Bella terpaksa menikah dengan putra keluarga Prayoga Grup, Nugi tanpa cinta. Karena itu akan membantu memulihkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut.
Ini membuat Nugi yang punya kehidupan bebas memberi tawaran nikah kontrak pada Bella. Tanpa menjadikan semuanya rumit, Bella setuju. Semuanya aman, hingga Bella hamil padahal hati keduanya belum menyatu.
Bagiamana kisah pernikahan kontrak ini?
Novel ini kolab dengan author Isshabell
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34
Nugi akhirnya keluar dari mobil setelah yakin itu adalah Reynand rekan bisnisnya sekaligus atasan Bella.
"Hey, itu kamu." Nugi terkejut kalau pria yang ia lihat tadi benar Reynand. Ia mengulurkan tangan. Reynand menerimanya dan mereka berjabat tangan. "Sedang apa di sini?" tanya Nugi heran. Mata Nugi melihat ke sekeliling. Ia ingin tahu kemungkinan dengan siapa pria ini berada di sini.
"Aku hanya ada perlu tadi," sahut Reynand. Nugi mengangguk. Ternyata pria ini hanya sendirian. Akhirnya Nugi tidak berpikir macam-macam. "Kamu ada perlu juga di area ini?" tanya Reynand.
"Ya. Rumah ku ada di dekat sini." Nugi memberi tahu.
"Oh, ya?" Reynand surprise. "Apa kamu tahu di mana rumah ... " Reynand urung menyebutkan nama Bella.
"Aku kurang tahu daerah sini. Karena rumahku masih di daerah sana." Nugi menunjuk jalan ke arah lain yang berlawanan dengan arah rumah Bella ketika itu. Pasti dia tidak tahu.
"Boleh aku mampir ke rumah kamu?" tanya Reynand. "Kebetulan ini sangat langka. Jadi tidak akan datang dua kali bukan?"
Nugi tersenyum seraya berpikir. "Baiklah." Nugi akhirnya setuju. Tidak mungkin dia menolak kedatangan pria ini ke rumahnya. Dengan mengendarai mobil masing-masing, mereka berlalu dari tempat Reynand berhenti dan mencari Bella tadi. Dari sisi belakang, Reynand mengikuti mobil Nugi. Hingga tiba mereka di pelataran rumah keluarga Nugi.
Mama yang melihat dari ruang tengah heran melihat ada dua mobil masuk ke dalam rumah. Tampak Nugi turun dari mobil dan di ikuti oleh seseorang dari mobil yang berhenti di samping mobilnya. Pria itu tengah membawa sekeranjang buah di tangannya.
"Oh, teman Nugi. Pasti datang menjenguk istrinya itu." Mama tersenyum.
"Apa yang kamu bawa?" tanya Nugi terkejut melihat sekeranjang buah berada dalam pelukannya.
"Ini juga kebetulan. Keperluan ku tadi gagal, jadi lebih baik aku berikan ini untukmu. Lagipula sangat tidak sopan bertamu tidak membawa apa-apa." Reynand tidak berbohong soal urusannya yang tidak terlaksana itu.
"Wah, kalau begitu terima kasih. Kebetulan yang sangat menyenangkan," kelakar Nugi. "Terima kasih." Reynand menyerahkan keranjang buah pada Nugi.
Pintu ruang tamu di buka dari dalam oleh bibi yang berkerja di rumah ini.
"Selamat datang di rumah ku, Reynand." Nugi menyambut pria ini. Bibir Reynand tersenyum. Dia masuk ke dalam rumah seraya mengikuti Nugi. "Duduklah. Aku akan ganti baju sebentar. Bi, buatkan minuman dua ya. Ini tolong bawa ke belakang juga dari tamu kita." Nugi menyerahkan pada bibi.
"Ya, Tuan." Bibi ke belakang.
"Aku masuk sebentar ya," ijin Nugi.
"Ya silakan."
Ruang tamu sepi hanya ada Reynand yang melihat ke sekitar. Saat itu muncul mama Nugi.
"Ah, temannya Nugi?" tanya mama menyapa. Reynand yang terkejut dengan kemunculan beliau langsung berdiri dan membungkuk sedikit menunjukkan sikap sopan.
"Iya, Tante." Reynand mengulurkan tangan. Beliau menerimanya.
"Duduk saja. Lho, ini kemana Nugi-nya?" tanya mama yang melihat pria ini sendirian.
"Nugi masuk ke dalam sebentar. Tadi bilang ganti baju," ucap Reynand mengatakan apa seperti yang di katakan Nugi tadi.
"Oh, pasti dia sedang ke kamar melihat istrinya." Mama Nugi melihat ke arah dalam rumah.
"Istri?" tanya Reynand terkejut.
"Iya. Kamu mau menjenguk istri Nugi yang sakit bukan?" tanya mama sambil tersenyum.
...____...
good job thor 👍