NovelToon NovelToon
HIMAWARI

HIMAWARI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:63.3k
Nilai: 5
Nama Author: flowel

Bercerita tentang seorang gadis SMA kelas 2 bernama Ran. Diam-diam Ran jatuh cinta pada teman barunya bernama Saka. Saka adalah murid pindahan yang memiliki kehidupan yang nyaris sempurna. Cinta Ran pun berbalas. Namun, ternyata ada satu hal yang membuat mereka ngga dibolehkan untuk pacaran lebih dari 30 hari. Sebuah rahasia yang ngga ada satu orang pun di sekolahnya tau tentang kehidupan Ran, dan hal itu membuat Saka sangat penasaran. So, what is Ran’s secret?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Ran membuka matanya pagi ini dengan lamunan panjang. Ia berdiam cukup lama dalam baringan

di atas tempat tidurnya. Memikirkan Saka dalam kesedihan hatinya yang tidak

terungkap.

“Gue udah putus sama Ran.”

“Ran, beneran lo putus sama Saka?”

Ran tidak bisa membayangkan sebelumnya akan berada dirasa ini, dimana ia akan jatuh cinta sedalam ini pada Saka.

Mulai sekarang Ran akan terbiasa menangis dalam kesendiriannya. Memendam kesedihannya sendiri, tanpa perlu bercerita pada siapa pun. Mereka semua yang melihatnya cukup tahu kalau Ran baik-baik saja.

***

Ran beranjak dari tempat tidurnya. Ia melipat selimutnya dengan rapi, meletakkan bantal dan guling diposisi yang benar, lalu membuka gorden kamarnya. Cahaya terang dari Mentari pagi hari langsung menyinari kamarnya yang berlantai vinyl. Wajahnya tersenyum tipis sambil memandang keluar jendela. Itu menjadi senyuman pertamanya di hari ini, setelah menangis beberapa menit yang lalu, dan sekarang dirinya mulai bersemangat kembali.

Ran melihat ke arah jam di dinding kamarnya. Sekarang jam menunjukkan tepat pukul 6 pagi. Ran pun segera keluar dari kamarnya. Namun sebelum mandi, ia melihat keadaan Ale lebih dulu di kamarnya.

Cklek.

Dilihatnya Ale yang masih tertidur lelap. Ia masuk ke dalam kamar Ale untuk mengecek suhu tubuh Ale. Ia sentuh dahi Ale dengan tangannya, dan demam Ale sudah turun. Ran merasa lega sekarang.

Untuk sesaat Ran berdiri diam di samping tempat tidur Ale sambil memandangi wajah Ale yang terlihat sangat damai dalam tidurnya. Di dalam diamnya, Ran tidak bisa berpikir hal apapun saat ini selain hanya ingin tetap berada disisi Ale untuk menemaninya.

Flashback

“Bang Ale udah tidur?”

“Belum. Ran belum tidur?”

Ale melihat jam di tangannya, jam sudah menunjukkan waktu 23:10.

“Belum. Aku ngga bisa tidur.”

“Sama. Abang juga ngga bisa tidur.”

“Bang Ale, aku…takut. Kalo seandainya aku jadi trauma karena kejadian itu. Aku ngga akan bisa tenang

seumur hidup aku.”

Anak berusia 14 tahun itu sudah bisa merangkai kata seperti itu. Ale cukup terkesan mendengar cara Ran bicara.

“Jangan takut Ran. Abang akan bantu Ran untuk hilangin rasa takut itu pelan-pelan. Sekarang, Ran tidur ya. Besok pagi Abang anter Ran ke sekolah.”

“Iya. Selamat tidur Bang Ale.”

“Selamat tidur Ran.”

Ran menutup telponnya. Ia tidak tahu kalau Ale sangat mengkhawatirkannya, dan saat ini Ale sedang melihat ke arah kamar Ran yang masih menyala dari luar pagar rumah Ran. Ia akan menunggu sampai lampu kamar Ran dimatikan, barulah ia pulang ke rumahnya.

