papa Alden dan Para Opa mondar mandir di depan ruang observasi, mereka menunggu hasil test darah milih Syila. Disana Opa Daluman juga berkali kali membenahi letak kacamatanya untuk memastikan kembali beberapa prosedur terkait masalah kehamilan Syila.

Bang Anom yang kali ini menjadi tersangka hanya bisa duduk terdiam tanpa kata meskipun hatinya resah luar biasa.

Tak lama beberapa orang petugas laboratorium menyerahkan salinan hasil pemeriksaan pada Opa Daluman. Seluruh mata tertuju pada Opa Daluman yang lagi-lagi di sibukan perkara kacamatanya yang sudah longgar.

"Bagaimana hasilnya Om?" Tanya Papa Alden penasaran.

"Bengkak dah habis tabrakan." Jawab Opa Daluman.

"Tapi kami nggak tabrakan Opa, selama pemulihan Syila.. kami lebih banyak di rumah." Bang Anom berusaha membela diri karena pikirannya benar-benar berantakan memikirkan Syila.

Sorot mata para Opa beralih menatap Bang Anom. Opa Daluman pun menepak kening Bang Anom dengan selembar kertas salinan hasil laboratorium.

"Syila hamil." Kata Opa Daluman.

"Nggak mungkin Opa......."

"Kamu merasa nyolong waktu tanam pasak atau tidak???" Tegur Papa Alden.

"Tapi aku selesaikan di luar" Jawab Bang Anom tanpa sadar.

"Naaahh.. khaan..!!!" Papa Alden berkacak pinggang di hadapan putranya. "Kenapa tadi belaga tidak mengakui?? Mau kau selesaikan di kebon pun kalau memang takdirnya jadi ya jadii."

"Dimana-mana namanya nyolong itu nggak berkah le." Imbuh Papa Ghazzal yang juga ada disana.

"Sudaaahh.. jangan ribut sendiri. Ini tangani si anak colongan dulu. Bagaimana mempertahankan anak colongan ini biar selamet sampai lahir nanti." Kata Opa Daluman.

"Duuhh alaahh.. kenapa sih kamu ini sembrono sekali." Papa Alden tak hentinya mengomel dan kali ini Bang Anom benar-benar diam karena menyadari dirinya telah berulah yang akan merepotkan semua orang.

...

"Mas Anom jangan disini..!! Mandi dulu kalau mau dekat sama Syila..!!" Pinta Syila selalu menolak untuk berdekatan dengan Bang Anom.

"Ini sudah ke tiga kalinya Mas mandi ya dek." Kata Bang Anom.

"Pokoknya rambut Mas jangan sampai kering. Syila malas lihatnya." Syila yang geram sudah menyambar bantal untuk melempar Bang Anom.

"Dosa apa sih kamu sampai anakmu saja nggak mau lihat bapaknya???" Ledek Papa Ghazzal.

"Cckk.. tak tau lah Om. Sepertinya memang Mamanya yang nggak suka sama saya." Jawab Bang Anom.

"Ngalah An, sebenarnya istrimu juga nggak mau begitu. Namanya bawaan bayi.. mau bagaimana lagi. Kamu mau marah sama hal seperti ini juga nggak mungkin. Dulu malah Tante Shene nggak berhenti muntah kalau lihat wajah Om, akhirnya om tidur di barak Taja karena kamar perwira habis. Mungkin bau badan Om tercium sampai radius sepuluh kilometer kali ya." Ujar Om Ghazzal mengingat masa lalunya.

Bang Anom mengangguk, pandangannya menyoroti Syila yang tengah tidur, sudah nyenyak dan tidak rewel lagi. Sungguh luar biasa tentang hari ini. Terpaksa dalam acara serah terima jabatan, dirinya hanya menyambut dengan ramah tamah tanpa kehadirannya karena si kecilnya turut campur tangan dalam team suksesnya.

...

Perwakilan para hadirin pun sampai ikut menjenguk ibu Danki yang baru di rumah sakit. Entah para tamu undangan harus tertawa atau sedih karena melihat Ibu Danki tidak mau berdekatan dengan Pak Danki yang baru.

"Ya beginilah keadaannya ya. Saat ini saya menjabat sebagai Danki yang terbuang. Mohon maklum adanya untuk beberapa waktu." Kata Bang Anom mengundang gelak tawa meskipun para perwakilan hadirin tau kalau Danki mereka sedang susah.

"Siap Pak Danki, semoga ibu lekas sehat kembali." Do'a para hadirin di 'Aamiin'i seluruh hadirin.

Syila santai saja mendengarnya sembari menyimpan rasa mual setiap suaminya.

\=\=\=

Beberapa hari kemudian.

Pagi hari Kompi menjadi sibuk. Seperti yang di minta Syila pada saat itu, malam ini ada acara syukuran atas kenaikan pangkat Danki dari Letnan menjadi seorang Kapten.

