NovelToon NovelToon
Putra Janda Kaya Mencari Papa

Putra Janda Kaya Mencari Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Anak Genius / CEO / Selingkuh / Janda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:113k
Nilai: 5
Nama Author: Indirani

Lusiana Atmaja adalah seorang wanita keturunan konglomerat. Hanya saja karena satu kesalahan dia menikah dengan keluarga biasa dan menjadi pelayan keluarga suaminya.

Pernikahannya dengan orang biasa itu membuat keluarganya marah besar dan mengusirnya. Dia hidup dengan keluarga suaminya yang datang sebagai penolong.

"Lusiana, kau tak perlu cemas. Aku akan membahagiakanmu dan anak kita." Sayangnya ucapan Haris itu hanya pemanis di awal kisah rumah tangga mereka.

Lusiana harus hidup menderita dengan ibu mertua, adik ipar dan suaminya yang mulai tidak setia. Satu-satunya penyemangat hidupnya adalah Raymond Bobby Atmaja, putra kesayangannya.

Tapi sayang putranya itu mengidap penyakit mematikan yang dapat merenggut nyawanya kapan saja.

"Mama, saat aku dewasa kelak, aku pasti akan membuat mama bahagia. Aku juga akan melindungi mama," ucap pria manis kecil itu dengan wajah pucat diiringi oleh tangisan Lusiana disisinya.

Penasaran kisah selanjutnya?
Baca aja! Komen,vote,dan like juga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Mama?"

Senyum manis Raymond yang saat itu tengah menggunakan kaca mata renang membuat Lusiana ikut tersenyum.

Saat itu adalah hari pekan sehingga Raymond menghabiskan waktunya di rumah ditemani oleh kakek dan neneknya.

Dia berenang menggunakan pelampung bebek dan ditemani oleh Kakeknya Mario menyusuri kolam renang.

Lusiana terkadang merasa menyesal. Seharusnya dia lebih awal datang ke rumah ini sehingga Raymond tidak perlu menahan kesedihannya seperti saat bersama keluarga Haris.

Di sini dia benar-benar diperlakukan layaknya keluarga oleh nenek dan kakeknya. Raymond yang sudah 2 jam berada di kolam renang pun merengek pada kakeknya untuk naik.

"Sini ayo sama nenek, biar nenek mandikan," ucap Ibu Delinah dan membawa cucu kesayangannya itu untuk mandi di kamar mandi tidak jauh dari kolam renang.

Mario yang telah mengenakan kimono handuk memanggil Lusiana. Mereka duduk di tepi kolam dan mengobrol ringan.

"Aku ingin membawa cucuku ke dokter yang lebih ahli, bagaimana pendapatmu Lusiana?" Lusiana tentu saja mengangguk setuju. Kakeknya begitu sayang dengan Raymond dan pasti akan memberikan yang terbaik pada cucunya itu.

"Aku setuju dengan ayah, kapan ayah ingin membawa Raymond?"

"Kemungkinan besok hari, bagaimana menurutmu?"

"Ayah akan pergi ke rumah sakit jam berapa?" tanya Lusiana kembali.

"Baiknya setelah Raymond pulang sekolah saja."

Lusiana pun menanggapi pernyataan ayahnya itu. "Kalau begitu besok aku akan ikut mengantar Raymond ya ayah." Mario mengangguk. Beberapa kali dia mengacak rambut anak perempuannya itu.

Kebahagiaan yang dia miliki sudah lengkap. Semua anaknya tinggal kembali satu rumah. Lusiana bahkan membawa satu anggota keluarga lagi yang melengkapi kebahagiaan mereka.

Keesokan harinya setelah pulang sekolah mereka semua pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan Raymond.

Kecuali Erick. Dia yang menghandle semua urusan di kantor sehingga Dallen yang menjadi supir mereka.

"Dallen, apa kabar ayahmu?" tanya Mario yang duduk tepat di sebelah bangku supir.

"Ayah baik-baik saja om," jawab Dallen.

"Aku dan ayahmu itu dulunya rival. Tapi akhirnya aku yang bisa mendapatkan Ibu Lusiana," ungkap Mario dengan bangga. Ibu Delinah memukul pundak Marion.

Dia berkata, "omong kosong apa yang kau bicarakan ini?"

