NovelToon NovelToon
Aku Pelakor?

Aku Pelakor?

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Poligami / Romantis / Badboy / Tamat
Popularitas:172k
Nilai: 5
Nama Author: Lovallena

Namaku Aleandra Zavanya, sedari kecil aku terbiasa mandiri. Diperlakukan berbeda dengan saudara ku yang lain itu sudah biasa bagiku.

Suatu hari aku melihat seorang laki - laki di antara laki - laki yang memakai seragam yang sama dengannya.

Bagiku dia sangat menonjol di banding yang lain. Dia tampan, dan tidak banyak bicara padaku. Berbeda dengan yang lain, yang suka menggoda ku dengan cara banyak bicara dan mengganggu ki di aplikasi chatting.

Banyak waktu yang ku buang hanya untuk mengaguminya. Tapi siapa sangka takdir menjadikan dia sebagai suamiku.

Ya! cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan. Cinta kami utuh dan penuh. Kami bahagia bersama anak kami.

Namun siapa sangka, waktu menghadirkan seseorang yang sungguh tak ingin aku lihat. Aku di sebutnya sebagai pelakor!

"Siapa dirimu?" tanyaku.

"Aku miliknya!" serunya dengan bangga.

"Jika dia memang bukan milik ku aku akan mengembalikannya!"

Bukan padamu! tapi pada Tuhan! lanjutku dalam hati.

Aku menangis! sungguh sulit!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lovallena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34# Cerita Alea

"Mbak Nur, ini gaji Mbak Nur bulan ini!" ucap Alea menyerahkan amplop berisi uang pada ART yang sudah bekerja pada Alea sejak dua tahun lalu.

"Terima kasih, Bu Alea!" jawab Nur, janda 40 tahun, yang merupakan tetangga satu perumahan Ardhan. Dia hanya akan datang jam enam pagi dan pulang jam enam malam.

"Iya, Mbak" jawab Alea kembali menemani Andra bermain kereta api di ruang tamu.

"Papa!" teriak Andra saat melihat motor Ardhan berhenti di depan pagar. "Yeay! yeay!" sorak Andra melihat san Papa pulang.

Ia segera berlari keluar untuk menyambut Ardhan. Alea terus mengikuti pergerakan Andra yang memang sangat aktif. Sehingga teras rumah mereka pun di beri pagar tinggi dan selalu di kunci. Alea membuka gembok pagar, Agar suami san motornya bisa masuk.

"Assalamualaikum?" sapa Ardhan.

"Wa'allaikum salam!" jawab Alea menyambut tangan suami dan menciumnya.

"Ikum sayam!" jawab Andra yang masih cadel.

"Anak Papa sudah mandi?" sapa Ardhan pada Andra, setelah dia melepas jaket dan sepatunya.

"Udah!"

"Sudah makan?" Ardhan mengangkat tubuh kecil itu membawanya di lengan kiri.

"Udah!"

"Anak hebat!" puji Ardhan mencium pipi gempil itu, sembari membawanya masuk ke dalam rumah.

Alea juga ikut masuk setelah mengunci kembali pagar rumah. Kemudian menggantung jaket suaminya. Dengan sigap membuatkan kopi untuk suaminya.

Soal masak memasak memang sudah di ambil alih oleh ART nya. Tapi soal kopi, selalu tangan Alea sendiri yang membuatkan untuk sang suami.

"Pa, kopinya" ucap Alea pada Ardhan yang masih menemani Andra bermain.

"Iya, Ma!" jawab Ardhan. "Aku mau mandi dulu deh. Gerah!"

"Papa! main duyu" sahut Andra yang tak ingin di tinggal Ardhan mandi.

"Sayaang.. Papa mandi dulu ya? nanti kalau Papa sudah mandi kita main lagi."

"Nggak mau, main duyu"

"Papa kan bau, cium deh!" Ardhan mendekatkan bajunya. "Bau oli, bau asap mobil!"

"Nggak papa! pokoknya min duyu!"

"Andra anak Papa yang hebat, Papa kan bau keringet, dan Andra kan bau wangi, kalau Papa main sama Ardhan nanti bau keringet Papa nempel di baju Andra. Andra jadi ikut bau deh! jadi Papa mandi dulu ya?"

"Iya deh!" jawab Andra ekspresi mengiba tapi sungguh sangat menggemaskan.

