NovelToon NovelToon
Wanita Sang Raja Iblis

Wanita Sang Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jee44

Di mata tiga alam, kaum Dewa adalah simbol kesucian dan Iblis adalah perlambang petaka. Namun, kebenaran tertutup oleh kabut keserakahan. Demi mencapai keabadian mutlak, Dewa Tinggi Ling Cang berniat mengorbankan Dewi Shen Liya—pemilik Wadah Ilahi dengan energi suci termurni. Menolak menjadi tumbal, Shen Liya melarikan diri ke dunia fana dalam kondisi terluka parah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee44, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Bangkitnya Sang Naga Kegelapan

Asap hitam sisa ledakan dari bangkai zirah emas para prajurit langit yang hancur bergulung-gulung di udara, menyatu dengan kepekatan awan badai yang dikendalikan oleh Mo Jue. Meskipun barisan depan pasukan langit telah dilumat habis hingga jatuh berhamburan ke atas Kubah Perisai Gerhana, ribuan tentara langit yang tersisa di lapisan awan atas masih terlihat sangat padat.

Mereka merapatkan barisan di sekeliling kereta tempur emas milik Panglima Gao, memancarkan pendaran cahaya suci yang kian menyengat atmosfer Kota Gusu demi memperkuat formasi pertahanan surga.

Mo Jue berdiri tegak di tengah pelataran halaman rumah sewaan yang telah hancur berantakan. Zirah hitam naga kegelapan miliknya berkilau tajam mencerminkan sisa-sisa kilatan petir emas di atas sana. Sepasang mata ungunya yang menyala mengerikan menatap datar ke arah langit.

Namun, di saat yang sama, ia merasakan sebuah getaran halus dari balik pintu kamar utama di belakangnya.

Melalui kepekaan indra sensoriknya, Mo Jue tahu meridian tubuh Shen Liya sedang bergejolak parah. Suplai energi suci yang dilepaskan oleh ribuan tentara langit secara masif di atas udara kota terbukti terlalu kotor dan berisiko memicu reaksi keras dari sisa racun Jue Qing San yang tertanam di inti sukmanya.

Jika pertempuran ini berlarut-larut dalam gesekan energi dua kubu atas bawah, tubuh fana istrinya yang rapuh tidak akan sanggup menahan tekanannya.

Aku harus menyelesaikannya dalam sekejap mata, batin Mo Jue, hawa pembunuh di dadanya mendadak melesat ke titik tertinggi.

Ia menolak membuang waktu lebih lama lagi dengan melayani sisa serangga langit tersebut menggunakan serangan kecil, ataupun membiarkan Panglima Gao terus berdiri congkak di atas kereta kencananya.

Sebelum ia memanggil kekuatan terdalamnya, tubuh tegap berzirah hitam Mo Jue mendadak lenyap dari pelataran halaman. Gerakan fisiknya melesat maju melewati batas kecepatan yang bisa ditangkap oleh logika kedewaan tertinggi.

Wusss!!!

Dalam waktu kurang dari sepertiga kedipan mata, Mo Jue secara magis telah menembus barisan pertahanan udara, muncul tepat di atas kereta tempur emas milik Panglima Gao. Tangan kanan zirahnya yang panjang dan kokoh bergerak secepat kilat, mencengkeram telak kerah pelindung leher zirah surgawi milik sang panglima langit.

"M-Mo Jue?! Kapan kau—" Panglima Gao terbelalak sempurna, seluruh wajah agungnya seketika dipenuhi rasa horor yang luar biasa pekat saat melihat sepasang mata ungu menyala berada dalam jarak beberapa senti di depan wajahnya.

"Turun dari singgasana palsumu, Anjing Langit," desis Mo Jue dingin.

Dengan sekali sentakan tangan murninya yang memikul kekuatan otot monster kegelapan, Mo Jue menarik paksa tubuh raksasa Panglima Gao keluar dari kereta tempurnya. Ia menyeret sang panglima menukik tajam ke bawah, menghantamkannya ke atas lantai batu pelataran halaman rumah sewaan mereka dengan hantaman yang teramat dahsyat.

GEBRAM!!!

Ubin-ubin batu halaman hancur ber keping-keping, menciptakan sebuah kawah cekungan yang cukup dalam di tengah halaman. Panglima Gao terjerembap lemas, memuntahkan darah suci yang keperakan dari balik bibirnya, sementara pedang panjang surgawinya terlepas jatuh berdenting di atas tanah yang membeku.

Mo Jue mendarat kembali dengan teramat anggun di tepi cekungan kawah, jubah hitam agungnya berkibar pelan menyapu debu halaman. Ia menatap datar ke arah ribuan tentara langit di atas awan yang kini kocar-kacir panik melihat panglima mereka telah diseret jatuh ke tanah dalam hitungan detik.

Sang Raja Iblis menolak membuang waktu lebih lama lagi. Sebagai penguasa mutlak Alam Kegelapan, ia memegang kendali atas entitas kuno yang kekuatannya sanggup menelan cahaya surga. Hewan spiritual pribadi yang teramat jarang ia tunjukkan kepada dunia bawah, sebuah kekuatan pemusnahan massal yang mutlak.

Mo Jue perlahan menurunkan tangan kanannya, lalu menghentakkan kaki kanannya sekali lagi ke atas tanah halaman dengan hentakan yang berbobot energi raksasa yang teramat pekat.

"Mo Long... bangkitlah dari kegelapan takhtaku," perintah Mo Jue rendah.

Meskipun diucapkan dengan volume yang pelan, suara baritonnya bergaung dahsyat, merobek sekat dimensi udara dunia fana dengan otoritas absolut yang tak terbantahkan.

BOOM!!!

