⚠️Novel ini hanya karya fiksi semata ⚠️
Kesuciannya direnggut secara paksa oleh pria tak di kenal dalam semak-semak sepulang sekolah.
Dirinya yang ketahuan berbadan dua tak di terima dalam lapisan masyarakat, hingga ia berhenti sekolah dan di usir dari kampung halamannya.
Kedua orang tuanya yang hanya buruh lepas pemetik teh, terpaksa menikahkannya dengan sang tuan tanah yang telah memiliki istri namun tak punya keturunan.
“Aku hanya mau anak mu, setelah kau melahirkan kau akan ku ceraikan.” ucap Arash sang tuan tanah pengendali masyarakat setempat.
Bagaimana kisah hidup Ruby Maryam selanjutnya?
Akankah ia bahagia? Atau justru menderita?
Instagram : @saya_muchu
Ikuti terus alur novel Pelakor Tak Berdosa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kena Imbas
“Mas, aku minta maaf, tapi aku tak pernah ada untuk melakukannya, mungkin saat itu aku hanya mabuk.” terang Bunga.
“Aku enggak perduli dengan keadaan mu saat itu, yang jelas, kau melakukannya di depan rumah kita, dimana otak mu, Bunga! hah?!” pekik Arash.
“Mas, aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku khilaf mas.” Bunga merasa bersalah dengan yang ia lakukan di luar sadarnya.
“Dasar perempuan tak beres! Sejak kapan juga kau belajar minum? Apa selama aku tak ada kau sering begitu? Jawab!”
“Tidak mas, baru sekali, sungguh?!” Bunga pun bangkit dari tidurnya.
“Jangan bohong Bunga! Kau itu liar! Jarang di rumah, dan sudah berapa lama kau bermain dengannya?!” tanya Arash penuh selidik.
“Aku baru bertemu dia kemarin, aku enggak bohong mas, aku juga enggak melakukan apa-apa dengannya .” Bunga yang ingin menggenggan tangan suaminya malah langsung kena tepis.
“Kalau kau belum jujur pada ku, sebaiknya kita pisah ranjang, aku jijik tidur dengan wanita seperti mu.” Arash yang ingin berangkat kerja masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Seketika hati Bunga hancur berkeping-keping, ia yang hanya ingin coba-coba malah ketahuan dengan begitu cepat.
“Aku harus apa?” Bunga yang bingung menangis sesungukan seraya menjambak rambutnya.
Arash yang ada di kamar mandi memikirkan perilaku tercela Bunga.
“Apa yang ku lakukan selama ini salah?” Arash merasa pusing dengan Bunga yang mengkhianatinya.
15 menit kemudian, Arash keluar dari kamar mandi, Bunga yang masih ada di atas ranjang membuatnya muak.
“Ku tunggu kejujuran mu sampai nanti sore, kalau kau belum mengatakan yang sebenarnya, maka kau akan ku pulangkan ke rumah orang tua mu.”
Duar!
Bak tersambar petir di pagi hari, mata Bunga membelalak sempurna dengan apa yang di katakan suaminya.
“Mas! Kau tak boleh berbuat begitu pada ku!” Bunga tak mau menerima keputusan suaminya begitu saja.
“Jangan banyak bacot! Aku enggak main-main Bunga, untuk apa mempertahankan wanita seperti mu, hanya karena aku menikah lagi, kau malah membalas yang ku lakukan?! Kau itu wanita, sedangkan aku lelaki, selagi aku mampu, sampai 4 pun masih sah!”
Arash yang dingin membuat Bunga makin membeku.
“Mas, aku benar-benar jujur!” Bunga berteriak pada Arash.
Lalu Arash yang telah selesai memakai baju mendekat ke istrinya yang ada di atas ranjang.
“Sampai tahap ini, aku belum pernah melakukan apa yang kau lakukan dengan selingkuhan mu itu, kalau memang sudah tak nyaman, kau boleh pergi, lagi pula aku sudah menyakiti hatimu dengan menikah lagi, aku ikhlas kalau kau pergi, Bunga!”
Sedingin-dinginnya Arash padanya, namun Bunga belum pernah mendapat perlakuan sekejam itu dari suaminya sebelumnya.
“Apa kau sudah rencanakan ini sebelumnya?” Bunga curiga jika Arash memang akan menceraikannya.
“Apa maksud mu?” tanya Arash.
“Sebenarnya kau tahu kalau aku bukan perempuan murahan, tapi karena kau sudah tertarik pada Ruby, yang bisa memberi mu anak, kau ingin membuang ku, katakan saja, mas!”
Bunga yang selalu bersabar pada Arash selama ini, kali itu meluapkan isi hatinya.
“Selama ini aku selalu bersabar pada mu mas! Aku mengikuti semua yang kau katakan, tapi kenapa? Hanya karena satu kesalahan, kau malah ingin menceraikan ku! Dasar suami tak berperasaan, biadab!”
Bunga mengumpat seraya menangis histeris, Arash yang baru kali itu melihat Bunga marah malah tertawa getir
”Karena itu pergi saja, mungkin mantan mu jauh lebih baik dari pada aku.” setelah itu Arash berangkat ke kantor tanpa sarapan.
