NovelToon NovelToon
Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Spin Off dari "GHEA: Cinta Lama Belum Usai"

Tak pernah terbayangkan di benak Felichia, kalau dirinya akan mengandung anak dari Dean Alexander, sahabat Erlan Prakasa yang merupakan suami sah Felichia.

Semua hal rumit ini terpaksa Felichia lakukan atas perintah dari mertuanya dan demi menebus kesalahannya pada keluarga Prakasa.

Apa sebenarnya kesalahan Felichia pada keluarga Prakasa, hingga ia harus melakukan hal mengerikan ini?

Lalu bagaimana tanggapan Erlan saat tahu anak yang dikandung Felichia adalah benih dari Dean dan bukan merupakan benihnya?

Dan apa sebenarnya alasan Dean Alexander meminta Felichia mengandung calon anaknya, sementara dirinya juga sudah menikah dengan Melanie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAAF!

"Stop!" Melanie menghentikan Dean yang sudah dipenuhi kabut gairah.

"Ada apa?" Tanya Dean tak mengerti.

Hasrat Dean sudah naik ke ubun-ubun sekarang, dan Melanie malah menyuruhnya berhenti.

Apa Melanie memang berniat membuat Dean sakit kepala semalaman?

"Kau bisa melanjutkannya bersama Felichia, Dean!" Ucap Melanie yang sudah dengan cepat memakai piyama lengan panjang serta celana panjang.

"Kau gila, Mel? Aku hanya ingin melakukannya bersamamu malam ini!" Mohon Dean yang mulai hilang kewarasan.

Kepala Dean sudah terasa sakit sekarang karena menahan hasrat yang minta untuk segera dilepaskan.

"Pergilah, Dean!" Melanie mendorong keluar Dean yang kini sudah setengah naked.

"Mel!" Dean mengetuk pintu karena Melanie yang langsung menutup pintu kamar setelah mendorong Dean, dan menguncinya dari dalam.

"Melanie!" Dean benar-benar seperti suami yang diusir dari kamar sekarang.

"Ah!" Dean melangkah cepat menuju ke dapur, lalu mengambil sebotol alkohol dan menenggak setengah isinya. Dean meringis karena rasa panas yang membakar tenggorokannya.

Setelah puas minum, Dean berlari menaiki tangga dan langsung menuju ke kamar Felichia. Tanpa mengetuk, Dean langsung mendorong pintu kamar Felichia hingga menjeblak terbuka. Sang empunya kamar yang sedang melamun di atas sofa langsung terkejut.

"Dean," Felichia hanya bergumam lirih dan menatap bingung pada Dean yang baru saja menutup kembali pintu kamar Felichia.

"Melanie ingin aku melakukannya malam ini!" Dean menatap ke dalam netra Felichia.

Bukan tatapan sengit ataupun tatapan tidak senang. Hanya ada tatapan datar dengan mata Dean yang sudah berubah merah.

Apa Dean sedang mabuk?

"Buka!" Dean mengendikkan dagunya ke arah baju tidur yang dikenakan oleh Felichia.

Felichia tak langsung membuka baju tidurnya dan malah beringsut mundur menjauhi Dean.

"Jangan membuatku mengulang perintah! Cepat buka!" Dean memerintah Felichia sekali lagi dan Felichia hanya memejamkan matanya lalu membuka satu per satu kancing piyama yang ia kenakan.

"Sekalian bagian bawahnya!" Lanjut Dean seraya kembali mengendikkan dagu ke celana piyama Felichia yang panjangnya memang hanya di atas lutut.

Kini tubuh Felichia hanya tinggal mengenakan sepasang underwear berwarna hitam yang sangat kontras dengan tubuh putih Felichia.

"Lakukan pemanasan sendiri!" Ucap Dean yang sontak membuat Felichia menatap tak percaya pada pria di hadapannya tersebut.

Melakukan pemanasan sendiri?

Apa maksudnya?

"Buka!" Dean menunjuk ke underwear Felichia dan meminta wanita itu untuk membuka bagian atas dan bawah.

