NovelToon NovelToon
OH MY BOSS

OH MY BOSS

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / CEO / Single Mom / Tamat
Popularitas:596.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: V Lestari

Kisah cinta rumit si gadis culun yang berusaha mengambil hati seorang direktur tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FAKTA TENTANG ANDREW

Farhan Andreas murka saat mengetahui kejadian yang menimpa Pelangi. Pria berwibawa itu lantas meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja kerja, lalu menghubungi Gilang, melontarkan cacian untuk sang anak yang menurutnya tidak becus menjaga istri.

Pelangi yang sejak tadi duduk di sofa yang berada di ruang kerja Farhan seketika menjadi takut. Baru kali ini ia melihat kemarahan Farhan Andreas yang sekarang merupakan mertuanya.

Tadinya Pelangi meminta Andrew untuk langsung mengantarkannya kembali ke hotel tempat dirinya dan Gilang menginap, tetapi pria itu menolak dengan alasan tidak ingin Pelangi kembali celaka hanya karena keteledoran Gilang. Maka di sinilah sekarang Pelangi berada, di kediaman Farhan Andreas dan mendengar omelan pria itu yang seolah tidak ada habisnya.

"Pak Farhan, maaf menyela Anda, sebenarnya semua ini salah saya, saya yang melarikan diri dari Pak Gilang, karena saya--"

"Diamlah, Nak. Apa kamu pikir aku ini sebodoh itu? Kamu tidak mungkin menjauh dari Gilang jika dia bisa mengurusmu dengan baik." Farhan menyela ucapan Pelangi yang ingin membela Gilang.

"Dia mengurus saya dengan baik, Pak--"

"Panggil aku dengan sebutan Ayah. Ingat, kamu itu menantuku."

Nyali Pelangi menciut saat menatap mata Farhan yang balas menatapnya dengan tajam. Pelangi kemudian mengangguk dan kembali duduk di sofa dengan kaki yang gemetar.

Farhan menghampiri Pelangi dan duduk di hadapan gadis itu. "Aku turut prihatin atas kejadian yang menimpamu, Nak. Untunglah ada Andrew di sana, jika tidak, aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi padamu." Farhan menghela napas lalu melanjutkan, "Berjanjilah padaku, bahwa kamu tidak akan membahayakan diri seperti itu lagi."

Pelangi memberanikan diri untuk menatap mata Farhan dan mengangguk dengan cepat. "Saya janji, Pak ... eh, maksud saya, Ayah."

Farhan tersenyum. "Bagus. Sekarang cepat ganti pakaianmu. Sebentar lagi Gilang pasti akan datang untuk menjemputmu. Kalian bisa kembali ke hotel bersama-sama."

Pelangi mengerjap bingung. "Saya tidak punya baju ... heem, maksud saya, baju saya semua di hotel."

Farhan tertawa. "Ah, benar juga. Aku sudah terlalu tua, sehingga melupakan hal seperti itu. Pergilah ke kamar tamu, di sana ada beberapa pakaian milik saudara perempuanku yang sekarang tinggal di luar negeri, kamu bisa meminjamnya untuk sementara."

Andrew segera menghampiri Pelangi yang masih terlihat kebingungan di atas sofa. "Biar aku temani."

"Kamu diamlah di sini Andrew, ada yang ingin kubicarakan padamu. Biar pelayan yang menemani Pelangi."

Andrew mengangguk, walaupun ia merasa keberatan, tetapi ia tidak bisa melakukan apa-apa jika Farhan sudah memerintah.

Farhan kemudian menekan bel yang ada di atas meja kerjanya, bel itu terhubung langsung ke dapur dan ke ruang cuci, di mana pada pelayanan biasa bekerja. Saat mendengar suara bel itu, maka salah seorang pelayan akan menghampiri ruang kerja Farhan.

Tok, tok, tok!

Beberapa saat kemudian terdengar ketikan di pintu. Seorang Pelayan muda memasuki ruangan begitu Farhan memerintahnya untuk masuk.

