NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:360.2k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

PARIS POINT OF VIEW:

“Kenapa jadi diam? Masih kesal?” Tanya Dhika yang membuatku reflek menatapnya seraya memakan makananku.

“Tidak,” sahutku malas.

“Kamu lelah? Aku akan mengantarmu pulang dulu sebelum aku kembali bekerja, aku tidak ingin kamu sakit,”

“Kamu menyuruhku pulang supaya kamu bisa bertemu mantanmu? Supaya tidak terganggu olehku?”

“Jangan berpikiran macam macam,” kata dhika tersenyum mengacak rambutku.

“Kamu benar benar menyebalkan, jika putus ya putus saja. Sekarang kalian jadi bertemu setiap hari,” kataku.

“Siapa?”

“Kamu dan mantanmu itu,”

“Aku tidak mungkin kembali padanya,” kata Dhika tersenyum.

“Bukan urusanku meskipun kalian berdua akan kembali lagi,” kataku malas.

“Aku senang kamu menyukaiku,” kata dhika terkekeh.

“Hey, aku tidak sedang menyatakan cinta,” cebikku.

“Memang tidak, tapi kamu menyukaiku,”

“Percaya diri sekali!”

“Karena terlihat sekali,”

“Heh?”

“Lanjutkan makanmu,” kata Dhika seraya menyendok makanannya kembali.

Setelah makan, Dhika melajukan mobilnya kembali. Aku dengan santai membuka jendela mobil dan mengeluarkan tanganku untuk menikmati angin.

“Masukkan tanganmu,” kata dhika datar.

“Heh?”

Ada yang salah ya?

Aku melirik dhika dan perlahan ku masukkan lagi tanganku yang sedang menyambut angin.

“Kenapa?” tanyaku.

“Tanganmu akan patah jika terjadi kecelakaan nantinya,” sahut dhika.

Ya Tuhan, alasan apa itu?

Akhirnya aku mengangkat kakiku supaya lebih rileks ke bagian depan mobil, santai seperti di pantai.

“Taruh kakimu di bawah, tidak sopan,” kata dhika.

“Kenapa lagi sih?” keluhku.

“Kakimu akan patah jika terjadi kecelakaan. Dan berbahaya untuk tulang punggungmu,” kata Dhika memperingati.

Aku berdecak kesal seraya menyilangkan kakiku, ini pilihan terakhir.

“Jangan menyilangkan kakimu, jika terjadi kecelakaan nanti pahamu akan hancur,” kata Dhika.

“Ya Tuhan, memangnya kita akan kecelakaan? Kenapa ada yang bisa tahan bersamamu,” gumamku.

“Aku antar pulang sekarang,”

“Aku tidak mau!”

“Kamu yakin tidak lelah?”

“Hem,” sahutku.

**"

Ku kira dia akan kembali ke tempat nya bekerja, ternyata dhika membawaku menemui Erika di ruang kerjanya. Terlihat Erika yang sedang sibuk dengan komputernya di meja kerja. Terdapat banyak tumpukan kertas di mejanya, dia terlihat sangat sibuk. Betapa pintarnya dia itu. Coba kalo aku jadi jaksa, nggak sampe sebulan uda putih semua rambut ini.

“Ada apa?” Tanya Erika.

“Ku rasa dokter Shane tidak bersalah, dia tidak akan melakukan hal seperti itu. Sebenarnya dia laki laki baik, membunuh seekor semutpun dia tidak bisa,” kata Dhika yang membuatku cukup terkejut.

Dia ingin membela dokter Shane atau membantu dokter Yesha membebaskan adiknya. Menyebalkan!

"Kenapa kamu jadi membelanya?" tanyaku pelan menatap dhika.

"Bukannya kemarin kamu yang antusias membela dokter Shane, kamu berhasil meyakinkanku untuk percaya jika dia tidak bersalah," kata dhika melirikku.

Tapi kan sebelum aku tahu jika dokter Shane adik dari dokter Yesha.

