Nadin dan Amran mereka adalah sepasang suami istri, mereka juga di karuniai seorang anak yang bernama Zahra.
keluarga mereka juga sangat bahagia biasa di bilang sakinah.
Tapi semenjak seseorang di masa lalu Amran datang semuanya seakan hancur seketika.
"Tapi apakah Nadin dapat bertahan di madu oleh suaminya Amran?."
"Atau kah perempuan itu yang akan memiliki semua?."
"Dan apakah Amran akan memilih keduanya atau hanya salah satu dari mereka?."
Terus aja pantau dan baca di novel saya😊
jangan lupa komen, share dan sukai ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Saat mereka selesai makan dan berkumpul sambil menonton televisi seseorang pun datang dan mengetuk pintu rumah.
Tok...
Tok...
Tok...
"Siapa itu ya Mas malam malam begini mengetuk pintu jadi takut," ucap Nadin.
Sambil menenangkan Nadin Amran menjawab.
"Mungkin kurir yang mengantar paket," ucap Amran.
"Masa ia sih Mas jam delapan malam loh ini."
"Biar aku yang membukakan pintu kamu tunggu di sini."
"Iya Mas."
Kemudian Amran pun langsung bergegas pergi untuk membuka pintu dan mencari tahu siapa yang datang bertamu saat malam malam di waktu nya istirahat.
Amran langsung membuka pintu.
"Nissa." Dengan kaget.
"Ngapain kamu di sini malam malam dan tau dari mana kamu rumah mertua saya?" tanya Amran.
Nadin pun berteriak memanggil Amran dari dalam.
"Mas siapa itu?" tanya Nadin.
"Itu istri bapa ya manggil," ucap Nissa.
"Kamu gak perlu tau itu siapa,yang harus kamu tau kamu harus segera pergi dari sini," ucap Amran dengan kesal.
Kemudian suara langkah kaki pun terdengar semakin mendekat menghampiri mereka.
"Cepat kamu harus pergi sebelun istri saya kesini."
"Emang kenapa Pak,kenpa saya harus pergi saya itu tamu dan seharus nya Bapa mempersilahkan saya masuk bukan malah di usir."
Dengan Nada godaan nya Nissa pun sampai membuat Amran kesal.
"Cepat kamu pergi."
Nadin pun datang.
"Eh ada tamu kenapa gak di kasih masuk Mas."
"O-oh ini,ini sekretaris aku di kantor."
"Oh sekertaris kamu ya Mas."
"Kenalin saya istri nya Mas Amran,Nadin."
Nissa dan Nadin pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan satu sama lain.
"Iya Bu saya Nissa sekretaris nya Pak Amran di kantor." Jawab Nissa.
"Ya udah masuk kok masih di luar aja," ucap Nadin.
"Enggak Bu gak usah saya ke sini mau mengantarkan barang Pak Amran tadi ketinggalan di kantor."
"Gak papah ayo masuk dulu."
"Enggak Bu saya mau langsung pulang aja udah malam soal nya."
"Ya udah biar Mas Amran anterin kamu sampai rumah ya."
"Jangan,saya bisa pesan taksi aja Bu."
"Eh gk papah,iya kan Mas."
"A-apa." Jawab Amran.
Kemudian taksi yang menjemput Nissa pun sudah datang.
"Tuh taksi nya udah datang saya pulang dulu ya Pak Bu."
"Ya udah terserah kamu aja,hati hati di jalan." Jawab Nadin.
Nadin pun langsung kembali masuk ke dalam rumah.
Amran yang akan menutup pintu pun di tahan dari luar oleh Nissa.
"Istri Bapa cantik juga ya." Tersenyum licik.
"Jangan macam macam sama saya ya Nissa kamu bisa saya pecat dari kantor," ucap Amran.
"Silahkan kalau bapak Bisa." Jawab Nissa.
Kemudian Nissa pun langsung pergi dari rumah mertua Amran. Dan Amran langsung menutup dan mengunci pintu kemudian dia kembali menghampiri istri nya.
Sesampainya Amran pun langsung di tanya oleh Nadin.
"Mas kamu punya sekretaris kok gak bilang bilang sama aku?" tanya Nadin.
"Dia baru Nad jadi aku belum sempat kasih tau kamu." Jawab Amran dengan tenang.