"Tuan, ada yang Anda butuhkan?" tanya Pelayan itu, sembari membungkuk hormat.

"Ya, antar menantuku ke kamar tamu. Biar dia memilih beberapa gaun milik Caroline yang dia ingin," ucap Farhan.

Pelangi segera berdiri dan mengikuti langkah pelayan muda itu melewati selasar rumah megah tersebut menuju ke kamar tamu yang terletak di lantai bawah.

Sepeninggalan Pelangi, Farhan segera meminta Andrew untuk duduk di hadapannya. Andrew mengangguk dan segera duduk di hadapan Farhan.

Farhan menatap pemuda itu dengan jeli, memperhatikan setiap anggota tubuhnya yang terluka karena menolong Pelangi.

Sudah lama sekali rasanya ia tidak duduk berhadapan berdua saja dengan Andrew. Farhan sedikit takjub, saat menyadari bahwa Andrew tumbuh dengan baik. Pemuda itu sehat, tampan, dan berkharisma. Semua yang ada pada diri Andrew terlihat sempurna, walaupun Farhan tahu, ada luka menganga yang berusaha Andrew sembunyikan darinya dan juga dari semua orang.

Farhan menegakan tubuh, kemudian meraih kotak P3K yang terletak di laci di samping tempatnya duduk. "Biar kuobati," ujar Farhan, sembari mengulurkan tangan, meminta tangan Andrew yang terluka.

"Tidak perlu," ucap Andrew, tanpa memandang Farhan sama sekali.

Farhan menghela napas, ia tahu bagaimana sikap Andrew. Andrew sama keras kepalanya seperti Gilang dan juga dirinya sendiri, sehingga ia tidak terlalu tersinggung saat Andrew menolak niat baiknya.

"Sepenting apa dia bagimu, sehingga kamu membuntutinya dan mengorbankan nyawamu untuknya?" Farhan bertanya tanpa basa-basi lagi.

"Maksud Anda, Pelangi?"

"Tentu, memangnya mau siapa lagi?" Farhan menyandarkan tubuh di sandaran sofa. Sorot matanya yang ramah dan lelah masih memandangi Andrew dengan saksama. Ia tahu, jika Andrew memiliki perasaan yang tidak biasa terhadap Pelangi. Karena, jika tidak, tidak mungkin Andrew mau ikut campur dalam hubungan Andrew dengan Gilang, karena kedua pemuda itu adalah musuh bebuyutan.

"Kusarankan, jangan terlalu banyak berharap, Nak. Kamu tahu, bahwa aku benar-benar ingin Pelangi menjadi menantuku yang sesungguhnya, menjadi istri dari putraku dan akan melahirkan penerus untuk keluarga ini. Maka tolong, jauhi saja gadis itu." Farhan melanjutkan, saat Andrew tidak mengatakan apa-apa.

Mendengar apa yang Farhan ucapkan, membuat Andrew menyeringai. "Apa bedanya antara aku dengan Gilang. Jika aku yang menikahi Pelangi, bukankah gadis itu tetap akan menjadi menantu Anda."

"Andrew, tolong jangan mengungkit masa lalu, Nak."

"Tidak Pak Farhan, aku sama sekali tidak ingin mengungkit, tapi seharusnya Anda ingat bahwa di tubuhku ini ada darah Anda juga. Dan saat aku menikahi seorang gadis, maka gadis itu akan menjadi menantu Anda juga." Andrew berujar dengan suara yang gemetar karena menahan amarah. "Jika Pelangi terus-terusan menderita di tangan Gilang, maka aku akan merebutnya, bahkan tanpa persetujuan Anda sekalipun." Andrew segera bangkit berdiri dan keluar dari ruang kerja Farhan, meninggalkan pria tua itu duduk dengan tatapan kosong.

***

Gilang memasuki kediaman megah sang ayah dengan langkah yang tergesa-gesa. Wajahnya terlihat benar-benar khawatir. "Pelangi!" teriaknya.

