Serenity Martinez adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang menjalani kerasnya kehidupan sejak kecil. Berasal dari keluarga miskin, berantakan dan berakhir tragis. Sempurna sekali kan. Mendiang ayahnya meninggal tertabrak truk ketika mencoba merampok truk tersebut. Sedangkan ibunya bunuh diri karena lelah dengan kehidupannya yang miskin dan menderita.
Ada sesuatu yang unik dari Seren yaitu dia memiliki mata heterochromia. Itu artinya dia memiliki 2 warna mata yang berbeda, tetapi dia memilih menutup kelebihannya itu dengan menggunakan softlens agar tidak mencolok.
Regan Riley Robert, seorang pria tampan dengan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dilahirkan di keluarga kaya raya dan bahagia. Menjalankan bisnis warisan sang ayah dan merupakan putra tunggal. Dan dikelilingi oleh wanita wanita cantik yang ingin menjadi pendampingnya.
Mereka dipertemukan oleh takdir dan dipisahkan pula oleh takdir..bagaimana kisah mereka? yuk Ikuti kisah mereka ya...
Semua novel otor minim konflik seperti biasanya...jangan suruh otor untuk bikin konflik berat ya..semua tergantung otor mau dibuat apa cerita dan endingnya..skip aja kalau ga suka ya gaees...
ig author @zarin.violetta
(sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#15
"Kalian menabrak mobilku..seharusnya kalian kulaporkan pada polisi", kata Regan santai.
"Serahkan wanita itu..dia milik kami", kata salah satu pria gempal itu.
"Wanita mana?dia maksudmu?dia milikku..bagaimana bisa menjadi milik kalian?", Regan tersenyum mengejek.
"Kami meminta baik baik atau kau akan menerima akibatnya", ancam pria itu lagi.
"Tidak akan kuberikan yang sudah menjadi milikku", Regan menantang mereka.
Lalu mereka maju satu persatu memukul Regan. Tapi Regan terlalu sulit untuk mereka kalahkan.
"Hanya ini kemampuan kalian?", Regan mengejek lagi.
Ketika Regan sedang berduel dengan para pria itu, ada seorang pria yang memecahkan jendela mobil Regan dan membuka kunci pintu mobil.
"Aaaaaa", teriak Seren. Seren berusaha melawan pria itu tetapi Seren dihadapkan oleh 2 pria yang membawa pistol dan membuatnya tak bisa berkutik.
Regan menoleh pada Sereen dan melihat Seren dibawa oleh seorang laki laki masuk ke dalam mobil .
Regan mengeluarkan senjatanya dan menembak bagian ban mobil. Sedangkan para bodyguard tadi tampak berlari dan masuk kedalam mobil mereka karena nereka sudah mendapatkan Seren.
Regan mengejar mobil mereka dengan kecepatan penuh.
Kejar kejaran antar mobil tak terelakkan. Beberapa kali Regan hampir kehilangan mobil yang membawa Seren.
Regan semakin dalam menginjak gas mobilnya. Sampai akhirnya Regan menabrak mobil itu dengan keras dari belakang. Hanya itu jalan satu satunya agar Seren tak dibawa oleh orang orang itu.
Regan keluar dari mobil dan menembak tangan sang sopir.
Penumpang dibelakang mobil terlihat tak sadarkan diri. Seorang wanita tua dan Seren.
Regan segera mengambil Seren. Kepalanya berdarah karena terkena benturan jendela.
Secepat kilat Regan membawa Seren ke rumah sakit terdekat.
Regan sengaja tidak memberitahu sang ibu agar tidak panik.
"Bagaimana keadaanya?", tanya Regan pada dokter.
"Luka dikepalanya cukup dalam tapi kami sudah menjahitnya selebihnya hanya luka goresan", jawab dokter.
Regan sedikit lega dengan penjelasan dokter. Itu artinya tidak ada luka yang serius pada Seren.
Seren sudah dibawa ke ruang perawatan tetapi dia masih belum sadar karena pengaruh obat.
Regan menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu tentang insiden yang dialaminya tadi.
"Cepat selidiki...dan temukan mereka secepatnya dari kelompok mana mereka", kata Regan pada anak buahnya di telepon.
Regan memberitahu sang mommy bahwa Seren akan menginap di rumah Angela karena mereka baru berpesta. Dan sukurlah sang mommy percaya dengan hal itu. Regan akan menjelaskannya besok.
Seren tersadar dan melihat Regan duduk disamping ranjangnya.
Kepalanya terasa sangat pusing dan dia memegang kepalanya yang terbungkus perban.
"Istirahatlah..kau aman sekarang..besok kita pulang", kata Regan pelan.
Tentu saja Seren tidak akan bisa istirahat dengan tenang.
"Kita pulang sekarang saja", kata Seren lirih.
"Dan mommy melihat keadaanmu sekarang?", kata Regan.
Wajah Seren masih diliputi rasa khawatir. Dia takut mami itu menculiknya lagi.
Seren tampak menggigit gigit bibirnya karena panik.
"Hentikan itu..kau akan melukai bibirmu", ucap Regan.
"Kau aman bersamaku..tenanglah..mereka tidak akan bisa mengambilmu".
Seren menatap Regan lama.
"Jika kau sudah siap ceritakan padaku ada apa sebenarnya", lanjut Regan.
Seren mencoba untuk tertidur tapi tetap tidak bisa. Dia tidak bisa mengatasi rasa panik ini.
Regan melihat Seren masih sangat gelisah jadi dia memutuskan untuk membawa Seren ke penthousenya.
Anak buah Regan tampak menunggu diluar rumah sakit. Dan mereka pergi ke penthouse dengan pengawalan ketat dari para bodyguard Regan.
"Masuklah..", Regan mempersilahkan Seren masuk.
Seren melangkah masuk dengan ragu. Pakaiannya tampak kotor terkena ceceran darah dari kepalanya yang bocor.
suka karena part-nya juga GX terlalu bnyak GX bertelele 🤗👍👍👍
pas lahiran anakku yg ke 3 sampe mesengger kak zarin buat izin kasih nama anak bungsu ku Regan Riley,dan di ACC dong😍