NovelToon NovelToon
Hopeless Reincarnation

Hopeless Reincarnation

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: ESOK.

Hai aku Aram, pekerja kantoran bergaji standar UMR di pinggiran ibukota. Wanita umur 30-an yang sudah dikejar deadline “kapan menikah?” dari orangtuanya.

Orang yang hanya melihat kehidupan romasa orang lain dari balik kursi penonton. Ketika sudah siap menyambut kematian, aku malah diberi kesempatan kedua menjadi Arabella, calon putri mahkota di novel yang kubaca dulu. Klise!

Tentu saja, Arabella adalah antagonis! Double klise!

Mau mengubah takdir? Ngga dulu deh…

Lagipula, aku sudah terjebak dengan skenario takdir yang mendukung peranku jadi antagonis. Jadi, Mmari kita serius menjalani peran antagonis dan mengakhirnya dengan tragis seperti yang sudah ditentukan dalam cerita!

Hip Hip Hore untuk jadi jahat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ESOK., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bala Bantuan

‘Tok’ ‘Tok’. Seseorang mengetuk pintu rumahku sore itu. Siapa, ya? Padahal sudah sepuluh hari di sini aku berusaha mengurangi interaksi dengan siapapun.

Juga, berdasarkan surat dari kediaman Heinstrein dua hari lalu, masih butuh beberapa hari lagi sampai kerajaan menjelaskan aturan dan beberapa rangkaian acara yang nantinya akan jadi ajangku kembali menunjukkan diri. Seharusnya, tidak ada lagi yang mencariku untuk sementara waktu.

Dengan perasaan waswas aku membuka pintu itu. Lalu, aku melihat dua orang yang tak pernah kusangka.

“Nona Arabella!” Lanna berteriak seakan senang bertemu kembali denganku. Disampingnya, ada Elise yang masih dengan wajah kakunya menyapaku dengan hormat.

“Elise? Lanna? Sedang apa kalian di sini?” Aku menanyakan langsung kebingunganku.

“Kami datang untuk melayani kembali Nona Arabella.” Jawab Lanna masih dengan bersemangat.

“Melayaniku? Tapi, bukannya kalian pelayan di Istana Beryl?”

“Saat ini istana sedang tidak butuh banyak pelayan, lagipula, kami pelayan kalangan rakyat yang dipilih langsung oleh Nona. Sudah sepantasnya kami mengabdi ke manapun Nona berada.” Elise menjelaskan lebih lanjut.

Pelayan kalangan rakyat, bahkan dipilih langsung oleh Arabella? Aku baru tahu ada fakta seperti ini.

“Kalian tahu, kan, situasiku saat ini sedang tidak menguntungkan? Bukannya akan lebih menguntungkan bagi kalian untuk bekerja di tempat lain. Untung saja Helen tidak ikut-ikutan.”

“Helen mengurusi bagian di istana, Nona. Lagipula, dia tidak bisa kalau harus satu rumah lagi dengan kucing-kucing.” Lanna menjawab.

“Kucing?” Jangan bilang mereka membawa kucing-kucing itu. Kedua mengangguk dengan semangat, lalu, menunjuk tiga kandang kucing yang ada di belakang mereka.

Hahh, sungguh sial nasibku.

Karena tak nyaman berbicara di depan pintu, mau tak mau aku mengajak mereka dan ketiga kucing itu untuk masuk. Aku mempersilahkan mereka duduk sementara aku beralasan ke dapur untuk membuat teh. Wajah Lanna masih melongo saat aku membawa sendiri baki teh di tanganku. Sementara Elise dengan wajah panik mencoba mengambil alih saat aku menuangkan teh.

“Seperti yang kalian lihat, aku bisa melakukan beberapa hal sendirian, aku juga tidak punya cukup uang untuk memberikan kalian gaji yang layak.” Aku masih mencoba menolak, jujur saja, akan menyenangkan kalau ada bantuan di tempat ini, tapi, kucing-kucing itu menghalangi keinginanku.

“Kami tidak akan meminta uang Nona, lagipula, kita akan tinggal di tempat yang sama dan makan makanan yang sama. Anggap saja kami teman sekamar yang bisa meringankan pekerjaan rumah.” Elise berbicara diikuti anggukan setuju Lanna, masih sama ngototnya dengan tadi.

“Hahhh,” Aku menghela nafas. Sepertinya akan sulit menolak mereka, apalagi keduanya sudah sengaja datang dari Zirconia untuk menemuiku.

“Sepertinya, harus ada yang kalian ketahui.” Ucapku sembari menarik nafas panjang. “Semenjak selesai sakit beberapa minggu lalu, aku jadi sedikit takut dengan kucing dan hal-hal berbulu lainnya.” Aku akhirnya mengungkapkan rahasiaku. Lebih baik mengatakannya sekarang daripada setiap hari aku tertekan didekati tiga hewan berbulu itu.

Tapi, bukannya merasa heran, Lanna dan Elise justru saling bertatapan dengan maksud tersembunyi. Elise akhirnya berkata, “Kami sudah tahu, kok, Nona. Bahkan semenjak Nona menyuruh kami merawat masing-masing kucing Nona.”

