NovelToon NovelToon
Sistem Koki Gila

Sistem Koki Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Arumi cuma wanita biasa yang hidupnya sangat sederhana. Sampai akhirnya, sebuah kecelakaan membuat hidupnya berakhir. Bukannya tenang, Arumi malah bangun dengan kondisi yang bikin pusing. Jiwanya terjebak di dalam tubuh pria bernama Bagas.

​Belum selesai kagetnya, di kepalanya muncul suara sistem yang menyebalkan dan hobi banget mengejeknya. Sistem itu menuntut Arumi harus jadi koki hebat, padahal Arumi sendiri nggak bisa masak apa-apa.

​Lebih parah lagi, Bagas ternyata adalah siswa di sekolah tentara dengan jadwal latihan yang super padat. Arumi harus berusaha keras biar nggak ketahuan sifat aslinya, sambil diam-diam menjalankan misi memasak dari si sistem yang sangat menyebalkan.

​Dapatkah Arumi melewati hari-harinya di sekolah tentara tanpa ketahuan, dan bertahan dari ocehan sistem yang bikin emosi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tiga belas ~

Pagi itu dunia Bagas rasanya begitu damai. Entah mengapa, di balik ketenangan yang menyelimuti barak, instingnya justru menjerit mengatakan bahwa kedamaian ini hanyalah sebuah ketenangan semu sebelum badai besar datang menghantam. Perasaannya tidak enak, ada firasat kuat yang mencengkeram dada, mengatakan bahwa sesuatu yang buruk, melelahkan, dan menguras emosi akan terjadi nanti siang.

Meski begitu, pagi itu tetap berjalan normal seperti biasa. Tidak ada aktivitas berat, tidak ada hukuman fisik, atau latihan lari keliling lapangan yang membuat Bagas langsung ambruk kelelahan. Mungkin juga semua ini berkat efek pemulihan dari obat kuat level dua yang diminumnya malam tadi, membuat tubuhnya terasa jauh lebih ringan dan bugar. Otot-ototnya yang kemarin sempat terasa seperti mau lepas dari tulang kini sudah pulih kembali.

Namun, ketenangan itu runtuh seketika tepat pukul sepuluh pagi.

Seorang prajurit kepala tiba-tiba menghampiri tempat Bagas berada dengan langkah kaki yang menghentak tegas. Tanpa basa-basi atau sekadar melempar senyum sapaan, sang kepala langsung mengumumkan sebuah titah yang sukses membuat darah Bagas mendadak berdesir ngeri di tempatnya berdiri.

"Bagas! Hari ini kau harus memimpin dan memasak untuk makan siang seluruh prajurit di barak ini!" seru prajurit kepala itu dengan suara menggelegar memenuhi ruangan. "Kepala koki sedang sibuk luar biasa mengurus logistik utama di markas besar, dan beliau secara khusus menunjukmu untuk memegang kendali penuh atas dapur siang ini!"

Sebelum Bagas sempat membuka mulut untuk memproses atau melayangkan protes atas instruksi mendadak yang tidak masuk akal itu, suara dengungan bernada khas langsung berkelebat di dalam ruang kepalanya.

[Ting! Misi baru telah terdeteksi: Menyiapkan hidangan makan siang untuk 250 prajurit hari ini. Silahkan tentukan menu utama:]

[A. Sayur lodeh, ikan asin, ayam goreng, tahu tempe, dan sambal.]

[B. Ayam goreng asam manis, cap cay, mie atau bihun goreng.]

[C. Ikan sambal kemangi, tumis kangkung, kerupuk.]

[Silakan Tuan Rumah memilih hidangan yang akan disiapkan untuk makan siang dalam waktu 30 detik!]

Membaca rentetan teks di dalam kurung siku yang berkedip terang di retinanya, mata Bagas sontak melotot lebar hingga hampir keluar dari soketnya. Ia hampir saja melompat karena terkejut dengan sistem yang baru saja dipanggilnya Daisy tadi pagi, tapi sekarang sudah berubah jadi brutal memberikan misi berskala raksasa.

Sialan! Dar der dor banget ini sistem! Baru juga tadi pagi aku memujinya dan memberinya nama Daisy karena mengira dia sudah berubah lembut, sekarang dia malah melempar malapetaka buat 250 orang prajurit kelaparan?! batin Bagas menjerit histeris, meluapkan kekesalannya yang luar biasa.

Tanpa buang waktu, ia langsung melayangkan protes keras secara batin kepada sang sistem yang bertahta di kepalanya.

