Cover by, Canva
"Aku anggap hubungan kita ini, hubungan yg saling menguntungkan. Jangan berharap lebih dari ku, Mike!!"
"Jadi selama ini, kamu anggap aku hanya pemuas nafsu dan sebagai badut penghibur di saat kamu sedih?"
"IYA!! Aku sama sekali tidak ada perasaan kepada mu."
Hening...
"Baiklah, Ay. Kalau memang seperti itu arti ku bagi mu, aku akan menjauh bila perlu menghilang dari hadapan mu.
Tapi ingat satu pesan ku, jangan menyesal bila orang yang selama ini mencintaimu dan menjagamu dengan tulus, pergi selamanya. Bahkan kamu tidak akan bisa menemukan KUBURNYA bila dia MATI!!"
Deg ...
Gadis cantik bernama Ayana Sora itu terdiam seketika, kala mendengar betapa lantang dan tegas perkataan laki-laki bernama Mikhail Abraham itu. Hatinya sakit, telapak tangannya terasa nyeri sampai berkeringat dingin.
"Aku akan pergi membawa semua cinta yang aku punya untukmu, hingga tak tersisa. Yang ada hanya penyesalan mendalam yg belum pernah kamu rasakan sebelumnya, Ay."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nice to meet you
Aku harap peribahasa
Cinta datang karena terbiasa itu memang benar adanya.
Karena aku menantikan cinta mu
Datang kepada ku.
Hari terlewati dengan cepat, setelah malam pertunangan yang di hiasi percintaan panas antara Mike dan Aya.
Membuat dua sejoli ini makin dekat dan tak segan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.
Mike memberikan segalanya untuk Aya bahkan mungkin bila nyawanya di minta pasti akan di berikan.
Sedangkan Aya? Entahlah apakah gadis itu benat-benar sudah mencintai Mike atau belum. Yang pasti Aya sangat kecanduan bercinta dengan Mike dan bahkan gadis itu sangat bergantung kepada Mike.
Mulai dari membeli keperluan pribadinya, menemani jalan-jalan dan terkadang hal sepele saja harus dengan Mike. Dan Mike selalu menuruti keinginan Aya dengan sabar tanpa pernah marah.
Seperti hari ini, Aya meminta Mike pulang kantor lebih cepat agar bisa menemaninya nonton film di bioskop, Mike dengan senang hati mengabulkan keinginan sang tunangan.
Mike menggandeng tangan mungil Aya menuju loket yang menjual tiket film. Setelah selesai, Mike membelikan camilan dan minuman untuk Aya, dan tiba-tiba..
"Ka Mike?" Sapa seorang pemuda.
"Nathan??" Mike heran bisa bertemu Nathan, padahal setahu dia Nathan tinggal di kota Pahlawan.
"Iya Ka. Kaka nonton juga?" Tanya Nathan.
"Oow iya, kamu tinggal di sini atau sekedar liburan?" Tanya Mike.
"Aku baru 1 mingguan tinggal di sini Ka.
Eehm, Kaka nggak tahu? Kalau Papi Kaka meminta aku kerja di cabang perusahaan Kaka yang bergerak di bidang pembangunan Real Estate?" Ujar Nathan memastikan.
"Benarkah? Eehm, ku rasa Papi lupa memberi tahu ku. Kamu di tempatkan di PT Gaya Makmur?" Tanya Mike lagi.
"Iya Ka betul sekali. Kaka ke sini sama Aya?" Mike mengangguk mendengar pertanyaan Nathan.
"Kalau kamu?" Tanya Mike lagi.
"Aku sama temen ku Ka, itu? Hehehhe maklum belum hafal daerah sini jadi kemana-mana sama temen ku yang masih kuliah di sini. Kalau gitu aku ke sana dulu ya Ka, salam buat Aya selamat menonton Ka, bye!" Ucap Nathan lalu meninggalkan Mike.
Mike menatap Nathan yang sudah berjalan cepat ke arah temannya yang menunggunya.
"Kenapa Papi nggak cerita masalah ini? Huft, mungkin beliau lupa. Ya sudahlah lebih baik aku segera menemui Aya," gumam Mike.
Aya tersenyum melihat Mike berjalan membawa se bucket popcorn dan dua minuman.
"Sini aku bantu bawain. Ehh.. Itu kita sudah boleh masuk Ka, ayo?" Aya menarik tangan Mike untuk segera masuk ke dalam ruangan bioskop.
3 jam kemudian...
Mike dan Aya sudah berada di apartemen yang Aya tinggali,
Aya sedang menata makanan yang mereka beli saat perjalanan pulang untuk makan malam.
Mike dan Aya memakan makan malam mereka berdua dengan lahap dan sesekali di selingi gurauan.
Setelah selesai makan malam, Mike membantu Aya mencuci piring dan membersihkan meja makan, sungguh pria idaman. Namun sayang, Aya seperti tidak melihat semua kebaikan dan pengorbanan Mike untuk mengejar juga memberikan cinta kepada gadis cantik itu.
Entah laki-laki macam apa yang di inginkan Aya.