"Anak pintar! Andra main sama Mama dulu ya? cup!" Ardhan mencium pipi Andra sebelum meninggalkan Andra mandi.

Ardhan beranjak ke mandi setelah menerima uluran handuk dari Alea.

"Andra main sama Mama dulu ya?"

"Iya"

Jam sembilan malam, Alea menidurkan Andra di kamar. Alea keluar dari kamarnya setelah memastikan Andra benar - benar terlelap. Menghampiri Ardhan yang masih fokus di depan laptop di ruang tamu.

"Pa? belum ngantuk?" tanya Alea.

"Belum, Ma! bentar deh! dikit lagi. Aku harus ngebut. Minggu depan Papa sudah harus pindah ke kantor pusat. Papa nggak mau tugas ku bersama Danang mangkrak! Kasian dia juga nantinya."

"Oh!" Alea duduk di samping Ardhan sambil memperhatikan jari jemari Ardhan yang tampak sangat lincah di atas keyboard laptop kerjanya.

Beberapa saat kemudian Ardhan menoleh Alea, kemudian menyunggingkan senyuman.

"Kenapa begitu sih lihatin nya?"

"Hehe! Alea nggak nyangka akan punya suami yang super sibuk! apalagi bentar lagi kalau jadi manager di kantor pusat! pasti makin sibuk!" ucap Alea kemudian memanyunkan bibirnya.

"Sayaang... sesibuk apapun itu aku akan berusaha untuk sibuk di rumah. Walaupun aku sibuk di depan laptop, tapi di samping kamu!" jawab Ardhan. "Coba bayangkan mereka yang kerjanya sampai harus keluar pulau, dan hanya pulang beberapa bulan sekali. Bahkan satu tahun sekali!"

"Iya, sih! Alea juga nggak mau, punya suami yang kerjanya jauh begitu. Pasti akan rindu, nggak ada di tungguin pulangnya!"

"Dan nggak ada yang godain kamu!" sahut Ardhan.

"Hehehe! iya!" Alea terkekeh. "Yang paling di takutkan ketika suami kerja jauh itu cuma satu, Pa!" ucap Alea.

"Apa?" Ardhan menghentikan aktivitasnya dengan mematikan laptopnya, dan fokus berbincang dengan sang istri.

"Selingkuh!" jawab Alea. "Kita tidak mungkin sepenuhnya percaya dengan ucapan suami yang LDR berbulan - bulan!"

"Mangkanya, meskipun Papa sibuk, Papa akan selalu usahakan untuk sibuk di rumah! jadi Mama juga liat apa yang Papa kerjakan."

"Iya, Alea bersyukur punya suami seperti kamu Pa! seperti benar - benar ada yang menyayangi Alea! sungguh Alea tidak pernah merasakan di sayang sebesar Papa menyayangi Alea."

"Eits! kasih sayang Ayah dan Ibu sama kamu juga besar sayang. Jangan pernah di lupakan!"

"Iya, Pa! Alea juga menyayangi mereka. Meskipun mereka memperlakukan Alea berbeda dengan kakak - kakak Alea." jawab Alea sendu. "Tapi kasih sayang Papa ke Alea selama beberapa tahun ini rasanya sangat tulus. Berbeda dengan Ibu yang kadang menyayangi Alea, jika Alea punya uang saja. Dulu waktu masih sekolah, hampir setiap hari di marahi. Selalu bahas sekolah Alea yang mahal. Padahal Alea sekolah di pinggiran. Berbeda dengan kakak - kakak ku yang sekolah di sekolah favorit!"

"Sudahlah, Ma! mungkin pada saat itu Ayah dan Ibu sedang tidak punya uang!" Ardhan mengusap pundak istrinya yang mengenang pahitnya masa kecil.

"Papa tau? Alea sering iri sama teman - teman Alea, Pa! Dari kecil Alea tak punya mainan yang di buat oleh pabrik seperti teman - teman. Semua mainan Alea hanya pecahan piring, sendok yang sudah patah, atau pun sisa - sisa kayu." Alea mengenang masa kecilnya.

Ardhan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Menghembuskan nafasnya kasar sembari menatap wajah sendu Alea. Teringat akan masa kecilnya dulu. Karena masa kecilnya sangat bahagia.

Apapun yang dia minta pasti di turuti. Dia punya banyak mainan, karena kedua orang tuanya sangat memanjakan dirinya.

