NovelToon NovelToon
After We Meet

After We Meet

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Duda
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nocturnlax

[After We Meet]

Zelma Agatha, merupakan sesosok gadis yang memiliki Toko Kue yang cukup ramai akan pembeli di kotanya, Heavent Hills. Ia membuka toko kuenya seperti biasa, hari itu ia dihampiri oleh sesosok pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Pria tersebut merupakan seorang Mafia ternama, Marc Lawrence. Ia juga merupakan seorang duda yang memiliki seorang anak tunggal.

Pertemuannya dengan pria tersebut benar-benar membuatnya tidak akan menyangka akan mengubah kehidupan romansanya kedepan.

Ikuti terus cerita ini, akan ada banyak kisah menarik dan hal-hal baru yang akan di hadapi Zelma selama bersama Marc!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nocturnlax, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Dua hari setelah kunjungan Hawkins, kini Marc sudah bisa pulang, tentunya juga seizin dokter yang selalu memeriksanya. Betapa senangnya pria tersebut ketika mengetahui bahwa selang infus yang berada di tangannya sekarang akan dicabut.

Zelma tengah sibuk mengatur barang-barang yang akan mereka bawa pulang. Marc yang melihat itu sebenarnya tidak tega, ia bahkan menyuruh Zelma untuk nanti saja mengaturnya—saat selang infusnya sudah dicabut.

Zelma menolak, ia juga tidak ingin membuat Marc kelelahan nantinya. Ia tetap kekeh pada pendiriannya, Marc tidak bisa apa-apa dengan itu.

Marc dan Zelma masih menunggu petugas yang akan mencabut infus, Marc juga sudah menelpon Hawkins dan meminta tolong kepada pria tersebut untuk menjemput dan membantu Zelma membawa barang-barang mereka.

"Entar pas udah nyampe mansion lo harus banyak-banyak istirahat, ya? Gak usah keluyuran kemana-mana dulu." Ujar Zelma sembari mendekati Marc dan duduk di ujung ranjang yang pria itu tempati.

"Iya, paling gue cuma keluyuran ke tempat lo." Goda Marc sembari terkekeh pelan yang membuat Zelma mencubit lembut hidung pria tersebut.

Kedua insan tersebut lama tenggelam dalam tawa canda, hingga ketukan pintu dari luar mengagetkan mereka. Zelma mempersilahkan—siapapun itu yang mengetuk—untuk masuk. Ternyata dua orang perawat yang pastinya akan mencabut infus milik Marc.

Dua perawat wanita tersebut tampak terkesima dengan perawakan Marc, mereka juga saling berbisik satu sama lain dan mencari-cari kesempatan menyentuh pria itu. Zelma yang melihat hal tersebut tentu saja merasa tidak nyaman, ia merasa dadanya serasa terbakar.

"Sus, bisa dipercepat? Agar saya dan suami saya dapat mengurus biaya administrasi setelah ini." Dengan nada yang dingin beserta raut wajah yang tidak bisa dibaca tentu saja membuat kedua perawat tersebut bergeming dan langsung melakukan tugas mereka tanpa ada gerakan tambahan lagi.

Marc yang mendengar ucapan Zelma barusan merasakan dadanya berdebar tak karuan, ia tidak salah dengar 'kan dengan apa yang ia dengar? Suami? Pria itu mencoba menahan dirinya agar tidak salah tingkah, namun semburat merah yang keluar dari pipinya tidak bisa berbohong.

Zelma melontarkan tatapan mata tajam ke arah Marc, pria tersebut menggedikkan bahunya. Kedua perawat tersebut telah selesai dengan pekerjaan mereka, tak lupa pula mereka berpamitan dan meminta maaf kepada Zelma dan Marc.

Begitu kedua perawat tersebut keluar dari ruangan, Zelma memicingkan matanya kearah Marc tak lupa dengan bibirnya yang manyun. Pria itu merasa ngeri dan gemas secara bersamaan melihat tingkah laku Zelma.

"Cie, ada yang jealous." Zelma yang mendengar godaan Marc tersebut hanya mendengus kesal dan memutar muak kedua bola matanya.

Marc kini sudah bisa bangkit dari tempat tidurnya, ia kemudian menghampiri Zelma yang sedang duduk di ujung tempat tidur khusus untuk penjaga pasien.

"I'm sorry, babe. Jangan marah-marah lagi, ya?" Marc kemudian memeluk gadis itu, setelah sekian lama akhirnya ia dapat merasakan raga Zelma berada dalam dekapannya lagi.

Zelma hanya bisa terdiam di dalam dekapan pria tersebut, rasa terbakar itu masih ada di dalam sana. Ia sendiri heran kepada dirinya mengapa ia tiba-tiba bisa sesensitif ini.