Bang Anom sudah gagah memakai seragam loreng untuk mengikuti tradisi.. ia melihat seragamnya yang belum tertempel pangkat yang baru. Ini kali pertama dirinya merasakan kenaikan pangkat setelah dirinya sudah berkeluarga tapi sang istri sedang tidak ingin berdekatan dengannya.

"Yaaa... Mungkin hari ini aku akan menempelkan pangkatku sendiri." Gumam Bang Anom di barak karena keadaan Syila memang separah itu tidak bisa melihat dirinya berada di sekitar rumah. Daripada Syila terus saja mual, dirinya pun mengalah untuk pindah tidur di barak bujangan.

...

Bang Anom mengguyur para anggotanya yang sedang menjalani kenaikan pangkat. Belum ada juga tanda-tanda istrinya itu hadir dalam acara tersebut. Wajah Bang Anom sudah terlihat kecewa tanpa hadirnya sang istri.

Tapi tak lama, Prada Harto memayungi Ibu Danki karena sejak kejadian kemarin membuat para anggota ikut cemas dengan keadaan Ibu Danki. Atas inisiatif mereka sendiri, mereka rela memayungi Ibu Danki yang baik dan lembut hati.

"Nggak usah pakai payung Om. Nggak terik ko' " tolak Syila.

"Aduuh Ibu.. jangan..!! Kalau ibu pingsan lagi saya bisa di tumbuk Danki." Kata Prada Harto.

Syila menghela nafas dan melanjutkan langkah ke lapangan.

"Ini kenapa Dankinya cemberut saja? Ini moment penting lho Pak Danki..!!" Tegur Syila.

Bang Anom menoleh. Baru kemudian terlihat seulas senyum dari wajah Danki. Ternyata sejak tadi Danki begitu merindukan sang istri.

"Masuk ke barisan donk..!!" Kata Syila.

Tanpa banyak bicara Bang Anom masuk pada barisan setelah mengguyur anggotanya yang terakhir.

Seorang Prada menyerahkan gayung dari tempurung kelapa pada Syila dan Syila pun menerimanya dengan senyum.

"Terima kasih Om."

"Siap ibu."

Syila menahan mual sekuatnya saat berhadapan dengan Bang Anom. Para anggota menahan tawa tapi juga ikut terbawa aura bahagia. Syila mengambil segayung air bunga lalu mengguyur puncak kepala Bang Anom. Air berjatuhan membasahi pakaian Bang Anom.

"Selamat untuk kenaikan pangkatnya ya Kapten Anom..!!" Ucap Syila saat itu, tapi kemudian tanpa diduga sila mengecup kening Bang Anom. "Semoga kenaikan pangkat ini membawa keberkahan untukmu ya Pa. Sehat selalu jadilah pimpinan yang bijak untuk seluruh anggotamu."

Bang Anom tak sanggup menahan laju air matanya. Bibirnya seakan terkunci. Belum sempat menjawab apapun, Syila terhuyung.. memang sang istri sedang tidak sanggup menatap teriknya matahari.

"Paaa.. pusiiing..!!" Syila ambruk begitu saja di lapangan. Untung saja Bang Anom masih sigap menahannya.

"Ampuun dah. Keturunan vampir apa bagaimana sih. Lihat matahari langsung puyeng." Gumam Bang Anom.

.

.

.

.

1
Berliannasya Sachiela
ka Nara kl mau baca novel yg ini awalnya dr novel yg mana dlu si soalnya nama tokoh²nya sepertinya nyambung hrus dibaca novel sebelumnya dlu ya biar paham banyak nama² yg asing hehe
Berliannasya Sachiela: bagus kak ceritanya cmn novel yang terbaru bngung tokoh²nya asing smua 🥲
total 3 replies
Surati
bagus
Naja Naja nurdin
ibu hamil di lawan
Naja Naja nurdin
manis nya mas Anom
Naja Naja nurdin
aq pun ketawa terus pas kapten Anom guyur air di kepala
Naja Naja nurdin
mas Anom jangan komen karena komen mas Anom aq ketawa tross
Naja Naja nurdin
Abang Anom ku tunggu sergap mu
Dyah Ayu
kapan di up lagiii
Uswatun Khasanah
predikat istri maha benar Yo ngene Iki....wes jannnnn/Kiss//Kiss/
Tiffany_Afnan
apasih opaaa... 🙄
Mari Yadi
ngakak ro jenenge teo
Deasy Ismalia
kenapa lama banget thor?
Deisse Dede Bunaen
next dong ka thor💪💪
Eka elisa
bagus banget cuss baca gaess.. 💃💃💃💃😍😍😍😍
Eka elisa
pawang terahir.... mna nih... tunjukin psonamu..... buat mengaduk aduk prasaan yg baca....
Arix Zhufa
saya bingung dg nama2 tokoh nya
NaraY_Kamanatha: Bingung kenapa
total 1 replies
Tri Winarni
bagus banget
Eka elisa
ok...suksess troos yoo mak..
cipa
tetap up novel² yg lain kak walaupun sehari cm 1 bab
selalu kutunggu karya²mu kak
Eka elisa
mk....gk di lnjutin ini maak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!