“Hiks! Ini semua karena mu Ruby! Andai kau tak masuk dalam kehidupan kami! Hanya karena kau bisa hamil! Suami ku jadi lebih menyayangi mu.” Bunga malah melimpahkan kesalahannya pada Ruby.
Bunga yang masih ingin bersama Arash, segera mendial nomor Frans.
Halo, Frans. 📲 Bunga
Bunga, apa kau baik-baik saja? Maaf tadi malam aku pulang, karena aku takut keadaan semakin runyam. 📲 Frans.
Hiks, dia ingin menceraikan ku Frans, pada hal sudah ku jelaskan, kalau aku baru bertemu kau. 📲 Bunga.
Aku mengerti, apa aku perlu bicara pada suami mu? 📲 Frans.
Iya, tolong bantu aku, aku masih ingin bersamanya, hiks. 📲 Bunga.
Aku mengerti, nanti malam aku akan ke rumah mu. 📲 Frans.
Terimakasih Frans. 📲 Bunga.
Setelah sambungan telepon terputus, Frans mengelus dadanya.
Ia yang mendengar kata-kata Bunga di telepon merasa patah hati.
“Ternyata yang kau katakan pada ku hanya bohong.” Frans tertawa getir, lagi-lagi Bunga membuatnya kecewa.
“Aku hampir percaya kalau kita bisa bersama lagi.” Frans mentegarkan hatinya yang hancur berulang kali oleh orang yang ia cinta.
🏵️
Bunga yang masih ingin mencurahkan isi hatinya mendial nomor adik ipar yang selalu membelanya kalau Arash memarahinya.
Halo, apa kau sibuk, Vin? 📲 Bunga.
Enggak kak, aku baru selesai makan malam , ada apa kak? Tumben kakak menelepon ku. 📲 Alvin.
Mas Arash Vin, dia mau menceraikan aku, hiks...📲 Bunga.
Loh, kenapa kak? Kok bisa? Alasannya apa? 📲 Alvin.
Hanya karena masalah sepele, mas Arash melihat ku di antar oleh mantan pacar ke rumah. 📲 Bunga.
Bunga pun menceritakan semua kronologi yang ia ingat, ia juga mengatakan soal Arash yang sudah menikah lagi.
Apa?! Mas Arash menikah lagi? Dengan siapa kak? 📲 Alvin.
Gadis yang ada di desa perkebunan kita, wanita itu hamil di luar nikah, yang membuat aku kesal, kenapa harus mas Arash yang bertanggung jawab, apa kau berpikir hal yang sama dengan ku, Vin? Mungkin yang di kandung perempuan sialan itu adalah darah daging mas Arash! 📲 Bunga.
Kalah itu aku kurang tahu kak, semoga saja bukan, kakak enggak boleh berpikiran negatif pada mas Arash, mana mungkin mas Arash berbuat sekotor itu. 📲 Alvin.
Entahlah Vin, andai kau disini, kau pasti benci melihat wajah gadis yang tak merasa berdosa itu, pada hal sudah merusak rumah tangga ku, tapi dia santai tahu tinggal satu atap dengan ku. 📲 Bunga.
Aku mengerti kak, nanti aku akan datang ke rumah kalian, aku juga akan bicara dengan mas Arash agar dia mau berbaikan dengan kakak. 📲 Alvin.
Terimakasih banyak Vin, kau memang adik ipar yang paling terbaik. 📲 Bunga.
Kaka bisa saja. 📲 Alvin.
Ya sudah kak, aku tutup dulu ya, karena kau mau istirahat. 📲 Alvin.
Iya, Vin. 📲 Bunga.
Setelah sambungan telepon terputus Bunga yang merasa lebih baik turun dari ranjang untuk mandi.
🏵️
Ruby yang telah ada di dapur melihat berbagai jenis lauk di atas meja.
“Tumben masak banyak bi hari ini, apa kita akan kedatangan tamu?” tanya Ruby.
“Bukan nyonya, ini semua tuan yang minta, karena kata tuan, nyonya selera makannya liar biasa hahaha, makanya saya di suruh masak macam-macam lauk nyonya,” terang Mirna.
“Benarkah?” Ruby tersenyum, ia merasa bahagia mendapat perhatian dari suaminya.
Rupanya obrolan itu di dengar langsung oleh Bunga.
Ternyata benar , semua karena wanita ini, batin Bunga.
Ia yang naik pitam pun langsung masuk ke dalam dapur dan menjambak rambut Ruby.
Grab!
“Oh, porsi makan mu sekarang lagi besar ya?!!” Bunga tertawa getir.
“Nyonya, kenapa nyonya menjambak ku?” Ruby mencoba melepaskan rambutnya.
“Kau masih tanya kenapa? Gara-gara kehadiran mu, suami ku ingin menceraikan ku! Lihat!” Bunga menunjuk kasar ke bibir Ruby yang memakai lipstik!
“Sebelumnya kau tak pakai make up! Kenapa sekarang kau jadi sok cantik! Dari sini saja sudah ketahuan! Kau menggoda suami ku!”
...Bersambung......