NovelToon NovelToon
Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:458.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Najma gadis belia sebatang kara, bertemu dengan seorang Dokter tampan idola gadis di rumah sakit, bagaimana kehidupan mereka? Apakah sanggup Najma menghadapi kenyataan bahwa suaminya diinginkan banyak wanita lain...

.. Ini hanya fiksi, happy reading dear 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nafkah dan Uang Belanja

"Noda darah, apa aku ga berdarah semalam?"

"Nggak," sahut Ardi santai, karena dia tidak mempermasalahkan hal itu.

"Tapi, kenapa bisa ga ada?" Najma mulai menangis.

"Babe, kamu kenapa? Kenapa nangis?" Ardi menangkup muka Najma dengan kedua tangannya.

"Mas kamu pasti kecewa, dan mengira aku sudah tidak suci lagi ketika menikah denganmu, aaahhh," tangis Najma makin menjadi.

"Babe, tenang, sini," Ardi memeluk erat Najma agar lebih tenang, Ardi membelai kepala Najma, kemudian mengajaknya kembali duduk di sofa.

"Ini minum dulu sayang," ucap Ardi sambil menyodorkan cangkir teh kepada Najma. Najma meminumnya setelah membaca bismillah.

"Mas aku belum pernah melakukan itu sebelumnya, Mas percaya aku kan?" Najma mulai bicara kembali.

"Hey Babe, my baby, honey, emang aku bilang apa? Aku ga bilang apa-apa kok,"

"Mas gak kecewa?"

"Nggak, sama sekali, aku percaya semalam adalah yang pertama bagimu juga bagiku, aku seorang dokter, aku tahu kenapa bisa seperti itu, mungkin waktu dulu kamu suka berolahraga dan membuat selaput itu robek sendiri, atau memang punyamu sangat tebal dan elastis hingga tidak berdarah ketika punyaku masuk, bisa jadi.." tutur Ardi.

"Jadi Mas ga papa?" ucap Najma sambil menjatuhkan dirinya dalam pelukan Ardi.

"Ga papa, aku malah khawatir sama kamu, pasti kesakitan semalam, sekarang masih sakit?"

"Sedikit,"

"Kita ganti baju, kita sarapan di restoran bawah dan berkemas untuk bersiap ke perjalanan selanjutnya,"

"Baik Mas, emang kita mau kemana lagi?"

"Kamu maunya kemana?"

"Kemana aja Mas, yang penting sama Mas Ardi,"

"Segitunya pengen sama aku terus,"

"Iya dong Mas, kan sama suami, pacar halal, enak ternyata menikah muda,"

"Iya, kamu yang muda, eh aku enak juga ding, dapat istri daun muda, hahaha,"

'Ternyata pak dokter bisa juga ngakak,'

Ardi dan Najma telah bersiap untuk turun ke restoran hotel di lantai satu, dimana pelanggan hotel yang menginap mendapatkan sarapan gratis.

Mereka sampai juga di lantai satu. Namun Ardi menyadari ponselnya ketinggalan di kamar.

"Babe, kamu ke restoran duluan ya, aku ambil ponsel aku dulu, kasian nanti kalau ada orang rumah sakit mau konsul,"

"Iya Mas, aku tunggu di restoran ya,"

Ardi kembali menggunakan lift, namun sebelum pintu ditutup, ia melihat Najma didekati oleh Yudha, dan mereka berbincang.

"Ngomongin apa sebenarnya mereka, sampai Yudha ketawa-ketawa gitu," gumam Ardi di dalam lift yang mulai naik.

Setelah Najma berpisah dengan Yudha, ia segera masuk restoran dan duduk diam menunggu suaminya.

Tak berselang lama, lelaki menggunakan polo shirt warna hitam, dengan celana jogger warna khaki yang memukau mata Najma datang.

"Maaf Babe, kamu jadi nungguin," ucap lelaki itu, ya dia adalah Ardi.

"Mas, jangan ganteng-ganteng dong, tuh banyak yang liatin," bisik Najma.

"Apa aku pake cadar kaya kamu aja ya,"

"Heh, ngawur aja, ga boleh lelaki pake baju wanita dan sebaliknya,"

"Ya udah, disyukuri aja punya suami ganteng,"

"Iya alhamdulillah, udah yuk kita ambil makan bareng, tapi aku mau gandeng suamiku, biar mereka tahu, Mas uda ada yang punya,"

"Hahaha, kamu posesif juga ternyata, pokoknya nanti siang diterusin lagi ya yang semalam," bisik Ardi, Najma jadi bergidik ngeri, beginikah lelaki sesungguhnya, mau gituan terus sama istri.

Mereka mengambil sendiri makanannya karena pihak hotel memang membuat prasmanan setiap paginya.

Najma dan Ardi kompak mengambil nasi goreng hongkong, tumis buncis, sosis goreng dan omelet, tidak lupa jus buah serta roti manis untuk penutupnya.

"Ama," panggil seseorang yang menghampiri mereka.

"Ah ustadzah Qonita,"

Ustadz Adhim dan Ustadzah Qonita menghampiri mereka.

"Mau sarapan Ustadz, Ustadzah," sapa Ardi.

"Iya dokter, sudah barusan, ini kami mau pamit," sahut Ustadz Adhim.

"Kok buru-buru, Ustadz, Ustadzah," ucap Najma.

"Iya, gak enak lama-lama ninggalin pesantren," sahut Ustadzah Qonita.

"Baiklah, fii amanillaah," ucap Ardi.

"Aamiin, kapan-kapan ajak Najma main ke pesantren ya Dok," pesan Ustadz Adhim.

