Sri Rahayu seorang gadis kampung yang terpaksa harus pergi kekota dan tinggal disana bersama dengan Tantenya yang bernama Halima.
Namun siapa sangka Halima meminta dirinya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal hanya karena tidak ingin mengecewakan Halima dan sebagai bentuk dari rasa terima kasihnya karena Halima sudah menerima dirinya selama ini mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan dari Halima.
Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan pria tersebut dan sampai pada hari pernikahan itu tiba Sri belum juga melihat wajah yang akan menjadi suaminya tersebut.
Didetik-detik acara Akat nikah barulah ia bertemu langsung dengan pria yang bertubuh tinggi tegap yang merupakan calon suaminya itu.
Akankah Sri mendapat kebahagian didalam pernikahannya?
Yuk saksikan kelanjutan dari ceritanya Cinta didalam Perjodohan!!
Akankah Sri bertahan dengan kehidupannya yang baru atau malah menjadikan hidupnya semakin tersiksa?
Yuk saksikan kel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
Setelah itu Rey pun memutuskan untuk membatalkan kunjungan mereka kerumah sakit dan mengundur kepulangan mereka karna menunggu Monika keluar dari rumah sakit.
Setelah dua hari dirumah sakit Monika pun diperbolehkan untuk pulang. Dan kepulangan mereka segera disambut Rey dan juga Sri bahkan Sri mengambil alih baby Zay dari tangan ibu mertuanya.
"Sri tolong bawa Zay ke kamar ya aku masih mau disini dulu." Pinta Monika yang baru saja duduk disofa yang ada diruang tamu.
Oh ternyata namanya Zay ya? sekalian aja kak Monika kasih nama Zayyan aja, kan lagi rame tu si Zayyan yang berhasil debut jadi idol di negeri Korea.
"Memangnya ia? Aku kok ketinggalan berita ya?" gerutu Monika.
"Sayang.. Kau kan baru saja keluar dari rumah sakit. Lagian kita kan sudah sepakat dari jauh hari sebelumnya jika nama anak kita Zayin." Ucap Adit harap cemas jika istrinya itu akan mengganti nama baby mereka.
"Tapi boleh juga nama Zayyan juga bagus!" Balas Monika antusias.
"Tidak sayang aku tidak setuju!" tolak Adit dengan tegas.
"Is kau ini sangat payah, tidak kah kau tau betapa hebatnya mereka yang bisa menjadi seorang idol." Ketus Monika.
"Sudah, sudah kalian ini malah meributkan nama. Sekarang kau masuklah kekamar mu! dan Sri bawa Zayin juga masuk." Perintah mama Nia dengan menyebut nama baby Zayin seolah dia berada di pihak menantunya tersebut yang tidak ingin mengganti nama yang sudah disiapkan sebelumnya.
Sri yang merasa tidak enak hati memilih untuk meminta maaf karna ucapannya hampir saja terjadi perdebatan panjang diantara pasangan suami istri yang baru saja di karuniai seorang baby yang sangat menggemaskan.
"Maaf jika tadi ucapan Sri menimbulkan kegaduhan." Ucap Sri sebelum meninggalkan ruang tamu.
"Tidak apa sayang, hanya saja Monika yang lebai, apa saja yang bersangkutan dengan per kipopan langsung saja lupa diri." Sindir mama Nia yang tau betul jika anak perempuan nya itu masih sama saja sewaktu ia masih lajang yang selalu mengidolakan idolnya.
"Mah..." Monika mengisyaratkan agar mama Nia berhenti mengejek dirinya.
"Jangan bilang kau sama saja dengan kak Monika?" Kini Rey yang bersuara setelah memperhatikan semuanya.
"Bukan urusan mu!" Sri memilih meninggalkan suaminya itu yang sedang penasaran dengan jawabannya.
"Lihatlah dia? tidak istri tidak kakak sama saja." Gerutu Rey yang kini hanya bisa menatap kepergian semua orang dan yang tersisa hanyalah dirinya dan juga papa Gael.
"Yang sabar bro!" papa Gael menepuk pundak anak tercinta itu.
"Mau sabar gimana pah?"
"Bersyukurlah jika istri mu itu mengidolakan mereka yang menjadi idol dari negeri sebelah. Dengan demikian ia tidak akan pernah tergoda dengan laki-laki mana pun karna kriteria nya tidak bisa ia temukan pada orang lain kecuali idolanya tersebut." Jelas Papa Gael seperti bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Rey.
"Lantas bagaimana dengan aku?" tanya Rey bingung tidak terima.
"Kau ini bodoh atau bagaimana ha? kau tetaplah suaminya dan itu tidak akan berubah walaupun dia mempunyai idola." Gerutu papa Gael tidak habis pikir dengan pemikiran anaknya tersebut.
"Ia papa betul juga." Rey kini mengerti atas penjelasan dari papa Gael.
"Kau mau kemana?" ucap papa Gael sedikit berteriak karna Rey berjalan menjauh meninggalkan dirinya.
"Mau buat cucu untuk papa dan mama!" Teriak Rey tanpa membalikkan badannya kepada Gael.
"Dasar anak itu!" Kekeh Gael melihat semangat anaknya tersebut.
~ ~ ~
Jangan lupa dukungannya!