Apalah daya, aku hanya menghembuskan napas berat.

“Bagaimana jaksa Viky?” Tanya Erika melirik jaksa viky yang berada di samping nya.

“Apanya yang bagaimana?” Tanya jaksa viky.

“Dokter Shane sepertinya bukan pembunuh,” kata Erika menatap rekannya.

“Kenapa tidak?” Tanya jaksa viky.

“Dia tidak punya motif untuk membunuh, kita bisa mewawancarai beberapa saksi lagi,” sahut Erika.

“Aku perlu bukti, bukan tentang perasaan. Jangan bekerja menggunakan firasat,” kata jaksa viky.

“Baiklah,” kata Erika kecewa.

“Jaksa Erika, kita ini jaksa. Semua harus ada bukti, firasat tidak diperlukan di sini,” kata jaksa viky.

“Jaksa Viky, aku bekerja dengan dokter Shane sudah lama. Aku benar benar mengenalnya sebagai pribadi yang baik,” kata Dhika meyakinkan.

“Semua bisa terjadi pada seseorang saat mabuk,” kata jaksa viky.

“Apa kamu akan tetap menahanku jika aku tersangkanya?” Tanya Erika menatap dalam jaksa viky.

Kenapa mereka berdua jadi terkesan romantis?

“Harus tetap ada bukti,” kata jaksa viky mengalihkan pandangannya.

“Tapi itu tidak berlaku padaku, seandainya kamu yang menjadi tersangka. Dan meskipun semua bukti mengarah padamu, aku tidak akan mempercayainya karena aku mengenalmu,” kata Erika menatap jaksa viky serius.

Wah, benar benar manis sekali. Kakak Erika-ku tersayang.

“Jangan lakukan itu, aku bahkan tidak akan mengambil kasus itu jika kamu tersangka nya. Aku tidak ingin penilaianku terganggu,” kata jaksa viky.

“Kamu belum melihat autopsy nya kan? Meskipun dokter Shane mabuk, dia tidak mungkin melakukan itu, kamu harus melepaskannya. Dia tidak bersalah,” kata dhika.

“ Apa yang kamu lakukan?” Tanya jaksa viky saat dhika membuka sebuah kotak yang berisi banyak belatung dengan beberapa wadah kecil di sana.

“Ini adalah belatung, mereka butuh waktu 50 jam untuk menjadi besar seperti ini,” kata dhika.

“Belatung?” Tanya jaksa viky menatap nya jijik.

“ini sama dengan yang ditemukan di leher korban, coba lihatlah sebentar,” kata dhika.

“Oke, ada banyak bukti. Dan kenapa kamu membawa banyak belatung? Untuk membuktikan dia tidak bersalah?” kata jaksa viky merasa mual.

“Mayat bisa berbohong saat membusuk, orang juga bisa berbohong seperti mayat. Tapi belatung tidak bisa berbohong,” kata Dhika.

“Sidik jarinya ditemukan di tempat kejadian, DNA juga ditemukan di darahnya. Dan kamu sendiri yang memeriksanya, kami ini tim penyelidik,” kata jaksa Viky menatap Dhika.

“Aku tidak menyelidikinya, aku menguji belatung itu. Ini bukan tentang penyebab kematiannya, tapi ini mengenai alibi dokter Shane, dia tidak bersalah,”

“Memangnya kamu siapa bisa menilainya? Aku jaksa utama di sini. Pengujian dilakukan tanpa persetujuan sebelumnya, apa itu benar?” kata jaksa viky dengan nada meninggi.

“Setiap ekstraksi specimen dari mayat selama autopsy berada di bawah kekuasaanku!”

“Lalu apa rencanamu sekarang?”

“Aku kesini untuk memberi informasi,” kata dhika menahan emosi.

“Jelaskan padaku saja,” pinta Erika.

