NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20 Ide

"Pak Beni pernah memberitahu soal ini. Beliau ingin iklan ini tampak bisa dijangkau semua orang. Jadi saya buat secara simpel," jawab Fela.

Dion menoleh pada Pak Beni. Beliau menganggukkan kepala untuk mengkonfirmasi bahwa apa yang dikatakan Fela benar.

"Mungkin itu ide Direktur pemasaran yang lama. Bukankah sekarang saya yang jadi direktur pemasaran yang baru? Benar kan Pak Beni dan Pak Rico?"

Pertanyaan itu dilemparkan Dion dengan nada santai namun sarat akan tekanan politik. Pak Beni hanya bisa terdiam dengan wajah kaku, sementara Pak Rico selaku Direktur Kreatif Zeus menyipitkan mata, mulai merasakan aura persaingan kekuasaan yang sengaja dibawa Dion ke dalam ruang rapat ini untuk menyudutkan Fela.

Dion memajukan tubuhnya, menumpu kedua siku di atas meja rapat dengan senyum sinis yang sengaja dipamerkan.

"Konsep awal yang sangat... membosankan untuk skala perusahaan seperti W-Corp, Manajer Fela," cetus Dion. Dia sengaja menekankan kata 'Manajer' untuk mengingatkan posisi Fela yang berada di bawahnya.

Pak Beni yang tidak tahu menahu persoalan pribadi ini jadi tidak tenang.

Fela meletakkan remote proyektor di telapak tangan. Menolak untuk terlihat terintimidasi. Siska dan Bimo yang duduk di samping Fela langsung menahan napas, merasakan ketegangan yang mendadak memuncak di dalam ruangan.

"Bisa tolong jelaskan bagian mana yang menurut Anda membosankan, Pak Dion?" tanya Fela. Suaranya terdengar profesional, dingin, dan tanpa riak emosi pribadi sedikit pun.

Dion terkekeh hambar, lalu menoleh sekilas ke arah Rico yang duduk diam menyimak di ujung meja.

"Semuanya. Dari pemilihan kata hingga target pasarnya. W-Corp meluncurkan mobil listrik ini untuk menunjukkan kelas, kemewahan, dan masa depan. Tapi presentasimu tadi? Malah membuat produk VIP kami terkesan seperti mobil murahan yang bisa dibeli siapa saja di pinggir jalan."

Mendengar penghinaan yang terang-terangan itu, Bimo tampak ingin membuka suara, namun isyarat tangan Fela yang samar membuat pria itu terpaksa menahan diri.

"Konsep awal yang kami tawarkan sengaja dibuat simpel karena kami ingin menampilkan sisi fungsionalnya, Pak Dion," jelas Fela, mencoba mempertahankan drafnya.

"Berdasarkan analisis kami, konsumen kelas atas atau kaum elite sekalipun sebenarnya tidak menyukai visual iklan yang terlalu berlebihan atau terkesan pamer kemewahan yang norak. Mereka lebih menghargai kesederhanaan yang elegan dan nilai guna harian mobil ini."

Dion terkekeh remeh, langsung memotong kalimat Fela dengan nada yang sangat menyebalkan.

"Norak? Tahu dari mana Anda kalau orang elite menganggap visual yang berlebihan itu norak? Anda bicara begitu karena Anda sendiri tidak tahu bagaimana cara orang-orang kelas atas itu berpikir. Cobalah sesekali bergaul dengan orang elite supaya paham selera mereka."

Dion bersandar dengan pandangan meremehkan yang semakin tajam. "Itu karena kreativitas tim Anda yang malas berorientasi ke atas. Atau jangan-jangan kalian tidak bisa menembus kalangan mereka?"

Ini cara merendahkan orang versi Dion.

"Sebagai Direktur Pemasaran yang baru, saya tidak mau standar W-Corp turun hanya karena tim kreatif Zeus tidak sanggup mengeksekusi konsep yang megah dan berkelas. Saya mau draf ini dirombak total," pungkas Dion.

Suasana rapat mendadak hening dan kaku.

