Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29: Gaun dan Undangan
Suasana di dalam butik pengantin eksklusif itu terasa begitu megah dan anggun. Deretan gaun putih berpayet indah berjejer rapi di sepanjang dinding, namun atmosfer di dalam ruangan tidak sehangat pendar lampunya. Hari ini adalah jadwal fitting baju pernikahan Sam dan Vanya yang akan digelar dua minggu lagi. Segala persiapan telah mencapai seratus persen; gedung mewah telah dipesan, dekorasi megah telah dirancang, dan ratusan lembar undangan pun sudah tersebar luas ke relasi kedua keluarga.
Vanya berdiri di depan cermin besar, berputar pelan memamerkan gaun pengantin impiannya yang bertabur kristal dengan senyum kemenangan yang mengembang sempurna. Akhirnya, posisi yang selama ini ia incar akan segera menjadi miliknya secara sah. Ia melirik ke arah Sam yang duduk di sofa tunggu, berharap pria itu akan menatapnya dengan binar kekaguman.
Namun, Sam justru tampak tenggelam dalam pikirannya sendiri. Matanya memang terarah pada Vanya yang sedang mengepas baju, tetapi fokusnya kosong dan hambar. Alih-alih merasa bahagia menyambut hari besarnya yang tinggal dua minggu lagi, dada Sam justru kerap digerogoti oleh rasa cemas dan gelisah yang tidak menentu. Bayangan senyuman misterius Mita dan rahasia pria mabuk di malam kelam itu seolah menjadi hantu yang terus membayangi pikirannya, tepat di saat semua persiapan pernikahannya sudah matang dan siap digelar.
Sam segera menggelengkan kepalanya kuat-kuat, berusaha keras mengusir bayangan Mita yang terus mengusik ketenangannya. Ia menarik napas dalam-dalam dan memaksakan sebuah senyuman tipis saat menatap Vanya yang masih asyik berkaca. Sam tahu dia harus menguatkan diri dan bertekad bulat untuk membuang jauh-jauh semua pikiran bodoh itu sekarang juga.
Sebab, apa yang selama ini ia impikan dan usahakan—menyingkirkan Mita dari hidupnya dan bersanding dengan wanita pilihannya sendiri—kini sudah berada tepat di depan mata. Segala rencana yang ia susun dengan susah payah telah terwujud sempurna, termasuk perpisahan resminya dengan Mita yang berjalan lancar tanpa hambatan berarti dari kedua orang tuanya.
Lantas, untuk apa lagi dia harus merusak momen ini dengan memikirkan hal-hal yang tidak penting? Alih-alih merasa bimbang, Sam meyakinkan dirinya sendiri bahwa hari ini adalah awal dari kebahagiaan baru yang seharusnya ia syukuri dengan sepenuh hati.
Namun, lamunan Sam seketika pecah saat tatapannya tertuju pada siluet tubuh Vanya. Jantungnya mencelos ketika melihat gaun pengantin berpotongan ketat itu memperlihatkan bagian perut Vanya yang sedikit buncit, dengan model rok yang mengembang dari paha ke bawah. Potongan itu mempertegas lekuk tubuh Vanya, dan di sana Sam menyadari sesuatu yang janggal hingga memicu kecurigaan di benaknya.
Vanya yang menyadari arah pandang Sam langsung menatap cermin dengan wajah panik, berusaha menutupi bagian tengah tubuhnya.
Dengan nada suara yang dibuat seolah mengeluh santai, Vanya berkata kepada pelayan butik, "Aduh, gimana ini? Aku enggak olahraga nih. Aku sepertinya enggak bagus di perut ini. Sebaiknya pakaian seperti ini jangan dipakai. Lebih baik yang ngembang-ngembang dari atas saja deh, Mbak ya?"
"Baik, Mbak," sahut pelayan butik itu dengan ramah sembari bersiap membantu Vanya melepas gaun tersebut. Sementara itu, Sam di kursinya hanya bisa terpaku, matanya menyipit dengan kecurigaan yang kini mulai tumbuh dan berakar di dalam kepalanya.
Sam terus menatap tirai kamar ganti yang perlahan menutup, sementara dadanya mendadak bergemuruh oleh rentetan pertanyaan yang belum terjawab. Bentuk perut Vanya yang tidak biasa itu terus berputar di benaknya, melahirkan sebuah spekulasi liar yang seketika merenggut seluruh sisa ketenangan jiwanya.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)