NovelToon NovelToon
9 MONTHS (Perjanjian Pernikahan)

9 MONTHS (Perjanjian Pernikahan)

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Mertua Kejam / Poligami / Hamil di luar nikah / Ayah Darurat / Tamat
Popularitas:8.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Yutantia 10

Nuri terpaksa menerima perjanjian pernikahan 9 bulan yang ditawarkan Sabda, kerena Dennis, pria yang menghamilinya meninggal dunia. Sabda adalah kakak Dennis dan sudah memiliki istri. 9 bulan itu menjadi masa yang sulit bagi Nuri karena dia selalu mendapatkan intimidasi dari mertuanya dan istri pertama Sabda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Karena sudah mendapatkan izin dari Sanda, sore ini Nuri mendatangi makam Dennis. Wanita itu pergi diantar oleh supir pribadi Yulia. Awalnya mertuanya itu merasa keberatan, tapi karena Sabda yang menyuruh, dia tak bisa berbuat apa apa selain membiarkan.

Nuri yang tak begitu kuat berjongkok, bersimpuh didepan makam Dennis. Meletakkan setangkai mawar merah lalu mengangkat kedua tangan. Melangitkan doa untuk almarhum Dennis.

Selesai berdoa, dia menyentuh nisan. Meraba tulisan nama Dennis yang terukir diatas nisan.

"Maaf, aku hanya bisa membawakan setangkai mawar merah yang aku petik dihalaman rumahmu. Suatu saat nanti, aku akan datang dengan sebuket bunga mawar putih atau bunga lily putih." Nuri tahu jika Dennis menyukai warna putih. Meski Dennis meninggalkan kenangan buruk diakhir hayatnya, Nuri tetap saja tak bisa membenci cinta pertamanya itu.

Nuri mengusap perutnya. Setelah kedatangannya dihari pemakaman, ini kali kedua dia datang.

"Ini makam papamu. Mama harap, saat nanti kita sudah tidak bersama, kamu masih akan sering mengunjungi makam ini entah sebagai anak atau keponakan." Air mata Nuri meleleh. Sudah 3 bulan janin itu ada diperutnya. Rasanya berat sekali mengatakan itu. Saat masih diperut saja, dia sudah menyanyangi anaknya, apalagi saat sudah melihatnya lahir kedunia nanti. Nuri tak bisa membayangkan hari itu, hari dimana dia akan berpisah dengan anaknya.

"Dennis, maaf jika kerakhir kali kita bertenu, aku mengucapkan kata-kata yang buruk padamu. Aku bersumpah, aku tak sungguh-sungguh mengucapkannya. Andai saja aku diberi waktu 5 menit saja untuk mengulang hari itu, aku akan meralat semua kata-kataku." Air mata Nuri mengalir saat teringat pertemuan terakhir mereka.

Nuri kaget saat seseorang menepuk bahunya dari arah belakang. Saat dia menoleh, ternyata Sabda berdiri dibelakangnya, entah sejak kapan. Pria itu membawa sebuket bunga lily putih.

"Kak Sabda," Gumam Nuri sambil menyeka air matanya.

Sabda berjongkok disebelah Nuri lalu meletakkan bunga lily dibawah nisan. Dia mengangkat kedua tangan lalu berdoa untuk alm. Dennis.

Tatapan Sabda yang tertuju pada bunga mawar merah, membuat Nuri merasa malu. Entah apa yang ada dibenak Sabda, mungkin dia menganggap Nuri terlalu pelit karena hanya membawa bunga setangkai, yang sebagian kelopaknya sudah terlepas.

"Apa aku lagi-lagi tak tahu apapun tentang adikku?" celetuk Sabda. "Aku pikir, dia munyukai warna putih."

Nuri semakin merasa tak enak. Andai saja Sabda tahu, Nuri juga terpaksa membawa mawar merah karena tak ada uang untuk membeli bunga. "Dia memang menyukai warna putih, hanya saja....saat aku melihat mawar merah dihalaman, aku teringat padanya. Teringat saat dulu, Dennis memberiku mawar merah." Tentu saja Nuri berbohong. Tak mungkin dia bilang jika semua uang yang Sabda beri diambil Yulia.

"Ternyata Dennis romantis juga," sahut Sabda sambil tersenyum menatap nisan Dennis.

"Kenapa Kakak tiba-tiba ada disini?"

"Apa aku tidak boleh mendatangi makam adikku?"

"Bukan begitu maksudku, tapi_"

"Tapi kenapa kita bisa kesini diwaktu yang sama?"