Mike duduk santai di balkon apartemen Aya sambil memainkan ponselnya.
Terlihat Aya baru saja berganti baju lalu ikut duduk di sebelah Mike, dan...
"Sudah kenyang? Tanya Mike lembut.
"Sudah, malah kenyang banget!" Jawab Aya tersenyum manis.
"Hehehe pinter, biar cepet gedhe ya?" Gurau Mike seraya mengacak rambut Aya.
"Hiiissh selalu gitu. Nih jadi berantakan kan rambut aku, iihh Kaka?!!" jawab Aya sebal rambutnya selalu menjadi sasaran Mike bila gemas terhadap Aya.
"Becanda sayang, eeh ya aku tadi ketemu Nathan pas beli popcorn. Dia ternyata pindah ke ibukota buat kerja di salah satu anak cabang perusahaan ku," ucap Mike.
Deg....
"Nathan, di sini?" Batin Aya.
"Eehm, benarkah? Keluarganya kan punya perusahaan sendiri, kenapa kerja di perusahaan Kaka?" Tanya Aya penasaran.
"Ternyata, Papi membantu keuangan perusahaannya Nathan. Dan Papi minta Nathan kerja di anak cabang perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan, yang katanya Nathan handal di bidang itu." Aya hanya diam mendengar perkataan Mike.
"Aku tadi baru di telpon Papi mengenai hal itu," sambung Mike lagi.
"Oow gitu ya?" Jawab Aya seadanya.
"Kamu sudah nggak ada rasakan sama Nathan?" Tanya Mike memastikan perasaan Aya kepada Nathan.
"Eh.. nggak Ka, aku udah bisa lupain dia kok! Buktinya aku udah hapus semua kontak dia," jawab Aya meyakinkan Mike.
"Baguslah kalau gitu, kita sudah tunangan dan kita akan menikah. Jadi lebih baik kamu melupakan Nathan, dia juga sudah bertunangan kan nggak baik kamu masih menyimpan rasa kepada tunangan orang lain. Tolong buka hati kamu untuk aku Ay, bisa kan?" Aya mengangguk mendengar pernyataan Mike.
"Aku cinta sama kamu, Aya!" Ucap Mike sambil memeluk Aya dengan erat.
"Iyaa aku tahu, Ka." Aya memang tidak pernah mengatakan kata cinta atau membalas ungkapan hati Mike yang hampir setiap saat terucap dari bibir Mike. Walau mereka sudah sering melakukan percintaan yang panas yang seharusnya belum boleh mereka lakukan.
Hari berganti, dan pagi menyapa dengan hangatnya mentari.
Di kantor PT. Gaya Makmur tbk,
Nathan memulai pekerjaannya sebagai manager bagian perencanaan.
Tuan Josh meminta Nathan menangani perencanaan keuangan juga dalam proyek lainnya yang kurang tertangani dengan baik di anak cabang perusahaannya tsb.
Nathan bekerja dengan sungguh-sungguh agar bisa membuat Tuan Darsono dan Tuan Josh puas dengan hasil kerjanya.
"Selamat siang Pak Nathan," sapa seorang karyawan.
"Selamat siang, kalian mau kemana?" Tanya Nathan.
"Kami mau makan siang, Pak. Bapak tidak ikut sekalian?" Tanya karyawan tsb.
"Saya lagi ingin makan gado-gado, besok saya akan bergabung dengan kalian. Saya permisi dulu," jawab Nathan buru-buru pergi.
"Iyaa Pak, silahkan! Eehmm ganteng banget ya Pak Nathan, masih jomblo nggak ya?" Ucap seorang karyawan wanita.
"Jomblo deh kayaknya, kesempatan nih buat kita ya kan?" Sahut yang lainnya.
"Hahahha, yaa udah yuk! Kita ke kantin?".
Nathan sudah sampai di gado-gado Baplo yang melegenda itu.
Nathan segera masuk dan memesan sepiring gado-gado.
Saat Nathan menunggu pesanannya datang, mata pemuda tampan itu melihat seorang gadis yang sangat dia kenal.
"Hei, Aya???" Sapa Nathan
"Eeh.. Nathan? Kamu disini?" Jawab Aya senang bisa bertemu dengan Nathan tanpa di duga-duga.
"Iyaa, aku sekarang bekerja di Ibukota. Eeh, ayo duduk aku juga sedang menunggu makan siang ku, ayo?" Ajak Nathan.
"Iyaa, aku juga mau makan siang," Aya menerima ajakan Nathan.
Nathan dan Aya terlihat asyik mengobrol seolah mereka tidak pernah ada masalah sebelumnya.
Bahkan Nathan tak segan memegang tangan Aya, dan Aya terlihat diam saja menikmati kebersamaan mereka.
Padahal mereka sudah sama-sama memiliki tunangan, namun mereka tidak mengindahkan hal tersebut.
Apakah mereka akan menyambung cinta yang sempat terputus? atau memilih mundur kembali ke pasangan masing-masing?
tbc.
next kak, semangat trus buat berkarya jn patah semangat👍👍👌💪💪💪.
dilanjut novel terbarunya thor yg lbh seru lagi