Seluruh langit di atas Kota Gusu mendadak bergetar hebat seolah diguncang oleh gempa tektonik kosmis yang mengerikan. Dari balik hamparan awan hitam sepekat tinta yang mengunci langit kota, sekat dimensi ruang hampa tiba-tiba robek, membentuk sebuah lubang pusaran kegelapan raksasa yang memancarkan tekanan intimidasi absolut yang membekukan darah.

ROAAAARRRR!!!

Sebuah raungan bariton purba yang teramat berat, menggelegar, dan pekat meledak membelah angkasa, seketika memadamkan seluruh riak energi petir emas milik tentara langit dalam sekejap mata. Dari balik lubang dimensi yang robek tersebut, sesosok makhluk raksasa legendaris melesat keluar dengan keagungan yang mengerikan.

Itu adalah Naga Hitam Kegelapan.

Makhluk purba itu memiliki tubuh raksasa sepanjang ratusan meter yang diselimuti oleh sisik-sisik hitam legam sekeras logam kuno tak tertandingi. Di sepanjang punggung dan sayap membran raksasanya, sulur-sulur api ungu kehitaman berkobar sunyi, memancarkan hawa es mematikan yang langsung menurunkan suhu Kota Gusu hingga ke titik membeku.

Sepasang mata raksasanya menyala warna ungu pekat, menatap ribuan tentara langit di depannya seolah mereka hanyalah barisan semut lumpuh yang siap dilumat habis.

Kemunculan sang Naga Hitam secara terbuka di langit kota fana meledakkan tekanan intimidasi spiritual raksasa yang begitu pekat, membuat seluruh wilayah udara Kota Gusu mendadak terasa begitu sunyi dan mati.

Panglima Gao yang menyaksikan hewan spiritual pribadi sang Raja Iblis mendadak muncul mencabik langit dari atas tanah kawah, terbelalak sempurna dengan sepasang mata yang melotot horor.

Seluruh keberanian militernya runtuh tak bersisa dalam sekejap mata. Satu Mo Jue saja sudah mustahil dihadapi, dan kini ditambah dengan bangkitnya naga hitam legendaris ini, pertempuran ini telah resmi berubah menjadi ladang eksekusi mati bagi seluruh prajurit zirah emasnya yang tersisa di atas udara.

"M-Mo Long... Naga Pemakan Cahaya?!" Panglima Gao berteriak dengan suara parau yang gemetar kaku dari balik kubangan kawah halaman.

"Mo Jue! Kau gila! Kau memanggil entitas purba ini ke dunia bawah murni hanya untuk membantai pasukanku?!"

Di dalam kamar tidur utama yang terkunci rapat, Shen Liya mematung syok di depan celah jendela kayu yang terbuka. Kedua tangannya yang kurus menggandeng erat pundak kecil Gu Yu, namun sepasang mata indahnya menatap lurus ke arah langit luar dengan getaran batin yang teramat dahsyat.

Siluet raksasa naga hitam yang meliuk-liuk gagah di antara awan kelabu membuat kepalanya terasa sangat pusing. Seluruh sangkar kebahagiaan fana yang ia nikmati beberapa bulan terakhir ini ternyata dibentengi oleh entitas perlindungan tertinggi yang pernah ada di sejarah tiga alam.

"Ibu, naga hitam itu... corak sisiknya sama persis dengan baju besi perak di zirah Ayah," celetuk Gu Yu kecil dari atas kursi kayu, sepasang mata hitamnya berkilat warna ungu menyala penuh takjub.

Di samping kakinya, Xiao Bai ikut melebarkan cakar peraknya di atas lantai kamar. Harimau putih kecil itu menundukkan kepala berbulunya dengan khidmat, mengeluarkan lenguhan rendah penuh rasa hormat. Insting binatang sucinya mengenali bahwa entitas raksasa di atas sana adalah puncak tertinggi dari seluruh ras hewan spiritual di jagat raya.

Di tengah halaman yang hancur, Mo Jue berdiri dengan sepasang tangan zirahnya yang terlipat santai di balik punggung. Sepasang mata ungunya menatap dingin ke arah langit atas, memberikan satu perintah senyap melalui tatapan matanya.

“Mo Long. Bersihkan langit kota ini tanpa sisa.”

Menerima titah mutlak dari tuannya, Naga Hitam Kegelapan itu membuka rahang raksasanya yang dipenuhi taring-taring setajam pedang pusaka. Dengan satu kebasan sayapnya yang masif, ia melesat terbang membelah barisan pasukan zirah emas langit.

BOOM! SHHHT!

Pembersihan total terjadi dalam keheningan yang mematikan. Naga Hitam itu menyemburkan gelombang napas api neraka ungu (Dark Dragon Breath) yang langsung menelan seluruh formasi dua ribu tentara langit yang tersisa di atas awan.

Zirah-zirah emas surgawi mereka meleleh menjadi abu hitam dalam hitungan sepertiga detik saat tersentuh api tersebut. Tidak ada sebutir pun darah kotor mereka yang diizinkan menetes menyentuh perisai kota; semuanya langsung habis menguap dilumat oleh kebuasan sang naga.

Pertumpahan darah terbesar di atas langit kota fana resmi diselesaikan dengan dominasi mutlak dari satu makhluk spiritual kegelapan. Mo Jue melangkah lambat mendekati Panglima Gao yang kini terjebak kaku di tengah halaman karena seluruh pasukannya telah musnah tak bersisa di udara, bersiap mengakhiri riwayat sang panglima suruhan Ling Cang dalam satu pertunjukan kekejaman yang akan merobek seluruh sangkar kebohongan delapan tahun ini.

1
Aisyah Suyuti
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!