Pelangi yang saat itu sedang berada di ruang keluarga bersama dengan Andrew dan Farhan segera menoleh ke asal suara. Tidak lama kemudian ia melihat Gilang memasuki ruang keluarga dan segera menghampirinya.

"Apa yang terjadi?" tanyanya, saat melihat wajah Pelangi yang memar, serta perban yang menempel di beberapa bagian tubuh gadis itu.

"Kita bicarakan nanti saja. Aku benar-benar mengantuk dan ingin beristirahat," ujar Pelangi, dengan suara pelan.

"Dia habis meminum beberapa obat untuk luka-luka itu, tidak heran jika sekarang dia mengantuk." Andrew membantu Pelangi untuk berdiri, karena memang gadis itu terlihat kesulitan untuk menahan berat tubuhnya sendiri. "Kakimu masih terkilir, Pelangi. Kompres lagi saat tiba di hotel nanti dan jangan lupa kalau kamu membutuhkan banyak istirahat, jangan terlalu banyak bergerak."

Pelangi merona saat mendengar semua perhatian dari Andrew. Apalagi beberapa waktu yang lalu Andrew menci umnya dengan begitu lembut, rasanya sulit sekali untuk bersikap biasa saja pada Andrew sekarang ini.

"Terimakasih. Akan aku lakukan semua nasehatmu." Pelangi tersenyum agar Andrew tidak lagi merasa khawatir akan keadaannya.

"Baiklah, hubungi aku jika terjadi apa-apa padamu. Ingat, jika suamimu tidak bisa diandalkan, masih ada aku." Andrew mengedipkan sebelah mata sembari tersenyum, membuat Farhan dan Gilang menatapnya dengan kesal.

Gilang segera menarik lengan Pelangi untuk menjauhi Andrew. "Jangan khawatirkan istriku, aku bisa mengurusnya dengan baik."

"Oh, ya? Kalau kamu bisa mengurusnya dengan baik, istrimu ini tidak akan berakhir di tengah sekumpulan para pria yang tidak bermoral, Sialan!"

"Sudah-sudah, jangan ribut. Kembalilah ke hotel dan hati-hatilah di jalan." Farhan menengahi perdebatan antara Gilang dan Andrew.

Gilang segera menarik tangan Pelangi untuk keluar dari rumah sang Ayah sembari mengomel. Bahkan pria itu masih terus mengomel sepanjang jalan hingga mereka tiba di hotel.

Gisel yang menunggu kedatangan Pelangi dan Gilang di ruang tamu, segera bangkit berdiri begitu mendengar suara Gilang.

Wanita bertampang angkuh itu menghampiri Gilang dan memeluk Gilang, sembari melemparkan tatapan sinis ke Pelangi yang terlihat pucat. "Kenapa, sih, merepotkan sekali. Kalau mau cari perhatian jangan begini caranya."

Pelangi tersenyum sinis mendengar perkataan Gisel. "Seperti aku ini kurang perhatian saja," ujarnya, lalu melangkah melewati Gisel dan Gilang, menuju kamarnya.

Akan tetapi, Gisel tidak merasa puas jika belum menyakiti Pelangi. Wanita itu menarik lengan Pelangi dan kembali mengomel tanpa henti. "Tidakkah kamu sadar, kalau kamu itu telah mengambil banyak waktu Gilang yang seharusnya bisa dia habiskan denganku!"

"Sudahlah, Gisel, jangan dibahas lagi Biarkan dia istirahat." Gilang membebaskan lengan Pelangi dari cekalan Gisel.

Pelangi segera berlalu begitu tangan Gisel tidak lagi menahan lengannya. Namun, baru saja kakinya melangkah, Pelangi merasakan kepalanya begitu sakit. Seketika pandangannya pun menjadi gelap, dan kemudian ia jatuh pingsan.

Bersambung ....

