NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.1k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 Terasa berat.

Herlambang berada di lapangan golf yang ternyata tidak sendirian. Ternyata di lapangan golf yang dia bersama Arhan yang berbicara saling berhadapan dengan Herlambang. Dari postur tubuh kedua orang itu terlihat berbicara dengan serius.

"Maaf Arga jika gara-gara papa memanggil kamu ke Jakarta dan cukup lama di sini. Pekerjaan kamu jadi berantakan di Milan dan beberapa Perusahaan mengalami kerugian besar karena panggilan saya," ucap Herlambang kelihatan merasa bersalah.

Herlambang sangat mengenal anak angkatnya itu yang sangat ulet dalam bekerja. Tetapi tetap bagi Arhan di panggil ke Jakarta bukan hal yang sulit. Karena patuhnya lebih berharga dari pada pekerjaannya. karena pekerjaan yang mencuri banyak waktunya tidak akan ada tanpa Herlambang ayah angkatnya itu.

"Papa tidak perlu minta maaf. Saya akan menyelesaikan semuanya dengan cepat dan membasmi antek-antek yang berusahalah membobol data Perusahaan. Jadi semuanya pasti akan selesai dan saya berada di sini tidak ada hubungannya dengan kerugian Perusahaan di Milan. Karena saya akan mengatasinya," sahut Arga tidak mempermasalahkan hal itu.

"Papa tau itu. Kamu memang selalu santai dalam menangani masalah. Maka dari itu semua masalah cepat selesai di tangan kamu," ucap Herlambang yang sangat mempercayai Arhan. Karena Arhan sangat bisa di andalkan.

"Semua masalah pasti bisa di andalkan kok pah," sahut Arhan.

"Baiklah dan iya. Kapan kamu akan berangkat?" tanya Herlambang.

"Saya sudah memesan tiket dan saya akan kembali ke Milan besok pagi," jawab Arga.

"Secepat itu!" sahut Herlambang yang tidak menyangka Arhan bergerak dengan cepat.

"Lebih cepat lebih baik," sahut Arhan.

"Papa doakan semoga semuanya lancar," ucap Arhan.

"Iya pah dan saya minta maaf tidak bisa menjaga Azizie dalam keadaan seperti ini," ucap Arhan. Dia harus kembali ke Milan dan itu artinya Adara tidak akan bersamanya.

"Tidak apa-apa. Azizie papa yang akan menangani dan kamu pergilah urus semua pekerjaanmu dan jangan memikirkan apa-apa," ucap Herlambang.

"Iya pah," sahut Arhan menundukkan kepalanya.

Ternyata di balik tembok ada Adara yang bersandar di balik tembok yang mendengarkan pembicaraan Arhan dan Herlambang.

Wajah Adara tampak senduh dengan penuh kesedihan yang seperti tidak rela dengan kepergian Arhan yang kembali ke Luar Negri yang seharusnya Adara memang senang. Karena sejak menikah itu yang di inginkannya.

Namun ternyata tidak. Adara tidak senangnya sama sekali. Ada hati yang berat untuk melepas kepergian Arhan. Seharusnya Arhan masih ada di sisinya. Tetapi malah pergi kembali ke Milan.

Adara membuang napas beratnya perlahan kedepan dan meninggalkan tempat itu dengan membawa kekecewaan. Saat kepergiannya Arhan melihatnya yang sudah berjalan jauh dan di pastikan Adara mendengar semuanya.

"Apa kamu tidak memberitahunya. Jika kamu akan pergi?" tanya Herlambang yang juga melihat kepergian Adara.

"Aku sempat membicarakannya. Tetapi kelihatan Azizie tidak peduli. Jadi aku tidak melanjutkannya yang pasti aku juga tau. Jika Azizie sudah tau kalau aku akan pergi," jawab Arhan singkat dengan matanya yang masih melihat punggung yang semakin jauh itu.

"Biarkan saja seperti itu. Papa juga ingin melihat bagaimana jika keinginan anak itu terkabul. Apa dia bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa ada kamu," ucap Herlambang.

"Aku hanya berharap papa bisa menjaga emosi papa saat berhadapan dengannya. Jangan main tangan padanya. Dia masih labil dan dengan kehamilannya membuatnya juga semakin labil dan sulit menyesuaikan keadaan. Jadi mengertinya," ucap Arhan memberi pesan pada mertuanya yang membuat Herlambang tersenyum pada Arhan dengan menepuk bahu Arhan.