“Tidak apa-apa, nanti Nona pasti kembali menyukai kucing-kucing itu lagi, sama seperti saat dulu.” Ucapan Lanna yang membingungkan membuatku mengerutkan kening.

“Kucing Nona lebih senang tidur dan bermain dengan bola-bola wol, mereka tidak akan mendekati Nona dengan tiba-tiba.” Elise menambahkan, kali ini wajahnya tersenyum hangat. Membuatku ikut merasa lega.

“Baiklah,” Jawabku pasrah yang langsung diikuti dengan senyum kemenangan dari keduanya.

“Aku tidak tahu apa yang membuat kalian mau kembali melayaniku. Tapi, terima kasih, aku senang memiliki teman bicara di tempat ini.” Wajah Lanna dan Elise berubah terharu mendengar pengakuanku. Mungkin tak pernah menyangka seberapa besar perubahanku selama dua minggu tak bertemu.

Yah, kalau saja mereka tahu, selama dua minggu ini aku berhadapan dengan dua anak kembar yang menggemaskan dan juga warga di pasar rakyat yang terlalu ramah. Cara bicaraku yang semula kaku dan kasar juga harus berubah untuk mengimbanginya.

“Oh iya, kalian sebenarnya tahu dari mana aku di sini?” Seharusnya sesuai dengan ucapan ayah dan ibu, tidak ada yang tahu keberadaanku saat ini.

“Kami tahu dari Kesatria Yorka, Nona. Beliau juga meminta kami untuk menyampaikan surat ini ke Nona.” Aku mengambil surat yang diberikan Lanna. Isinya hanya memberitahu kalau Yorka akan mengunjungiku untuk membahas sesuatu.

Aku menghela nafas lega, untunglah Yorka masih berpihak kepadaku. Entah kenapa aku juga teringat insiden drama menangisku yang disaksikan langsung oleh Yorka dan saputangannya. Arghh aku menggelengkan kepala mencoba menghapus rasa malu.

“Kalau begitu, masukkan barang-barang kalian ke salah satu kamar di bagian kiri.” Ucapku kepada Elise dan Lanna.

“Satu kamar lagi memangnya dipakai untuk apa Nona?” Ucap Lanna dengan pertanyaan randomnya seperti biasa. Aku mengernyitkan dahi tak habis pikir.

“Ya, apa lagi, kamar itu khusus untuk kucing-kucingku.”

1
Ayu Sari Murni
q kira mau balik ke dunia moderen thor
Ayu Sari Murni
ampun dah lana🤭
Ni Ketut Patmiari
nasib nya kok gitu banget ya? n dia ga bs ngelakuin apa2 buat keluar dr situasi itu
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
kuma kuma,🐻🐻
kenapa ngga mau membela diri sendri sich, mau nya tindas mulu
Fuji Fuji
upppppppp
Andriyati
apa ara bukan anak kandung mereka ya,, kenapa orang tua nya kejam sekali,,
Enung Yani
Menarik ,endingnya memuaskan ,suka bgt dari awal sampai selesai sangat bagus sesuai harapan
esok: aahhh makasih sudah membacaa 🤩😆
total 1 replies
Awin Windari
tiery nasibnya gimana? gimana kelajutan lembaga ciara? ciara jahat apa nggk sih? masih banyak masalah yg ga terselesaikan ni
esok: Krn Valentina berkhianat, raja yg cinta ama dia jadi sakit dan Thierry dapet dukungan penuh buat naik takhta. Chiara ga jahat, tapi naif dan cerita di lembaga kurasa udh clear, krn cuma dijadiin tempat buat nyebarin berita buruk tntg Thierry yg digagalin sm Ara. Dari awal tujuan Valentina bikin isu aneh2 jg buat nargetin Ara krn dia benci sm Ara yg terlalu sempurna 😅
total 1 replies
heng ky
congratulation thor... semoga terus untuk berkarya... suka ceritanya gk bertele2 walaupun masih penasaran sikap thiery ke ara
esok: Ahhh terima kasih sudah mengikuti sampai akhir🤗🤧😘

Dibagian akhir ada Thierry yg senyum liat interaksi Yorka dan Ara. Itu aku buat sebagai closure buat Thierry yg udh merelakan Ara sm orang lain. Dan Ara yg seneng kalo sikap Thierry berubah krn Chiara. Awalnya mau aku bikin ada percakapan terakhir mereka berdua, tapi kurasa lebih cocok yg ini hehe
total 1 replies
heng ky
lanjut.... kenapa motong ceritanya pas bagian yg bikin penasaran.... sukses selalu thor
heng ky
lanjut gk sabar nunggu kelanjutannya thor....
Mymrttt
ga sabar liat endingnya
Desi Forever
kerennn, setia kawan
Mymrttt
mana lanjutannya thor
Desi Forever
ada apa??
Susanty Lovers
pangeran mahkota bodoh gk layak jadi bahan rebutan. suka berat sebelah
heng ky
ok
heng ky
berharap arabella tidak kembali kepada thiery
Irmha febyollah
cantik chaira nya kk.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!