1
Atik Karyana
Kecewa
Yuli Yanti
gisel....gisel dah d obral,d manfaatin alex lagi..
Ning's Kitchen New
sangat menarik
Novia Lestari: Terima kasih, Kak ☺☺
total 1 replies
Ida
bukan kabur tp menyelamatkan diri biar tidak babak belur🤣
dewi musnida
🤣🤣🤣🤣🤣😜😜😜
dewi musnida
segera perlihatkan saja sisi buruk gisel ke gilang yg bdoh itu thor. kesel aku.
dewi musnida
wow.... lucu thor, lanjut...... 🥰🥰🥰✊👌
Made Ringin
Kecewa
Novia Lestari: Terima kasih, Kak 🙏😊
total 1 replies
My Munding29
sejauh ini.okee kokk
Novia Lestari: waaah makasih banyak atas reviewnya, Kak ❣️❣️
total 1 replies
Wong Japung
👍👍👍👍👍👍
Novia Lestari: Terima kasih atas dukungannya, Kak.
yuk baca juga novel saya lainnya yang berjudul "LUNA, WANITA PENGGANTI" dijamin ceritanya juga nggak kalah seru dari OH NY BOSS ☺☺
total 1 replies
rika
samira ibu kandung popi?? 🤔🤔🤔
Novia Lestari: mungkin typo saya, Kak 🤭🤭🙏🙏
total 1 replies
rika
wahhhh.. ada misteri nya juga.. siapakah anak kandung samira ?? apakah pelangi ? gisel ? atau axel ??
Novia Lestari: hayooo siapakah anak kandung Samira, Kak. 🤭🤭
total 1 replies
Clareisya
aku kurang nyaman dengan kata "trims"
Novia Lestari: Siap, Kak.
kalau kalimat 'trims' posisinya adalah dialog, itu nggak masalah. karena dialog nggak harus pakai kalimat baku, kecuali di narasi, di narasi harus pakai kalimat baku. 🤭

Tapi, terima kasih sarannya, Kak. 🙏🙏
total 1 replies
Rihana.hana
ending yang bahagia untuk keluarga Andreas
dan ending yang menyedihkan untuk Gisel and the Genk..

btw..
soal visualnya mereka ,aku liat² wajah mereka pada serupa yaa sama para pasangan nya..
jangan ² mereka beneran jodoh di dunia nyata 🖤🖤
Rihana.hana
ahh sudah tamat kah? 🥺
rasa nya kok sedih yaa..

Selamat ber bahagia Gilang pelangi dan semua nya🤗🖤
Alfi Tazkia Putri Ariana
meski ending nya agak ngecewain tp za dah gak ap2 tp ttp semangat n q pengemar novel kak
Hawatus Syahro
ahir cerita yg mengenaskan dimana tokoh utamanya tak berdaya di kursi roda sangat di sayangkan alur cerita yg pertama indah harus berkhir kecewa....
Novia Lestari: nggak semua cerita berakhir happy, Kak. Salah satunya ini🤭
dan memang kebanyakan novel saya berakhir sad ending. Suka aja sama akhir yang model begitu, walaupun sesekali saya juga bikin cerita yang happy ending 🤣
Terima kasih telah berkenan membaca hingga akhir 🙏🙏
total 1 replies
Nur Adam
lnjut
Novia Lestari: siap, Kak. Terima kasih sudah membaca cerita ini 🙏🤗
total 1 replies
Rihana.hana
ayo semangat pelangi, ada Gilang dan lainnya di sisi mu.. termasuk aku😁
gemes sama Toni ..
Rihana.hana: sami sami mbak, aku suka novelnya..😚💞
total 2 replies
Tyarr Tinambunan
smangat pelangai
satu demi satu
kebahagiaan mu akan trcapai
terlebih Gilang harapan saya kpd outhor smoga Gilang sembuh seperti sedia kala
supaya pelangi semakin bahagia 🙏❤️
Novia Lestari: Terima kasih, Kak, sudah membaca cerita ini 🙏☺☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!