“Belatung ditemukan pada mayat Adella, larva lalat hitam berada dalam tahap larva ketiga. Ini adalah kurva pertumbuhan, butuh lebih dari 70 jam untuk meraih tahap larva ketiga. Dan pertunjukan di mulai di sini. Pada suhu 25 derajat celcius, ini 60 jam. Pada suhu 28 derajat celcius, 50 jam. Itu butuh 50 jam,” kata dhika menjelaskan.

“Aku belum mengerti,” sahutku lirih.

“Suhu ruangannya adalah 28 derajat celcius waktu itu, jika kamu membandingkannya dengan kurva pertumbuhan, setidaknya dia sudah mati selama 50 jam,” jelas dhika seraya menunjukkan kurva di kertas yang sudah dibuatnya.

“Tapi malam sebelum dia ditemukan, saksi menyatakan melihat tersangka penuh darah,” kata Erika.

“Omong kosong, untuk mengetahuinya aku memelihara belatung dalam suhu yang berbeda dengan memberinya makan daging busuk,” kata dhika.

“Kalau begitu Adella tidak mati pada hari itu kan? Dia bisa saja mati dua hari sebelumnya?” tebakku.

“Benar sekali,” kata dhika.

“Ya Tuhan, belatung bisa bersaksi dan mereka tidak bisa berbohong,” gumam Erika.

“Baiklah, aku akan melakukan penyelidikan ulang, karena korban tidak mati hari itu tapi dua hari sebelumnya. Sedangkan dua hari sebelumnya dokter Shane sedang berada di rumah sakit untuk bertugas, dia punya alibi. Sepertinya pembunuh korban sedang menjebak dokter Shane,” kata jaksa viky melunak.

“Kalau begitu saatnya aku pulang, perdebatan kita terlalu panjang hingga langit mendadak gelap,” kata dhika menarik tanganku.

“Mau hujan?” tanyaku lirih.

“Sepertinya, kita harus cepat sampai rumah,” kata dhika meninggalkan ruangan itu begitu saja.

“Kamu belum berpamitan pada mereka,” kataku.

“Malas, jaksa viky tidak menghormatiku tadi,”

“Kenapa harus buru buru seperti ini sih?” keluhku mengimbangi langkahnya yang seperti terburu buru.

“Mempermainkanmu saat hujan sepertinya menarik,” celetuknya.

“Apa sih,” kataku mencubit perutnya.

“Sakit tau,”

“Jangan bicara sembarangan di tempat orang,”kataku memperingati.

“Tidak ada yang mendengar kita,” kata dhika terkekeh.

Dia menggunakan jas dokternya untuk melindungiku dari hujan. Dengan cepat membuka pintu mobil dan menyuruhku masuk ke dalam nya. Dia juga tergesa gesa masuk ke dalam mobil.

“Deras sekali,” kataku seraya mengibaskan bajuku yang lumayan basah meskipun dhika melindungiku tadi.

“Pakai ini untuk mengeringkan rambutmu,” kata dhika menyerahkan sebuah handuk kecil yang ada di mobilnya padaku.

“Kamu sangat menyayangi dokter Shane karena dia adik dokter yesha?” tanyaku malas seraya mengeringkan rambutku dengan handuk kecil.

“Kamu mulai lagi,” decak dhika seraya memperhatikanku.

“Mulai apa? aku hanya bertanya,”

“Untuk apa bertanya?”

“Supaya aku tahu jika kamu masih mencintainya,” kataku menatap dhika.

Dhika menyingkirkan handuk yang ku pegang, tangan nya meraih tengkukku dan mencium bibirku saat itu juga. Ciuman yang lembut dan berakhir menuntut membuatku berusaha mengimbangi permainannya. Hingga aku berusaha mengakhiri ciuman ini dengan napas tersenggal.

“Kamu jangan terlalu mendalami peranmu sebagai suami abal abalku,” kataku dengan napas yang tak beraturan.

“Aku tidak sedang mendalami peran, aku sedang mempermainkanmu di tengah hujan,” kata dhika mengusap bibirku dengan ibu jari nya.

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!