Kejadian tadi sore, saat seorang pria tidak dikenal yang tiba-tiba saja mengikuti Ran dari belakang bahkan sampai mengejar Ran, membuat Ran sangat ketakutan. Pria tak dikenal itu baru pergi setelah Ran berteriak sangat kencang sambil menutupi telinga serta matanya. Ale menemukannya dalam keadaan tubuh Ran yang sudah gemetaran dengan wajah yang sangat ketakutan.

***

SMK DWI KARYA

Ran ingin membuat perpisahan yang indah, sekalipun Saka memutuskan hubungan mereka secara sepihak, tapi Ran tidak akan bertanya tentang hal itu pada Saka.

Bahkan Saka menyebut nama aku sekarang Ran, bukan Himawari lagi.

Ran tersenyum saat ia sengaja berpapasan dengan Saka.

“Hai” Sapa Ran, dengan ceria.

Lagi. Ran membuat Saka kesal karena sikapnya yang sering menunjukkan innocent setelah mengacuhkannya. Saka pun tidak ingin membalas sapaan Ran. Ia hanya diam dengan raut datar sambil memandangi wajah Ran di depannya.

Ran tidak masalah dengan sikap Saka yang seperti itu padanya. Ia sangat memakluminya, karena ia pun mengakuinya kalau ia salah.

“Besok jadi kan ke Dufan?” Tanya Ran.

Saka terkejut dengan pertanyaan itu.

“Kamu punya penyakit serius apa?” Tanya Saka, dengan wajah biasa. Pertanyaan yang sangat bertolak belakang dengan pertanyaan Ran.

“Hah? Maksudnya?”

“Aku kira kamu memang sakit. Kamu punya penyakit serius.”

“Hah?” Ran masih belum mengerti maksud dari perkataan Saka tentang penyakit.

“Dengan cara kamu bersikap, labil, innocent. Semua itu bukannya penyakit?” Saka mempertanyakannya

kembali.

Mendengarnya membuat Ran cukup kaget. Ia tidak menyangka kalau Saka menganggap apa yang terjadi padanya selama ini adalah sebuah penyakit.

“A-ahahahahahaa” Ran pun menutupi kebingungannya dengan tawanya yang geli sendiri.

Sikap aneh Ran membuat Saka menggeleng sambil mengerutkan dahinya. Bisa-bisanya gue berurusan sama cewek kayak Himawari. Pikirnya.

“Kamu emang benar-benar sakit.” Ujarnya, seraya pergi meninggalkan Ran yang masih tertawa sendiri.

Tapi tawa Ran langsung terhenti, dan dengan cepat ia langsung menarik tas Saka dari belakang. Saka langsung kaget.

“Ada apa?” Tanyanya dengan mata setengah melotot.

“Kan kamu belum jawab pertanyaan aku.” Jawabnya, dan mengakhiri kalimatnya dengan senyuman yang sangat manis.

“Aiiissshh” Saka jadi gregetan dengan Ran.

“Jadi kan?” Tanyanya, lagi, dengan cara bicaranya yang super manis.

Saka kesulitan menolak ajakan Ran, karena sebenarnya ia pun juga ingin pergi bersama Ran.

Akhirnya, dengan menghilangkan kejaimannya, Saka mengatakan satu kata “Jadi.”

Senyuman mengembang langsung terpancar dari wajah Ran.

Saat itu Saka langsung pergi meninggalkannya, dengan sejuta kebahagiaan Ran saat ini.

“YES!!” Ran merasa berhasil. Senyuman mautnya yang sudah ia rencanakan dari beberapa menit yang lalu ternyata berakhir dengan tidak sia-sia.

Dari kejauhan, Devanya menggeleng melihat kelakuan temannya itu.

“Benar-benar ngga punya harga diri.” Seru Devanya, merasa malu sebagai teman dekat Ran.

Tapi Kenan yang berdiri di sebelah Devanya malah tersenyum senang melihat Ran dan Saka yang sudah baikkan.

***

Ran tergesa-gesa pergi ke toilet. Ia sudah tidak tahan lagi menahan untuk buang air kecil. Lari pun ia kesulitan, terpaksa ia harus jalan pelan-pelan sampai ke toilet yang berjarak 5 meter lagi.