"Jadi saat makan tadi kamu mau menceritakan soal sekretaris baru kamu."
"Iya bisa di bilang seperti itu."
"Tapi kenapa kamu tidak melanjutkan nya tadi?" tanya Nadin.
"Soal nya aku cari waktu yang tepat buat kamu."
"Semua waktu tepat Mas jika kamu ada niat buat menceritakan nya."
"Aku takut kamu marah jika di kantor aku dekat dengan Nissa."
"Aku enggak akan marah Mas dia kan sudah seharus nya membantu kamu jadi aku enggak akan marah,aku percaya sama kamu." Tersenyum manis menatap Amran.
"Terimakasih ya Nad kamu udah percaya lagi sama aku."
"Iya Mas,asal kamu bisa menjaga kepercayaan aku,aku pasti selalu percaya sama kamu."
"Ya udah kita tidur yu aku ngantuk dan cape," ucap Amran.
"Iya Mas."
Kemudian mereka pun mematikan televisi dan langsung pergi ke kamar mereka yang sudah ada Zahra yang tertidur dahulu di kamar mereka.
Amran dan Nadin langsung tertidur dengan sangat terlelap.
Ke esokan hari nya di kantor.
Amran pun langsung menemui Alan yang ada di ruang nya.
"Eh ngapain kamu tumben keruangan gue pasti ada sesuatu," tanya Alan.
"Gue gue kamu juga tumben lo gue," ucap Amran.
"Biar terlihat akrab aja bro."
"Terserah kamu aja deh." Jawab Amran dengan kesal.
"Ran kenapa lo seperti kesal begitu?" tanya Alan.
"Bagaimana aku tidak kesal tuh si Nissa sekretaris yang kamu pilih malam malam di datang ke rumah mertua aku,"
"A-apa masa iya dia nekat begitu."
"Untung aja Nadin enggak berpikir kemana mana dan tidak marah tadi malam kalau marah bisa habis aku."
"Gue gak nyangka Ran si Nissa bisa senekat itu bener bener ya itu cewe," ucap Alan.
"Pokonya hari ini juga aku akan pecat si Nissa," ucap Alan.
"Ja-jangan jangan,jangan pecat si Nissa dia berpengaruh sekali dengan perusahaan ini dia pintar dalam mengambil hati klaien."
"Apa urusan nya masih bangat yang mau menjadi sekretaris dan pintar seperti dia."
"Ayo lah Ran,gue butuh duit banyak nih." jawab Alan.
"Terus apa urusan nya dengan saya Alan."
"Iya jangan pecat Nissa di pikir pikir lagi aja lah nanti kamu menyesal,penyesalan suka datang terakhir." Bujuk Alan.
"Udah ah aku kepala ku pusing." Jawab Amran.
Amran pun langsung pergi dan kembali ke ruangan nya sendiri.
"Semoga Amran tidak memecat Nissa," ucap Alan setelah Amran pergi.
Sesampai nya di kantor Amran pun langsung termenum karena memikirkan perkataan Alan yang barusan di bicarakan.
"Memang benar kata Alan,Nissa sangat berpengaruh besar dalam perusahaan ini di tambah aku juga butuh uang buat aqiqah putri ku nanti."
Nissa pun tiba tiba masuk keruangan Amran dan sampai mengagetkan nya.
"Pak Pak Amran," ucap Nissa.
"I-iya."
"Bapak bengong lagi mikirin yang semalam ya?" tanya Nissa.
"Gak usah banyak bicara kamu mau ngapain datang ke ruangan ini," tanya Amran.
"Saya mau memberikan berkas ini dan nanti siang ada meeting penting dengan klaien."
"Oke,kalau sudah silahkan kamu kembali keruangan mu," ucap Amran.
"Baik,saya kembali keruangan saya."
Nissa pun tanpa bicara apapun langsung kembali keruangan nya.
"Tumben dia tidak banyak bicara,tapu syukur deh biar gak banyak bicara enak adem," ucap Amran.
💬"Nad nanti aku pulang agak malam ya."
💬"Iya Mas gak papah."
Amran yang memberitahu istri nya agar tidak menunggu nya pulang.
Amran pun langsung kembali berkerja seperti biasa nya.
BERSAMBUNG...
Like,comen,share dan tambahkan kedaftar favorite ya Akang,Teteh.