"Daisy! Hei Daisy! Apa-apaan misi dadakan yang tidak punya akhlak ini?!" protes Bagas setengah meratap di dalam kepalanya dengan penuh emosi. "Kenapa tiba-tiba banget ngasih tugas masak buat dua setengah ratus orang?! Kamu benar-benar mau bikin aku mati kelabakan di dalam dapur sampai pingsan, hah?!"

[Sistem mendeteksi lonjakan stamina dan pemulihan fisik Tuan Rumah yang sangat prima setelah mengonsumsi obat kuat level dua kemarin malam,] balas sistem dengan sangat tenang, tanpa sedikit pun rasa berdosa. [Oleh karena itu, algoritma menilai kapasitas fisik dan mental Anda sudah memadai untuk mengambil alih operasional dapur besar skala militer. Selamat bekerja Tuan Rumah!]

"Kepala otaknya memadai!" maki Bagas dalam hati dengan emosi yang sudah membuncah sampai ke ubun-ubun. "Ini 250 porsi prajurit, Daisy! Bukan porsi makan anak kos akhir bulan! Kenapa main tunjuk seenaknya tanpa peringatan dini?!"

Di dunia nyata, sementara Bagas sedang berdebat sengit dan mencak-mencak dengan sistem di dalam kepalanya, ia mencoba menarik napas panjang untuk menetralkan detak jantungnya, lalu melayangkan protes lisan kepada sang prajurit kepala di hadapannya dengan ekspresi melas.

"Tunggu dulu Komandan!" protes Bagas dengan nada memohon, mencoba menawar nasib sialnya yang datang tiba-tiba. "Bukankah kepala koki memiliki banyak asisten koki senior yang jauh lebih berpengalaman dalam urusan logistik besar? Kenapa harus saya yang tiba-tiba ditunjuk memimpin kegiatan masak siang ini? Saya kan anggota baru di sini, masih banyak hal yang belum saya pahami!"

Prajurit kepala itu melotot tajam, menatap Bagas tanpa memberikan sedikit pun celah kompromi. "Jangan banyak membantah Bagas! Perintah adalah perintah! Ini adalah titah langsung dan tidak boleh ditolak dari kepala koki yang tidak bisa diganggu gugat. Tidak ada penolakan, dan tidak ada alasan apapun untuk menghindar dari tugas! Kau harus menyetujuinya sekarang juga, atau hukuman disiplin berat siap menantimu di lapangan!"

Mendengar ancaman tegas yang tidak bisa ditawar itu, Bagas hanya bisa mengelus dada pasrah sambil menggertakkan giginya. Mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus menelan mentah-mentah keputusan sepihak tersebut demi kelangsungan hidupnya di barak.

"Baiklah... saya mengerti dan siap melaksanakannya," jawab Bagas lesu dengan bahu yang merosot pasrah.

Tanpa buang waktu lagi karena tenggat waktu yang terus berjalan, Bagas langsung bergegas melangkahkan kakinya menuju area dapur utama barak. Di sepanjang perjalanan yang terasa begitu singkat dan mendebarkan itu, otak Bagas berputar sangat keras menimbang-nimbang pilihan menu yang disodorkan sistem tadi.

Kalau aku memilih opsi B, itu pekerjaan yang sangat menyiksa dan ribet banget. Harus meracik saus asam manis, membuat cap cay dalam jumlah besar, dan harus memilih antara mie atau bihun goreng untuk 250 orang sekaligus. Tangan bisa copot mengaduk wajan raksasa yang berat itu. Kalau aku memilih opsi C, urusan membersihkan duri ikan dan menyiangi daun kemangi dalam jumlah masif bakal memakan waktu seharian penuh, batin Bagas menganalisis situasi dengan cepat sambil berjalan tergesa-gesa. Paling masuk akal, paling cepat dieksekusi, aman di kantong tenaga, tapi tetap mengenyangkan banyak orang ya sudah pasti opsi A.

"Daisy, aku memilih opsi A!" seru Bagas dalam hati mengambil keputusan final dengan mantap. Perpaduan sayur lodeh yang segar berkuah santan, dipadu ikan asin gurih, ayam goreng krispi, tahu tempe, dan sambal terasi pedas adalah pilihan paling merakyat dan paling cepat matang untuk skala masakan massal.

[Opsi A berhasil dipilih oleh Tuan Rumah] balas sistem cepat. [Resep rahasia leluhur dan takaran bumbu presisi untuk porsi 250 orang telah diunggah langsung ke dalam memori kesadaran Tuan Rumah. Selamat berjuang di medan perang dapur!]