"Benarkan? Dulu kita bertiga teman baik dan." Belum sempat Mario bercerita Ibu Delinah berbisik sesuatu yang menghentikan pria paruh baya itu bercerita.

Lusiana berbisik pada ibunya. "Ibu, apa yang ibu bicarakan pada ayah sampai dia berhenti bicara?"

"Ibu mengancamnya kalau sampai dia bercerita lagi. Malam ini tidak usah tidur di kamar," bisik Ibu Delinah yang mengundang cekikikan dari Lusiana.

Raymond juga tampil dengan wajah imutnya. "Mama, nenek sedang berbisik apa? Raymond juga mau dengar." Lusiana langsung membisikkan sesuatu tapi itu hanyalah candaan untuk Raymond.

Percakapan itu berakhir dengan Raymond yang ngambek sepanjang perjalanan karena tidak diberi tahu rahasia antara mama dan neneknya.

Beberapa kali Mario bertanya pada Dallen apa maksudnya mendekati Raymond dan Lusiana. Tapi dia hanya menjawab bahwa dia bekerja pada Lusiana.

Dallen menganggap Lusiana hanya sebagai sahabat. Tidak lebih dari itu. Jika ada orang yang bilang bahwa persahabatan di antara lelaki dan perempuan pasti ada salah satu yang jatuh cinta. Itu salah besar.

Baik Lusiana maupun Dallen tak pernah merasakan rasa suka apalagi rasa cinta di antara mereka. Bahkan setelah Dallen melihat betapa cantik wajah asli Lusiana. Dia biasa saja dan tetap menganggapnya sahabat. Tidak lebih dari itu.

Sebenarnya Mario juga tidak masalah Lusiana ingin berhubungan dengan siapa pun. Asal orang itu sederajat atau setidaknya punya pekerjaan yang bagus untuk menghidupi anaknya maka dia tidak masalah melepaskan Lusiana.

Tapi dia tidak akan setuju jika Lusiana menjalin hubungan dengan orang yang sejenis seperti Haris. Pria mata duitan dan hanya ingin memanfaatkan kekayaan orang lain.

Itulah sebabnya Mario mendesak Lusiana untuk memilih pria yang sederajat dengannya saat itu. Karena orang dari kalangan bawah seperti Haris pasti akan gila harta. Itu karena dia baru saja memperoleh uang yang banyak dengan cara mudah.

Mereka pun tiba di rumah sakit. Pertama mereka akan memeriksa kesehatan Raymond pada dokter jantung di rumah sakit Kanaya itu. Dokter jantung yang memang menangani Raymond. Dia adalah dokter Aryasetya.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif, Mario bertanya pada dokter Arya. "Bagaimana keadaan cucu saya?"

"Cucu bapak dalam keadaan yang cukup baik. Hanya saja hindari aktivitas yang terlalu berat seperti kardio, bermain bola, atau berenang dalam waktu yang cukup lama."

Mario mengangguk dan bertanya tentang beberapa hal lain yang berkaitan dengan kecerdasan Raymond.

"Jika untuk pemeriksaan kecerdasan kita bisa cek IQ dengan dokter psikolog. Berkonsultasi dengan psikolog juga bagus pak. Memang Raymond selama ini sangat cerdas," ucap dokter Arya saat melihat Raymond.

Bocah kecil itu turun dari pangkuan kakeknya dan ingin pindah ke pangkuan dokter Arya. "Paman dokter aku sangat rindu dengan paman," ucap Raymond sembari mengulurkan tangannya agar dokter Arya bisa mengangkat tubuh kecil itu untuk duduk di pangkuannya.

Dokter Arya tersenyum dan mengangkat Raymond duduk di pangkuannya sehingga sekarang dia berhadapan dengan mama, kakek dan juga neneknya.

Sesekali pandangan Mario beralih antara Arya dan Lusiana. Dia yang sudah hampir setengah abad hidup di dunia tentu tahu pandangan Arya pada Lusiana begitu berbeda. Itu adalah pandangan kasih sayang dan cinta.

Dokter Arya yang memiliki waktu agak senggang membawa mereka ke dokter psikolog untuk mengetes kecerdasan Raymond.

Saat mereka ada di sana seorang suster menghampiri dokter Arya terburu-buru dan memberitahu ada pasien jantung yang sedang kritis.