Rico yang sejak tadi hanya memperhatikan dinamika itu mulai menyipitkan matanya. Jika di pertemuan pertama kemarin Rico tidak begitu paham kenapa nada bicara Direktur Pemasaran itu seperti menyerang, maka hari ini situasinya berbeda.

Setelah diberitahu oleh Fela di ruang kubus bahwa pria itu adalah mantan kekasihnya, nada menyebalkan dari setiap ucapan Dion kini terdengar sangat kentara di telinga Rico.

Rico sekarang bisa melihat dengan sangat jelas dan transparan; pria itu memang sengaja menyerang personal, menggunakan topeng jabatan VIP-nya hanya untuk memuaskan ego dan menyudutkan Fela habis-habisan di depan forum resmi.

"Baik. Sesuai dengan pembicaraan barusan, saya akan hapus draft ini untuk diganti dengan ide baru."

Jangan! Mirin berharap. Dia yang juga paham soal Dion berdoa agar Fela tidak gegabah.

Klik!

Tanpa mempertimbangkan banyak hal, Fela langsung menghapus draft iklan yang sudah mereka buat.

Tindakan impulsif dan berani itu seketika membuat seisi ruangan senyap. Siska dan Bimo di sebelah Fela langsung menegang di kursi mereka dengan mata melebar, sama sekali tidak menyangka manajer mereka akan melenyapkan hasil kerja keras berhari-hari hanya dalam satu kali klik di depan mata klien.

Di seberang meja, Dion tersenyum tipis. Merasa puas bisa mempermainkan Fela. Jika draft tadi dihapus semuanya, mereka harus bekerja lebih keras lagi untuk memberi contoh iklan yang baru. Padahal draft ini sebenarnya cukup bagus meskipun tidak terlalu istimewa.

Dion bersandar dengan gestur kemenangan yang kentara, mengira ia telah berhasil menjatuhkan mental wanita di hadapannya. Pak Beni di sebelahnya hanya bisa mengembuskan napas pendek dengan wajah kaku melihat draf lama yang ia sukai kini sudah hilang dari layar.

Sementara itu, Rico yang duduk di ujung meja tetap diam mengamati. Alih-alih marah karena draf agensinya dihapus, sorot mata sang Direktur Kreatif justru memancarkan dukungan penuh.

Rico tahu, Fela sengaja melakukan aksi nekat itu untuk memotong perdebatan tidak berujung dan membungkam kesombongan mantan kekasihnya yang sedang mabuk kuasa tersebut.

Fela meletakkan remote proyektor di atas meja. Melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menatap lurus ke arah pria di seberangnya tanpa secercah pun rasa takut.

"Sekarang draf lama yang tidak sesuai dengan standar Anda sudah lenyap, Direktur. Jadi silakan katakan apa yang harus saya lakukan agar bisa setara dengan standar Anda." Fela berusaha tampak tenang meskipun tahu konsekuensinya.

Kalimat telak itu melempar kembali bola panas ke sisi Dion. Namun, Dion yang merasa posisinya di atas angin hanya menanggapi tantangan itu dengan senyum meremehkan yang semakin lebar.

"Saya bukan guru untuk pengembangan ide, Manajer. Jadi saya tidak berhak memberi anda arahan yang diluar kemampuan Saya. Bukankah disini Anda harusnya bekerja sebaik mungkin untuk dapat memuaskan klien demi terjalinnya kerja sama yang baik?"

Dion sengaja. Dia hanya berdebat karena ingin mengerjai Fela.

Brengsek! Umpat Fela dalam hati.

Aura gelap menyelimuti seluruh ruang rapat.

Mereka kesal karena Fela terlalu cepat menyerah dan menghapus kerja keras mereka. Namun rasa kesal itu seketika lenyap, berubah menjadi kemarahan besar yang tertuju mutlak pada Dion.

Bimo menggenggam tangannya erat-erat dengan rasa marah. Sementara Siska harus menggigit bibir dalamnya kuat-kuat agar tidak kelepasan memaki pria egois yang berlindung di balik status klien VIP tersebut.

Rico terdiam sambil melihat ke arah Fela. Apa yang akan kau lakukan kedepannya, Fela?

...----------------...

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!