"Lakukan saja, Felichia! Bukankah lebih cepat lebih baik?" Ucapan Dean seolah membuat Felichia hilang akal.

Wanita itu melucuti sendiri sisa pakaiannya lalu jarinya bermain-main sendiri di area tubuhnya yang sensitif. Dan Felichia melakukan itu semua di depan Dean yang sedang menatapnya dengan datar.

Felichia benar-benar sudah seperti seorang wanita murahan.

"Baiklah sudah cukup!" Ucap Dean bersamaan dengan pria itu yang mulai menurunkan penutup terakhir di tubuhnya, lalu mengungkung tubuh sintal Felichia.

Felichia hanya merem*s sprei di kiri dan kanan tubuhnya dan menggigit bibirnya bagian bawah serta sekuat tenaga berusaha untuk tak melenguh ataupun bersuara, saat Dean menyentak masuk.

Felichia hanya berharap agar semua ini cepat berakhir dan Dean cepat pergi dari kamar Felichia.

Meskipun tubuh Dean dan Felichia sudah menyatu, namun dua orang itu saling memalingkan wajah dan tak sedikitpun saling menatap.

Bagi Felichia ini hanyalah sebuah mimpi buruk, dan Felichia ingin secepatnya bangun.

Ini hanya mimpi!

Ini hanya mimpi!

Bangun Felichia!

"Aah!" Dean yang tiba-tiba terkulai di atas tubuh Felichia, membuat kesadaran Felichia seolah kembali. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa detik saja, karena Dean sudah dengan cepat bangun, lalu memungut celana panjangnya, dan memakainya dengan cepat.

Dean tak berucap sepatah katapun, dan pria itu langsung keluar begitu saja dari kamar Felichia, lalu menutup pintu.

Felichia yang masih terbaring di atas ranjang, langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tangis wanita itu pecah seketika.

Felichia meringkuk di dalam selimut, merutuki dirinya sendiri yang begitu murahan.

Maafkan aku, Erlan!

Maaf!

****

"Fibroid rahim anda sudah mulai menyebar, Nona! Kita harus melakukan operasi pengangkatan rahim sebelum infeksinya semakin parah." Ucapan dokter bagaikan petir yang menyambar hati Melanie di siang bolong.

"Apa itu artinya kami tidak bisa melakukan program bayi tabung?" Tanya Melanie yang sudah berurai airmata.

Dean yang mendampingi Melanie hanya bisa merangkul istrinya tersebut dan mencoba menenangkan sekaligus menguatkan Melanie.

Dokter menggeleng menjawab pertanyaan Melanie.

"Maaf, Nona!"

Tangis Melanie seketika pecah.

Bukan sebentar, Melanie menjalani semua pengobatan dan segala jenis terapi demi menyembuhkan fibroid rahimnya. Melanie juga ingin menjadi seorang ibu dan melahirkan anak-anak dari Dean.

Namun semuanya hanya sia-sia dan tak berguna. Rahim Melanie sudah terinfeksi dan tak bisa lagi diselamatkan. Melanie hanya akan menjadi istri dan menantu yang tak berguna bagi Dean dan keluarga Alexander.

"Sudah, Mel!" Dean berusaha menenangkan Melanie yang terus menangis tersedu-sedu.

"Kau akan menikah dengan gadis lain dan meninggalkan aku." Terbata-bata Melanie berucap pada Dean.

"Tidak!" Jawab Dean tegas.

"Aku mencintaimu, Mel! Aku sangat mencintaimu!" Ucap Dean sekali lagi penuh ketegasan.

"Aku istri yang tak berguna, Dean!" Tangis Melanie semakin pecah.

"Kau tetap istriku yang berharga dan aku mencintaimu!" Ucap Dean penuh kesungguhan.

"Semuanya akan baik-baik saja!"

"Aku akan tetap mencintaimu!"

"Aku akan selalu mencintaimu!"