Terpaksa dokter Arya pun meninggalkan mereka. "Lusiana, ada hubungan apa kau dengan dokter Arya itu?" tanya Mario pada wanita yang masih setia dengan rambut wignya.

Tentu Lusiana menggunakan wig jika tidak dokter Arya tidak akan mengenalinya dan penyamaran akan terbongkar. Walau ibunya sedikit jengkel karena anaknya masih ingin memakai wig jelek itu. Setelah di beri pengertian Ibu Delinah pun hanya bisa mengikuti permainan anaknya.

Lusiana menemani Raymond masuk ke dalam ruangan dokter sementara Kakek dan neneknya menunggu di depan karena tidak ingin mengganggu konsentrasi Raymond.

Setelah melalui berbagai tes yang memakan waktu hingga hampir 2 jam. Mereka pun harus menunggu setengah jam lagi untuk melihat hasil tes Raymond.

"Sebenarnya baik Dallen atau Dokter Arya itu sama bagusnya. Tapi aku bisa melihat kalau Raymond lebih tertarik pada dokter Arya. Kau harus lebih mempertimbangkan lagi siapa calon suami yang akan kau pilih," ucap Mario pada Lusiana.

Lusiana merasa aneh dengan pernyataan ayahnya itu. Dengan wajah jeleknya ini bagaimana dokter Arya bisa suka padanya. Dallen juga dimasukkan dalam percakapan. Tidak mungkin pria itu menyukainya karena dia sudah menyukai orang lain terlebih dahulu.

"Ayah hentikan omong kosong itu," tegas Lusiana padan ayahnya yang bicara sembarangan. Takutnya hal itu di dengar oleh suster atau orang yang mengenal dokter Arya dan menyebabkan hal yang tidak perlu.

1
Perdes Amsil
terbanting k tanah ... duhhh tour ... imajinasiku jd kejaman dulu ...😀
Perdes Amsil
kwaaaakkkkkwaaakkk lusiana kaburrr ...... lagian ngapa kamu nongol toooonhhh🤣
Perdes Amsil
ceritanya bagus ... cuma tata bahasanya ...kurang dan banyak kata yg salah pemakaian ....
Catur Prastya
ayo dng kak. ksih up ny. udh lma nunggu tp gk up2 jg.
Marlina Tambun
Reymon .jgn " anak xavier. lanjut dong mbk.
Sri Maulida
lanjut...
Pratama Putra
lanjut
Dwi Indrayuni
hayoo
Nurul Shafinas
terbongkar sudah.. 😉
widiya setiyaningrum
kenapa lama sekali tor upload nya ??
giliran upload cuma 1 😌 kan penasaran lanjutan nya
Indirani: maaf ya beb agak2 sibuk kerjaan lain jadi aku sempet sempetin nulisnya /Scream//Sob//Sob/
total 1 replies
Syafiah Anggina
aku mampir Thor, masih penasaran ceritanya
🥰
Nurul Shafinas
ketahuan??? raymond kuat 💪
Nurul Shafinas
cool lah bapa ii nihh
Nurul Shafinas
dorg gay atau apa ya?? 🤔
Indirani: sahabatan aja kak heheeh
total 1 replies
Nurul Shafinas
/Good//Good//Good/
Iqmahbundanya Arfan
lanjut thor
Iqmahbundanya Arfan
apa munkin lusiana di jebak yah aslinya bukan tiddur sama haris
Indirani: bisa jadi kak liat nantikan bab selanjutnya yaaaa
total 1 replies
Nurul Shafinas
raymond 😭
Nurul Shafinas: sedih dgn berkeinginan seorg ayah..
total 2 replies
Jue
Xavier boleh saja tes DNA kan ? , Kalau muka boleh aja sama tapi Riwayat penyakit jantung ini selalunya asal dari keturunan yang sama , Kepintaran Raymond juga mungkin datang dari keturunan Xavier , Jangan lupa tuntut balasan tentang Virus pastikan Hariz meringkuk di dalam pagar besi barus puas hati para pembaca .
Indirani: Pastinya dung
total 1 replies
Mei Lapan Satu
raymond dan xavier punya penyakit yg sama,apa mungkin mereka itu ayah dn anak ya 🤔
Indirani: bisa jadi....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!