NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 JANJI

Senja mulai berganti malam. Pintu apartemen perlahan terbuka, Kak Juna melangkah masuk sambil melonggarkan dasinya yang terasa sedikit sesak setelah seharian bekerja.

Baru beberapa langkah masuk, hidungnya langsung menangkap aroma masakan yang begitu harum. Aroma bawang putih yang ditumis, sup hangat, dan daging kecap memenuhi seluruh ruangan.

Kak Juna tersenyum kecil. "Aromanya.. Luar biasa." Ia meletakkan tas kerjanya di dekat sofa, lalu mengikuti aroma masakan itu hingga ke dapur.

Di sana Bee sedang berdiri membelakanginya.

Rambut panjangnya diikat sederhana, Ia mengenakan celemek berwarna krem sambil mengaduk sup di dalam panci.

Bee menoleh ketika mendengar langkah kaki. "Kak Juna." Senyumnya terlihat jauh lebih tulus dibanding beberapa jam yang lalu. "Selamat datang kembali. "

Kak Juna memandang Bee beberapa saat. Rasanya lega melihat gadis itu sudah terlihat lebih baik. "Sepertinya malam ini aku akan makan enak." godanya sambil melepaskan jas dan meletakkannya di atas sofa.

Bee terkekeh pelan. "Semoga cocok sama lidah Kakak." Bee membuka celemeknya lalu berjalan menuju meja makan.

Di atas meja sudah tersusun beberapa masakan rumahan.

Sup hangat, daging kecap, Tumis buncis wortel, Dan sambal, Sederhana.

Namun terlihat sangat menggugah selera. "Kakak datang tepat waktu, Ayo kita makan." ajak Bee.

Kak Juna mengangguk patuh lalu menarik kursi. "Wah... Lengkap sekali."

Bee duduk di hadapannya. "Kebetulan bahan makanannya ada, Jadi Bee masak yang sederhana saja."

Kak Juna mengambil sesendok sup, Begitu mencicipinya, matanya sedikit membesar. "Enak."

Bee langsung tersenyum lega. "Beneran?"

Kak Juna mengangguk. "Bahkan jauh lebih enak daripada makanan restoran."

Bee tertawa kecil. "Kakak lebay."

"Aku serius."

Bee menggeleng sambil mengambil sendok saji.

Ia mengambil tumis sayur lalu meletakkannya ke piring kak Juna. "Sayurnya juga dimakan."

"Iya, nyonya." kak Juna menjawab dengan wajah polos.

Bee spontan tertawa. "Siapa juga yang jadi nyonya Kakak?"

"Belum tahu, Mungkin nanti." balas Juna santai.

Bee langsung menatap kak Juna dengan pipi sedikit memerah.

"Kakak mulai lagi."

Kak Juna ikut tertawa pelan.

"Katanya jangan gombal."

"Nah, sekarang malah Kakak yang mulai." Bee menggeleng geli. "Udah, makan, Nanti dingin."

Mereka mulai menikmati makan malam. Suasana terasa hangat, Sesekali Bee menceritakan bagaimana ia belajar memasak sejak SMA.

"Dulu Bee sering diam-diam belajar sama koki di rumah."

"Kok diam-diam?"

Bee mengangguk. "Papah sama Kak Darius gak suka Bee masuk dapur, Katanya nanti tangan Bee kasar dan terluka. Terus mereka bilang..." Bee menghentikan ucapannya "Kalau di rumah sudah ada koki. Bee gak perlu capek-capek belajar masak."

Kak Juna mengangguk pelan. "Lalu?"

"Tapi Bee tetap belajar, Soalnya Bee pengin..." Bee berhenti sejenak. "Pengin suatu hari nanti bisa masak buat orang-orang yang Bee sayang."

Kalimat itu membuat kak Juna tanpa sadar tersenyum. "Berarti... Malam ini aku termasuk orang yang beruntung."

Bee mengangguk kecil. "Iya. Soalnya Kakak sudah baik sama Bee."

Kak Juna menatap Bee beberapa detik, Tatapannya begitu lembut.

"Tidak."

"Aku yang beruntung. Karena malam ini bisa makan masakan buatanmu."

Bee hanya tersenyum malu lalu kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.

Mereka kembali mengobrol ringan. Tentang pekerjaan, Tentang masa magang Bee, Tentang tingkah lucu Cristal. Tidak sekali pun Juna menyinggung kejadian di rumah sakit ataupun keluarga Luwis.

Ia tahu...

Bee membutuhkan tempat untuk bernapas. Bukan tempat untuk kembali mengingat luka, Setelah makan malam hampir selesai...

Bee tiba-tiba menghentikan gerakan sendoknya.

"Kak..."

"Hm?"

"Besok... Aku akan pulang ke rumah."

Kak Juna meletakkan sendoknya perlahan. "Kenapa?"

Bee tersenyum tipis. "Bagaimanapun... Mereka keluargaku. Aku gak mungkin terus menghindar." Bee menundukkan kepala. "Walaupun..." Kalimatnya menggantung Bee tidak sanggup melanjutkannya.

Kak Juna memahami maksud Bee. Ia tidak bertanya lebih jauh, Sebaliknya, kak Juna mengulurkan tangannya.

Dengan lembut ia mengusap puncak kepala Bee.

Gerakan yang begitu pelan, Penuh ketenangan.

"Aku akan menghormati keputusanmu."

"Sungguh."

"Tapi..." Kak Juna menatap mata Bee dengan serius. "Kalau suatu saat kamu merasa tidak sanggup... Kalau kamu butuh seseorang untuk mendengarkan... Atau sekadar butuh tempat pulang... Hubungi aku. Kapan pun."

"Jangan memendam semuanya sendirian."

Bee merasakan kehangatan menjalar di dadanya.

Perlahan ia mengangguk. "Iya, Kak."

"Janji?" Juna mengangkat jari kelingkingnya.

Bee tersenyum geli. "Kakak masih percaya beginian?"

"Percaya, Soalnya janji itu harus dijaga."

Bee akhirnya ikut mengaitkan jari kelingkingnya dengan milik kak Juna. "Janji."

Juna tersenyum puas. "Nah, begitu."

Untuk pertama kalinya setelah sekian hari dipenuhi luka dan air mata, Bee merasa benar-benar tenang.

Di hadapan pria itu, ia tidak perlu berpura-pura kuat.

Tidak perlu memaksakan senyum.

Cukup menjadi dirinya sendiri Dan entah sejak kapan, perhatian sederhana dari Kak Juna mulai menghangatkan ruang kosong di hati Bee yang selama ini terasa begitu sepi.

1
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!