Setibanya langkah kaki Bagas di ambang pintu dapur besar barak, suasana di dalam ruangan yang tadinya terdengar riuh rendah mendadak berubah menjadi senyap dalam sekejap. Pintu dapur terbuka lebar, dan sambutan pertama yang ia terima bukanlah aroma sedap rempah masakan, melainkan terjangan hawa dingin serta tatapan mata yang begitu tajam, penuh selidik, dan sarat akan permusuhan.

Sosok asisten kepala koki berdiri tegak bersidekap di tengah ruangan luas itu, menatap Bagas tajam dari ujung rambut hingga ujung kaki seolah-olah Bagas adalah musuh bebuyutan nomor satu yang baru saja merebut singgasana kekuasaannya. Auranya terasa begitu gelap dan mencekam, mengisyaratkan dengan sangat jelas bahwa kehadiran Bagas di dapur hari ini tidak akan pernah dibiarkan berjalan dengan mudah.

1
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Semoga ntun juga merdekaaa, nggak membuat penulisnya putus ada dengan aturan pf yang makin menjadi
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alamakkk🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
si Bagas langsung kaya raya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
wahhhhh, andaiii poin di kotak orange juga bisa ya🤣😭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
heleh, mau marah😏 tapi emang bener kok, malah suka aku ledekin nih sistem rentenir kejam 🤪🤪/Slight/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
heleh, memang bener kok, kau tuh sistem rentenir gila😏😏🤪🤪
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tumben ngasih poin tinggi nih sistem😏, tapi ku gak akan percaya, biasanya setelah mendapatkan poin gede, pasti di suruh beli sesuatu yang harganya mahal dan menguras poin 😏, jadi, ku gak akan mudah percaya padamu sistem koki gila😏
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: iya lah, karena aku belajar dari sebelumnya/Tongue/, jadi gak akan percaya begitu saja/Proud/
total 2 replies
Teuing Saha🙃
🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: katanya 700k per kg kan😭
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Kek aku, kalau untuk jajan gak pernah mikir lagi. tp kalau untuk beli barang kek baju misalnya, mesti mikir ratusan kali 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: lah sama dongg😭
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: siappp 🫡
total 1 replies
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
cewek masuk tubuh cowok😭🤣🤣
kebalikan kita Thor,, aku cow yg masuk tubuh cew🤣
Teuing Saha🙃
Whooaahhh... Yakin ini, tidak ada udang dibalik tepung 🤭 maap ya suudzon mulu🤣🤣
Teuing Saha🙃: Kan aku udah bilang maap /Curse/ abisnya, kamu selalu mencurigakan /Slight/
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Jangankan Bagas, aku juga pasti bingung harus jawab apa😁
Ditunggu up berikutnya othor seksoy 😘
Teuing Saha🙃: macama..
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Curiga nih sama harganya /Slight/
Teuing Saha🙃
Aku mau yg cokelat 🤤
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
seenggaknya tunggu besok harinya lah sistem, baru juga masuk saku, sudah minta di keluarin lagi poinnya😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhhahahhaa aku xuriga sistem gk iklas😭
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kan bener, sudah bisa ku tebak harganya 100 poin/Sweat/, dan juga bener kan, jangan seneng kalau dapat poin dari sistem ini, karena setelahnya pasti disuruh beli barang dari toko sistem yang harganya bikin emosi banget, udah capek-capek kerja ini itu, eh dikasih poin seenaknya, terus sekarang harus beli barang yang harganya 2 kali lipat dari poin yang dikasih /Panic//Panic//Panic//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: bener kan tebakanku, harganya dia kli lipat dari kemarin😏
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pasti mahal harganya, 1000 poin ting/Panic/, bener bener ya nih sistem, bisanya ngerampas terus, memang cocok banget nih sistem disebut sistem rentenir gila /Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Right Bah!//Right Bah!/
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
500 doang /Panic/, pelit bener nih sistem /Scream//Scream/, kasih 2000 poin kek, itu dia udah banyak bikin kue terus di tambah sama teh juga, dan sistem ngehargainya dengan 500 poin!! /Panic/, pengen ku jitak kau sistem/Curse//Curse//Curse//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣, nanti kasih poin gede, nanti suruh beli barang lagi yang ada di sistem dengan harga tinggi 😏, ku tak percaya dengan sistem/Tongue/
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
mau lihat gambarnya, kasih spill fotonya 🤭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: aku belum pernah lihat kue ini/Grievance/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!