"Baik Ustadz in saya Allah,"

Setelah ustadz Adhim dan ustadzah Qonita pergi, Ardi dan Najma melanjutkan sarapan mereka.

"Babe, habis ini kita ke mall ya,"

"Mau ngapain Mas?"

"Pengen belanjain kamu, ini kartu debit, yang ini untuk kebutuhan rumah, yang ini nafkah aku buat kamu," Ardi menyerahkan dua kartu ATM berbeda bank itu.

"Kok dua, ga jadi satu aja," Najma menerima kedua kartu itu.

"Biar bisa leluasa beli yang kamu pengen, kalau jadi satu, nanti kamu pasti dahulukan kebutuhan rumah, aku ga mau itu, kamu juga berhak bersenang-senang, beli bedak, ke salon, spa, pokoknya aku pengen kamu bahagia,"

"Sebenarnya ga perlu Mas, aku juga bisa jajan dari hasil toko, tapi aku terima dengan senang hati aja, biar Mas dapat banyak pahala,"

"Nah gitu dong,"

"Tapi aku minta sewajarnya saja Mas, jangan terlalu banyak, jangan terlalu bekerja keras, nanti aku ga kebagian waktumu, bisa bersamamu saja aku sudah senang,"

"Iya Babe," getar ponsel Ardi mengagetkan keduanya.

"Aku angkat dulu ya Babe," Ardi segera berdiri dan menepi dari keramaian restoran itu.

"Assalamualaikum anak mama," sapa Hamida.

"Waalaikumussalam Mama," sahut Najma.

"Ardi mana?" tanya Rahman.

"Lagi angkat telpon Pa," sahut Najma.

"Ya udah kami ambil sarapan dulu ya," ucap Hamida seraya meninggalkan Najma.

"Penting banget ya Mas, untung ga semalam telponnya, bisa berubah suasana," ucap Najma ketika Ardi selesai menelpon dan kembali duduk di hadapan Najma.

"Biasa perawat konsul, iya semoga saja tidak, memang ini tanggung jawab aku babe, sebagai dokter bedah syaraf satu-satunya di kota ini, semoga ke depannya banyak junior aku yang ambil spesialis bedah syaraf biar bisa gantian,"

"Terus kalau Mas cuti gimana? Masih ditelpon juga?"

"Gak, sayang ada dokter umum senior yang menggantikan konsultasi dan visit, namun untuk operasi ditunda dulu bila memungkinkan atau dirujuk ke rumah sakit luar kota,"

"Ma syaa Allah segitu pentingnya suamiku untuk kota ini, aamiin, in syaa Allah aku dukung kamu terus sayang," ucap Najma.

"Apa ini yang didukung?" tanya Hamida kepo dan duduk di kursi sebelah Najma setelah mengambil makan, begitu juga Rahman, duduk di sebelah putra bungsunya.

"Ya pekerjaan Mas Ardi Ma, dia sibuk banget, satu pekan kemarin aja operasinya pagi sama malam, biar pekan ini bisa cuti," Najma jadi curcol ke mertuanya.

"Iya, istri yang baik harus mendukung pekerjaan suaminya, tapi ya jangan seenaknya Ar, kasihan Najma kalau ditinggal-tinggal terus,"

"Iya Ma," Ardi mengiyakan saja.

"Kalian jadi pergi nanti?" tanya Rahman.

"Iya Pa, setelah sarapan kami siap-siap lalu check out," sahut Ardi.

"Okelah, kalian selamat bersenang-senang ya, lupakan pekerjaan, fokus dengan bulan madu kalian, dan kami harap, waktu kalian pulang bawa kabar bahagia untuk kami,"

1
Komariah
athur jangan babe dong yang lain
Mukmini Salasiyanti
yeeeee otw ma Ardy nihhh
Mukmini Salasiyanti
aaa
meweeekkkkkkk
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
nyimak ya thor
Soumena Mishy
pasti ibux dr Ardi tu
RJ_ rafanjulian
suka
yani suko
harusnya di jama ta'dim saja
drpd ntar kentut....khan repot
wkwkwk
Pelangi Senja
suka
Vivi Bidadari
Ga terasa sdh end ceritanya .. lanjut thour
dewi rofiqoh
Dua-duanya thor qumil and yudha lanjut akbar and nadia
Yuliana Susanti
ya..segitu aja tamatnya najma, kapan tu qumil Ama Yudha & Akbar Ama Nadia, GK sabar diaplikasi apa ya
dewi rofiqoh
Semoga babang ardi gk ada sakit parah
Vivi Bidadari
Ternyata sabrina gila ya waduh dokter cantik gila kasihan kali lah nasib mu sabrina
dewi rofiqoh
Wah si Sabrina bikin gara-gara ni...
Vivi Bidadari
Aduh ada" aja Ardi ini suka banget buat org resah.. lagian pake tlg ingin Sabrina ihh kesel kamu ga kasihan apa ama Najwa 😠
Vivi Bidadari
Ternyata Sabrina gampanga dan murahan juga 🤔

Semoga. gajadi salah paham ya Najwa kan ga tau juga kalau yg diruangan Ardi ada orang lain
Erna Ohe
bagus banget
Vivi Bidadari
Jangan sampe tergoda ya Ardi awas aja kamu kasihan. Najwa dan anak"

Jangan buat ulah ya Sabrina

ayooo dong kak semangat jarang" up date kok cuma 1 bab ga terasa. loh bacanya kalau cuma segitu. doang 😕
dewi rofiqoh
Babang ardi 👍 suami idaman
dewi rofiqoh
Selamat babang ardi.. 🎉🎉🎉
Meski bakal tambah sibuk, tetap harus perhatian ama keluarga ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!