Nuri mengangguk, memang itu yang ingin dia tanyakan.

"Aku memang melewati daerah ini saat pulang dari kantor. Teringat kemarin kamu minta izin mau kesini, aku jadi teringin kesini juga. Tapi tak menyangka jika kita datang diwaktu yang sama."

Sabda menyentuh nisan Dennis. Mengingat kembali kenangan mereka meski tidak banyak. Dia memang tak terlalu dekat dengan Dennis.

"Aku harap, kau sudah tenang dialam sana. Kekasih dan calon anakmu, ada bersamaku sekarang. Aku berjanji akan menjaga mereka dengan baik."

Nuri sama sekali tak meragukan Sabda. Dia yakin pria itu akan menjadi ayah yang baik untuk anaknya. Tapi Fasya, dia tak yakin wanita itu mau menerima dan memperlakukan anaknya dengan baik nanti.

Meski mereka pulang ketujuan yang sama, tapi Sabda menyuruh Nuri tetap pulang bersama supir. Dia sudah berjanji pada Fasya jika tak akan berduaan dengan Nuri. Selain itu, dia juga mau mampir kesuatu tempat lebih dulu.

Nuri duduk dibangku belakang sambil menyandarkan punggung dan memejamkan mata. Sekarang dia memang mudah sekali lelah. Hanya berjalan dari makan menuju mobil saja, rasanya sangat lelah.

Saat mobil berhenti, dia membuka mata. Ternyata mobil sedang berhenti dilampu merah. Nuri melihat kebelakang. Matanya membeliak lebar saat melihat wanita yang mirip Fasya bersama seorang pria dimobil yang berhenti tepat dibelakang mobilnya. Bukan mirip lagi, tapi memang Fasya karena Nuri hafal bajunya.

Keduanya terlihat tertawa bersama. Tapi bukan itu yang membuat Nuri syok, melainkan pria itu terlihat mencium punggung tangan Fasya. Tak ada penolakan dari Fasya, wanita itu tampak biasa saja, bahkan saat pria itu merangkul bahunya, Fasya malah menyandarkan kepalanya di bahu si pria.

Apa mungkin, Kak Fasya selingkuh?

1
Dewi Anjani
secepat itukah sabda bucin??agak sedikit aneh sih,,,jadi ga ke rasa perjuanganya sabda buat dapatin nuri,,kesannya nuri cuman jadi pelarian aja soalnya fasyanya katauan selingkuh
Dewi Anjani
kirain nuri karakternya bakalan lemah,,ternyata nuri berani ngelawan ya,,bagus lah jgn mau di tindas terus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
scarlet
👍👍👍👍👍
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Lina Astika Sari
kebohongan segera terbongkar
Endang Sulistia
jeder...duar...doamu terkabul...
Khansa Sutresno
sabda jga msti kena hukuman itu... secara gk lgsg dya penyebab smua kekacauan karna gk jujur dgn istri klo dya mandul...
Haryati Kurniawan
menantu kesayangan Bu Yulia 😁
Haryati Kurniawan
akhir nya jujur klo mandul
Haryati Kurniawan
gak salah juga sich sebenarnya, Krn Yulia gak tau klo sabda mandul dan Nuri hamil cucu nya, darah daging nya sendiri... nunggu kejujuran sabda
Haryati Kurniawan
bodoh nya, kau membunuh cucu mu sendiri 😁
Haryati Kurniawan
bucin boleh, bodoh jgn ya Nuri 😁😁
Haryati Kurniawan
semangattt Nuri... biar miskin tapi kudu hrs punya harga diri 💪
kerjain terus tu Yulia org kaya tapi mental miskin 🤣🤣🤣
Haryati Kurniawan
duh, baju mahal kesayangan kok di lempar mba Yulia 😁😁
Haryati Kurniawan
Yulia ini org kaya tapi tak bermartabat.... ampun dech.... kata nya org kaya, tapi kayak OKB aja 😆😆
yg elegan dikit donk klo mau bertindak 😁😁😁
Haryati Kurniawan
rmh orang kaya pasti ada cctv, cek aja cctv klo mau tau
Haryati Kurniawan
cantik tapi gak bisa ngasi cucu 😆😆
Haryati Kurniawan
nah kan, uang nya di ambil🤦
Haryati Kurniawan
klo bisa nafkah nya di transfer, takut nya nanti mertua dan istri pertama ambil semua uang² yg di kasi sabda
Haryati Kurniawan
kenapa di kasi uang cash... knapa gak transfer aja ya, bisa beli makan lewat gofood
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!