Marc kemudian mengajak Zelma untuk segera meninggalkan ruangan tersebut dan lekas membayar biaya administrasi, ia juga langsung menyambar beberapa tas yang sudah dirapikan oleh Zelma yang tentunya berisi barang-barang keperluan yang mereka pakai.

Ia biarkan gadis itu menenteng plastik yang masih berisi buah-buahan yang dibawakan oleh Hawkins, mereka kini sedang berada di perjalanan menuju bagian administrasi.

Sembari menunggu Marc mengurus persyaratan pada bagian administrasi, Zelma mengabari Gisel lewat chat aplikasi WhatsApp bahwa ia akan pulang bersama Marc hari ini. Setelah mengabari sahabatnya, ia kembali menaruh ponselnya ke dalam saku roknya.

Zelma mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, namun tetap saja fokusnya jatuh ke Marc. Pria tersebut sedang bertelpon dengan Hawkins, mungkin saja sudah berada di parkiran menunggunya dan Marc.

Sekitar dua puluh menit kemudian, Marc sudah selesai mengurus persyaratan apa saja pada bagian administrasi. Ia juga langsung memanggil Zelma yang sedari tadi sibuk memainkan game di ponselnya.

"Hawkins udah di tempat parkiran, dia udah nunggu daritadi." Ujar Marc seraya merangkul pinggang Zelma, mereka kini perlahan menjauh dari bagian administrasi dan akan menuju ke tempat parkir.

"Terus gimana dong? Kasian dia nungguin kita." Balas Zelma sembari menatap lekat-lekat wajah Marc yang tampak masih pucat, ia tahu pria itu belum sepenuhnya fit.

"Gak apa-apa, santai aja. Lagian dia nungguinnya di dalam mobil kok." Nada langkah kaki pasangan tersebut saling berpagutan memenuhi lorong-lorong yang mereka lewati.

Setibanya mereka di parkiran, Hawkins langsung keluar dari bagian kemudi dan membukakan Marc dan Zelma pintu mobil, setelah itu ia berputar ke bagian belakang untuk membukakan pintu bagasi dan membantu Marc memasukkan barang-barang yang pria itu bawa.

Zelma sudah duluan masuk ke dalam mobil, ia memilih duduk di jok belakang dan meletakkan buah yang ia tenteng sedari tadi pada jok penumpang di sampingnya, tak lupa ia menarik pintu mobil yang sudah dibukakan oleh Hawkins.

Marc dan Hawkins telah selesai dengan aktivitas mereka memasukkan barang-barang pada bagasi belakang, kedua pria tersebut mengitari masing-masing sisi mobil.

Marc duduk di jok penumpang bagian depan, Hawkins tentu saja ia yang mengemudikan mobil. Perlahan-lahan mobil milik Hawkins keluar dari parkiran rumah sakit dan mendekati bibir jalan.

"Lo berdua mau check-in di hotel atau mau langsung balik ke Heavent Hills?" Pertanyaan yang dilontarkan Hawkins tersebut langsung dijawab oleh Marc dan tentu saja pilihannya pulang ke Heavent Hills bersama dengan Zelma.

"Biar cepat selesai urusan gue ngeospek Bryan, anak-anak udah ngekarantina dia 'kan?" Kali ini Marc kembali membahas salah satu komplotan Hellfire tersebut, bila diingat-ingat rasanya ia ingin sekali memutar waktu dan langsung saja menembaki pria tersebut sebelum Bruno.

"Aman aja, anak buah lo selalu ngasih kabar ke gue dari Heavent Hills. Mungkin mereka juga sempat ngabarin lo tapi gak sesering gue, soalnya mereka juga paham sama kondisi lo yang lagi dalam masa pemulihan." Mobil Hawkins berhenti di salah satu lampu merah, mereka akan menuju bandara.

Zelma tidak mau ikut campur tentang pembahasan mereka, ia bukan siapa-siapa untuk urusan tersebut. Ia meraih buah apel yang sudah di potong-potong dan dipacking dengan rapi di samping dan memakannya, ia juga sempat menawarkan buah tersebut pada kedua pria di depannya tapi mereka menolaknya secara halus dan membiarkan Zelma yang menikmatinya.

Dalam perjalanan menuju bandara, Hawkins tak henti-hentinya menelpon beberapa rekannya yang bekerja pada bagian bandara dan tentunya yang mengurus maskapai penerbangan ketika ia dan Marc tiba di Neverrush.

Setelah mendapat kabar soal jadwal penerbangan, Hawkins langsung menginformasikannya ke Marc dan Zelma. Mereka berdua akan langsung naik pesawat salah satu maskapai dan tidak perlu mengurus persyaratan apapun lagi, tentunya juga gratis. Karena yang mengurus semua itu adalah Hawkins, Marc sempat merasa tidak enakkan kepadanya namun Hawkins meyakinkan pria tersebut dan Zelma bahwa itu tidak masalah.