Tangan kekar Dean yang tiba-tiba sudah mendekap Melanie, membuyarkan lamunan wanita tersebut. Cepat-cepat Melanie menghapus butir bening yang menggenang di kedua matanya.

"Dean!" Panggil Melanie lirih.

"Hmmmm!" Jawab Dean yang sudah menyusupkan kepalanya di ceruk leher Melanie.

Melanie mengusap lengan Dean dan segera berbalik, saat wanita itu mendapati tubuh Dean yang masih dipenuhi oleh peluh sisa pergelutannya bersama Felichia.

"Aku sudah melakukannya," ucap Dean melapor pada Melanie dengan sorot mata penuh rasa bersalah.

"Maafkan aku, Mel!" Ucap Dean yang semakin merasa bersalah.

"Jangan minta maaf! Ini sudah kesepakatan kita berdua," jawab Melanie yang langsung meraup Dean ke dalam pelukannya. Dean langsung membenamkan kepalanya di dada Melanie, bersamaan dengan rasa sakit yang tiba-tiba terasa menghujam hati Melanie.

Membayangkan saat Dean menyentuh Felichia, benar-benar membuat hati Melanie terasa sakit. Tapi sebisa mungkin Melanie berusaha menepis rasa sakit itu karena ia juga tak akan pernah bisa memberikan Dean seorang anak sampai kapanpun.

"Aku hanya mencintaimu, Mel! Kau percaya itu, kan?" Cicit Dean yang masih berada di dekapan Melanie.

"Aku percaya!" Jawab Melanie dengan suara parau karena menahan tangis serta rasa nyeri di hatinya.

"Aku percaya, Dean!" Ulang Melanie yang sekarang sudah menangkup wajah Dean yang masih dipenuhi oleh raut rasa bersalah.

"Tidurlah!" Melanie kembali mendekap Dean dan pasangan suami istri itu terus berdekapan hingga pagi menjelang

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
RossyNara
sabar Aaron ini ujian hidup mu/Grin//Grin/
RossyNara
jangan baper kamu Dean,ingat ada melani di sampingmu. Dean udah mulai kejebak permainannya sendiri
Tama Mbul
Luar biasa
Misdina Ningsie Panggabean
semoga bersatunya GK gampang ya thor
Misdina Ningsie Panggabean
Felicia yang malang 😭😭 semua pengorbanan mu sia sia dan kamu kehilangan semuanya.. tapi erlan juga tidak sepenuhnya salah jika dia jatuh cinta pada navy.. takdir yang sangat menyakitkan 💔 plis jangan kasih muda untuk Dean.. perceraian Feli dan erlan adalah pilihan yang terbaik
Misdina Ningsie Panggabean
sulit mau bilang apa.. kisah ini sangat absurd tapi juga seru 😭😭😭
Ema bjm
sedihhhh bget Thor /Sob//Sob/
Lena Sari
ada ya org tua jahat kek mereka thor
sherly
org tua Dean kemana ya?
sherly
indah bener si Feli tiap hamil si Dean yg mual... syukurin dean
sherly
emang ini yg hrs dilakukan Feli biar ngk muter2 terus masalahnya disitu aja...
sherly
riweh bener hidup si Feli...
sherly
Luar biasa
sherly
emang enakkan ngk usah pura2 lah dean
sherly
rasain dean
sherly
makanya Dean jgn kau mengumpat si Feli, anakmu tak senang makanya kamu mual terus... kapoklah kau... hahahha
sherly
feli terlalu naif kamu dah tau sifat mertuamu kayak gitu ya ngk mungkinlah mereka mau punya menantu kayak kamu apalg skrg kamu dah di timbalkan untuk Dean .. minta cerai aja biar statusmu jelas..
sherly
bukan hanya Feli yg sakit, Mel pun harus menguatkan hati untuk keadaan ini... gilee bener
sherly
status masih istri tp disuruh kayak gini ke sahabat suami miris kali hidupmu Feli
sherly
kasian banget si Feli, kejam banget mertuamu beneran tega
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!