AAAAARRGGGGHHHH. Teriak Ran dalam hatinya dengan wajah meringis sembari memegangi perutnya.

Jangan sampai beser…jangan sampai beser. Harap Ran.

“Nanti aku jenguk kamu ke rumah ya sayang.”

Seketika kaki Ran langsung terhenti, rasa kebeletnya juga mendadak menghilang begitu mendengar suara wali kelasnya yang sedang menelpon seseorang dengan panggilan sayang. Ran pun langsung memastikan kalau yang sedang bertelponan dengan Aluna adalah Ale.

“Bisa-bisanya Bang Ale ngebolehin Bu Aluna datang ke rumah. Ngga akan aku bolehin!”

***

Ran kembali ke kelas dengan rasa kesal serta wajah cemberut. Ia masih tidak bisa mengerti dengan cara Ale memperlakukan Aluna.

Bahkan aku melarang Saka untuk bersentuhan sama aku. Tapi Bang Ale malah seenaknya aja ngebolehin Bu Aluna datang ke rumah.

Ran terus menggerutu sepanjang ia dari sebelum masuk ke toilet, lalu di dalam toilet, dan sekarang sampai keluar toilet gerutunya tetap tidak juga berhenti.

Eits, atau…jangan-jangan…

Langkahnya terhenti sejenak sebelum ia sampai di kelas.

“WHAT???”

“Ngga boleh. Ngga boleh. Ngga boleh ini terjadi.”

Ran tiba-tiba saja berpikir kalau Ale sengaja memperbolehkan Aluna datang ke rumahnya dengan tujuan untuk memberitahu tentang pernikahannya dengan Ran.

“BAHAYA!” Ran pun merasa harus segera mencegah Ale sekarang juga. Bergegas ia segera kembali ke kelasnya untuk mengambil hpnya.

Dan Ran, tidak mengetahuinya kalau sejak tadi Saka memperhatikannya.

***

1
penulis_dee
assalamualaikum kakak , aku sangat suka cerita ini tolong buat season 2 nya kak, aku sgt sgt menyukai karya Kakak aku selalu membaca nya berulang-ulang
Dani Fitriani
lah udah tamat ajja...
gk ad kelanjutanya kah....??
Ilan Irliana
yeeaaayyyy....alle ran...love U pkk'y mh...
flowel
Sampai disini kisah Ale dan Ran. Himawari sudah tamat. Terimakasih ya utk support kalian 😉
isah
masih lanjut kan Thor kisah Ale sama Ran?...apakah udah tamat?...
arafah firdauz
ini belum tamat khan thoor???
Dani Fitriani
heemmm dasar bocah
Dani Fitriani
waktu berjalan
arafah firdauz
aku slalu mninggu crta slanjut nya...
smngat thor.. smg kamu sehat...selalu
isah
yang ditunggu tunggu akhirnya up...makasih othor...makin seru makin penasaran ceritanya...lanjut💪
arafah firdauz
makasih thor dah up
flowel
maaf yaa kalo up nya lama. author lagi super sibuk hehee
tapi lagi otw review. tunggu aja ya ☺️
arafah firdauz
tumben lama banget up nya
arafah firdauz
kayanya bunda /mamah deh yg datang...

atau juga aluna????

thooor katanya mau posting foto bang ale yg asli manaaaaa??
jg lupa si ran nya juga ya....
isah
siapa ya tamunya🤔...next
arafah firdauz
ganteng ga thor??? 😄
kalem ga ??
arafah firdauz
kaya nonton drakor...
aku suka bngt...
arafah firdauz
kayanya bang ale sengaja nyuruh ran sama saka jalan, supaya ran bisa ngrasain masa2 remajanya.

iya kan thor??

uuh makin sayang bgt sama bang ale
flowel: ahh jadi pengen post foto bang Ale yg asli nih di novel 🤭
total 1 replies
naira
cmn ini...
lnjut dong thor
Dani Fitriani
enak diliat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!