Mereka telah tiba di bandara, Hawkins turun terlebih dahulu dan mengeluarkan barang-barang yang berada di bagasinya, Mereka juga di bantu oleh petugas bandara yang sudah diutus oleh rekan Hawkins.

Marc dan Zelma tak lagi menunggu di lobby seperti kebanyakan orang, mereka langsung menuju gerbong khusus maskapai yang mereka tumpangi. Mereka sama sekali tidak memegang tiket, namun Hawkins tetap mengirimkan kepada Marc sebuah tangkapan layar yang menampilkan tiket miliknya dan Zelma.

Pasangan tersebut kemudian mengedarkan pandangan mereka guna mencari kursi yang akan mereka tempati. Zelma yang duluan menemukan kursi penumpang mereka berdua, ia meraih tangan Marc dan menuntun pria tersebut mengikutinya.

Pesawat yang mereka tumpangi telah lepas landas dari bandara. Marc tiba-tiba merasakan kantuk yang kuat menyerangnya, ia kemudian menjatuhkan kepalanya pada pundak Zelma, sementara gadis itu membiarkan pria tersebut terlelap di bahunya hingga mereka tiba nantinya di Heavent Hills.

1
Endah Winarni
fav dan like dulu kak
Nocturnlax: Makasih kak, ditunggu buat baca-baca ceritanya pas waktu senggang🌟
total 1 replies
Jiya™:彡
gk sabar nunggu lanjutannya 👍
Kang cilok: Mampir kak ke hantu tampan dan CRUSH 😄
total 2 replies
•⁠ᴗ⁠• JOFENDLOTRUVE •⁠ᴗ⁠•
kan bisa tuh minta baik baik, kenapa harus pakai pistol sih
Nocturnlax: agak laen emg wkekekekeke
total 1 replies
Neyna 🎭🖌️
yeeey dilanjut lagi, semangat Nes 💪💕💕
Nocturnlax: aww maaciiw kak ney, semangat jg buat kak ney💗💗💗
total 1 replies
Zhara
Semangat thorr
Nocturnlax: Makasih kak udah mampir💫
total 1 replies
Zhara
Sangar nya 🤐
Nocturnlax: Bener wkekekeke
total 1 replies
Dirgantara Danas Santoso
up dong kak aku masih nungguin😕
Nocturnlax: Makasih banyak kak udah nungguin, entar malam bakal update kok, pantengin terus ya💫
total 1 replies
Achi
Haai Thor, saya sudah mampir..


semangat Thor 💪💪
Nocturnlax: Makasih kak udah mampir, semangat juga ya💫
total 1 replies
Nurul
hai Thor salam kenal, favoritkan kembali novelnya ya 🙏🙏
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁɪ᥉ׅ᥉֒ɑׁ🐅⃫⃟⃤⟢
minta baik² bisa nggk😬pake nodong² pistol segala
Nocturnlax: Ngeselin emg, Nis. Wkkwkwkwk
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁɪ᥉ׅ᥉֒ɑׁ🐅⃫⃟⃤⟢
jgn galak² dong mas nya😐
HOLAAA KAK NESSS NISAA MAMPIR YA😻😸
Nocturnlax: MAACIIIW NISAA💗💗💗
total 3 replies
Dewi Melow
how you doing???
Winda Oriza Mutia
suka ceritanya
Nocturnlax: Makasih kak, stay tune terus ya buat updatean selanjutnya🌟
total 1 replies
RX LHC R4{M}4
aku tunggu episode berikutnya... siap pencet like.
Nocturnlax: Makasih banyak ya sudah mampir, stay tune ya🌟
total 1 replies
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
seru but percakapannya kurang
Nocturnlax: Makasih kak Manami udah mampir🌟
total 1 replies
El Nurcahyani
Semangat Thor 🥳🥳🥳
Nocturnlax: Makasih banyak kak udah mampir🌟
total 1 replies
🎤K_Fris🎧
astaga, ada ya pelanggan yang smpai nodong piatol kyanya gitu🙄
gila sih
Nocturnlax: Emang bener-bener dah kelakuan anak buahnya Marc bikin geleng-geleng pala, kak🤭
total 1 replies
Rini Antika
Aku mampir kak, smg berkenan mampir jg ya ke karyaku yg msh pemula..🙏
Nocturnlax: Makasih ya kak sudah mampir, semangat🌟
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir lagi disini memberi, like....
Nocturnlax: Makasih kak sudah mampir🌟
total 1 replies
𝐏𝐨𝐝𝐤𝐚
semangat kak👏👏
Nocturnlax: Makasih banyak kak🌟
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!