Apalagi semasa orang tuanya hidup, keluarga Ardhan adalah keluarga yang terpandang. Bisa di bilang paling kaya di kampung itu. Meskipun semua harus berubah 180° setelah kepergian kedua orang tuanya.

Sedangkan mendengar cerita istrinya seperti itu, rasanya Ardhan ingin memutar waktu. Dan akan membagikan mainannya pada Alea kecil yang polos.

"Bahkan baju - baju Alea semua adalah baju bekas milik sepupu Alea. Jika lebaran pun, Alea sangat jarang di belikan baju baru. Alea akan beli jika ada saudara yang memberi angpau lebaran! Jadi belinya habis lebaran. Hahaha!" Alea terkekeh sumbang mengingat masa kecilnya yang mungkin jarang di alami anak - anak seusianya.

Meskipun Alea tertawa, tidak dengan Ardhan. Hati kecilnya merasa miris mendengar kisah Alea.

"Bahkan sepeda pun Alea memakai bekas sepupu. Sampai Alea SMA, di saat semua anak sekolah bawa motor, Alea naik sepeda sendirian. Dan hanya ada dua sepeda di tempat parkir saat itu. Hihi! sebenarnya malu, tapi mau bagaimana lagi! dari pada Alea tidak sekolah."

Ardhan masih menjadi pendengar setia untuk istrinya itu. Ardhan pun kembali mengingat masa sekolahnya. Dimana saat dia baru masuk SMP sang Papa sudah membelikan dia motor baru, padahal tak ada anak di kampungnya yang di belikan motor baru begitu masuk SMP.

"Tapi sekarang Alea merasa beruntung! punya suami yang selalu menuruti apa yang Alea inginkan. Alea ingin beli ini itu selalu di izinkan. Terima kasih, suamiku" ucap Alea tersenyum menatap wajah suaminya yang hanya membalas dengan senyuman tipis. Karena dia larut dalam kesedihan Alea di masa kecil.

🪴🪴🪴

Happy reading 🌹

1
falea sezi
laki kere pelit
falea sezi
emang harus semua cowok liat lu.. pd amat sok cakep miskin aja. belagu
Azlin Hamid
Luar biasa
wina 2480
bagus...
Lovallena (Lena Maria): terima kasih bintang 5 nya 🥰
total 1 replies
MFay
wkwkk, malu kah ? ya malu donk pastinya si almer
Iir Moechni Aksah
ish jijay bajaj baca chat wanita mcm gnian.. gt amat jd wanita, mcm g ada kgiatan laen y positif.. bkn urusin anak, pagi2 udh nyamperin swami org.. 😤😤😤
Iir Moechni Aksah
ardhan awal@ cool n cuek, palg sm cewk.. knp stelah pnya ank, mlh jd macam abg labil..?? mngesalkn baca part ini, pgn rasa@ nampol ardhan pk balok biar sadar.. 😒😒😒
Iir Moechni Aksah
klw itu, smw org doyan thor.. 😁😁😁
Iir Moechni Aksah
ralat dkit thor.. maka@ bkn mangka@.. 😁
Iir Moechni Aksah
ardhan@ kurang cool, kurang tegas garis wajah@.. klw alea pas ssuai bayangan..
anggy tabitha
keris sakti suami org mau di miliki, sementara keris sakti milik sendiri tdk di dirawat. ya karatan
Amilia Indriyanti
bener alea
prodi kelas pati
manusia di ciptakan punya perasaan dan logika....dan kurasa hanya manusia bodoh yang mengagungkan cinta pertama, padahal sudah tau kl dia tidak baik
menik
cerita nya bagus... seru dan kocak
menik
remuk kan hatimu ardhan melihat istrimu spt itu krn kau istrimu menderita walaupun sakit tp salut sama ale dia tetap semangat...
menik
sadarkan cpt si ardhan thor sblum trlambat
Aftika Widayanti
novelnya AQ suka semua kk...bagus bgt.
Lovallena (Lena Maria): Terima kasih, kakak 🥰🥰
total 1 replies
Rini Haryati
keren ceritanya
Rini Haryati
bagus
sukses thor
semangat thor
mksh
mantap
Lovallena (Lena Maria): Terima kasih kakak 🙏🤩
total 1 replies
Atoen Bumz Bums
keren....keren.....keren...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!