"Semoga saja Arhan, kamu bisa benar-benar jatuh cinta pada Adara dan begitu sebaliknya dengan Adara," ucap Herlambang dengan harapannya.

"Papa tau kamu Pria yang sangat tulus. Dan semoga saja kamu bersama Adara bisa saling menyayangi," lanjut Herlambang.

Arhan hanya diam mendengarkan harapan dari mertuanya itu yang mungkin saja bisa jadi kenyataan. Karena dari simpatik bisa berubah menjadi cinta sama dengan Adara dari benci. Namun sering mendapatkan ketulusan. Mana mungkin tidak akan luluh.

*************

Adara berada di dalam kamar yang duduk di pinggir ranjang dengan wajahnya yang gelisah dan sangat cemberut. Beberapa kali Adara menghela napasnya dengan perlahan kedepan. Tangannya terus memegang kaosnya yang meremasnya sangat erat.

Adara melihat ke arah pintu. Melihat kenopi pintu yang ingin di buka membuat Adara buru-buru langsung berbaring miring dengan menarik selimut dan berpura-pura tidur.

Arhan yang memasuki kamar dan sepertinya Adara tau jika Arhan yang datang makanya dia berpura-pura untuk tidur, mungkin tidak mau berbicara dengan Arhan atau melihat Arhan. Karena barusan mendengar jika Arhan akan pergi.

Arhan memasuki kamar dan hanya melihat Adara sebentar saja. Lalu Arhan menuju lemari menurunkan koper dari atas lemari dan membuka lemari yang langsung menyusun pakaiannya. Karena besok pagi dia harus melakukan penerbangan. Jadi harus siap-siap mulai dari sekarang.

Adara yang berpura-pura tidur bisa menyadari pergerakan Arhan yang sedang menyusun pakaian ke dalam koper. Membuat wajahnya semakin sendu.

"Aku akan pergi cukup lama. Mungkin bisa setahun lebih. Sesuai papa kapan akan memanggilku kembali. Karena pekerjaan utama ku ada di sana," ucap Arhan yang tau jika Adara tidak tidur dan ini waktunya memberitahu Adara. Walau Adara juga sudah tau.

"Jadi jaga dirimu baik-baik. Jaga kandunganku, minta bantuan apapun pada Bi Sri dan di sekolah hati-hati lah. Jika kamu ingin mempertanyakan suatu hal kamu bisa mengabari ku," lanjut Arhan sembari beres-beres.

Adara menyibak selimut dari tubuhnya dan langsung menuruni tempat tidur yang langsung menuju kamar mandi. Arhan hanya melihat kepergian Adara. Mungkin dari hati kecil Adara tidak ingin Arhan pergi.

Tetapi dia tidak tau cara menghentikan Arhan. Dan dia juga tau tempat Arhan itu bukan di sini dan bisa saja Arhan tidak akan kembali- kembali lagi. Dan apalagi dia menikah dengan Arhan hanya untuk menutupi aib itu. Serasa Adara penuh dengan kebimbangan pada hatinya. Tetapi pasti gengsi untuk menghentikan Arhan.

Arhan sendiri juga tidak bisa melakukan apa-apa. Dia berat hati meninggalkan Adara. Karena takut Adara memancing emosi Herlambang dan main tangan pada Adara. Walau Adara tidak menginginkan dirinya di tempat itu. Tetapi Arhan masih sangat peduli kepada Adara dan dia pergi karena pekerjaan yang pasti sangat penting.

***********

Malam terakhir untuk Arhan dan Adara berada di kamar itu. Adara yang tidak bisa tertidur sama sekali dan sementara Arhan yang sudah tidur di sofa.

Adara yang duduk dan dengan menekuk kedua lututnya dan Adara memeluk lututnya yang melihat ke arah Arhan yang sedang tertidur. Mata Adara melihat ke arah pintu yang ada koper Arhan yang sudah selesai dan besok tinggal berangkat saja.

"Dia selalu mengatakan penting atas kehamilanku. Seolah kehamilanku menjadi no 1. Tetapi pada kenyataannya pekerjaan tetap penting dan memang sesuai dengan apa yang aku duga. Jika dia mau melakukan semua ini hanya untuk dirinya saja. Untuk keuntungannya sendiri," batin Adara yang dengan wajah senduhnya yang terus melihat Arhan yang tertidur lelap.

Bersambung

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!